{
  "success": true,
  "data": {
    "filename": "sna.json",
    "content": {
      "nodes": [
        {
          "key": "Tuhasani",
          "attributes": {
            "label": "Tuhasani",
            "x": 148.9399292390473,
            "y": 529.3983372300394,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 6,
              "degree": 6
            },
            "_id": "2098659043669934128",
            "id": "Tuhasani",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Wajib memastikan setiap pejabat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dgn baik. Dalam kasus ini, langkah Mentan Amran meminta penembakan tiga petugas di Jayawijaya diusut tuntas patut diapresiasi. Semoga keamanan dan perlindungan bagi petugas di Papua semakin diperkuat.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789194281000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "ch_chotimah2",
          "attributes": {
            "label": "ch_chotimah2",
            "x": 955.7459622994577,
            "y": 978.5291357146756,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.6185,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2098659043669934128",
            "id": "ch_chotimah2",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Wajib memastikan setiap pejabat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dgn baik. Dalam kasus ini, langkah Mentan Amran meminta penembakan tiga petugas di Jayawijaya diusut tuntas patut diapresiasi. Semoga keamanan dan perlindungan bagi petugas di Papua semakin diperkuat.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789194281000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "prabowo",
          "attributes": {
            "label": "prabowo",
            "x": 615.8508676606104,
            "y": 218.56199900636898,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.9553,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "2098659043669934128",
            "id": "prabowo",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Wajib memastikan setiap pejabat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dgn baik. Dalam kasus ini, langkah Mentan Amran meminta penembakan tiga petugas di Jayawijaya diusut tuntas patut diapresiasi. Semoga keamanan dan perlindungan bagi petugas di Papua semakin diperkuat.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789194281000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Gerindra",
          "attributes": {
            "label": "Gerindra",
            "x": 972.2172824762431,
            "y": 327.7702906291831,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.6185,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2098659043669934128",
            "id": "Gerindra",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Wajib memastikan setiap pejabat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dgn baik. Dalam kasus ini, langkah Mentan Amran meminta penembakan tiga petugas di Jayawijaya diusut tuntas patut diapresiasi. Semoga keamanan dan perlindungan bagi petugas di Papua semakin diperkuat.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789194281000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "adamgpwr",
          "attributes": {
            "label": "adamgpwr",
            "x": 215.4960634570393,
            "y": 376.1227721161289,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2095028597824364990",
            "id": "adamgpwr",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Salut buat personel yang selalu jaga keamanan Papua",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788328716000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "damaicartenz_",
          "attributes": {
            "label": "damaicartenz_",
            "x": 534.928681439634,
            "y": 310.4884138559707,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2095028597824364990",
            "id": "damaicartenz_",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Salut buat personel yang selalu jaga keamanan Papua",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788328716000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "buzerbosabasi77",
          "attributes": {
            "label": "buzerbosabasi77",
            "x": 937.598307568799,
            "y": 955.1957621398585,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2098113163724243096",
            "id": "buzerbosabasi77",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "ini pemerintah pusat BPK Prabowo kalah sama pemberontak di Papua ..KKB isinya bunuh masyarakat Mulu keamanan di Papua bagai mana",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789064133000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "ArnoldBelau",
          "attributes": {
            "label": "ArnoldBelau",
            "x": 479.64633335767104,
            "y": 594.1660164374753,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2098113163724243096",
            "id": "ArnoldBelau",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "ini pemerintah pusat BPK Prabowo kalah sama pemberontak di Papua ..KKB isinya bunuh masyarakat Mulu keamanan di Papua bagai mana",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789064133000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "budionocovv",
          "attributes": {
            "label": "budionocovv",
            "x": 992.7847418584116,
            "y": 760.8821875816013,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 2,
              "degree": 2
            },
            "_id": "2099036840909033495",
            "id": "budionocovv",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Mungkin merasa tdk aman enggan datang ke Papua kale ntar tdk bisa blusukan krn keamanan tdk terjamin",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789284355000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "KangManto123",
          "attributes": {
            "label": "KangManto123",
            "x": 725.2980021856463,
            "y": 682.0694232043813,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.5166,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2099036840909033495",
            "id": "KangManto123",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Mungkin merasa tdk aman enggan datang ke Papua kale ntar tdk bisa blusukan krn keamanan tdk terjamin",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789284355000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "gibran_tweet",
          "attributes": {
            "label": "gibran_tweet",
            "x": 477.27348360537826,
            "y": 417.92494031556595,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.5166,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2099036840909033495",
            "id": "gibran_tweet",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Mungkin merasa tdk aman enggan datang ke Papua kale ntar tdk bisa blusukan krn keamanan tdk terjamin",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789284355000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "_cenk90E",
          "attributes": {
            "label": "_cenk90E",
            "x": 562.2161536601342,
            "y": 429.5666411020934,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 2,
              "degree": 2
            },
            "_id": "2098794360158752885",
            "id": "_cenk90E",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Upaya membangun ketahanan pangan di Papua harus terus berjalan, tentunya dengan memastikan keamanan masyarakat dan para petugas di lapangan.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789226543000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "_riverheaven",
          "attributes": {
            "label": "_riverheaven",
            "x": 247.509466593005,
            "y": 286.37102833369875,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 7.2107,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "2098794360158752885",
            "id": "_riverheaven",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Upaya membangun ketahanan pangan di Papua harus terus berjalan, tentunya dengan memastikan keamanan masyarakat dan para petugas di lapangan.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789226543000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Penyair_Berdiri",
          "attributes": {
            "label": "Penyair_Berdiri",
            "x": 954.2313231312598,
            "y": 571.1399396508073,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.5166,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2098439305928814876",
            "id": "Penyair_Berdiri",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Upaya membangun ketahanan pangan di Papua harus terus berjalan, tentunya dengan memastikan keamanan masyarakat dan para petugas di lapangan.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789141892000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "PanglimaAnom2",
          "attributes": {
            "label": "PanglimaAnom2",
            "x": 540.7608961341069,
            "y": 435.0787737482682,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2097894674635895001",
            "id": "PanglimaAnom2",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Sudah tidak bisa di toleransi lagi,di mana aparat keamanan Republik Indonesia di saat terjadi penembakan di wilayah Papua.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789012042000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "creeping5ilence",
          "attributes": {
            "label": "creeping5ilence",
            "x": 175.3228130235538,
            "y": 310.8265653976651,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2097894674635895001",
            "id": "creeping5ilence",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Sudah tidak bisa di toleransi lagi,di mana aparat keamanan Republik Indonesia di saat terjadi penembakan di wilayah Papua.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789012042000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "carolinede49544",
          "attributes": {
            "label": "carolinede49544",
            "x": 335.28092771715257,
            "y": 760.4145648067463,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2096950458430751058",
            "id": "carolinede49544",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Aksi teror dan sabotase ekonomi hanya merugikan masyarakat Papua. Dukung penuh TNI-Polri untuk menjaga keamanan dan menyapu bersih aksi kekerasan.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788786923000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "mambo3125",
          "attributes": {
            "label": "mambo3125",
            "x": 123.73495963256032,
            "y": 472.934833172151,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 7.2107,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 2,
              "degree": 4
            },
            "_id": "2096950458430751058",
            "id": "mambo3125",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Aksi teror dan sabotase ekonomi hanya merugikan masyarakat Papua. Dukung penuh TNI-Polri untuk menjaga keamanan dan menyapu bersih aksi kekerasan.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788786923000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "mulanbilqis",
          "attributes": {
            "label": "mulanbilqis",
            "x": 431.07356602904304,
            "y": 555.5094529744656,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.6185,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2094301478802592205",
            "id": "mulanbilqis",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Setuju kak.  Pertanian modern butuh keamanan, persatuan, dan kolaborasi masyarakat agar manfaat pembangunan bisa tumbuh berkelanjutan dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan Papua.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788155357000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Devaryo_arfail",
          "attributes": {
            "label": "Devaryo_arfail",
            "x": 999.5473543099029,
            "y": 577.207782664362,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2098759889132867741",
            "id": "Devaryo_arfail",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Masa depan Papua dibangun melalui pendidikan, perlindungan generasi muda, dan pemberantasan narkotika. Semoga upaya menjaga keamanan berjalan seiring dengan pelayanan pendidikan yang nyata",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789218325000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "enjelgratu34881",
          "attributes": {
            "label": "enjelgratu34881",
            "x": 586.5972394912112,
            "y": 702.2835400970456,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 10.2752,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 3,
              "out_degree": 0,
              "degree": 3
            },
            "_id": "2098759889132867741",
            "id": "enjelgratu34881",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Masa depan Papua dibangun melalui pendidikan, perlindungan generasi muda, dan pemberantasan narkotika. Semoga upaya menjaga keamanan berjalan seiring dengan pelayanan pendidikan yang nyata",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789218325000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "CKumplang",
          "attributes": {
            "label": "CKumplang",
            "x": 249.61524662403878,
            "y": 790.6005383929387,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2099038248735768992",
            "id": "CKumplang",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengecam keras tindakan tidak manusiawi ini dan menegaskan bahwa seluruh petugas lapangan yang mengawal program ketahanan pangan di Papua wajib mendapatkan jaminan keamanan penuh.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789284691000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "YohanesLeoqjlv",
          "attributes": {
            "label": "YohanesLeoqjlv",
            "x": 96.55802345488118,
            "y": 286.93979637078945,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 6.234,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2097679953483685977",
            "id": "YohanesLeoqjlv",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Anak muda Papua tra boleh gampang termakan provokasi. Masa depan ada di pendidikan, kerja, dan bangun kampung, bukan konflik bersenjata. Kalau mau Papua maju, katong jaga keamanan, hormati sesama, dan pilih jalan damai supaya generasi berikut tra lagi hidup dalam ketakutan.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788960848000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "YosiasWaromi",
          "attributes": {
            "label": "YosiasWaromi",
            "x": 342.7759232347114,
            "y": 314.38226007517966,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 2,
              "degree": 2
            },
            "_id": "2097672443532132531",
            "id": "YosiasWaromi",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Kalau benar ingin damai, jangan jadikan mediasi asing sebagai panggung mencari legitimasi. Rakyat Papua butuh keamanan, pembangunan, dan solusi nyata—bukan manuver politik yang terus memperpanjang konflik",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788959058000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "laarusenembe",
          "attributes": {
            "label": "laarusenembe",
            "x": 10.481439471388132,
            "y": 596.9513975048883,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.5166,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2097672443532132531",
            "id": "laarusenembe",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Kalau benar ingin damai, jangan jadikan mediasi asing sebagai panggung mencari legitimasi. Rakyat Papua butuh keamanan, pembangunan, dan solusi nyata—bukan manuver politik yang terus memperpanjang konflik",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788959058000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "FirzaHusain",
          "attributes": {
            "label": "FirzaHusain",
            "x": 200.72957844835594,
            "y": 687.8485916238145,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.6185,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2098648008464474222",
            "id": "FirzaHusain",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Turut berduka cita atas gugurnya tiga pahlawan pangan dalam menjalankan tugas mulia. Semoga kasus ini segera diusut tuntas, keamanan para petugas diperkuat, dan perjuangan menghadirkan ketahanan pangan bagi masyarakat Papua terus berlanjut.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789191650000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "YukiKogoya",
          "attributes": {
            "label": "YukiKogoya",
            "x": 479.4034977807357,
            "y": 998.6846494387971,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 2,
              "degree": 2
            },
            "_id": "2095127080644280789",
            "id": "YukiKogoya",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Stop mau dibodohi deng provokasi buatan KNPB deng TPNPB! Mari kitorang bersatu rapatkan barisan, dukung penuh ketegasan aparat keamanan untuk tumpas para pembuat teror, deng jaga Papua tetap aman serta damai di dalam NKRI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 0,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "DS_yantie",
          "attributes": {
            "label": "DS_yantie",
            "x": 99.39449807362621,
            "y": 458.17069555819256,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.6185,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2098741166405743056",
            "id": "DS_yantie",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Kekerasan terhadap petugas yg sedang membangun ketahanan pangan harus ditindak tegas. Negara wajib hadir menjamin keamanan mereka yg bekerja untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua. Semoga para korban mendapat tempat terbaik dan keluarga yg ditinggalkan diberi kekuatan.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789213861000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "KwanBak56614",
          "attributes": {
            "label": "KwanBak56614",
            "x": 608.8837047462401,
            "y": 300.0862570440156,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2095159720768344575",
            "id": "KwanBak56614",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Ini pasal dipakai Sekjen GRIB sebagai argumentasi turun ke jalan. \nTerus kenapa ngak ikut serta pemadaman api di kebakaran hutan?, karena kebakaran mengganggu keamanan masyarakat dan negara. \nKenapa ngak dikirim ke papua memerangi OPM . https://t.co/ZJOe3pWaY0",
            "post_id": "",
            "timestamp": 0,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Smash1014314",
          "attributes": {
            "label": "Smash1014314",
            "x": 428.714128725609,
            "y": 867.0429902886465,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2095159720768344575",
            "id": "Smash1014314",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Ini pasal dipakai Sekjen GRIB sebagai argumentasi turun ke jalan. \nTerus kenapa ngak ikut serta pemadaman api di kebakaran hutan?, karena kebakaran mengganggu keamanan masyarakat dan negara. \nKenapa ngak dikirim ke papua memerangi OPM . https://t.co/ZJOe3pWaY0",
            "post_id": "",
            "timestamp": 0,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tenusmuribl145",
          "attributes": {
            "label": "tenusmuribl145",
            "x": 858.7529456803478,
            "y": 688.6529220987915,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.5166,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2097674213339623934",
            "id": "tenusmuribl145",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Mantap! Pembangunan jalan hotmix di Boven Digoel dan penertiban ladang ganja OPM di Pegunungan Bintang adalah bukti nyata bahwa Papua terus maju di satu sisi, sementara hukum dan keamanan ditegakkan tegas di sisi lain. Akses terbuka, ekonomi bergerak, generasi muda dilindungi.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788959480000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tifatul_azmi",
          "attributes": {
            "label": "tifatul_azmi",
            "x": 748.9128229362175,
            "y": 460.0847288426263,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2089671102075195650",
            "id": "tifatul_azmi",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "TNI AD dan Polri siap bersinergi menjaga keamanan wilayah di Bumi Papua.. NKRI Merdeka !!!!🔥🔥 #49/Ksr",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787051389000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "KodamKasuari",
          "attributes": {
            "label": "KodamKasuari",
            "x": 374.42787310255676,
            "y": 661.7910412580067,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2089671102075195650",
            "id": "KodamKasuari",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "TNI AD dan Polri siap bersinergi menjaga keamanan wilayah di Bumi Papua.. NKRI Merdeka !!!!🔥🔥 #49/Ksr",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787051389000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "AD1T_RG",
          "attributes": {
            "label": "AD1T_RG",
            "x": 81.27332705242807,
            "y": 72.14489697850168,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 8,
              "degree": 8
            },
            "_id": "2088533737378287887",
            "id": "AD1T_RG",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Dr ujung timur & barat republik ini lg keos,d sentani papua rakyat bentrok dgn aparat keamanan d aceh tptnya d dpn masjid raya baiturrahman rakyat bentrok dgn aparat keamanan bhkn polisi tni d usir & d lempar batu oleh masa utk keluar dr halaman masjid,ada apa dgn republik ini ?",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786780220000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Aceh",
          "attributes": {
            "label": "Aceh",
            "x": 596.1669180738133,
            "y": 756.5304891448798,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.5063,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2088533737378287887",
            "id": "Aceh",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Dr ujung timur & barat republik ini lg keos,d sentani papua rakyat bentrok dgn aparat keamanan d aceh tptnya d dpn masjid raya baiturrahman rakyat bentrok dgn aparat keamanan bhkn polisi tni d usir & d lempar batu oleh masa utk keluar dr halaman masjid,ada apa dgn republik ini ?",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786780220000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "AJEnglish",
          "attributes": {
            "label": "AJEnglish",
            "x": 737.7884684453404,
            "y": 223.53074695940344,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.5063,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2088533737378287887",
            "id": "AJEnglish",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Dr ujung timur & barat republik ini lg keos,d sentani papua rakyat bentrok dgn aparat keamanan d aceh tptnya d dpn masjid raya baiturrahman rakyat bentrok dgn aparat keamanan bhkn polisi tni d usir & d lempar batu oleh masa utk keluar dr halaman masjid,ada apa dgn republik ini ?",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786780220000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "CNNIndonesia",
          "attributes": {
            "label": "CNNIndonesia",
            "x": 111.09950642881039,
            "y": 977.7612957694819,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.5063,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2088533737378287887",
            "id": "CNNIndonesia",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Dr ujung timur & barat republik ini lg keos,d sentani papua rakyat bentrok dgn aparat keamanan d aceh tptnya d dpn masjid raya baiturrahman rakyat bentrok dgn aparat keamanan bhkn polisi tni d usir & d lempar batu oleh masa utk keluar dr halaman masjid,ada apa dgn republik ini ?",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786780220000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "ASEAN",
          "attributes": {
            "label": "ASEAN",
            "x": 596.7908537754669,
            "y": 239.37734018095958,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.5063,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2088533737378287887",
            "id": "ASEAN",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Dr ujung timur & barat republik ini lg keos,d sentani papua rakyat bentrok dgn aparat keamanan d aceh tptnya d dpn masjid raya baiturrahman rakyat bentrok dgn aparat keamanan bhkn polisi tni d usir & d lempar batu oleh masa utk keluar dr halaman masjid,ada apa dgn republik ini ?",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786780220000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "kemendagri",
          "attributes": {
            "label": "kemendagri",
            "x": 710.9957397404252,
            "y": 537.3386153941785,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.5063,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2088533737378287887",
            "id": "kemendagri",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Dr ujung timur & barat republik ini lg keos,d sentani papua rakyat bentrok dgn aparat keamanan d aceh tptnya d dpn masjid raya baiturrahman rakyat bentrok dgn aparat keamanan bhkn polisi tni d usir & d lempar batu oleh masa utk keluar dr halaman masjid,ada apa dgn republik ini ?",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786780220000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "humasaceh",
          "attributes": {
            "label": "humasaceh",
            "x": 40.37603559635772,
            "y": 164.68014565517487,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.5063,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2088533737378287887",
            "id": "humasaceh",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Dr ujung timur & barat republik ini lg keos,d sentani papua rakyat bentrok dgn aparat keamanan d aceh tptnya d dpn masjid raya baiturrahman rakyat bentrok dgn aparat keamanan bhkn polisi tni d usir & d lempar batu oleh masa utk keluar dr halaman masjid,ada apa dgn republik ini ?",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786780220000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "p4lest1ndones1a",
          "attributes": {
            "label": "p4lest1ndones1a",
            "x": 330.94563066315106,
            "y": 847.2771298619232,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2091497946407923923",
            "id": "p4lest1ndones1a",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Tidak hanya menjaga keamanan, TNI juga terus hadir melalui berbagai kegiatan kemanusiaan, kesehatan, pengobatan, hingga berbagai program sosial bagi masyarakat di pelosok Papua.\n\nKehadiran mereka menjadi bagian dari upaya membantu warga yang hidup di wilayah dengan akses",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787486943000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "BEMUI_Official",
          "attributes": {
            "label": "BEMUI_Official",
            "x": 687.6325049493347,
            "y": 13.584928729422852,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2091497946407923923",
            "id": "BEMUI_Official",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Tidak hanya menjaga keamanan, TNI juga terus hadir melalui berbagai kegiatan kemanusiaan, kesehatan, pengobatan, hingga berbagai program sosial bagi masyarakat di pelosok Papua.\n\nKehadiran mereka menjadi bagian dari upaya membantu warga yang hidup di wilayah dengan akses",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787486943000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "LambeSahamjja",
          "attributes": {
            "label": "LambeSahamjja",
            "x": 207.60779334962552,
            "y": 754.6178101047218,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.5063,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2088535136061288827",
            "id": "LambeSahamjja",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Prabowo lg pusing 7 keliling,soalnya hr ini ujung barat dan timur aceh n sentani papua lg keos,rakyat bentrok dgn aparat keamanan, bahkan wakapolda aceh di usir dan di lempar batu dan anggota tni jd bulan2an masa di halaman masjid baiturrahman.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786780554000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "hariankompas",
          "attributes": {
            "label": "hariankompas",
            "x": 5.009594707838572,
            "y": 648.6314388088712,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 3,
              "degree": 3
            },
            "_id": "3982900276398839632_1537212147",
            "id": "hariankompas",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Polisi melaporkan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026). Ketiga korban merupakan bagian dari rombongan yang baru saja meninjau kegiatan cetak sawah.\n\nPeristiwa itu dilaporkan terjadi di Kampung Muliama, Distrik Muliama, sekitar pukul 15.50 WIT. Saat itu, tiga korban tergabung dalam rombongan berjumlah 11 orang yang diduga diadang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalam perjalanan kembali ke Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya.\n\n”Satuan tugas kepolisian Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya langsung melakukan langkah-langkah penanganan setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz Inspektur Jenderal Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Rabu malam.\n\nBerdasarkan pendalaman polisi, rombongan tersebut baru saja meninjau kegiatan cetak sawah di daerah Muliama. Dalam perjalanan kembali ke kota, pelaku menghentikan dan kemudian memisahkan anggota rombongan.\n\nDelapan orang yang merupakan warga asli Papua dibiarkan selamat. Sementara itu, tiga pegawai yang merupakan warga pendatang menjadi sasaran penembakan.\n\nSemua korban telah dievakuasi ke RSUD Wamena. Sementara itu, aparat keamanan masih menyelidiki pelaku dalam peristiwa tersebut. Namun, ada dugaan penembakan dilakukan oleh KKB dari wilayah Nduga.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak di Muliama\" oleh Nasrun Katingka () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#AdadiKompas #Jayawijaya #Penembakan",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789018734000,
            "hashtags": [
              "#adadikompas",
              "#jayawijaya",
              "#penembakan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "nasrunkhatinka",
          "attributes": {
            "label": "nasrunkhatinka",
            "x": 351.73706354096856,
            "y": 298.53012203523434,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0675,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "3982900276398839632_1537212147",
            "id": "nasrunkhatinka",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Polisi melaporkan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026). Ketiga korban merupakan bagian dari rombongan yang baru saja meninjau kegiatan cetak sawah.\n\nPeristiwa itu dilaporkan terjadi di Kampung Muliama, Distrik Muliama, sekitar pukul 15.50 WIT. Saat itu, tiga korban tergabung dalam rombongan berjumlah 11 orang yang diduga diadang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalam perjalanan kembali ke Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya.\n\n”Satuan tugas kepolisian Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya langsung melakukan langkah-langkah penanganan setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz Inspektur Jenderal Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Rabu malam.\n\nBerdasarkan pendalaman polisi, rombongan tersebut baru saja meninjau kegiatan cetak sawah di daerah Muliama. Dalam perjalanan kembali ke kota, pelaku menghentikan dan kemudian memisahkan anggota rombongan.\n\nDelapan orang yang merupakan warga asli Papua dibiarkan selamat. Sementara itu, tiga pegawai yang merupakan warga pendatang menjadi sasaran penembakan.\n\nSemua korban telah dievakuasi ke RSUD Wamena. Sementara itu, aparat keamanan masih menyelidiki pelaku dalam peristiwa tersebut. Namun, ada dugaan penembakan dilakukan oleh KKB dari wilayah Nduga.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak di Muliama\" oleh Nasrun Katingka () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#AdadiKompas #Jayawijaya #Penembakan",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789018734000,
            "hashtags": [
              "#adadikompas",
              "#jayawijaya",
              "#penembakan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "hariankompas.",
          "attributes": {
            "label": "hariankompas.",
            "x": 279.3469375549762,
            "y": 757.7946638391576,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0675,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "3982900276398839632_1537212147",
            "id": "hariankompas.",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Polisi melaporkan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026). Ketiga korban merupakan bagian dari rombongan yang baru saja meninjau kegiatan cetak sawah.\n\nPeristiwa itu dilaporkan terjadi di Kampung Muliama, Distrik Muliama, sekitar pukul 15.50 WIT. Saat itu, tiga korban tergabung dalam rombongan berjumlah 11 orang yang diduga diadang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalam perjalanan kembali ke Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya.\n\n”Satuan tugas kepolisian Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya langsung melakukan langkah-langkah penanganan setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz Inspektur Jenderal Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Rabu malam.\n\nBerdasarkan pendalaman polisi, rombongan tersebut baru saja meninjau kegiatan cetak sawah di daerah Muliama. Dalam perjalanan kembali ke kota, pelaku menghentikan dan kemudian memisahkan anggota rombongan.\n\nDelapan orang yang merupakan warga asli Papua dibiarkan selamat. Sementara itu, tiga pegawai yang merupakan warga pendatang menjadi sasaran penembakan.\n\nSemua korban telah dievakuasi ke RSUD Wamena. Sementara itu, aparat keamanan masih menyelidiki pelaku dalam peristiwa tersebut. Namun, ada dugaan penembakan dilakukan oleh KKB dari wilayah Nduga.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak di Muliama\" oleh Nasrun Katingka () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#AdadiKompas #Jayawijaya #Penembakan",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789018734000,
            "hashtags": [
              "#adadikompas",
              "#jayawijaya",
              "#penembakan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "attributes": {
            "label": "tribunpapuaofficial",
            "x": 490.2640824878316,
            "y": 573.8141479101936,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0491,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 11,
              "out_degree": 18,
              "degree": 29
            },
            "_id": "3982930029701504877_45261924157",
            "id": "tribunpapuaofficial",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Tiga orang yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, menjadi korban penembakan pada Rabu (9/9/2026) sore.\n\nKetiganya diduga ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Muliama.\n\nPenembakan terjadi saat rombongan yang terdiri dari 11 orang dalam perjalanan kembali menuju Kota Wamena seusai meninjau pelaksanaan kegiatan program cetak sawah.\n\nSaat kejadian, para pelaku diduga memisahkan delapan warga asli Papua, termasuk seorang anak kecil dari tiga pegawai yang merupakan warga perantau.\n\nKetiga korban yang tewas dalam penembakan tersebut adalah:\n\n- Aprida Rapi (AR) (49 tahun, perempuan) – Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.\n\n- Alfonsius Albinus Meha (AAM) (35 tahun, laki-laki) – Pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.\n\n- Wili Mbuik / Willi Mbuik / WB (24/25 tahun, perempuan) – Pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. \n\nKetiga korban dikenal sebagai pegawai berdedikasi yang selama ini aktif melayani masyarakat, termasuk dalam penyaluran bahan pangan. \n\nDelapan orang lain yang berada dalam rombongan tersebut berhasil selamat setelah berlindung di Puskesmas Muliama.\n\nPenjelasan Aparat Keamanan\nKepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, mengecam keras aksi penembakan keji yang menargetkan warga sipil tersebut.\n\nFaizal menegaskan, pihak kepolisian akan mengusut tuntas kasus ini hingga para pelaku ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.\n\n\"Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya,\" tegas Faizal. \n\nBACA SELENGKAPNYA\nhttps://papua.tribunnews.com/news/129715/identitas-3-asn-dinas-pertanian-jayawijaya-yang-tewas-ditembak-pelaku-diduga-kuat-kkb-nduga\n\nFollow us on Social Media\n\nInstagram: \nTikTok: \nFacebook: Tribun Papua\nYoutube: Tribun Papua\n\n#PenembakandiJayawijaya #KKB #ASN #DinasPertanianKabupatenJayawijaya",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789022280000,
            "hashtags": [
              "#penembakandijayawijaya",
              "#kkb",
              "#asn",
              "#dinaspertaniankabupatenjayawijaya"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapua",
          "attributes": {
            "label": "tribunpapua",
            "x": 889.6596238537207,
            "y": 930.4901359733153,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0491,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 11,
              "out_degree": 5,
              "degree": 16
            },
            "_id": "3982930029701504877_45261924157",
            "id": "tribunpapua",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Tiga orang yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, menjadi korban penembakan pada Rabu (9/9/2026) sore.\n\nKetiganya diduga ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Muliama.\n\nPenembakan terjadi saat rombongan yang terdiri dari 11 orang dalam perjalanan kembali menuju Kota Wamena seusai meninjau pelaksanaan kegiatan program cetak sawah.\n\nSaat kejadian, para pelaku diduga memisahkan delapan warga asli Papua, termasuk seorang anak kecil dari tiga pegawai yang merupakan warga perantau.\n\nKetiga korban yang tewas dalam penembakan tersebut adalah:\n\n- Aprida Rapi (AR) (49 tahun, perempuan) – Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.\n\n- Alfonsius Albinus Meha (AAM) (35 tahun, laki-laki) – Pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.\n\n- Wili Mbuik / Willi Mbuik / WB (24/25 tahun, perempuan) – Pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. \n\nKetiga korban dikenal sebagai pegawai berdedikasi yang selama ini aktif melayani masyarakat, termasuk dalam penyaluran bahan pangan. \n\nDelapan orang lain yang berada dalam rombongan tersebut berhasil selamat setelah berlindung di Puskesmas Muliama.\n\nPenjelasan Aparat Keamanan\nKepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, mengecam keras aksi penembakan keji yang menargetkan warga sipil tersebut.\n\nFaizal menegaskan, pihak kepolisian akan mengusut tuntas kasus ini hingga para pelaku ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.\n\n\"Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya,\" tegas Faizal. \n\nBACA SELENGKAPNYA\nhttps://papua.tribunnews.com/news/129715/identitas-3-asn-dinas-pertanian-jayawijaya-yang-tewas-ditembak-pelaku-diduga-kuat-kkb-nduga\n\nFollow us on Social Media\n\nInstagram: \nTikTok: \nFacebook: Tribun Papua\nYoutube: Tribun Papua\n\n#PenembakandiJayawijaya #KKB #ASN #DinasPertanianKabupatenJayawijaya",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789022280000,
            "hashtags": [
              "#penembakandijayawijaya",
              "#kkb",
              "#asn",
              "#dinaspertaniankabupatenjayawijaya"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "makassarhighlight",
          "attributes": {
            "label": "makassarhighlight",
            "x": 278.89432250711286,
            "y": 899.8735369812317,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "3983240564253165291_5506074194",
            "id": "makassarhighlight",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Daftar 3 ASN yang Tewas Ditembak KKB Saat Hendak Tinjau Cetak SawahTiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Rabu (9/9).\nKasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo menyebut insiden nahas itu terjadi di wilayah Muliama, Papua Pegunungan, sekitar pukul 15.53 WIT.\n\nDilansir dari akun Instagram , ketiga korban tewas yakni Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, Aprida Rapi; dokter hewan Dinas Kesehatan Jayawijaya Alfonsius Albinus Mehan; dan calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) Willi Mbuik.\n\nIdentitas ketiga korban tersebut juga telah dibenarkan oleh Kementerian Pertanian.\n\nYusuf mengatakan ketika itu rombongan pegawai Dinas Pertanian yang berjumlah 11 orang dalam perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah.\n\nAkan tetapi, di tengah jalan rombongan tersebut diserang oleh KKB. Akibatnya, kata dia, korban Willi (24) terkena tembakan di pinggang kanan.\n\n\"Korban meninggal dunia di RSUD Wamena setelah sebelumnya mendapatkan penanganan medis,\" ujarnya dalam keterangan tertulis.\n\nSementara, Aprida (49) mengalami luka tembak di bagian perut dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan Alfonsius mengalami luka tembak pada bagian kepala belakang serta tangan kiri dan meninggal dunia di lokasi kejadian.\n\n\"Petugas keamanan masih mendalami rangkaian kejadian dan motif di balik peristiwa tersebut untuk memastikan fakta secara menyeluruh,\" tuturnya.\n\nPasca insiden itu, Yusuf mengatakan tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Jayawijaya langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan.\n\nIa menyebut tim gabungan juga melakukan penyisiran di sekitar area Puskesmas Muliama serta lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya aksi penembakan. Selain itu, kata dia, tim juga berhasil mengamankan delapan orang saksi yang berada bersama rombongan korban saat kejadian.\n\n\"Berdasarkan penyelidikan dan pendalaman, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari wilayah Nduga. Namun, petugas keamanan masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keteran",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789059302000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "bknkanreg14",
          "attributes": {
            "label": "bknkanreg14",
            "x": 439.0760841354017,
            "y": 264.0003035431403,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "3983240564253165291_5506074194",
            "id": "bknkanreg14",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Daftar 3 ASN yang Tewas Ditembak KKB Saat Hendak Tinjau Cetak SawahTiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Rabu (9/9).\nKasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo menyebut insiden nahas itu terjadi di wilayah Muliama, Papua Pegunungan, sekitar pukul 15.53 WIT.\n\nDilansir dari akun Instagram , ketiga korban tewas yakni Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, Aprida Rapi; dokter hewan Dinas Kesehatan Jayawijaya Alfonsius Albinus Mehan; dan calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) Willi Mbuik.\n\nIdentitas ketiga korban tersebut juga telah dibenarkan oleh Kementerian Pertanian.\n\nYusuf mengatakan ketika itu rombongan pegawai Dinas Pertanian yang berjumlah 11 orang dalam perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah.\n\nAkan tetapi, di tengah jalan rombongan tersebut diserang oleh KKB. Akibatnya, kata dia, korban Willi (24) terkena tembakan di pinggang kanan.\n\n\"Korban meninggal dunia di RSUD Wamena setelah sebelumnya mendapatkan penanganan medis,\" ujarnya dalam keterangan tertulis.\n\nSementara, Aprida (49) mengalami luka tembak di bagian perut dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan Alfonsius mengalami luka tembak pada bagian kepala belakang serta tangan kiri dan meninggal dunia di lokasi kejadian.\n\n\"Petugas keamanan masih mendalami rangkaian kejadian dan motif di balik peristiwa tersebut untuk memastikan fakta secara menyeluruh,\" tuturnya.\n\nPasca insiden itu, Yusuf mengatakan tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Jayawijaya langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan.\n\nIa menyebut tim gabungan juga melakukan penyisiran di sekitar area Puskesmas Muliama serta lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya aksi penembakan. Selain itu, kata dia, tim juga berhasil mengamankan delapan orang saksi yang berada bersama rombongan korban saat kejadian.\n\n\"Berdasarkan penyelidikan dan pendalaman, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari wilayah Nduga. Namun, petugas keamanan masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keteran",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789059302000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "cenderawasihposreal",
            "x": 347.055026226493,
            "y": 850.5938961874408,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 24,
              "degree": 24
            },
            "_id": "3985729201572062409_35187048245",
            "id": "cenderawasihposreal",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyampaikan keprihatinan mendalam atas aksi penembakan terhadap tiga petugas pemerintah yang sedang menjalankan tugas pelayanan publik di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Peristiwa kekerasan tersebut kini menjadi perhatian serius aparat keamanan.\n\nMenindaklanjuti insiden tersebut, Koops TNI Habema berkolaborasi dengan aparat keamanan terkait langsung menerjunkan pasukan untuk memperketat pengamanan wilayah, mendalami kronologi kejadian, serta melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku guna mendukung penegakan hukum.\n\nKepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menegaskan bahwa fokus utama aparat saat ini adalah memberikan perlindungan penuh kepada masyarakat sipil serta menjamin keberlangsungan pelayanan pemerintah di daerah rawan.\n\n📖 BACA SELENGKAPNYA:\n🔗 https://www.ceposonline.com/mimika/2609120011/penembakan-di-jayawijaya-koops-tni-habema-kejar-pelaku-dan-perkuat-perlindungan-masyarakat\n\n📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos:\n📞 0812-4803-531\n\nFollow kami di Sosial Media:\nInstagram:  & \nFacebook: \nTikTok: \nSaluran Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q\n\n.\n.\n.\n#cepos #jayawijaya #tnihabema",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789355968000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#jayawijaya",
              "#tnihabema"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "CeposTV",
          "attributes": {
            "label": "CeposTV",
            "x": 122.40087890270468,
            "y": 255.0001013795974,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.9553,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 10,
              "out_degree": 0,
              "degree": 10
            },
            "_id": "3985729201572062409_35187048245",
            "id": "CeposTV",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyampaikan keprihatinan mendalam atas aksi penembakan terhadap tiga petugas pemerintah yang sedang menjalankan tugas pelayanan publik di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Peristiwa kekerasan tersebut kini menjadi perhatian serius aparat keamanan.\n\nMenindaklanjuti insiden tersebut, Koops TNI Habema berkolaborasi dengan aparat keamanan terkait langsung menerjunkan pasukan untuk memperketat pengamanan wilayah, mendalami kronologi kejadian, serta melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku guna mendukung penegakan hukum.\n\nKepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menegaskan bahwa fokus utama aparat saat ini adalah memberikan perlindungan penuh kepada masyarakat sipil serta menjamin keberlangsungan pelayanan pemerintah di daerah rawan.\n\n📖 BACA SELENGKAPNYA:\n🔗 https://www.ceposonline.com/mimika/2609120011/penembakan-di-jayawijaya-koops-tni-habema-kejar-pelaku-dan-perkuat-perlindungan-masyarakat\n\n📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos:\n📞 0812-4803-531\n\nFollow kami di Sosial Media:\nInstagram:  & \nFacebook: \nTikTok: \nSaluran Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q\n\n.\n.\n.\n#cepos #jayawijaya #tnihabema",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789355968000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#jayawijaya",
              "#tnihabema"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "Cenderawasihposreal",
            "x": 209.32774139890608,
            "y": 915.659785990837,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.9553,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 20,
              "out_degree": 0,
              "degree": 20
            },
            "_id": "3985729201572062409_35187048245",
            "id": "Cenderawasihposreal",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyampaikan keprihatinan mendalam atas aksi penembakan terhadap tiga petugas pemerintah yang sedang menjalankan tugas pelayanan publik di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Peristiwa kekerasan tersebut kini menjadi perhatian serius aparat keamanan.\n\nMenindaklanjuti insiden tersebut, Koops TNI Habema berkolaborasi dengan aparat keamanan terkait langsung menerjunkan pasukan untuk memperketat pengamanan wilayah, mendalami kronologi kejadian, serta melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku guna mendukung penegakan hukum.\n\nKepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menegaskan bahwa fokus utama aparat saat ini adalah memberikan perlindungan penuh kepada masyarakat sipil serta menjamin keberlangsungan pelayanan pemerintah di daerah rawan.\n\n📖 BACA SELENGKAPNYA:\n🔗 https://www.ceposonline.com/mimika/2609120011/penembakan-di-jayawijaya-koops-tni-habema-kejar-pelaku-dan-perkuat-perlindungan-masyarakat\n\n📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos:\n📞 0812-4803-531\n\nFollow kami di Sosial Media:\nInstagram:  & \nFacebook: \nTikTok: \nSaluran Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q\n\n.\n.\n.\n#cepos #jayawijaya #tnihabema",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789355968000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#jayawijaya",
              "#tnihabema"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Cenderawasihpos",
          "attributes": {
            "label": "Cenderawasihpos",
            "x": 457.62746066782,
            "y": 883.5486149857958,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.9553,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 10,
              "out_degree": 0,
              "degree": 10
            },
            "_id": "3985729201572062409_35187048245",
            "id": "Cenderawasihpos",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyampaikan keprihatinan mendalam atas aksi penembakan terhadap tiga petugas pemerintah yang sedang menjalankan tugas pelayanan publik di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Peristiwa kekerasan tersebut kini menjadi perhatian serius aparat keamanan.\n\nMenindaklanjuti insiden tersebut, Koops TNI Habema berkolaborasi dengan aparat keamanan terkait langsung menerjunkan pasukan untuk memperketat pengamanan wilayah, mendalami kronologi kejadian, serta melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku guna mendukung penegakan hukum.\n\nKepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menegaskan bahwa fokus utama aparat saat ini adalah memberikan perlindungan penuh kepada masyarakat sipil serta menjamin keberlangsungan pelayanan pemerintah di daerah rawan.\n\n📖 BACA SELENGKAPNYA:\n🔗 https://www.ceposonline.com/mimika/2609120011/penembakan-di-jayawijaya-koops-tni-habema-kejar-pelaku-dan-perkuat-perlindungan-masyarakat\n\n📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos:\n📞 0812-4803-531\n\nFollow kami di Sosial Media:\nInstagram:  & \nFacebook: \nTikTok: \nSaluran Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q\n\n.\n.\n.\n#cepos #jayawijaya #tnihabema",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789355968000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#jayawijaya",
              "#tnihabema"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "attributes": {
            "label": "idntimes.video",
            "x": 428.8809029336369,
            "y": 192.05070852429506,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 18,
              "degree": 18
            },
            "_id": "3983598184805704169_2089700769",
            "id": "idntimes.video",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "HP Dirampas usai Penembakan, KKB Teror Keluarga Wili Mbuik di NTT\n\nKupang, IDN Times - Duka yang dialami keluarga Wili Mbuik kini diperparah oleh rentetan teror. Keluarga korban diteror oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyebut dirinya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNP-OPM) . Keluarga korban yang berada di Kupang dan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan berulang kali menerima ancaman melalui panggilan video (video call).\n\nTeror tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata itu menggunakan telepon seluler milik Wili. Ponsel tersebut dirampas oleh para pelaku seusai melancarkan serangan berdarah di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026).\n\nWili Mbuik sendiri merupakan putri daerah asal Rote yang tengah merantau untuk mengabdi. Ia adalah pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang baru beberapa bulan dinyatakan lolos seleksi dan bertugas di wilayah tersebut.\n\nMenghadapi situasi mencekam di tengah suasana duka, pihak keluarga mendesak aparat keamanan untuk segera turun tangan. Johanis Baba, paman kandung Wili, menyampaikan bahwa rentetan teror tersebut telah memicu keresahan mendalam bagi keluarga yang masih meratapi kepergian putri mereka.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Putra F.D. Bali Mula\nEditor : Gabriel Halomoan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Kupang #Teror OPM",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "IDNTimes",
          "attributes": {
            "label": "IDNTimes",
            "x": 3.3843647179788716,
            "y": 802.841865479844,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3192,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "3983598184805704169_2089700769",
            "id": "IDNTimes",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "HP Dirampas usai Penembakan, KKB Teror Keluarga Wili Mbuik di NTT\n\nKupang, IDN Times - Duka yang dialami keluarga Wili Mbuik kini diperparah oleh rentetan teror. Keluarga korban diteror oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyebut dirinya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNP-OPM) . Keluarga korban yang berada di Kupang dan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan berulang kali menerima ancaman melalui panggilan video (video call).\n\nTeror tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata itu menggunakan telepon seluler milik Wili. Ponsel tersebut dirampas oleh para pelaku seusai melancarkan serangan berdarah di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026).\n\nWili Mbuik sendiri merupakan putri daerah asal Rote yang tengah merantau untuk mengabdi. Ia adalah pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang baru beberapa bulan dinyatakan lolos seleksi dan bertugas di wilayah tersebut.\n\nMenghadapi situasi mencekam di tengah suasana duka, pihak keluarga mendesak aparat keamanan untuk segera turun tangan. Johanis Baba, paman kandung Wili, menyampaikan bahwa rentetan teror tersebut telah memicu keresahan mendalam bagi keluarga yang masih meratapi kepergian putri mereka.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Putra F.D. Bali Mula\nEditor : Gabriel Halomoan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Kupang #Teror OPM",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "IDNTimes.Korea",
          "attributes": {
            "label": "IDNTimes.Korea",
            "x": 616.1699339991259,
            "y": 17.74568198370119,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3192,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "3983598184805704169_2089700769",
            "id": "IDNTimes.Korea",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "HP Dirampas usai Penembakan, KKB Teror Keluarga Wili Mbuik di NTT\n\nKupang, IDN Times - Duka yang dialami keluarga Wili Mbuik kini diperparah oleh rentetan teror. Keluarga korban diteror oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyebut dirinya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNP-OPM) . Keluarga korban yang berada di Kupang dan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan berulang kali menerima ancaman melalui panggilan video (video call).\n\nTeror tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata itu menggunakan telepon seluler milik Wili. Ponsel tersebut dirampas oleh para pelaku seusai melancarkan serangan berdarah di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026).\n\nWili Mbuik sendiri merupakan putri daerah asal Rote yang tengah merantau untuk mengabdi. Ia adalah pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang baru beberapa bulan dinyatakan lolos seleksi dan bertugas di wilayah tersebut.\n\nMenghadapi situasi mencekam di tengah suasana duka, pihak keluarga mendesak aparat keamanan untuk segera turun tangan. Johanis Baba, paman kandung Wili, menyampaikan bahwa rentetan teror tersebut telah memicu keresahan mendalam bagi keluarga yang masih meratapi kepergian putri mereka.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Putra F.D. Bali Mula\nEditor : Gabriel Halomoan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Kupang #Teror OPM",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "IDNTimes.Community",
          "attributes": {
            "label": "IDNTimes.Community",
            "x": 600.4722679119462,
            "y": 51.05507895554151,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3192,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "3983598184805704169_2089700769",
            "id": "IDNTimes.Community",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "HP Dirampas usai Penembakan, KKB Teror Keluarga Wili Mbuik di NTT\n\nKupang, IDN Times - Duka yang dialami keluarga Wili Mbuik kini diperparah oleh rentetan teror. Keluarga korban diteror oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyebut dirinya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNP-OPM) . Keluarga korban yang berada di Kupang dan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan berulang kali menerima ancaman melalui panggilan video (video call).\n\nTeror tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata itu menggunakan telepon seluler milik Wili. Ponsel tersebut dirampas oleh para pelaku seusai melancarkan serangan berdarah di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026).\n\nWili Mbuik sendiri merupakan putri daerah asal Rote yang tengah merantau untuk mengabdi. Ia adalah pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang baru beberapa bulan dinyatakan lolos seleksi dan bertugas di wilayah tersebut.\n\nMenghadapi situasi mencekam di tengah suasana duka, pihak keluarga mendesak aparat keamanan untuk segera turun tangan. Johanis Baba, paman kandung Wili, menyampaikan bahwa rentetan teror tersebut telah memicu keresahan mendalam bagi keluarga yang masih meratapi kepergian putri mereka.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Putra F.D. Bali Mula\nEditor : Gabriel Halomoan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Kupang #Teror OPM",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "IDNTimes.Hype",
          "attributes": {
            "label": "IDNTimes.Hype",
            "x": 495.9546315035071,
            "y": 973.1719401962773,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3192,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "3983598184805704169_2089700769",
            "id": "IDNTimes.Hype",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "HP Dirampas usai Penembakan, KKB Teror Keluarga Wili Mbuik di NTT\n\nKupang, IDN Times - Duka yang dialami keluarga Wili Mbuik kini diperparah oleh rentetan teror. Keluarga korban diteror oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyebut dirinya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNP-OPM) . Keluarga korban yang berada di Kupang dan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan berulang kali menerima ancaman melalui panggilan video (video call).\n\nTeror tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata itu menggunakan telepon seluler milik Wili. Ponsel tersebut dirampas oleh para pelaku seusai melancarkan serangan berdarah di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026).\n\nWili Mbuik sendiri merupakan putri daerah asal Rote yang tengah merantau untuk mengabdi. Ia adalah pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang baru beberapa bulan dinyatakan lolos seleksi dan bertugas di wilayah tersebut.\n\nMenghadapi situasi mencekam di tengah suasana duka, pihak keluarga mendesak aparat keamanan untuk segera turun tangan. Johanis Baba, paman kandung Wili, menyampaikan bahwa rentetan teror tersebut telah memicu keresahan mendalam bagi keluarga yang masih meratapi kepergian putri mereka.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Putra F.D. Bali Mula\nEditor : Gabriel Halomoan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Kupang #Teror OPM",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Duniaku_com",
          "attributes": {
            "label": "Duniaku_com",
            "x": 240.41591394934747,
            "y": 147.43990185402566,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3192,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "3983598184805704169_2089700769",
            "id": "Duniaku_com",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "HP Dirampas usai Penembakan, KKB Teror Keluarga Wili Mbuik di NTT\n\nKupang, IDN Times - Duka yang dialami keluarga Wili Mbuik kini diperparah oleh rentetan teror. Keluarga korban diteror oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyebut dirinya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNP-OPM) . Keluarga korban yang berada di Kupang dan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan berulang kali menerima ancaman melalui panggilan video (video call).\n\nTeror tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata itu menggunakan telepon seluler milik Wili. Ponsel tersebut dirampas oleh para pelaku seusai melancarkan serangan berdarah di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026).\n\nWili Mbuik sendiri merupakan putri daerah asal Rote yang tengah merantau untuk mengabdi. Ia adalah pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang baru beberapa bulan dinyatakan lolos seleksi dan bertugas di wilayah tersebut.\n\nMenghadapi situasi mencekam di tengah suasana duka, pihak keluarga mendesak aparat keamanan untuk segera turun tangan. Johanis Baba, paman kandung Wili, menyampaikan bahwa rentetan teror tersebut telah memicu keresahan mendalam bagi keluarga yang masih meratapi kepergian putri mereka.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Putra F.D. Bali Mula\nEditor : Gabriel Halomoan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Kupang #Teror OPM",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Popbela_com",
          "attributes": {
            "label": "Popbela_com",
            "x": 954.1505581628217,
            "y": 134.67736562782517,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3192,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "3983598184805704169_2089700769",
            "id": "Popbela_com",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "HP Dirampas usai Penembakan, KKB Teror Keluarga Wili Mbuik di NTT\n\nKupang, IDN Times - Duka yang dialami keluarga Wili Mbuik kini diperparah oleh rentetan teror. Keluarga korban diteror oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyebut dirinya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNP-OPM) . Keluarga korban yang berada di Kupang dan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan berulang kali menerima ancaman melalui panggilan video (video call).\n\nTeror tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata itu menggunakan telepon seluler milik Wili. Ponsel tersebut dirampas oleh para pelaku seusai melancarkan serangan berdarah di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026).\n\nWili Mbuik sendiri merupakan putri daerah asal Rote yang tengah merantau untuk mengabdi. Ia adalah pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang baru beberapa bulan dinyatakan lolos seleksi dan bertugas di wilayah tersebut.\n\nMenghadapi situasi mencekam di tengah suasana duka, pihak keluarga mendesak aparat keamanan untuk segera turun tangan. Johanis Baba, paman kandung Wili, menyampaikan bahwa rentetan teror tersebut telah memicu keresahan mendalam bagi keluarga yang masih meratapi kepergian putri mereka.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Putra F.D. Bali Mula\nEditor : Gabriel Halomoan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Kupang #Teror OPM",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Popbela.Beauty",
          "attributes": {
            "label": "Popbela.Beauty",
            "x": 307.0159117281891,
            "y": 229.2588788723452,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3192,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "3983598184805704169_2089700769",
            "id": "Popbela.Beauty",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "HP Dirampas usai Penembakan, KKB Teror Keluarga Wili Mbuik di NTT\n\nKupang, IDN Times - Duka yang dialami keluarga Wili Mbuik kini diperparah oleh rentetan teror. Keluarga korban diteror oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyebut dirinya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNP-OPM) . Keluarga korban yang berada di Kupang dan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan berulang kali menerima ancaman melalui panggilan video (video call).\n\nTeror tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata itu menggunakan telepon seluler milik Wili. Ponsel tersebut dirampas oleh para pelaku seusai melancarkan serangan berdarah di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026).\n\nWili Mbuik sendiri merupakan putri daerah asal Rote yang tengah merantau untuk mengabdi. Ia adalah pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang baru beberapa bulan dinyatakan lolos seleksi dan bertugas di wilayah tersebut.\n\nMenghadapi situasi mencekam di tengah suasana duka, pihak keluarga mendesak aparat keamanan untuk segera turun tangan. Johanis Baba, paman kandung Wili, menyampaikan bahwa rentetan teror tersebut telah memicu keresahan mendalam bagi keluarga yang masih meratapi kepergian putri mereka.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Putra F.D. Bali Mula\nEditor : Gabriel Halomoan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Kupang #Teror OPM",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Popmama_com",
          "attributes": {
            "label": "Popmama_com",
            "x": 875.3091132989136,
            "y": 479.05565567249107,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3192,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "3983598184805704169_2089700769",
            "id": "Popmama_com",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "HP Dirampas usai Penembakan, KKB Teror Keluarga Wili Mbuik di NTT\n\nKupang, IDN Times - Duka yang dialami keluarga Wili Mbuik kini diperparah oleh rentetan teror. Keluarga korban diteror oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyebut dirinya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNP-OPM) . Keluarga korban yang berada di Kupang dan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan berulang kali menerima ancaman melalui panggilan video (video call).\n\nTeror tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata itu menggunakan telepon seluler milik Wili. Ponsel tersebut dirampas oleh para pelaku seusai melancarkan serangan berdarah di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026).\n\nWili Mbuik sendiri merupakan putri daerah asal Rote yang tengah merantau untuk mengabdi. Ia adalah pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang baru beberapa bulan dinyatakan lolos seleksi dan bertugas di wilayah tersebut.\n\nMenghadapi situasi mencekam di tengah suasana duka, pihak keluarga mendesak aparat keamanan untuk segera turun tangan. Johanis Baba, paman kandung Wili, menyampaikan bahwa rentetan teror tersebut telah memicu keresahan mendalam bagi keluarga yang masih meratapi kepergian putri mereka.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Putra F.D. Bali Mula\nEditor : Gabriel Halomoan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Kupang #Teror OPM",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Yummy.idn",
          "attributes": {
            "label": "Yummy.idn",
            "x": 127.32733685125342,
            "y": 199.72669940345546,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3192,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "3983598184805704169_2089700769",
            "id": "Yummy.idn",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "HP Dirampas usai Penembakan, KKB Teror Keluarga Wili Mbuik di NTT\n\nKupang, IDN Times - Duka yang dialami keluarga Wili Mbuik kini diperparah oleh rentetan teror. Keluarga korban diteror oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyebut dirinya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNP-OPM) . Keluarga korban yang berada di Kupang dan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan berulang kali menerima ancaman melalui panggilan video (video call).\n\nTeror tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata itu menggunakan telepon seluler milik Wili. Ponsel tersebut dirampas oleh para pelaku seusai melancarkan serangan berdarah di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026).\n\nWili Mbuik sendiri merupakan putri daerah asal Rote yang tengah merantau untuk mengabdi. Ia adalah pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang baru beberapa bulan dinyatakan lolos seleksi dan bertugas di wilayah tersebut.\n\nMenghadapi situasi mencekam di tengah suasana duka, pihak keluarga mendesak aparat keamanan untuk segera turun tangan. Johanis Baba, paman kandung Wili, menyampaikan bahwa rentetan teror tersebut telah memicu keresahan mendalam bagi keluarga yang masih meratapi kepergian putri mereka.\n\n(Baca selengkapnya di www.idntimes.com)\n\nReporter : Putra F.D. Bali Mula\nEditor : Gabriel Halomoan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Kupang #Teror OPM",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "lokersemar.id",
          "attributes": {
            "label": "lokersemar.id",
            "x": 539.2166029264442,
            "y": 872.7885108938983,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.5122,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 2,
              "degree": 4
            },
            "_id": "3984211017530187443_17541984638",
            "id": "lokersemar.id",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "📢 CV. Bumi Harapan membuka lowongan kerja! \n\nPosisi: \n💼 Accounting \n💼 HRGA \n\n📍 Penempatan: Jl. Langsat, Kelurahan Pasar Sentral, Kecamatan Mimika Baru, Papua Tengah \n\n📝 Tugas utama meliputi pengelolaan transaksi, laporan keuangan, serta administrasi dan penggajian karyawan. \n\n📄 Persyaratan dan cara melamar tersedia pada poster. \n\n✨ Bergabunglah bersama tim distribusi & retail frozen di Papua!\n\n➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖\n\n𝗙𝗼𝗹𝗹𝗼𝘄 𝗜𝗚 👉  untuk melihat lowongan terbaru dan terlengkap di sekitar 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴\n\nTemukan juga lowongan terbaru menarik lainnya pada link website di bio\n\n⚠️ Catatan keamanan: Pelamar tidak dipungut biaya. Laporkan jika menemukan permintaan mencurigakan.\n\n#lokersemarang #lowongankerjasemarang #lowkersemarang #lokersmg #lokerjateng",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789174986000,
            "hashtags": [
              "#lokersemarang",
              "#lowongankerjasemarang",
              "#lowkersemarang",
              "#lokersmg",
              "#lokerjateng"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "lokerbandung.id",
          "attributes": {
            "label": "lokerbandung.id",
            "x": 406.6732635062032,
            "y": 583.2133018490343,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.5122,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 2,
              "degree": 4
            },
            "_id": "3982890816020708051_13114520985",
            "id": "lokerbandung.id",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "✨ CV. Bumi Harapan membuka kesempatan bergabung! \n\nPosisi: \n📌 HR/ GA - Accounting \n\n📍 Penempatan: Jl. Langsat, Kelurahan Pasar Sentral, Kecamatan Mimika Baru, Papua Tengah \n\n📝 Tugas utama mencakup pengelolaan SDM, penyusunan KPI, serta pemahaman dasar akuntansi sesuai bidang. \n\n📄 Persyaratan dan cara melamar tersedia pada poster. \n\n🌟 Mari bergabung dan kembangkan karier bersama CV. Bumi Harapan! \n\n➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖\n\n𝗙𝗼𝗹𝗹𝗼𝘄 𝗜𝗚 👉  untuk melihat lowongan terbaru dan terlengkap di sekitar 𝗕𝗮𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴\n\nTemukan juga lowongan terbaru menarik lainnya pada link website di bio\n\n⚠️ Catatan keamanan: Pelamar tidak dipungut biaya. Laporkan jika menemukan permintaan mencurigakan.\n\n#lokerbandung #lowongankerjabandung #lowkerbandung #lokerbdg #lokerjabar",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789017606000,
            "hashtags": [
              "#lokerbandung",
              "#lowongankerjabandung",
              "#lowkerbandung",
              "#lokerbdg",
              "#lokerjabar"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "info_sentani",
          "attributes": {
            "label": "info_sentani",
            "x": 15.272333868131206,
            "y": 443.62750099208813,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.6926,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 6,
              "out_degree": 6,
              "degree": 12
            },
            "_id": "3963923194704724650_36429742551",
            "id": "info_sentani",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "‼️Update : Situasi Pagi Ini Di Sentani, Kabupaten Jayapura, masa demo dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pada 15 Agustus 2026 di pertigaan Pos 7 Sentani dipukul mundur oleh kepolisian dengan pertimbangan faktor keamanan.\n\nAksi demo tersebut dilaksanakan secara serentak untuk menolak New York Agreement & Papua Darurat Militer.\n.\n.\n.\n____________________________________________________\n💎Jang lupa follow  untuk mendapatkan berbagai macam informasi yang bermanfaat dan credible.\n____________________________________________________\n📡Informasi, News, Kejadian, Wisata, Loker, Event, Inspire, Seni, Budaya, Kehilangan, Tips, Donasi, Hiburan etc yang terjadi di Sekitaran Sentani, Jayapura, Keerom, Sarmi, Jayawijaya, Tanah Papua dan sekitarnya 🙏🏾\n.\n.\n.\n#infosentani #infojayapura #infopapuaraya #infoindonesia #infodunia",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786756582000,
            "hashtags": [
              "#infosentani",
              "#infojayapura",
              "#infopapuaraya",
              "#infoindonesia",
              "#infodunia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "folkjawabarat_",
          "attributes": {
            "label": "folkjawabarat_",
            "x": 951.5517269304173,
            "y": 101.60616309631033,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 21.1299,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 1,
              "degree": 2
            },
            "_id": "3964846821596164892_43742888523",
            "id": "folkjawabarat_",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi turut menyoroti fenomena pengibaran bendera yang semakin berani, apalagi saat momen Hari Kemerdekaan Indonesia.\n\nFenomena dimaksud yakni pengibaran bendera Bintang Bulan di Aceh, bendera Borneo Raya di Pulau Kalimantan, dan bendera Bintang Kejora di Papua.\n\nTokoh Nahdlatul Ulama asal Madura itu menilai, pengibaran bendera tersebut menjadi sinyal kekecewaan masyarakat kepada pemerintahannya.\n\nPadahal kata dia, pengibaran simbol-simbol bendera tersebut selama ini menjadi sesuatu yang tabu dan sensitif untuk dikibarkan di Indonesia.\n\n“Karena kecewa, warga Aceh minggu ini mengibarkan bendera kemerdekaannya. Borneo dan Papua juga. Sejak lama simbol2 ini tabu dan sensi utk dikibarkan di NKRI,” kata Islah Bahrawai dikutip Minggu (16/8/2026).\n\nKarena itu, dia menilai ada sesuatu yang sangat aneh jika pemerintah atau aparat pemerintah terus menyuarakan optimisme tinggi di tangan pemerintahan saat ini.\n\nPeringatan yang dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman itu berakhir ricuh ketika terjadi perselisihan antara masyarakat, dengan aparat keamanan terkait pengibaran bendera oleh masyarakat tersebut.\n\n Sc : Fajar.co.id\n\n#folkjawabarat #viralindonesia #indonesia",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786866594000,
            "hashtags": [
              "#folkjawabarat",
              "#viralindonesia",
              "#indonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "sumbarkita.id",
          "attributes": {
            "label": "sumbarkita.id",
            "x": 200.56846156258845,
            "y": 73.50544042402917,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 21.1299,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 1,
              "degree": 2
            },
            "_id": "3966344095987134698_39289871539",
            "id": "sumbarkita.id",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Seorang prajurit TNI asal Sumatera Barat, Pratu Rizki Kurniawan, gugur dalam kontak temb*k dengan kelompok bers*njata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (17/8/2026). Rizki yang berasal dari Nagari Sungai Gayo Lumpo, Kabupaten Pesisir Selatan, mengalami luka t*mbak di bagian k*pala.\n\nPeristiwa tersebut terjadi pada Senin (17/8/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.\n\nBerdasarkan informasi yang dihimpun, kontak t*mbak dilaporkan terjadi sekitar pukul 08.12 WIT. Kelompok bersenjata menyerang Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS dan Posramil Jila dari tiga arah.\n\nDalam serangan tersebut, tiga personel Yonif 133/Yudha Sakti menjadi korban. Pratu Rizki Kurniawan mengalami luka temb*k di bagian kep*la dan dinyatakan gugur.\n\nSementara dua prajurit lainnya mengalami luka temb*k, yakni Pratu Y. Pasaribu yang terkena temb*kan di bagian pinggang dan Pratu Kiki Febrio yang mengalami l*ka pada bagian lengan.\n\nKapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto membenarkan terjadinya kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok bersenjata di wilayah Jila.\n\n“Kontak tembak di wilayah Jila yang melibatkan aparat keamanan dengan kelompok OPM Pok III Puncak yang diduga dipimpin Pemne Kogoya,” ujar Tri  dalam keterangannya, dikutip Selasa (18/8/2026).\n\nMenurut Tri, penanganan terhadap para korban masih dilakukan setelah insiden tersebut.\n\n“Saat ini penanganan terhadap korban terus dilakukan,” katanya.\n\nBaca berita selengkapnya dengan klik link dikomentar\n\n.\n\n.\n\nKunjungi www.sumbarkita.id untuk baca berita dan informasi menarik seputar Sumatera Barat.\n.\nTag  jika ada informasi menarik di sekitar sanak.\n=================================\n#Sumbarkita #KabarMinang\n#Sumbar #Pessel #SumateraBarat",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787045148000,
            "hashtags": [
              "#sumbarkita",
              "#kabarminang",
              "#sumbar",
              "#pessel",
              "#sumaterabarat"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "ddjoher",
          "attributes": {
            "label": "ddjoher",
            "x": 942.1813127184,
            "y": 913.2136811462836,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0675,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "3972095859580192682_1537212147",
            "id": "ddjoher",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka. Semestinya hubungan pemerintah pusat dan daerah semakin harmonis dan serasi. Pusat mengayomi daerah, daerah mencintai pusat. Kesejahteraan rakyat meningkat, pelayanan publik membaik, sekolah dan rumah sakit semakin berkualitas, jalan serta jembatan terawat baik.\n\nNamun, harapan itu terasa semakin jauh. Dalam dua tahun terakhir, kehangatan hubungan pusat-daerah meredup. Keluhan kepala daerah mengenai menyempitnya ruang fiskal semakin keras. PNS protes tambahan penghasilannya dipotong. PPPK marah karena terancam dirumahkan. Di sejumlah tempat, keresahan bahkan mulai berubah menjadi kemarahan sosial dan muncul kembali simbol-simbol politik masa lalu. Di Jakarta, mahasiswa mulai menyuarakan kembalikan otonomi daerah.\n\nKita patut bertanya, ada apa dengan hubungan pusat dan daerah? Dua peristiwa menjelang Hari Kemerdekaan Ke-81 RI layak menjadi alarm. Di Aceh, bendera bulan bintang dikibarkan di halaman Masjid Raya Baiturrahman, bertepatan dengan peringatan 21 tahun perdamaian Aceh. Di Papua, kelompok bersenjata menyerukan larangan dan ancaman terhadap pelaksanaan upacara kemerdekaan.\n\nKedua peristiwa itu tentu tidak dapat disamakan. Latar sejarah, konteks politik, dan bentuk ekspresinya berbeda. Namun, keduanya mengandung pesan yang sama, jangan anggap remeh kegelisahan daerah. Jangan buru-buru melihat semuanya semata-mata sebagai persoalan keamanan atau separatisme. Ada persoalan yang lebih mendasar, yakni rasa keadilan dalam hubungan pusat dan daerah, di samping kebijakan pusat yang kadang kurang memperhatikan keberagaman kebutuhan lokal.\n\nJangan Tunggu Daerah Bergolak\nOpini 26 Agustus 2026\n\nDitulis oleh Djohermansyah Djohan () \nGuru Besar IPDN; Dirjen Otda Kemendagri (2010-2014); Pj Gubernur Riau 2013-2014\n\n#HarianKompas #Kompasid #OpiniKompas",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787730747000,
            "hashtags": [
              "#hariankompas",
              "#kompasid",
              "#opinikompas"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "humaspoldapbd",
          "attributes": {
            "label": "humaspoldapbd",
            "x": 939.4297675067788,
            "y": 704.8892406054745,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 2,
              "degree": 2
            },
            "_id": "7676742960066710802",
            "id": "humaspoldapbd",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Kapolda Papua Barat Daya Pimpin Sertijab Sejumlah Kapolres dan Lantik Irwasda serta Kapolres Maybrat Sorong, 22 Agustus 2026 — Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han., memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah Kapolres sekaligus pelantikan Irwasda dan Kapolres Maybrat, yang berlangsung di Aula Lantai 3 Aimas Hotel, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIT tersebut dihadiri Wakapolda Papua Barat Daya, Ketua Bhayangkari Daerah Papua Barat Daya beserta pengurus, para Pejabat Utama Polda Papua Barat Daya, Kapolres/Ta jajaran, serta personel Polda Papua Barat Daya. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Papua Barat Daya memimpin langsung rangkaian sertijab dan pelantikan sebagai bagian dari penyegaran organisasi serta penguatan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Papua Barat Daya. Pergantian jabatan di lingkungan Polda Papua Barat Daya diharapkan dapat memberikan semangat baru dalam meningkatkan profesionalisme, soliditas, dan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Kapolda juga menekankan pentingnya setiap pejabat yang mengemban amanah baru untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Papua Barat Daya.  Polri  Kepolisian RI #humaspolripresisi #poldapapuabaratdaya #foryoupage #sorongpapuabaratdaya #polripresisi",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787381015000,
            "hashtags": [
              "#humaspolripresisi",
              "#poldapapuabaratdaya",
              "#foryoupage",
              "#sorongpapuabaratdaya",
              "#polripresisi"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Humas",
          "attributes": {
            "label": "Humas",
            "x": 604.7845152408748,
            "y": 297.56573884395755,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 6.0881,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 4,
              "out_degree": 0,
              "degree": 4
            },
            "_id": "7676742960066710802",
            "id": "Humas",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Kapolda Papua Barat Daya Pimpin Sertijab Sejumlah Kapolres dan Lantik Irwasda serta Kapolres Maybrat Sorong, 22 Agustus 2026 — Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han., memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah Kapolres sekaligus pelantikan Irwasda dan Kapolres Maybrat, yang berlangsung di Aula Lantai 3 Aimas Hotel, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIT tersebut dihadiri Wakapolda Papua Barat Daya, Ketua Bhayangkari Daerah Papua Barat Daya beserta pengurus, para Pejabat Utama Polda Papua Barat Daya, Kapolres/Ta jajaran, serta personel Polda Papua Barat Daya. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Papua Barat Daya memimpin langsung rangkaian sertijab dan pelantikan sebagai bagian dari penyegaran organisasi serta penguatan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Papua Barat Daya. Pergantian jabatan di lingkungan Polda Papua Barat Daya diharapkan dapat memberikan semangat baru dalam meningkatkan profesionalisme, soliditas, dan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Kapolda juga menekankan pentingnya setiap pejabat yang mengemban amanah baru untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Papua Barat Daya.  Polri  Kepolisian RI #humaspolripresisi #poldapapuabaratdaya #foryoupage #sorongpapuabaratdaya #polripresisi",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787381015000,
            "hashtags": [
              "#humaspolripresisi",
              "#poldapapuabaratdaya",
              "#foryoupage",
              "#sorongpapuabaratdaya",
              "#polripresisi"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Kepala",
          "attributes": {
            "label": "Kepala",
            "x": 486.17877485572205,
            "y": 790.9942580216149,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.5166,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7676742960066710802",
            "id": "Kepala",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Kapolda Papua Barat Daya Pimpin Sertijab Sejumlah Kapolres dan Lantik Irwasda serta Kapolres Maybrat Sorong, 22 Agustus 2026 — Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han., memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah Kapolres sekaligus pelantikan Irwasda dan Kapolres Maybrat, yang berlangsung di Aula Lantai 3 Aimas Hotel, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIT tersebut dihadiri Wakapolda Papua Barat Daya, Ketua Bhayangkari Daerah Papua Barat Daya beserta pengurus, para Pejabat Utama Polda Papua Barat Daya, Kapolres/Ta jajaran, serta personel Polda Papua Barat Daya. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Papua Barat Daya memimpin langsung rangkaian sertijab dan pelantikan sebagai bagian dari penyegaran organisasi serta penguatan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Papua Barat Daya. Pergantian jabatan di lingkungan Polda Papua Barat Daya diharapkan dapat memberikan semangat baru dalam meningkatkan profesionalisme, soliditas, dan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Kapolda juga menekankan pentingnya setiap pejabat yang mengemban amanah baru untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Papua Barat Daya.  Polri  Kepolisian RI #humaspolripresisi #poldapapuabaratdaya #foryoupage #sorongpapuabaratdaya #polripresisi",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787381015000,
            "hashtags": [
              "#humaspolripresisi",
              "#poldapapuabaratdaya",
              "#foryoupage",
              "#sorongpapuabaratdaya",
              "#polripresisi"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua_talk",
          "attributes": {
            "label": "papua_talk",
            "x": 230.4892125418878,
            "y": 63.67652658534118,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 15,
              "degree": 15
            },
            "_id": "7678244268380523797",
            "id": "papua_talk",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Solidaritas Nasional untuk Papua Desak Pemerintah dan DPR Naikkan Status KKB OPM sebagai Kelompok Ter0rIs Solidaritas Nasional untuk Papua (SNP) mendesak Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersama DPR RI untuk menaikkan status Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) menjadi kelompok teroris. Massa menilai sejumlah aksi kekerasan yang terjadi di Papua, seperti penyerangan terhadap warga sipil, pekerja, hingga perusakan fasilitas umum, telah mengancam keamanan masyarakat. Desakan tersebut disampaikan SNP dengan menyoroti sejumlah peristiwa kekerasan yang telah menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak di Papua. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI mengambil langkah tegas untuk memperkuat penegakan hukum serta menjaga keselamatan masyarakat di Tanah Papua #papua #viraltiktok #semuaorang #indonesia  Akustik Papua      pajares",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787730560000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#viraltiktok",
              "#semuaorang",
              "#indonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Pecinta",
          "attributes": {
            "label": "Pecinta",
            "x": 446.5326377137675,
            "y": 979.8632975198748,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3491,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7678244268380523797",
            "id": "Pecinta",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Solidaritas Nasional untuk Papua Desak Pemerintah dan DPR Naikkan Status KKB OPM sebagai Kelompok Ter0rIs Solidaritas Nasional untuk Papua (SNP) mendesak Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersama DPR RI untuk menaikkan status Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) menjadi kelompok teroris. Massa menilai sejumlah aksi kekerasan yang terjadi di Papua, seperti penyerangan terhadap warga sipil, pekerja, hingga perusakan fasilitas umum, telah mengancam keamanan masyarakat. Desakan tersebut disampaikan SNP dengan menyoroti sejumlah peristiwa kekerasan yang telah menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak di Papua. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI mengambil langkah tegas untuk memperkuat penegakan hukum serta menjaga keselamatan masyarakat di Tanah Papua #papua #viraltiktok #semuaorang #indonesia  Akustik Papua      pajares",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787730560000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#viraltiktok",
              "#semuaorang",
              "#indonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papuany__",
          "attributes": {
            "label": "papuany__",
            "x": 945.7857884009776,
            "y": 600.5764462328642,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3491,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7678244268380523797",
            "id": "papuany__",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Solidaritas Nasional untuk Papua Desak Pemerintah dan DPR Naikkan Status KKB OPM sebagai Kelompok Ter0rIs Solidaritas Nasional untuk Papua (SNP) mendesak Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersama DPR RI untuk menaikkan status Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) menjadi kelompok teroris. Massa menilai sejumlah aksi kekerasan yang terjadi di Papua, seperti penyerangan terhadap warga sipil, pekerja, hingga perusakan fasilitas umum, telah mengancam keamanan masyarakat. Desakan tersebut disampaikan SNP dengan menyoroti sejumlah peristiwa kekerasan yang telah menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak di Papua. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI mengambil langkah tegas untuk memperkuat penegakan hukum serta menjaga keselamatan masyarakat di Tanah Papua #papua #viraltiktok #semuaorang #indonesia  Akustik Papua      pajares",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787730560000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#viraltiktok",
              "#semuaorang",
              "#indonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "timur_punya18",
          "attributes": {
            "label": "timur_punya18",
            "x": 753.5853854664363,
            "y": 843.0498127245576,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3491,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7678244268380523797",
            "id": "timur_punya18",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Solidaritas Nasional untuk Papua Desak Pemerintah dan DPR Naikkan Status KKB OPM sebagai Kelompok Ter0rIs Solidaritas Nasional untuk Papua (SNP) mendesak Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersama DPR RI untuk menaikkan status Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) menjadi kelompok teroris. Massa menilai sejumlah aksi kekerasan yang terjadi di Papua, seperti penyerangan terhadap warga sipil, pekerja, hingga perusakan fasilitas umum, telah mengancam keamanan masyarakat. Desakan tersebut disampaikan SNP dengan menyoroti sejumlah peristiwa kekerasan yang telah menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak di Papua. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI mengambil langkah tegas untuk memperkuat penegakan hukum serta menjaga keselamatan masyarakat di Tanah Papua #papua #viraltiktok #semuaorang #indonesia  Akustik Papua      pajares",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787730560000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#viraltiktok",
              "#semuaorang",
              "#indonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "comedy_616",
          "attributes": {
            "label": "comedy_616",
            "x": 743.6751869830459,
            "y": 153.98688941095796,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3491,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7678244268380523797",
            "id": "comedy_616",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Solidaritas Nasional untuk Papua Desak Pemerintah dan DPR Naikkan Status KKB OPM sebagai Kelompok Ter0rIs Solidaritas Nasional untuk Papua (SNP) mendesak Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersama DPR RI untuk menaikkan status Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) menjadi kelompok teroris. Massa menilai sejumlah aksi kekerasan yang terjadi di Papua, seperti penyerangan terhadap warga sipil, pekerja, hingga perusakan fasilitas umum, telah mengancam keamanan masyarakat. Desakan tersebut disampaikan SNP dengan menyoroti sejumlah peristiwa kekerasan yang telah menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak di Papua. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI mengambil langkah tegas untuk memperkuat penegakan hukum serta menjaga keselamatan masyarakat di Tanah Papua #papua #viraltiktok #semuaorang #indonesia  Akustik Papua      pajares",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787730560000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#viraltiktok",
              "#semuaorang",
              "#indonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cnn6886",
          "attributes": {
            "label": "cnn6886",
            "x": 245.07288396079608,
            "y": 983.8307067928554,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3491,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7678244268380523797",
            "id": "cnn6886",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Solidaritas Nasional untuk Papua Desak Pemerintah dan DPR Naikkan Status KKB OPM sebagai Kelompok Ter0rIs Solidaritas Nasional untuk Papua (SNP) mendesak Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersama DPR RI untuk menaikkan status Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) menjadi kelompok teroris. Massa menilai sejumlah aksi kekerasan yang terjadi di Papua, seperti penyerangan terhadap warga sipil, pekerja, hingga perusakan fasilitas umum, telah mengancam keamanan masyarakat. Desakan tersebut disampaikan SNP dengan menyoroti sejumlah peristiwa kekerasan yang telah menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak di Papua. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI mengambil langkah tegas untuk memperkuat penegakan hukum serta menjaga keselamatan masyarakat di Tanah Papua #papua #viraltiktok #semuaorang #indonesia  Akustik Papua      pajares",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787730560000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#viraltiktok",
              "#semuaorang",
              "#indonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "nuria",
          "attributes": {
            "label": "nuria",
            "x": 418.04507087845457,
            "y": 650.8848929142213,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3491,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7678244268380523797",
            "id": "nuria",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Solidaritas Nasional untuk Papua Desak Pemerintah dan DPR Naikkan Status KKB OPM sebagai Kelompok Ter0rIs Solidaritas Nasional untuk Papua (SNP) mendesak Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersama DPR RI untuk menaikkan status Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) menjadi kelompok teroris. Massa menilai sejumlah aksi kekerasan yang terjadi di Papua, seperti penyerangan terhadap warga sipil, pekerja, hingga perusakan fasilitas umum, telah mengancam keamanan masyarakat. Desakan tersebut disampaikan SNP dengan menyoroti sejumlah peristiwa kekerasan yang telah menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak di Papua. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI mengambil langkah tegas untuk memperkuat penegakan hukum serta menjaga keselamatan masyarakat di Tanah Papua #papua #viraltiktok #semuaorang #indonesia  Akustik Papua      pajares",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787730560000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#viraltiktok",
              "#semuaorang",
              "#indonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "pakbehriaband01",
          "attributes": {
            "label": "pakbehriaband01",
            "x": 948.6460948561486,
            "y": 220.12850209245494,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3491,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7678244268380523797",
            "id": "pakbehriaband01",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Solidaritas Nasional untuk Papua Desak Pemerintah dan DPR Naikkan Status KKB OPM sebagai Kelompok Ter0rIs Solidaritas Nasional untuk Papua (SNP) mendesak Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersama DPR RI untuk menaikkan status Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) menjadi kelompok teroris. Massa menilai sejumlah aksi kekerasan yang terjadi di Papua, seperti penyerangan terhadap warga sipil, pekerja, hingga perusakan fasilitas umum, telah mengancam keamanan masyarakat. Desakan tersebut disampaikan SNP dengan menyoroti sejumlah peristiwa kekerasan yang telah menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak di Papua. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI mengambil langkah tegas untuk memperkuat penegakan hukum serta menjaga keselamatan masyarakat di Tanah Papua #papua #viraltiktok #semuaorang #indonesia  Akustik Papua      pajares",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787730560000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#viraltiktok",
              "#semuaorang",
              "#indonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "opsdamaicartenzpolri",
          "attributes": {
            "label": "opsdamaicartenzpolri",
            "x": 846.0455585610266,
            "y": 909.5142459630231,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 3,
              "degree": 3
            },
            "_id": "7636186328887053588",
            "id": "opsdamaicartenzpolri",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Di balik patroli taktis, ada komitmen untuk melindungi. Satgas Tindak dan Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz 2026 hadir di Papua, menjaga keamanan sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat. Karena rasa aman adalah hak semua... #tongbakujaga #opsdamaicartenz2026 #opsodcpolri   Polri",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1777938197000,
            "hashtags": [
              "#tongbakujaga",
              "#opsdamaicartenz2026",
              "#opsodcpolri"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "johnrettob",
          "attributes": {
            "label": "johnrettob",
            "x": 853.4069730077825,
            "y": 349.8319836879074,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7675149195573054740",
            "id": "johnrettob",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Selamat Ulang Tahun, Bapak Brigjen Jerimas Rontini, S.I.K., M.Si. Kapolda Papua Tengah, kami segenap keluarga besar Pemerintah Kabupaten Mimika mengucapkan selamat ulang tahun.  Rontini Official  Semoga di usia yang ke-52 tahun, Bapak senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, serta umur panjang dalam menjalankan amanah dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menyertai setiap langkah Bapak dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Tanah Papua, khususnya Provinsi Papua Tengah.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787009936000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Jermias",
          "attributes": {
            "label": "Jermias",
            "x": 12.480233695636777,
            "y": 372.2446421669714,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7675149195573054740",
            "id": "Jermias",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Selamat Ulang Tahun, Bapak Brigjen Jerimas Rontini, S.I.K., M.Si. Kapolda Papua Tengah, kami segenap keluarga besar Pemerintah Kabupaten Mimika mengucapkan selamat ulang tahun.  Rontini Official  Semoga di usia yang ke-52 tahun, Bapak senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, serta umur panjang dalam menjalankan amanah dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menyertai setiap langkah Bapak dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Tanah Papua, khususnya Provinsi Papua Tengah.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787009936000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "PASUKAN",
          "attributes": {
            "label": "PASUKAN",
            "x": 439.3425789705009,
            "y": 235.60602606527303,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0675,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7677746020272409876",
            "id": "PASUKAN",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Ketua Barisan Merah Putih Provinsi Papua, Yeri Stenly Hamadi, mengecam keras dugaan penyanderaan terhadap sembilan warga sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Ia menegaskan bahwa masyarakat sipil, terutama perempuan dan anak-anak, tidak boleh dijadikan korban maupun alat kepentingan politik oleh kelompok mana pun. Yeri juga meminta Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 terus melakukan penegakan hukum terhadap kelompok yang melakukan tindakan kriminal dan meresahkan masyarakat. Ia berharap seluruh warga yang masih menjadi korban segera dibebaskan serta masyarakat Papua tetap menjaga keamanan, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama mempertahankan kedamaian di Tanah Papua. #tongbakujaga #opsdamaicartenz2026 #opsodcpolri   Polri  PELOPOR KORBRIMOB",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787614558000,
            "hashtags": [
              "#tongbakujaga",
              "#opsdamaicartenz2026",
              "#opsodcpolri"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "gerindra_papuabaratdaya",
          "attributes": {
            "label": "gerindra_papuabaratdaya",
            "x": 356.3966472757404,
            "y": 125.39236117340724,
            "size": 4.55,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 6.0176,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 8,
              "degree": 8
            },
            "_id": "7655610912732122389",
            "id": "gerindra_papuabaratdaya",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Ibu Ketua Hj. Oktasari Sabil, S.Sos, M.Si, Ph.D, QRGP. beserta seluruh jajaran Pengurus DPD Partai Gerindra PBD mengucapkan Selamat dan Sukses atas dipilihnya BRIGJEN POL. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K, M.Han Sebagai Kapolda Papua Barat Daya. \" Semoga Manah ini menjadi langkah besar dalam mewujudkan keamanan, kedamaian dan kemajuan Papua Barat Daya yang bermartabat, berbudaya dan sejahtera.  Sabil27     Dasco   Ahmad Muzani   Hadi   Zon Official",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1782460823000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Oktasari",
          "attributes": {
            "label": "Oktasari",
            "x": 59.20468676970791,
            "y": 538.0424080216801,
            "size": 4.36,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.5063,
              "eigenvector": 5.2545,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7655610912732122389",
            "id": "Oktasari",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Ibu Ketua Hj. Oktasari Sabil, S.Sos, M.Si, Ph.D, QRGP. beserta seluruh jajaran Pengurus DPD Partai Gerindra PBD mengucapkan Selamat dan Sukses atas dipilihnya BRIGJEN POL. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K, M.Han Sebagai Kapolda Papua Barat Daya. \" Semoga Manah ini menjadi langkah besar dalam mewujudkan keamanan, kedamaian dan kemajuan Papua Barat Daya yang bermartabat, berbudaya dan sejahtera.  Sabil27     Dasco   Ahmad Muzani   Hadi   Zon Official",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1782460823000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Prabowo",
          "attributes": {
            "label": "Prabowo",
            "x": 779.7528887050413,
            "y": 662.445583121848,
            "size": 14.49,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.5562,
              "eigenvector": 44.5032,
              "in_degree": 3,
              "out_degree": 0,
              "degree": 3
            },
            "_id": "7655610912732122389",
            "id": "Prabowo",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Ibu Ketua Hj. Oktasari Sabil, S.Sos, M.Si, Ph.D, QRGP. beserta seluruh jajaran Pengurus DPD Partai Gerindra PBD mengucapkan Selamat dan Sukses atas dipilihnya BRIGJEN POL. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K, M.Han Sebagai Kapolda Papua Barat Daya. \" Semoga Manah ini menjadi langkah besar dalam mewujudkan keamanan, kedamaian dan kemajuan Papua Barat Daya yang bermartabat, berbudaya dan sejahtera.  Sabil27     Dasco   Ahmad Muzani   Hadi   Zon Official",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1782460823000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Sufmi",
          "attributes": {
            "label": "Sufmi",
            "x": 997.0825123692013,
            "y": 380.5611451912597,
            "size": 4.36,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.5063,
              "eigenvector": 5.2545,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7655610912732122389",
            "id": "Sufmi",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Ibu Ketua Hj. Oktasari Sabil, S.Sos, M.Si, Ph.D, QRGP. beserta seluruh jajaran Pengurus DPD Partai Gerindra PBD mengucapkan Selamat dan Sukses atas dipilihnya BRIGJEN POL. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K, M.Han Sebagai Kapolda Papua Barat Daya. \" Semoga Manah ini menjadi langkah besar dalam mewujudkan keamanan, kedamaian dan kemajuan Papua Barat Daya yang bermartabat, berbudaya dan sejahtera.  Sabil27     Dasco   Ahmad Muzani   Hadi   Zon Official",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1782460823000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "H.",
          "attributes": {
            "label": "H.",
            "x": 372.0985296401932,
            "y": 542.7279350081407,
            "size": 4.36,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.5063,
              "eigenvector": 5.2545,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7655610912732122389",
            "id": "H.",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Ibu Ketua Hj. Oktasari Sabil, S.Sos, M.Si, Ph.D, QRGP. beserta seluruh jajaran Pengurus DPD Partai Gerindra PBD mengucapkan Selamat dan Sukses atas dipilihnya BRIGJEN POL. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K, M.Han Sebagai Kapolda Papua Barat Daya. \" Semoga Manah ini menjadi langkah besar dalam mewujudkan keamanan, kedamaian dan kemajuan Papua Barat Daya yang bermartabat, berbudaya dan sejahtera.  Sabil27     Dasco   Ahmad Muzani   Hadi   Zon Official",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1782460823000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Prasetyo",
          "attributes": {
            "label": "Prasetyo",
            "x": 547.1126964131635,
            "y": 218.25597372474715,
            "size": 4.36,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.5063,
              "eigenvector": 5.2545,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7655610912732122389",
            "id": "Prasetyo",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Ibu Ketua Hj. Oktasari Sabil, S.Sos, M.Si, Ph.D, QRGP. beserta seluruh jajaran Pengurus DPD Partai Gerindra PBD mengucapkan Selamat dan Sukses atas dipilihnya BRIGJEN POL. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K, M.Han Sebagai Kapolda Papua Barat Daya. \" Semoga Manah ini menjadi langkah besar dalam mewujudkan keamanan, kedamaian dan kemajuan Papua Barat Daya yang bermartabat, berbudaya dan sejahtera.  Sabil27     Dasco   Ahmad Muzani   Hadi   Zon Official",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1782460823000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Fadli",
          "attributes": {
            "label": "Fadli",
            "x": 777.0677614441316,
            "y": 123.53379053301671,
            "size": 4.36,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.5063,
              "eigenvector": 5.2545,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7655610912732122389",
            "id": "Fadli",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Ibu Ketua Hj. Oktasari Sabil, S.Sos, M.Si, Ph.D, QRGP. beserta seluruh jajaran Pengurus DPD Partai Gerindra PBD mengucapkan Selamat dan Sukses atas dipilihnya BRIGJEN POL. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K, M.Han Sebagai Kapolda Papua Barat Daya. \" Semoga Manah ini menjadi langkah besar dalam mewujudkan keamanan, kedamaian dan kemajuan Papua Barat Daya yang bermartabat, berbudaya dan sejahtera.  Sabil27     Dasco   Ahmad Muzani   Hadi   Zon Official",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1782460823000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "gerindra",
          "attributes": {
            "label": "gerindra",
            "x": 26.407312671207883,
            "y": 827.6708374595174,
            "size": 15.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 6.2503,
              "eigenvector": 46.4972,
              "in_degree": 3,
              "out_degree": 0,
              "degree": 3
            },
            "_id": "7655610912732122389",
            "id": "gerindra",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Ibu Ketua Hj. Oktasari Sabil, S.Sos, M.Si, Ph.D, QRGP. beserta seluruh jajaran Pengurus DPD Partai Gerindra PBD mengucapkan Selamat dan Sukses atas dipilihnya BRIGJEN POL. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K, M.Han Sebagai Kapolda Papua Barat Daya. \" Semoga Manah ini menjadi langkah besar dalam mewujudkan keamanan, kedamaian dan kemajuan Papua Barat Daya yang bermartabat, berbudaya dan sejahtera.  Sabil27     Dasco   Ahmad Muzani   Hadi   Zon Official",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1782460823000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "fraksipartaigerindra",
          "attributes": {
            "label": "fraksipartaigerindra",
            "x": 631.7232590241925,
            "y": 881.4788542133546,
            "size": 4.36,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.5063,
              "eigenvector": 5.2545,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7655610912732122389",
            "id": "fraksipartaigerindra",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Ibu Ketua Hj. Oktasari Sabil, S.Sos, M.Si, Ph.D, QRGP. beserta seluruh jajaran Pengurus DPD Partai Gerindra PBD mengucapkan Selamat dan Sukses atas dipilihnya BRIGJEN POL. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K, M.Han Sebagai Kapolda Papua Barat Daya. \" Semoga Manah ini menjadi langkah besar dalam mewujudkan keamanan, kedamaian dan kemajuan Papua Barat Daya yang bermartabat, berbudaya dan sejahtera.  Sabil27     Dasco   Ahmad Muzani   Hadi   Zon Official",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1782460823000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuatengah",
          "attributes": {
            "label": "tribunpapuatengah",
            "x": 173.07163588748952,
            "y": 16.5960686335509,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 6.6836,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 3,
              "out_degree": 2,
              "degree": 5
            },
            "_id": "7674238680965319957",
            "id": "tribunpapuatengah",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Ratusan Massa KNPB Long March ke DPRK Mimika, Suarakan Isu Darurat Kemanusiaan di Tanah Papua Ratusan massa KNPB Wilayah Mimika menggelar aksi long march dari Bundaran Eme Neme menuju Kantor DPRK Mimika, Sabtu (15/8/2026). Sambil membentangkan atribut Bintang Kejora, massa menyerukan isu darurat militer dan kemanusiaan di Papua saat berorasi di Bundaran Petrosia.  Dikawal ketat aparat keamanan, seluruh rangkaian demonstrasi berjalan tertib hingga penyerahan pernyataan sikap ke DPRK. BACA SELENGKAPNYA DI : https://papuatengah.tribunnews.com/mimika/6920/ratusan-massa-knpb-long-march-ke-dprk-mimika-suarakan-isu-darurat-kemanusiaan-di-tanah-papua Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah ... Follow us on Social Media : Instagram :  TikTok :  facebook : tribunpapuatengah youtube : tribunpapuatengah VP : Jhon Nanlohy .... #tribunpapuatengah #papuatengah #timika #mimika #timikapapua #sorotan #sorotantiktokfyp🔥 #sorotanpublik🔥",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786797935000,
            "hashtags": [
              "#tribunpapuatengah",
              "#papuatengah",
              "#timika",
              "#mimika",
              "#timikapapua",
              "#sorotan",
              "#sorotantiktokfyp",
              "#sorotanpublik"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuatengahofficial",
          "attributes": {
            "label": "tribunpapuatengahofficial",
            "x": 661.8787101050842,
            "y": 612.5168512353421,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 6.6836,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 3,
              "out_degree": 0,
              "degree": 3
            },
            "_id": "7674238680965319957",
            "id": "tribunpapuatengahofficial",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Ratusan Massa KNPB Long March ke DPRK Mimika, Suarakan Isu Darurat Kemanusiaan di Tanah Papua Ratusan massa KNPB Wilayah Mimika menggelar aksi long march dari Bundaran Eme Neme menuju Kantor DPRK Mimika, Sabtu (15/8/2026). Sambil membentangkan atribut Bintang Kejora, massa menyerukan isu darurat militer dan kemanusiaan di Papua saat berorasi di Bundaran Petrosia.  Dikawal ketat aparat keamanan, seluruh rangkaian demonstrasi berjalan tertib hingga penyerahan pernyataan sikap ke DPRK. BACA SELENGKAPNYA DI : https://papuatengah.tribunnews.com/mimika/6920/ratusan-massa-knpb-long-march-ke-dprk-mimika-suarakan-isu-darurat-kemanusiaan-di-tanah-papua Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah ... Follow us on Social Media : Instagram :  TikTok :  facebook : tribunpapuatengah youtube : tribunpapuatengah VP : Jhon Nanlohy .... #tribunpapuatengah #papuatengah #timika #mimika #timikapapua #sorotan #sorotantiktokfyp🔥 #sorotanpublik🔥",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786797935000,
            "hashtags": [
              "#tribunpapuatengah",
              "#papuatengah",
              "#timika",
              "#mimika",
              "#timikapapua",
              "#sorotan",
              "#sorotantiktokfyp",
              "#sorotanpublik"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "teropongmakassar.",
          "attributes": {
            "label": "teropongmakassar.",
            "x": 915.9714933378898,
            "y": 180.55382521588515,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.8579,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7669701388707958037",
            "id": "teropongmakassar.",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Aksi perang kelompok kembali terjadi di Kota Makassar, tepatnya di kawasan Jl. Urip Sumoharjo pada Kamis malam (30/7/2026).  Pertikaian antar kelompok tersebut menyebabkan gangguan keamanan dan keresahan bagi warga serta pengguna jalan yang melintas. Dalam insiden tersebut, dilaporkan satu unit sepeda motor hangus terbakar di lokasi kejadian akibat bentrokan yang terjadi. Hingga saat ini, kronologi dan penyebab pasti insiden belum diketahui secara pasti dan masih menunggu keterangan resmi atau penanganan dari pihak kepolisian setempat. Rekaman video yang memperlihatkan situasi bentrokan tersebut telah beredar di media sosial usai diunggah oleh akun Instagram  BACA SELENGKAPNYA papua.tribunnews.com dan tribunnews.com Follow us on Social Media Instagram:  TikTok:  Facebook: Tribun Papua Youtube: Tribun Papua",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1785741519000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "fraksipandprri",
          "attributes": {
            "label": "fraksipandprri",
            "x": 253.7589797320513,
            "y": 675.8531918052657,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7569150501665721608",
            "id": "fraksipandprri",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Fraksi PAN DPR RI terus mendorong penguatan Badan Karantina Indonesia, terutama di wilayah timur Indonesia. Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua menjadi wujud komitmen dalam memperkuat fungsi pengawasan, keamanan pangan, hingga kualitas ekspor komoditas Indonesia.  Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN, Ahmad Yohan  , menegaskan perlunya peningkatan fasilitas, laboratorium, dan penambahan SDM agar layanan karantina semakin optimal. Dengan karantina yang kuat, Indonesia semakin siap bersaing di pasar global.  #fraksipan #fraksipandprri #fyppppppppppppppppppppppp #lewatberanda #papua",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1762330188000,
            "hashtags": [
              "#fraksipan",
              "#fraksipandprri",
              "#fyppppppppppppppppppppppp",
              "#lewatberanda",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "ayo_ahmadyohan",
          "attributes": {
            "label": "ayo_ahmadyohan",
            "x": 855.7579213064529,
            "y": 103.12288196746245,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7569150501665721608",
            "id": "ayo_ahmadyohan",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Fraksi PAN DPR RI terus mendorong penguatan Badan Karantina Indonesia, terutama di wilayah timur Indonesia. Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua menjadi wujud komitmen dalam memperkuat fungsi pengawasan, keamanan pangan, hingga kualitas ekspor komoditas Indonesia.  Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN, Ahmad Yohan  , menegaskan perlunya peningkatan fasilitas, laboratorium, dan penambahan SDM agar layanan karantina semakin optimal. Dengan karantina yang kuat, Indonesia semakin siap bersaing di pasar global.  #fraksipan #fraksipandprri #fyppppppppppppppppppppppp #lewatberanda #papua",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1762330188000,
            "hashtags": [
              "#fraksipan",
              "#fraksipandprri",
              "#fyppppppppppppppppppppppp",
              "#lewatberanda",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "baldyclip",
          "attributes": {
            "label": "baldyclip",
            "x": 852.6060498000946,
            "y": 674.6005748076412,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7674230614727331080",
            "id": "baldyclip",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Bendera Merah Putih sebesar ini dibentangkan di atas gunung Papua. 🇮🇩 Tapi yang bikin merinding bukan cuma ukurannya. Di baliknya ada perjalanan yang penuh perjuangan. Akses menuju lokasi tidak mudah, keamanan sangat ketat, perjalanan bahkan harus dikawal TNI. Coach Ferly ikut menjadi bagian dari momen bersejarah ini. Dan perjuangan tersebut akhirnya membawa Guinness World Records. 🏆 Menjelang 17 Agustus, kisah ini kembali mengingatkan kita bahwa di balik Merah Putih yang berkibar, ada perjuangan luar biasa. Kalau kamu melihat bendera ini dibentangkan langsung di depan mata, apa yang bakal kamu rasakan? 🇮🇩  F. Raya  #coachferlyworldrecord #hutri81 #17agustus2026 #kemerdekaan",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786796058000,
            "hashtags": [
              "#coachferlyworldrecord",
              "#hutri81",
              "#17agustus2026",
              "#kemerdekaan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Ferly",
          "attributes": {
            "label": "Ferly",
            "x": 463.8685951815822,
            "y": 160.95542671164154,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7674230614727331080",
            "id": "Ferly",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Bendera Merah Putih sebesar ini dibentangkan di atas gunung Papua. 🇮🇩 Tapi yang bikin merinding bukan cuma ukurannya. Di baliknya ada perjalanan yang penuh perjuangan. Akses menuju lokasi tidak mudah, keamanan sangat ketat, perjalanan bahkan harus dikawal TNI. Coach Ferly ikut menjadi bagian dari momen bersejarah ini. Dan perjuangan tersebut akhirnya membawa Guinness World Records. 🏆 Menjelang 17 Agustus, kisah ini kembali mengingatkan kita bahwa di balik Merah Putih yang berkibar, ada perjuangan luar biasa. Kalau kamu melihat bendera ini dibentangkan langsung di depan mata, apa yang bakal kamu rasakan? 🇮🇩  F. Raya  #coachferlyworldrecord #hutri81 #17agustus2026 #kemerdekaan",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786796058000,
            "hashtags": [
              "#coachferlyworldrecord",
              "#hutri81",
              "#17agustus2026",
              "#kemerdekaan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "antar_papua",
          "attributes": {
            "label": "antar_papua",
            "x": 382.802199954995,
            "y": 390.0380525032229,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 2,
              "degree": 2
            },
            "_id": "7676314693308304661",
            "id": "antar_papua",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "-Anggota DPR Kabupaten Mimika, Mathius U Yanengga, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas insiden cekcok yang terjadi di Bandara Mozes Kilangin, Mimika, Papua Tengah. Klarifikasi disampaikan dalam wawancara bersama media di salah satu kafe di Jalan Sam Ratulangi, Kamis (20/8/2026). Mathius menjelaskan, insiden tersebut bermula dari kesalahpahaman terkait permintaan akses singkat di area bandara yang kemudian memicu ketersinggungan dan luapan emosi. Ia mengakui ucapan dan tindakannya saat kejadian merupakan sebuah kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf kepada petugas keamanan, petugas bandara, keluarga yang terdampak, Ikemal Kabupaten Mimika, Ikemal Nusantara, serta masyarakat Papua dan Mimika. Mathius berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan semangat kekeluargaan dan persaudaraan. Ia mengajak seluruh pihak untuk saling memaafkan dan kembali bersama-sama menjaga persatuan serta membangun Timika, Mimika, dan Indonesia. 👉 Baca selengkapnya melalui link di bawah ini atau kunjungi story di profil kami untuk informasi lengkapnya. https://antarpapua.com/mathius-u-yanengga-akui-khilaf-mohon-maaf-kepada-keluarga-dan-ikemal/  U Yanengga#Klarifikasi",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787281302000,
            "hashtags": [
              "#klarifikasi"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Mathius",
          "attributes": {
            "label": "Mathius",
            "x": 471.61778206209107,
            "y": 519.8779588695253,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.5166,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7676314693308304661",
            "id": "Mathius",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "-Anggota DPR Kabupaten Mimika, Mathius U Yanengga, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas insiden cekcok yang terjadi di Bandara Mozes Kilangin, Mimika, Papua Tengah. Klarifikasi disampaikan dalam wawancara bersama media di salah satu kafe di Jalan Sam Ratulangi, Kamis (20/8/2026). Mathius menjelaskan, insiden tersebut bermula dari kesalahpahaman terkait permintaan akses singkat di area bandara yang kemudian memicu ketersinggungan dan luapan emosi. Ia mengakui ucapan dan tindakannya saat kejadian merupakan sebuah kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf kepada petugas keamanan, petugas bandara, keluarga yang terdampak, Ikemal Kabupaten Mimika, Ikemal Nusantara, serta masyarakat Papua dan Mimika. Mathius berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan semangat kekeluargaan dan persaudaraan. Ia mengajak seluruh pihak untuk saling memaafkan dan kembali bersama-sama menjaga persatuan serta membangun Timika, Mimika, dan Indonesia. 👉 Baca selengkapnya melalui link di bawah ini atau kunjungi story di profil kami untuk informasi lengkapnya. https://antarpapua.com/mathius-u-yanengga-akui-khilaf-mohon-maaf-kepada-keluarga-dan-ikemal/  U Yanengga#Klarifikasi",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787281302000,
            "hashtags": [
              "#klarifikasi"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "IkemalMimika",
          "attributes": {
            "label": "IkemalMimika",
            "x": 611.4987559985661,
            "y": 187.56767874070636,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.5166,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7676314693308304661",
            "id": "IkemalMimika",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "-Anggota DPR Kabupaten Mimika, Mathius U Yanengga, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas insiden cekcok yang terjadi di Bandara Mozes Kilangin, Mimika, Papua Tengah. Klarifikasi disampaikan dalam wawancara bersama media di salah satu kafe di Jalan Sam Ratulangi, Kamis (20/8/2026). Mathius menjelaskan, insiden tersebut bermula dari kesalahpahaman terkait permintaan akses singkat di area bandara yang kemudian memicu ketersinggungan dan luapan emosi. Ia mengakui ucapan dan tindakannya saat kejadian merupakan sebuah kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf kepada petugas keamanan, petugas bandara, keluarga yang terdampak, Ikemal Kabupaten Mimika, Ikemal Nusantara, serta masyarakat Papua dan Mimika. Mathius berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan semangat kekeluargaan dan persaudaraan. Ia mengajak seluruh pihak untuk saling memaafkan dan kembali bersama-sama menjaga persatuan serta membangun Timika, Mimika, dan Indonesia. 👉 Baca selengkapnya melalui link di bawah ini atau kunjungi story di profil kami untuk informasi lengkapnya. https://antarpapua.com/mathius-u-yanengga-akui-khilaf-mohon-maaf-kepada-keluarga-dan-ikemal/  U Yanengga#Klarifikasi",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787281302000,
            "hashtags": [
              "#klarifikasi"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "attributes": {
            "label": "indonesian.nationa",
            "x": 463.5198256037264,
            "y": 222.99628308372766,
            "size": 14.6,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 44.9488,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 54,
              "degree": 54
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "indonesian.nationa",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "PRABOWO",
          "attributes": {
            "label": "PRABOWO",
            "x": 246.8105545139321,
            "y": 59.55803929224701,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 3,
              "out_degree": 0,
              "degree": 3
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "PRABOWO",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Sekretariat",
          "attributes": {
            "label": "Sekretariat",
            "x": 94.60443134386509,
            "y": 363.3944293661907,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "Sekretariat",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Teddy",
          "attributes": {
            "label": "Teddy",
            "x": 921.428149053883,
            "y": 788.8933482070751,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 3,
              "out_degree": 0,
              "degree": 3
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "Teddy",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Pusat",
          "attributes": {
            "label": "Pusat",
            "x": 976.4307232612144,
            "y": 649.1898567840846,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 3,
              "out_degree": 0,
              "degree": 3
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "Pusat",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "agussubiyanto",
          "attributes": {
            "label": "agussubiyanto",
            "x": 587.8123084664608,
            "y": 635.2302475218661,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 3,
              "out_degree": 0,
              "degree": 3
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "agussubiyanto",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "91agussubiyanto",
          "attributes": {
            "label": "91agussubiyanto",
            "x": 247.8090269914538,
            "y": 853.2791247330949,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 3,
              "out_degree": 0,
              "degree": 3
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "91agussubiyanto",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Kementerian",
          "attributes": {
            "label": "Kementerian",
            "x": 618.6918715622801,
            "y": 552.0620230489778,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 6,
              "out_degree": 0,
              "degree": 6
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "Kementerian",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "KOARMADA",
          "attributes": {
            "label": "KOARMADA",
            "x": 745.6797731973509,
            "y": 232.46807713133566,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "KOARMADA",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Koarmada",
          "attributes": {
            "label": "Koarmada",
            "x": 378.9331264084155,
            "y": 823.1122948878801,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "Koarmada",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Dudung",
          "attributes": {
            "label": "Dudung",
            "x": 631.0719207580888,
            "y": 631.8789028863204,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 3,
              "out_degree": 0,
              "degree": 3
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "Dudung",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Badan",
          "attributes": {
            "label": "Badan",
            "x": 175.70369396497287,
            "y": 367.71573413583593,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 3,
              "out_degree": 0,
              "degree": 3
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "Badan",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "TNI",
          "attributes": {
            "label": "TNI",
            "x": 235.13353314513853,
            "y": 106.54876602275975,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 5,
              "out_degree": 0,
              "degree": 5
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "TNI",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "SATSIBER",
          "attributes": {
            "label": "SATSIBER",
            "x": 959.6159255726394,
            "y": 965.1450982666862,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "SATSIBER",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "divhubinterpolriofficial",
          "attributes": {
            "label": "divhubinterpolriofficial",
            "x": 443.4196633129106,
            "y": 463.93431147212027,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "divhubinterpolriofficial",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Pak",
          "attributes": {
            "label": "Pak",
            "x": 663.2316160886602,
            "y": 750.1698746138577,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "Pak",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Dardardar",
          "attributes": {
            "label": "Dardardar",
            "x": 395.7542150821095,
            "y": 88.81294638317682,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "Dardardar",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "sudaryono",
          "attributes": {
            "label": "sudaryono",
            "x": 798.6157098600753,
            "y": 653.3159140853828,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "sudaryono",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Habema",
          "attributes": {
            "label": "Habema",
            "x": 291.9722743371136,
            "y": 941.11380718937,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "Habema",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "KEMENTERIAN",
          "attributes": {
            "label": "KEMENTERIAN",
            "x": 760.473539553525,
            "y": 28.660592989187773,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7675620752493776148",
            "id": "KEMENTERIAN",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Tragedi HUT RI di Mimika: Duka di Tengah Perayaan Kemerdekaan 🇮🇩 Di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat Mimika, Papua Tengah, dikejutkan oleh insiden kekerasan dan penyanderaan warga sipil di Distrik Jila. Menurut laporan yang disampaikan aparat, kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM menyerang Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/YS dan Koramil Jila. Dalam situasi tersebut, seorang prajurit TNI, Pratu Riski Kurniawan, dilaporkan gugur dalam kontak tembak, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan korban dari masyarakat sipil. Neregingget Magai, seorang mama Papua, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak ketika berusaha melindungi putrinya yang hendak dibawa secara paksa. Sementara Inkolung Aim mengalami patah kaki setelah dilaporkan dilempar ke jurang dan kemudian berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Yang paling memprihatinkan, 9 perempuan dilaporkan dibawa paksa, dengan informasi dari aparat bahwa 8 di antaranya masih berusia di bawah umur. Hingga perkembangan terakhir, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pelacakan dan operasi penyelamatan terhadap para korban. Aparat telah memperkuat pengamanan di Distrik Jila, melakukan penyisiran terhadap jalur pelarian kelompok bersenjata, serta mengupayakan penyelamatan para sandera dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil, khususnya anak-anak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perempuan dan anak-anak harus mendapatkan perlindungan dalam setiap situasi konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama. Semoga seluruh korban yang masih ditawan dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam keadaan selamat. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan, dan seluruh masyarakat Papua dapat hidup dalam kedamaian, keamanan, serta terbebas dari kekerasan. 🇮🇩 SATU TEKAD: SELAMATKAN RAKYAT PAPUA. 🇮🇩 JAGA PERDAMAIAN. JAGA KEMANUSIAAN. JAGA NKRI. #TragediMimika, #Jila, #Mimika, #PapuaTengah, #papua  SUBIANTO  Presiden  Indra Wijaya HQ  Penerangan TNI    PERTAHANAN  Pertahanan RI  I  RI  Abdurachman (DAR)  Intelijen Negara   Angkatan Laut  Angkatan Udara  TNI   Soegi  🦀    Ekonomi Kreatif RI  PU  UMKM  PKP  Sosial RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihpos_cepos",
          "attributes": {
            "label": "cenderawasihpos_cepos",
            "x": 635.5663758631856,
            "y": 668.1031355240846,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 8,
              "degree": 8
            },
            "_id": "7674022818530544914",
            "id": "cenderawasihpos_cepos",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Situasi di Kota Jayapura terpantau dalam pengawasan aparat keamanan menjelang rencana aksi demonstrasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Sabtu (15/8/2026). Aparat gabungan disiagakan di sejumlah lokasi strategis sebagai langkah antisipasi sekaligus untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan tertib. Hingga pagi ini, perhatian aparat tertuju pada sejumlah kawasan yang berpotensi menjadi titik konsentrasi massa. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta tetap menjalankan aktivitas dengan memperhatikan perkembangan situasi di lapangan. 📖  BACA SELENGKAPNYA: 🔗  https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  Saluran Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q . . . #cepos #knpb #demo #kotajayapura #viraltiktok",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786747685000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#knpb",
              "#demo",
              "#kotajayapura",
              "#viraltiktok"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "alhaddar18_",
          "attributes": {
            "label": "alhaddar18_",
            "x": 252.32414899903154,
            "y": 282.3790227129794,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 3,
              "degree": 3
            },
            "_id": "7654596435173821714",
            "id": "alhaddar18_",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "UPACARA PENUTUPAN SATGAS DAN PENGHORMATAN TERHADAP PRAJURIT YANG GUGUR. ``Mimika, Papua Barat — 23 Juni 2026`` Telah dilaksanakan Upacara Penutupan Satuan Tugas (Satgas) yang berlangsung penuh khidmat di Mimika, Papua Barat, pada Selasa (23/6). Upacara ini sekaligus menjadi momen penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Upacara dipimpin langsung oleh Panglima Komando Operasi (Pangkoops) HABEMA, ReaperXell, sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas dedikasi, keberanian, dan pengorbanan para prajurit yang telah menjalankan tugas di wilayah operasi. Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada para prajurit yang gugur, sebagai wujud penghargaan atas jasa dan pengabdian mereka dalam menjaga kedaulatan serta keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Suasana duka dan kebanggaan menyelimuti setiap rangkaian acara, diikuti oleh jajaran prajurit yang berbaris rapi memberikan penghormatan terakhir. Dalam amanatnya, Pangkoops HABEMA menyampaikan bahwa pengorbanan para prajurit merupakan bentuk loyalitas dan pengabdian tertinggi kepada negara. Semangat juang dan keteladanan yang telah ditunjukkan akan menjadi sumber inspirasi bagi seluruh prajurit dalam melanjutkan tugas-tugas berikutnya. \"Pengabdianmu akan selalu dikenang, perjuanganmu menjadi kehormatan bagi bangsa dan negara,\" demikian pesan yang disampaikan dalam upacara tersebut. — Puspen TNI /  #foryoupage #robloxfyp #irafnewera #robloxroleplay #fyp   NEW ERA",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1782224622000,
            "hashtags": [
              "#foryoupage",
              "#robloxfyp",
              "#irafnewera",
              "#robloxroleplay",
              "#fyp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "puspenirafblx",
          "attributes": {
            "label": "puspenirafblx",
            "x": 815.0181673945381,
            "y": 242.46874612244707,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0675,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7654596435173821714",
            "id": "puspenirafblx",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "UPACARA PENUTUPAN SATGAS DAN PENGHORMATAN TERHADAP PRAJURIT YANG GUGUR. ``Mimika, Papua Barat — 23 Juni 2026`` Telah dilaksanakan Upacara Penutupan Satuan Tugas (Satgas) yang berlangsung penuh khidmat di Mimika, Papua Barat, pada Selasa (23/6). Upacara ini sekaligus menjadi momen penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Upacara dipimpin langsung oleh Panglima Komando Operasi (Pangkoops) HABEMA, ReaperXell, sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas dedikasi, keberanian, dan pengorbanan para prajurit yang telah menjalankan tugas di wilayah operasi. Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada para prajurit yang gugur, sebagai wujud penghargaan atas jasa dan pengabdian mereka dalam menjaga kedaulatan serta keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Suasana duka dan kebanggaan menyelimuti setiap rangkaian acara, diikuti oleh jajaran prajurit yang berbaris rapi memberikan penghormatan terakhir. Dalam amanatnya, Pangkoops HABEMA menyampaikan bahwa pengorbanan para prajurit merupakan bentuk loyalitas dan pengabdian tertinggi kepada negara. Semangat juang dan keteladanan yang telah ditunjukkan akan menjadi sumber inspirasi bagi seluruh prajurit dalam melanjutkan tugas-tugas berikutnya. \"Pengabdianmu akan selalu dikenang, perjuanganmu menjadi kehormatan bagi bangsa dan negara,\" demikian pesan yang disampaikan dalam upacara tersebut. — Puspen TNI /  #foryoupage #robloxfyp #irafnewera #robloxroleplay #fyp   NEW ERA",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1782224622000,
            "hashtags": [
              "#foryoupage",
              "#robloxfyp",
              "#irafnewera",
              "#robloxroleplay",
              "#fyp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "dr.cynaaamk",
          "attributes": {
            "label": "dr.cynaaamk",
            "x": 595.2865193479058,
            "y": 580.1689973048562,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0675,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7654596435173821714",
            "id": "dr.cynaaamk",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "UPACARA PENUTUPAN SATGAS DAN PENGHORMATAN TERHADAP PRAJURIT YANG GUGUR. ``Mimika, Papua Barat — 23 Juni 2026`` Telah dilaksanakan Upacara Penutupan Satuan Tugas (Satgas) yang berlangsung penuh khidmat di Mimika, Papua Barat, pada Selasa (23/6). Upacara ini sekaligus menjadi momen penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Upacara dipimpin langsung oleh Panglima Komando Operasi (Pangkoops) HABEMA, ReaperXell, sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas dedikasi, keberanian, dan pengorbanan para prajurit yang telah menjalankan tugas di wilayah operasi. Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada para prajurit yang gugur, sebagai wujud penghargaan atas jasa dan pengabdian mereka dalam menjaga kedaulatan serta keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Suasana duka dan kebanggaan menyelimuti setiap rangkaian acara, diikuti oleh jajaran prajurit yang berbaris rapi memberikan penghormatan terakhir. Dalam amanatnya, Pangkoops HABEMA menyampaikan bahwa pengorbanan para prajurit merupakan bentuk loyalitas dan pengabdian tertinggi kepada negara. Semangat juang dan keteladanan yang telah ditunjukkan akan menjadi sumber inspirasi bagi seluruh prajurit dalam melanjutkan tugas-tugas berikutnya. \"Pengabdianmu akan selalu dikenang, perjuanganmu menjadi kehormatan bagi bangsa dan negara,\" demikian pesan yang disampaikan dalam upacara tersebut. — Puspen TNI /  #foryoupage #robloxfyp #irafnewera #robloxroleplay #fyp   NEW ERA",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1782224622000,
            "hashtags": [
              "#foryoupage",
              "#robloxfyp",
              "#irafnewera",
              "#robloxroleplay",
              "#fyp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "IRAF",
          "attributes": {
            "label": "IRAF",
            "x": 794.6357885198559,
            "y": 379.33835229690715,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0675,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7654596435173821714",
            "id": "IRAF",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "UPACARA PENUTUPAN SATGAS DAN PENGHORMATAN TERHADAP PRAJURIT YANG GUGUR. ``Mimika, Papua Barat — 23 Juni 2026`` Telah dilaksanakan Upacara Penutupan Satuan Tugas (Satgas) yang berlangsung penuh khidmat di Mimika, Papua Barat, pada Selasa (23/6). Upacara ini sekaligus menjadi momen penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Upacara dipimpin langsung oleh Panglima Komando Operasi (Pangkoops) HABEMA, ReaperXell, sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas dedikasi, keberanian, dan pengorbanan para prajurit yang telah menjalankan tugas di wilayah operasi. Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada para prajurit yang gugur, sebagai wujud penghargaan atas jasa dan pengabdian mereka dalam menjaga kedaulatan serta keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Suasana duka dan kebanggaan menyelimuti setiap rangkaian acara, diikuti oleh jajaran prajurit yang berbaris rapi memberikan penghormatan terakhir. Dalam amanatnya, Pangkoops HABEMA menyampaikan bahwa pengorbanan para prajurit merupakan bentuk loyalitas dan pengabdian tertinggi kepada negara. Semangat juang dan keteladanan yang telah ditunjukkan akan menjadi sumber inspirasi bagi seluruh prajurit dalam melanjutkan tugas-tugas berikutnya. \"Pengabdianmu akan selalu dikenang, perjuanganmu menjadi kehormatan bagi bangsa dan negara,\" demikian pesan yang disampaikan dalam upacara tersebut. — Puspen TNI /  #foryoupage #robloxfyp #irafnewera #robloxroleplay #fyp   NEW ERA",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1782224622000,
            "hashtags": [
              "#foryoupage",
              "#robloxfyp",
              "#irafnewera",
              "#robloxroleplay",
              "#fyp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua267",
          "attributes": {
            "label": "papua267",
            "x": 234.8360902399772,
            "y": 229.98455147347286,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0226,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "7675621648200076565",
            "id": "papua267",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Kelompok Bersenjata OPM melakukan penyerangan pos keamanan TNI di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada momen peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).  Aksi keji pemberontak OPM tersebut mengakibatkan seorang prajurit Satgas Pam Obvitnas PTFI Yonif 133/YS, Pratu Riski Kurniawan, gugur di tempat usai terkena tembakan. Tak hanya itu, saat dipukul mundur oleh aparat gabungan, kelompok OPM melarikan diri ke arah hutan sambil membawa paksa 9 orang perempuan warga setempat. Aksi penembakan dan penculikan ini menimbulkan duka mendalam bagi warga setempat dan keluarga. Dua orang ibu yang berusaha melindungi anak gadisnya dari penculikan ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Korban atas nama Neregungget Magai (47) temukan dalam kondisi meninggal dengan luka tembak di perut. Sementara itu korban lainya atas nama Ingkolung Ain ditemukan selamat di dasar jurang dengan kondisi patah kaki. Jenazah korban meninggal dan korban luka sudah di evakuasi aparat gabungan TNI-Polri ke kampung Pilikogom. Aparat gabungan TNI-Polri saat ini tengah bergerak cepat untuk mencari keberadaan 9 korban dan melakukan upaya pembebasan sandera #semuaorang #semua #semuabisaditiktok #unfrezzmyaccount",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119935000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok",
              "#unfrezzmyaccount"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua.academy",
          "attributes": {
            "label": "papua.academy",
            "x": 905.540540844492,
            "y": 604.4329452018547,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0226,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "7675621648200076565",
            "id": "papua.academy",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Kelompok Bersenjata OPM melakukan penyerangan pos keamanan TNI di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada momen peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).  Aksi keji pemberontak OPM tersebut mengakibatkan seorang prajurit Satgas Pam Obvitnas PTFI Yonif 133/YS, Pratu Riski Kurniawan, gugur di tempat usai terkena tembakan. Tak hanya itu, saat dipukul mundur oleh aparat gabungan, kelompok OPM melarikan diri ke arah hutan sambil membawa paksa 9 orang perempuan warga setempat. Aksi penembakan dan penculikan ini menimbulkan duka mendalam bagi warga setempat dan keluarga. Dua orang ibu yang berusaha melindungi anak gadisnya dari penculikan ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Korban atas nama Neregungget Magai (47) temukan dalam kondisi meninggal dengan luka tembak di perut. Sementara itu korban lainya atas nama Ingkolung Ain ditemukan selamat di dasar jurang dengan kondisi patah kaki. Jenazah korban meninggal dan korban luka sudah di evakuasi aparat gabungan TNI-Polri ke kampung Pilikogom. Aparat gabungan TNI-Polri saat ini tengah bergerak cepat untuk mencari keberadaan 9 korban dan melakukan upaya pembebasan sandera #semuaorang #semua #semuabisaditiktok #unfrezzmyaccount",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119935000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok",
              "#unfrezzmyaccount"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "infopapua",
          "attributes": {
            "label": "infopapua",
            "x": 809.9458005119963,
            "y": 924.9004399230907,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0226,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "7675621648200076565",
            "id": "infopapua",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Kelompok Bersenjata OPM melakukan penyerangan pos keamanan TNI di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada momen peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).  Aksi keji pemberontak OPM tersebut mengakibatkan seorang prajurit Satgas Pam Obvitnas PTFI Yonif 133/YS, Pratu Riski Kurniawan, gugur di tempat usai terkena tembakan. Tak hanya itu, saat dipukul mundur oleh aparat gabungan, kelompok OPM melarikan diri ke arah hutan sambil membawa paksa 9 orang perempuan warga setempat. Aksi penembakan dan penculikan ini menimbulkan duka mendalam bagi warga setempat dan keluarga. Dua orang ibu yang berusaha melindungi anak gadisnya dari penculikan ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Korban atas nama Neregungget Magai (47) temukan dalam kondisi meninggal dengan luka tembak di perut. Sementara itu korban lainya atas nama Ingkolung Ain ditemukan selamat di dasar jurang dengan kondisi patah kaki. Jenazah korban meninggal dan korban luka sudah di evakuasi aparat gabungan TNI-Polri ke kampung Pilikogom. Aparat gabungan TNI-Polri saat ini tengah bergerak cepat untuk mencari keberadaan 9 korban dan melakukan upaya pembebasan sandera #semuaorang #semua #semuabisaditiktok #unfrezzmyaccount",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119935000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok",
              "#unfrezzmyaccount"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua777",
          "attributes": {
            "label": "papua777",
            "x": 406.7352766159328,
            "y": 960.0549320248691,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0226,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "7675621648200076565",
            "id": "papua777",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Kelompok Bersenjata OPM melakukan penyerangan pos keamanan TNI di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada momen peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).  Aksi keji pemberontak OPM tersebut mengakibatkan seorang prajurit Satgas Pam Obvitnas PTFI Yonif 133/YS, Pratu Riski Kurniawan, gugur di tempat usai terkena tembakan. Tak hanya itu, saat dipukul mundur oleh aparat gabungan, kelompok OPM melarikan diri ke arah hutan sambil membawa paksa 9 orang perempuan warga setempat. Aksi penembakan dan penculikan ini menimbulkan duka mendalam bagi warga setempat dan keluarga. Dua orang ibu yang berusaha melindungi anak gadisnya dari penculikan ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Korban atas nama Neregungget Magai (47) temukan dalam kondisi meninggal dengan luka tembak di perut. Sementara itu korban lainya atas nama Ingkolung Ain ditemukan selamat di dasar jurang dengan kondisi patah kaki. Jenazah korban meninggal dan korban luka sudah di evakuasi aparat gabungan TNI-Polri ke kampung Pilikogom. Aparat gabungan TNI-Polri saat ini tengah bergerak cepat untuk mencari keberadaan 9 korban dan melakukan upaya pembebasan sandera #semuaorang #semua #semuabisaditiktok #unfrezzmyaccount",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787119935000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok",
              "#unfrezzmyaccount"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua.tempo.dulu",
          "attributes": {
            "label": "papua.tempo.dulu",
            "x": 281.07338653846045,
            "y": 431.9442435058776,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3491,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7676657747970100500",
            "id": "papua.tempo.dulu",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "OPM Sandera 9 Perempuan Bawa Kabur Ke Hutan, UNTUK APA COBA Memalukan Sekali Aksi keji dan tidak manusiawi kembali dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa (18/8). Kelompok bersenjata tersebut nekat menyandera 9 orang perempuan, menembak mati seorang ibu, serta membuang anak korban ke dalam jurang. Aksi teror bersenjata tersebut tidak hanya bertujuan mengganggu stabilitas keamanan, tetapi juga berimbas langsung pada keselamatan warga sipil yang sama sekali tidak berdosa. ​Di tengah situasi yang mencekam, gelombang kepanikan melanda masyarakat setempat. Pada hari Selasa, 18 Agustus 2026 tepat pukul 13.40 WIT, sejumlah warga dengan penuh ketakutan mendatangi Koramil 1710-05/Jila untuk melaporkan nasib malang yang menimpa keluarga mereka. ​Laporan tersebut mengungkap fakta yang sangat memilukan bahwa KKB/OPM telah melakukan penyanderaan terhadap warga sipil. Tragisnya, para korban yang disandera seluruhnya adalah kaum perempuan dengan total mencapai 9 orang #semuaorang #semua #semuabisaditiktok  @🫂orng punya🫂  🌟  surya kencana",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787361176000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "VILMEI",
          "attributes": {
            "label": "VILMEI",
            "x": 589.5611892474344,
            "y": 956.6091854314406,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3491,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7676657747970100500",
            "id": "VILMEI",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "OPM Sandera 9 Perempuan Bawa Kabur Ke Hutan, UNTUK APA COBA Memalukan Sekali Aksi keji dan tidak manusiawi kembali dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa (18/8). Kelompok bersenjata tersebut nekat menyandera 9 orang perempuan, menembak mati seorang ibu, serta membuang anak korban ke dalam jurang. Aksi teror bersenjata tersebut tidak hanya bertujuan mengganggu stabilitas keamanan, tetapi juga berimbas langsung pada keselamatan warga sipil yang sama sekali tidak berdosa. ​Di tengah situasi yang mencekam, gelombang kepanikan melanda masyarakat setempat. Pada hari Selasa, 18 Agustus 2026 tepat pukul 13.40 WIT, sejumlah warga dengan penuh ketakutan mendatangi Koramil 1710-05/Jila untuk melaporkan nasib malang yang menimpa keluarga mereka. ​Laporan tersebut mengungkap fakta yang sangat memilukan bahwa KKB/OPM telah melakukan penyanderaan terhadap warga sipil. Tragisnya, para korban yang disandera seluruhnya adalah kaum perempuan dengan total mencapai 9 orang #semuaorang #semua #semuabisaditiktok  @🫂orng punya🫂  🌟  surya kencana",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787361176000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "yasminezkaa",
          "attributes": {
            "label": "yasminezkaa",
            "x": 650.3850282773476,
            "y": 647.6309902673353,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3491,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7676657747970100500",
            "id": "yasminezkaa",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "OPM Sandera 9 Perempuan Bawa Kabur Ke Hutan, UNTUK APA COBA Memalukan Sekali Aksi keji dan tidak manusiawi kembali dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa (18/8). Kelompok bersenjata tersebut nekat menyandera 9 orang perempuan, menembak mati seorang ibu, serta membuang anak korban ke dalam jurang. Aksi teror bersenjata tersebut tidak hanya bertujuan mengganggu stabilitas keamanan, tetapi juga berimbas langsung pada keselamatan warga sipil yang sama sekali tidak berdosa. ​Di tengah situasi yang mencekam, gelombang kepanikan melanda masyarakat setempat. Pada hari Selasa, 18 Agustus 2026 tepat pukul 13.40 WIT, sejumlah warga dengan penuh ketakutan mendatangi Koramil 1710-05/Jila untuk melaporkan nasib malang yang menimpa keluarga mereka. ​Laporan tersebut mengungkap fakta yang sangat memilukan bahwa KKB/OPM telah melakukan penyanderaan terhadap warga sipil. Tragisnya, para korban yang disandera seluruhnya adalah kaum perempuan dengan total mencapai 9 orang #semuaorang #semua #semuabisaditiktok  @🫂orng punya🫂  🌟  surya kencana",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787361176000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Agus",
          "attributes": {
            "label": "Agus",
            "x": 726.6193911374367,
            "y": 114.7304657615591,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.3491,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7676657747970100500",
            "id": "Agus",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "OPM Sandera 9 Perempuan Bawa Kabur Ke Hutan, UNTUK APA COBA Memalukan Sekali Aksi keji dan tidak manusiawi kembali dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa (18/8). Kelompok bersenjata tersebut nekat menyandera 9 orang perempuan, menembak mati seorang ibu, serta membuang anak korban ke dalam jurang. Aksi teror bersenjata tersebut tidak hanya bertujuan mengganggu stabilitas keamanan, tetapi juga berimbas langsung pada keselamatan warga sipil yang sama sekali tidak berdosa. ​Di tengah situasi yang mencekam, gelombang kepanikan melanda masyarakat setempat. Pada hari Selasa, 18 Agustus 2026 tepat pukul 13.40 WIT, sejumlah warga dengan penuh ketakutan mendatangi Koramil 1710-05/Jila untuk melaporkan nasib malang yang menimpa keluarga mereka. ​Laporan tersebut mengungkap fakta yang sangat memilukan bahwa KKB/OPM telah melakukan penyanderaan terhadap warga sipil. Tragisnya, para korban yang disandera seluruhnya adalah kaum perempuan dengan total mencapai 9 orang #semuaorang #semua #semuabisaditiktok  @🫂orng punya🫂  🌟  surya kencana",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787361176000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "megomodbangmail.come",
          "attributes": {
            "label": "megomodbangmail.come",
            "x": 477.1356219332944,
            "y": 36.05150743140262,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 4,
              "degree": 4
            },
            "_id": "7675746834333158676",
            "id": "megomodbangmail.come",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "lompok Bersenjata OPM melakukan penyerangan pos keamanan TNI di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada momen peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).  Aksi keji pemberontak OPM tersebut mengakibatkan seorang prajurit Satgas Pam Obvitnas PTFI Yonif 133/YS, Pratu Riski Kurniawan, gugur di tempat usai terkena tembakan. Tak hanya itu, saat dipukul mundur oleh aparat gabungan, kelompok OPM melarikan diri ke arah hutan sambil membawa paksa 9 orang perempuan warga setempat. Aksi penembakan dan penculikan ini menimbulkan duka mendalam bagi warga setempat dan keluarga. Dua orang ibu yang berusaha melindungi anak gadisnya dari penculikan ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Korban atas nama Neregungget Magai (47) temukan dalam kondisi meninggal dengan luka tembak di perut. Sementara itu korban lainya atas nama Ingkolung Ain ditemukan selamat di dasar jurang dengan kondisi patah kaki. Jenazah korban meninggal dan korban luka sudah di evakuasi aparat gabungan TNI-Polri ke kampung Pilikogom. Aparat gabungan TNI-Polri saat ini tengah bergerak cepat untuk mencari keberadaan 9 korban dan melakukan upaya pembebasan sandera #semuaorang #semua #semuabisaditiktok #unfrezzmyaccount",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787149081000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok",
              "#unfrezzmyaccount"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papedanews",
          "attributes": {
            "label": "papedanews",
            "x": 0.21512903269604866,
            "y": 221.62110659694477,
            "size": 3.59,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 2.2836,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7659800738704411911",
            "id": "papedanews",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan \"Tameng\" PT Kristalin: \"Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan NABIRE, Papua Tengah papedanews.com  Masyarakat adat Kampung Nifasi akhirnya angkat bicara menanggapi tudingan yang menyebut mereka dijadikan \"tameng\" oleh PT Kristalin Eka Lestari. Melalui tiga tokoh masyarakat, mereka menegaskan bahwa aksi pemalangan di lokasi kerja Musairo merupakan keputusan murni masyarakat adat sebagai bentuk mempertahankan hak ulayat, aset kampung, dan sumber penghidupan yang selama ini menopang kehidupan warga. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas pernyataan Kepala Suku Besar Wate, Otis Money, yang meminta agar perusahaan tidak menjadikan masyarakat sebagai pelindung operasionalnya. Bagi masyarakat Nifasi, anggapan bahwa mereka digerakkan atau diperalat perusahaan dinilai tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Mereka menegaskan setiap keputusan yang diambil lahir dari musyawarah masyarakat adat, bukan atas kepentingan pihak mana pun. Kepala Suku Kampung Nifasi, Dominggus Money, mengatakan kehadiran PT Kristalin Eka Lestari di wilayah mereka bukan terjadi secara sepihak, melainkan berawal dari keinginan masyarakat yang berharap investasi dapat membuka akses pembangunan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan kampung. Menurutnya, ketika muncul persoalan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan, penyelesaiannya semestinya dilakukan melalui dialog dengan masyarakat sebagai pemilik hak ulayat. \"Kami yang mengundang perusahaan datang. Kalau memang ada persoalan, mari duduk bersama masyarakat dan dengarkan aspirasi kami. Jangan mengambil keputusan tanpa komunikasi dengan masyarakat adat,\" tegas Dominggus. Ia menilai pendekatan dialog merupakan jalan terbaik agar setiap kebijakan yang diambil tidak justru menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional perusahaan. Pandangan serupa disampaikan Tokoh Perempuan Adat Wate Kampung Nifasi, Yantris. Ia membantah keras anggapan bahwa masyarakat berdiri membela perusahaan karena diarahkan pihak tertentu. Menurutnya, masyarakat bertahan karena merasakan manfaat nyata selama perusahaan beroperasi, mulai dari bantuan kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, dukungan pendidikan, bantuan bagi keluarga yang mengalami kedukaan, hingga pembangunan rumah bagi masyarakat. Ia menegaskan, apabila terdapat persoalan terkait administrasi, perizinan, maupun kewajiban perusahaan, penyelesaiannya harus dilakukan sesuai mekanisme hukum tanpa menghilangkan hak masyarakat untuk memperoleh penghidupan. \"Kalau memang ada persoalan izin atau kewajiban perusahaan, silakan diselesaikan sesuai aturan. Tetapi jangan sampai masyarakat kecil kehilangan mata pencaharian akibat persoalan yang bukan mereka buat,\" ujarnya. Sementara itu, perwakilan warga Suku Dani, Romi Wonda, menyatakan masyarakat akan tetap mempertahankan pemalangan di lokasi kerja Musairo hingga terdapat penyelesaian resmi melalui komunikasi langsung antara pimpinan PT Kristalin Eka Lestari dan masyarakat adat. Ia juga meminta aparat keamanan maupun Satgas menghormati keputusan masyarakat selama proses penyelesaian masih berlangsung. \"Kami hanya ingin satu, jangan ganggu piring makan masyarakat kecil. Kehidupan kami bergantung pada aktivitas yang ada di sini. Kami ingin persoalan ini diselesaikan dengan musyawarah, bukan dengan mengorbankan masyarakat,\" katanya. Ketiga tokoh masyarakat tersebut menegaskan bahwa pemalangan akan tetap dipertahankan hingga tercapai kesepakatan resmi antara PT Kristalin Eka Lestari dan pihak terkait. #masyarakat  #sorotan #nabire_tiktok_comunity  #fyppppppppppppppppppppppp",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1783436346000,
            "hashtags": [
              "#masyarakat",
              "#sorotan",
              "#nabire_tiktok_comunity",
              "#fyppppppppppppppppppppppp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Bahlil",
          "attributes": {
            "label": "Bahlil",
            "x": 33.89184893544284,
            "y": 690.7790671718607,
            "size": 13.13,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7677272173295176980",
            "id": "Bahlil",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "“Satu Per Satu Tumbang: Daftar Hitam Petinggi KKB Papua yang Berhasil Dieliminasi” \"Struktur komando kalian bukan lagi rahasia, melainkan daftar antrean. Pilihannya hanya dua: turun gunung dan menyerah, atau menyusul mereka yang sudah tumbang.\" \"Dulu merasa paling paham rimba, kini mereka sadar: bukan pohon yang berbisik, tapi ujung laras sniper yang sedang membidik.\" Situasi keamanan di Papua terus menjadi perhatian. Sejumlah tokoh yang disebut sebagai pimpinan atau komandan kelompok bersenjata di berbagai wilayah Papua dilaporkan tewas dalam operasi maupun kontak tembak dengan aparat keamanan. 10 nama struktur kelompok bersenjata yang berhasil di eliminasi ntara lain Mayu Waliya, Mayer Wenda, Lamek Alipky Taplo, Lipet Sobolim, Ferry Elas, Enos Tipagau, Wisurul Gwijangge, Kolonel Elly M. Bidana, AP, dan Tandi Kogoya. Selain itu, terdapat beberapa nama lain yang disebut dalam rangkaian operasi keamanan, seperti Undius Kogoya, Okto Tigau, dan Abubakar Kogoya. 🇮🇩 Keamanan Papua merupakan tanggung jawab bersama. Semoga setiap upaya penegakan hukum dan keamanan mengutamakan perlindungan masyarakat sipil, penghormatan terhadap hukum, serta terciptanya perdamaian dan stabilitas di Tanah Papua. #Papua, #PapuaIndonesia, #TanahPapua, #KeamananPapua, #KonflikPapua  SUBIANTO   Penerangan TNI  TNI  Intelijen Negara  Indra Wijaya HQ  Angkatan Laut  Angkatan Udara    Mania  Soegi   🦀  Abdurachman (DAR)  I  RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "kabarpolisi.com",
          "attributes": {
            "label": "kabarpolisi.com",
            "x": 37.865359465568794,
            "y": 640.3202275488151,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 4,
              "degree": 4
            },
            "_id": "7680182654808919317",
            "id": "kabarpolisi.com",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Kabarpolisi.com : \"Selamat dan sukses atas pelantikan serta pengangkatan Brigjen. Pol. Dr. Hengki Haryadi sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberhasilan dalam memimpin serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tanah Papua.\"    PRESISI   Sigit Prabowo   Polri",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788181875000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "humaspoldapapuabarat",
          "attributes": {
            "label": "humaspoldapapuabarat",
            "x": 709.5229253963178,
            "y": 385.9229587468108,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.843,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7680182654808919317",
            "id": "humaspoldapapuabarat",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Kabarpolisi.com : \"Selamat dan sukses atas pelantikan serta pengangkatan Brigjen. Pol. Dr. Hengki Haryadi sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberhasilan dalam memimpin serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tanah Papua.\"    PRESISI   Sigit Prabowo   Polri",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788181875000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "POLRI",
          "attributes": {
            "label": "POLRI",
            "x": 937.7215433157749,
            "y": 617.1115355279926,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.843,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7680182654808919317",
            "id": "POLRI",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Kabarpolisi.com : \"Selamat dan sukses atas pelantikan serta pengangkatan Brigjen. Pol. Dr. Hengki Haryadi sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberhasilan dalam memimpin serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tanah Papua.\"    PRESISI   Sigit Prabowo   Polri",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788181875000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Listyo",
          "attributes": {
            "label": "Listyo",
            "x": 525.8665234629582,
            "y": 618.1952153463546,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.843,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7680182654808919317",
            "id": "Listyo",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Kabarpolisi.com : \"Selamat dan sukses atas pelantikan serta pengangkatan Brigjen. Pol. Dr. Hengki Haryadi sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberhasilan dalam memimpin serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tanah Papua.\"    PRESISI   Sigit Prabowo   Polri",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788181875000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tintahukuminvstigasi.com",
          "attributes": {
            "label": "tintahukuminvstigasi.com",
            "x": 744.5248748235954,
            "y": 508.5553234475497,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7665756626300718344",
            "id": "tintahukuminvstigasi.com",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "🚨 PAPUA BERDARAH LAGI! 🚨 TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab atas Penembakan di Yahukimo, Ancaman Baru Kembali Dilontarkan Situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali menjadi sorotan. Kelompok TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan Brigpol Fredi Lukas Awes, personel BKO Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, serta tiga warga yang mereka tuduh sebagai mata-mata aparat. Klaim tersebut disampaikan melalui siaran pers tertanggal 21 Juli 2026 dan diperkuat dengan beredarnya video yang diklaim memperlihatkan eksekusi terhadap warga yang dituduh sebagai intelijen. Tak hanya itu, kelompok tersebut juga mengeluarkan ancaman kepada warga yang dianggap bekerja sama dengan aparat serta memperingatkan maskapai penerbangan sipil agar tidak mengangkut personel maupun logistik militer di wilayah konflik. Sementara itu, aparat keamanan masih terus melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait rangkaian insiden tersebut. Situasi di wilayah Yahukimo dilaporkan masih menjadi perhatian serius. 🗣️ Bagaimana menurut Anda? Sampaikan pendapat dengan santun di kolom komentar. 📲 Ikuti  untuk berita terbaru dan informasi menarik lainnya. #Papua #Yahukimo #TPNPB #OPM #BreakingNews",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1784823058000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#yahukimo",
              "#tpnpb",
              "#opm",
              "#breakingnews"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tintahukuminvestigasi.com",
          "attributes": {
            "label": "tintahukuminvestigasi.com",
            "x": 739.4945203816671,
            "y": 924.9083074201284,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7665756626300718344",
            "id": "tintahukuminvestigasi.com",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "🚨 PAPUA BERDARAH LAGI! 🚨 TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab atas Penembakan di Yahukimo, Ancaman Baru Kembali Dilontarkan Situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali menjadi sorotan. Kelompok TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan Brigpol Fredi Lukas Awes, personel BKO Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, serta tiga warga yang mereka tuduh sebagai mata-mata aparat. Klaim tersebut disampaikan melalui siaran pers tertanggal 21 Juli 2026 dan diperkuat dengan beredarnya video yang diklaim memperlihatkan eksekusi terhadap warga yang dituduh sebagai intelijen. Tak hanya itu, kelompok tersebut juga mengeluarkan ancaman kepada warga yang dianggap bekerja sama dengan aparat serta memperingatkan maskapai penerbangan sipil agar tidak mengangkut personel maupun logistik militer di wilayah konflik. Sementara itu, aparat keamanan masih terus melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait rangkaian insiden tersebut. Situasi di wilayah Yahukimo dilaporkan masih menjadi perhatian serius. 🗣️ Bagaimana menurut Anda? Sampaikan pendapat dengan santun di kolom komentar. 📲 Ikuti  untuk berita terbaru dan informasi menarik lainnya. #Papua #Yahukimo #TPNPB #OPM #BreakingNews",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1784823058000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#yahukimo",
              "#tpnpb",
              "#opm",
              "#breakingnews"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "ruang.kesadaran65",
          "attributes": {
            "label": "ruang.kesadaran65",
            "x": 810.4211594699212,
            "y": 694.6122443260136,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7684068535240281362",
            "id": "ruang.kesadaran65",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Persoalan Papua bukan semata-mata soal pilihan merdeka atau tetap bersama Indonesia. Di balik perdebatan politik itu terdapat persoalan yang jauh lebih mendasar: martabat manusia, ruang hidup, identitas budaya, tanah, kekayaan alam, kekerasan, dan rasa keadilan. Mengapa setelah puluhan tahun, berbagai pendekatan pemerintah—mulai dari pembangunan, penggelontoran dana dalam jumlah besar, pemekaran wilayah, hingga pendekatan keamanan—belum juga mampu menyembuhkan luka di Tanah Papua? Mengapa Papua yang begitu kaya sumber daya alam justru terus menjadi wilayah konflik? Siapa yang paling menikmati kekayaan Papua? Adakah kepentingan politik dan ekonomi yang membuat penyelesaian konflik semakin rumit? Melalui Nota Pastoral, KWI mendorong evaluasi mendasar terhadap cara negara menangani Papua: pelurusan sejarah, rekonsiliasi yang jujur, penghormatan terhadap martabat manusia, penghentian kekerasan, serta dialog yang bermartabat. Bagi Gereja Katolik, Papua bukan sekadar persoalan politik atau keamanan. Papua pertama-tama adalah persoalan kemanusiaan. Setelah konflik berlangsung begitu panjang, ada satu pertanyaan yang sulit dihindari: Apakah kita sungguh-sungguh ingin menyelesaikan konflik Papua? ✍🏼✨ Simak selengkapnya di Ruang Tamu BacktoBDM — Part 2. From: https://youtube.com/  Full frame: https://youtu.be/E6n9c1oF-MQ  #BacktoBDM #RuangTamuBacktoBDM #Papua #KWI #NotaPastoral",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789086630000,
            "hashtags": [
              "#backtobdm",
              "#ruangtamubacktobdm",
              "#papua",
              "#kwi",
              "#notapastoral"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "budiman.tanuredjo",
          "attributes": {
            "label": "budiman.tanuredjo",
            "x": 437.99805021057534,
            "y": 915.916078843211,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7684068535240281362",
            "id": "budiman.tanuredjo",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Persoalan Papua bukan semata-mata soal pilihan merdeka atau tetap bersama Indonesia. Di balik perdebatan politik itu terdapat persoalan yang jauh lebih mendasar: martabat manusia, ruang hidup, identitas budaya, tanah, kekayaan alam, kekerasan, dan rasa keadilan. Mengapa setelah puluhan tahun, berbagai pendekatan pemerintah—mulai dari pembangunan, penggelontoran dana dalam jumlah besar, pemekaran wilayah, hingga pendekatan keamanan—belum juga mampu menyembuhkan luka di Tanah Papua? Mengapa Papua yang begitu kaya sumber daya alam justru terus menjadi wilayah konflik? Siapa yang paling menikmati kekayaan Papua? Adakah kepentingan politik dan ekonomi yang membuat penyelesaian konflik semakin rumit? Melalui Nota Pastoral, KWI mendorong evaluasi mendasar terhadap cara negara menangani Papua: pelurusan sejarah, rekonsiliasi yang jujur, penghormatan terhadap martabat manusia, penghentian kekerasan, serta dialog yang bermartabat. Bagi Gereja Katolik, Papua bukan sekadar persoalan politik atau keamanan. Papua pertama-tama adalah persoalan kemanusiaan. Setelah konflik berlangsung begitu panjang, ada satu pertanyaan yang sulit dihindari: Apakah kita sungguh-sungguh ingin menyelesaikan konflik Papua? ✍🏼✨ Simak selengkapnya di Ruang Tamu BacktoBDM — Part 2. From: https://youtube.com/  Full frame: https://youtu.be/E6n9c1oF-MQ  #BacktoBDM #RuangTamuBacktoBDM #Papua #KWI #NotaPastoral",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789086630000,
            "hashtags": [
              "#backtobdm",
              "#ruangtamubacktobdm",
              "#papua",
              "#kwi",
              "#notapastoral"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "bengkalis_one",
          "attributes": {
            "label": "bengkalis_one",
            "x": 606.3786771569686,
            "y": 417.56703426103826,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 3,
              "degree": 3
            },
            "_id": "7683771155638914312",
            "id": "bengkalis_one",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan duka cita mendalam atas tewasnya tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Papua. Tiga ASN tersebut diduga ditembak saat mengirimkan bantuan pangan dan ternak ke wilayah Papua Pegunungan. Berdasarkan informasi pihak kepolisian, tiga petugas rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya itu diduga ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026) sore. Amran menilai penembakan terhadap petugas pemerintah yang sedang bertugas kemanusiaan tersebut semestinya tidak terjadi. \"Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua. Mereka semestinya aman selama menjalankan tugas kemanusiaan itu,” ujar Amran dikutip Liputan6.com, Kamis (10/9/2026). Amran menegaskan bahwa petugas yang menjalankan program bantuan ternak dan ketahanan pangan di wilayah Papua bukan pihak yang membawa ancaman. Oleh karena itu, mereka harus mendapat jaminan keamanan penuh dari aparat penegak hukum. Ia pun meminta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz beserta jajaran TNI-Polri mengusut tuntas pelaku penembakan serta memastikan keselamatan para petugas lapangan di Papua. “Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua,” tegasnya PRABOWO  Amran  #bapanas #indonesia #papua #beritaviral #fypシ゚viral",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789017390000,
            "hashtags": [
              "#bapanas",
              "#indonesia",
              "#papua",
              "#beritaviral",
              "#fyp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "PRESIDEN",
          "attributes": {
            "label": "PRESIDEN",
            "x": 300.6548266159788,
            "y": 815.125159689868,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0675,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7683771155638914312",
            "id": "PRESIDEN",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan duka cita mendalam atas tewasnya tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Papua. Tiga ASN tersebut diduga ditembak saat mengirimkan bantuan pangan dan ternak ke wilayah Papua Pegunungan. Berdasarkan informasi pihak kepolisian, tiga petugas rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya itu diduga ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026) sore. Amran menilai penembakan terhadap petugas pemerintah yang sedang bertugas kemanusiaan tersebut semestinya tidak terjadi. \"Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua. Mereka semestinya aman selama menjalankan tugas kemanusiaan itu,” ujar Amran dikutip Liputan6.com, Kamis (10/9/2026). Amran menegaskan bahwa petugas yang menjalankan program bantuan ternak dan ketahanan pangan di wilayah Papua bukan pihak yang membawa ancaman. Oleh karena itu, mereka harus mendapat jaminan keamanan penuh dari aparat penegak hukum. Ia pun meminta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz beserta jajaran TNI-Polri mengusut tuntas pelaku penembakan serta memastikan keselamatan para petugas lapangan di Papua. “Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua,” tegasnya PRABOWO  Amran  #bapanas #indonesia #papua #beritaviral #fypシ゚viral",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789017390000,
            "hashtags": [
              "#bapanas",
              "#indonesia",
              "#papua",
              "#beritaviral",
              "#fyp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Jalan",
          "attributes": {
            "label": "Jalan",
            "x": 936.6193379619938,
            "y": 22.603369224607818,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0675,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7683771155638914312",
            "id": "Jalan",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan duka cita mendalam atas tewasnya tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Papua. Tiga ASN tersebut diduga ditembak saat mengirimkan bantuan pangan dan ternak ke wilayah Papua Pegunungan. Berdasarkan informasi pihak kepolisian, tiga petugas rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya itu diduga ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026) sore. Amran menilai penembakan terhadap petugas pemerintah yang sedang bertugas kemanusiaan tersebut semestinya tidak terjadi. \"Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua. Mereka semestinya aman selama menjalankan tugas kemanusiaan itu,” ujar Amran dikutip Liputan6.com, Kamis (10/9/2026). Amran menegaskan bahwa petugas yang menjalankan program bantuan ternak dan ketahanan pangan di wilayah Papua bukan pihak yang membawa ancaman. Oleh karena itu, mereka harus mendapat jaminan keamanan penuh dari aparat penegak hukum. Ia pun meminta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz beserta jajaran TNI-Polri mengusut tuntas pelaku penembakan serta memastikan keselamatan para petugas lapangan di Papua. “Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua,” tegasnya PRABOWO  Amran  #bapanas #indonesia #papua #beritaviral #fypシ゚viral",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789017390000,
            "hashtags": [
              "#bapanas",
              "#indonesia",
              "#papua",
              "#beritaviral",
              "#fyp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Andi.Amran.Sulaiman",
          "attributes": {
            "label": "Andi.Amran.Sulaiman",
            "x": 848.4014573633672,
            "y": 398.3698094263036,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0675,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7683771155638914312",
            "id": "Andi.Amran.Sulaiman",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan duka cita mendalam atas tewasnya tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Papua. Tiga ASN tersebut diduga ditembak saat mengirimkan bantuan pangan dan ternak ke wilayah Papua Pegunungan. Berdasarkan informasi pihak kepolisian, tiga petugas rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya itu diduga ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026) sore. Amran menilai penembakan terhadap petugas pemerintah yang sedang bertugas kemanusiaan tersebut semestinya tidak terjadi. \"Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua. Mereka semestinya aman selama menjalankan tugas kemanusiaan itu,” ujar Amran dikutip Liputan6.com, Kamis (10/9/2026). Amran menegaskan bahwa petugas yang menjalankan program bantuan ternak dan ketahanan pangan di wilayah Papua bukan pihak yang membawa ancaman. Oleh karena itu, mereka harus mendapat jaminan keamanan penuh dari aparat penegak hukum. Ia pun meminta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz beserta jajaran TNI-Polri mengusut tuntas pelaku penembakan serta memastikan keselamatan para petugas lapangan di Papua. “Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua,” tegasnya PRABOWO  Amran  #bapanas #indonesia #papua #beritaviral #fypシ゚viral",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789017390000,
            "hashtags": [
              "#bapanas",
              "#indonesia",
              "#papua",
              "#beritaviral",
              "#fyp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "pemasyarakatanpapua",
          "attributes": {
            "label": "pemasyarakatanpapua",
            "x": 919.9941648810318,
            "y": 344.7410225240767,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7676104385381895444",
            "id": "pemasyarakatanpapua",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Lantik Pejabat Struktural dan Fungsional, Kakanwil Ditjenpas Papua Sutarno Tekankan Integritas dan Penguatan Tata Kelola Pemasyarakatan PAPUA, INFO_DITJENPAS — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Papua, Sutarno, Bc.IP., S.H., M.H., melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan terhadap 18 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Kanwil Ditjenpas Papua, Kamis (20/8/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penataan sekaligus penguatan organisasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di wilayah Papua. Para pejabat yang dilantik akan mengemban tanggung jawab pada sejumlah satuan kerja dengan bidang tugas yang berbeda. Dari 18 pejabat yang dilantik, delapan merupakan pejabat struktural, sementara 10 lainnya merupakan pejabat fungsional yang terdiri atas Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ahli Pertama dan Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama.  Bacaan selengkapnya di : Lantik Pejabat Struktural : https://pemasyarakatanpapua.id/lantik-delapan-pejabat-kakanwil-ditjenpas-papua-sutarno-perkuat-tata-kelola-pemasyarakatan Lantik Pejabat Fungsional :  https://pemasyarakatanpapua.id/10-pejabat-fungsional-dilantik-kakanwil-ditjenpas-papua-tekankan-integritas-dan-profesionalisme ✍️ Editor:  — Mahasiswa Universitas YAPIS Papua (UNIYAP), peserta kerja praktik di Kanwil Ditjenpas Papua. #kanwilditjenpaspapua #pemasyarakatan #fypp",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787232329000,
            "hashtags": [
              "#kanwilditjenpaspapua",
              "#pemasyarakatan",
              "#fypp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "firrarlh",
          "attributes": {
            "label": "firrarlh",
            "x": 382.27463882781177,
            "y": 980.0766933428613,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7676104385381895444",
            "id": "firrarlh",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Lantik Pejabat Struktural dan Fungsional, Kakanwil Ditjenpas Papua Sutarno Tekankan Integritas dan Penguatan Tata Kelola Pemasyarakatan PAPUA, INFO_DITJENPAS — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Papua, Sutarno, Bc.IP., S.H., M.H., melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan terhadap 18 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Kanwil Ditjenpas Papua, Kamis (20/8/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penataan sekaligus penguatan organisasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di wilayah Papua. Para pejabat yang dilantik akan mengemban tanggung jawab pada sejumlah satuan kerja dengan bidang tugas yang berbeda. Dari 18 pejabat yang dilantik, delapan merupakan pejabat struktural, sementara 10 lainnya merupakan pejabat fungsional yang terdiri atas Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ahli Pertama dan Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama.  Bacaan selengkapnya di : Lantik Pejabat Struktural : https://pemasyarakatanpapua.id/lantik-delapan-pejabat-kakanwil-ditjenpas-papua-sutarno-perkuat-tata-kelola-pemasyarakatan Lantik Pejabat Fungsional :  https://pemasyarakatanpapua.id/10-pejabat-fungsional-dilantik-kakanwil-ditjenpas-papua-tekankan-integritas-dan-profesionalisme ✍️ Editor:  — Mahasiswa Universitas YAPIS Papua (UNIYAP), peserta kerja praktik di Kanwil Ditjenpas Papua. #kanwilditjenpaspapua #pemasyarakatan #fypp",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787232329000,
            "hashtags": [
              "#kanwilditjenpaspapua",
              "#pemasyarakatan",
              "#fypp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Kemhan",
          "attributes": {
            "label": "Kemhan",
            "x": 937.35094841972,
            "y": 270.752477724298,
            "size": 13.13,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2194,
              "eigenvector": 39.2487,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7683498302406413588",
            "id": "Kemhan",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "LADANG GANJA DI PAPUA: NARKOBA, KEAMANAN, DAN PERLINDUNGAN GENERASI MUDA Aparat gabungan TNI menemukan dan memusnahkan ladang ganja dalam jumlah besar di wilayah Papua Pegunungan. Di Yahukimo, ditemukan sekitar 5.000 batang tanaman ganja, terdiri dari sekitar 3.000 batang di Kampung Kima Kompleks dan 2.000 batang di Kampung Air Garam. Dalam operasi tersebut, aparat juga menemukan busur panah dan 26 anak panah di sekitar lokasi. Pada September 2026, aparat juga melaporkan pemusnahan sekitar 1.347 batang tanaman ganja di Pegunungan Bintang yang menurut keterangan aparat dikaitkan dengan jaringan OPM/Kodap XXV Bintang Timur. Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyampaikan bahwa pemberantasan ladang ganja merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah perbatasan sekaligus melindungi masyarakat Papua, khususnya generasi muda, dari bahaya narkotika. perdagangan narkotika digunakan untuk mendukung aktivitas kelompok bersenjata, persoalan tersebut tidak hanya menjadi masalah narkotika, tetapi juga menyentuh aspek keamanan dan pendanaan aktivitas kekerasan.  ⚖️ DARI SISI HUKUM, budidaya dan peredaran ganja dapat dikenakan ketentuan pidana narkotika sesuai UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Apabila terdapat dugaan tindak pidana lain seperti kepemilikan senjata ilegal atau tindak pidana terhadap keamanan negara, penerapan pasal tambahan bergantung pada fakta perkara dan hasil penyidikan serta proses peradilan. 🇮🇩 Pesan utama: Papua harus menjadi tanah kehidupan, tempat generasi muda tumbuh sehat, aman, dan memiliki masa depan. Pemberantasan narkotika membutuhkan kerja sama TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Papua. PAPUA SEHAT TANPA NARKOBA. PAPUA DAMAI, AMAN, DAN SEJAHTERA. BERSAMA MENJAGA GENERASI MUDA INDONESIA. 🇮🇩 #PapuaDamai, #PapuaSehat, #PapuaTanpaNarkoba, #StopNarkoba, #BerantasNarkoba  SUBIANTO   Angkatan Laut  Indra Wijaya HQ  Presiden  Penerangan TNI  Intelijen Negara    Abdurachman (DAR)  RI",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788953862000,
            "hashtags": [
              "#papuadamai",
              "#papuasehat",
              "#papuatanpanarkoba",
              "#stopnarkoba",
              "#berantasnarkoba"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "dpd.hkti.papua",
          "attributes": {
            "label": "dpd.hkti.papua",
            "x": 84.04160014128081,
            "y": 920.4042566906411,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7648845753573494036",
            "id": "dpd.hkti.papua",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "𝗗𝗣𝗗 𝗛𝗞𝗧𝗜 𝗣𝗮𝗽𝘂𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗰𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁 𝗠𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗶 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗞𝗲𝗮𝗺𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮 𝟮𝟬𝟮𝟲. Momentum ini menjadi pengingat penting bahwa keamanan pangan adalah fondasi bagi kesehatan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kemajuan daerah. Bersama HKTI, mari wujudkan pangan yang aman, sehat, bergizi, dan berkelanjutan untuk seluruh masyarakat Papua. \"𝘗𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘮𝘢𝘯, 𝘔𝘢𝘴𝘺𝘢𝘳𝘢𝘬𝘢𝘵 𝘚𝘦𝘩𝘢𝘵, 𝘗𝘢𝘱𝘶𝘢 𝘔𝘢𝘫𝘶.\" 𝗬𝗔𝗡𝗡𝗜, 𝗦𝗛,. 𝗠𝗛,. 𝗠.𝗦𝗼𝘀. Ketua HKTI Papua #𝐻𝑎𝑟𝑖𝐾𝑒𝑎𝑚𝑎𝑛𝑎𝑛𝑃𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑆𝑒𝑑𝑢𝑛𝑖𝑎2026 #𝑊𝑜𝑟𝑙𝑑𝐹𝑜𝑜𝑑𝑆𝑎𝑓𝑒𝑡𝑦𝐷𝑎𝑦 #𝐻𝐾𝑇𝐼𝑃𝑎𝑝𝑢𝑎 #𝐷𝑃𝐷𝐻𝐾𝑇𝐼𝑃𝑎𝑝𝑢𝑎 #𝑌𝑎𝑛𝑛𝑖𝑃𝑎𝑝𝑢𝑎 #𝑃𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝐴𝑚𝑎𝑛 #𝐾𝑒𝑡𝑎ℎ𝑎𝑛𝑎𝑛𝑃𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 #𝑃𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑖𝑎𝑛𝑃𝑎𝑝𝑢𝑎 #𝑃𝑒𝑡𝑎𝑛𝑖𝑃𝑎𝑝𝑢𝑎 #𝑃𝑎𝑝𝑢𝑎𝑀𝑎𝑗𝑢 #𝑃𝑎𝑝𝑢𝑎𝑆𝑒ℎ𝑎𝑡 #𝑃𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘𝑆𝑒𝑚𝑢𝑎 #𝑃𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑖𝑎𝑛𝐼𝑛𝑑𝑜𝑛𝑒𝑠𝑖𝑎 #𝐾𝑒𝑡𝑎ℎ𝑎𝑛𝑎𝑛𝑃𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑁𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 #𝑃𝑎𝑝𝑢𝑎𝑆𝑒𝑗𝑎ℎ𝑡𝑒𝑟𝑎",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1780885689000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "yanni_gerindrapapua",
          "attributes": {
            "label": "yanni_gerindrapapua",
            "x": 36.357164867176884,
            "y": 143.30441745910548,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7648845753573494036",
            "id": "yanni_gerindrapapua",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "𝗗𝗣𝗗 𝗛𝗞𝗧𝗜 𝗣𝗮𝗽𝘂𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗰𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁 𝗠𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗶 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗞𝗲𝗮𝗺𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮 𝟮𝟬𝟮𝟲. Momentum ini menjadi pengingat penting bahwa keamanan pangan adalah fondasi bagi kesehatan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kemajuan daerah. Bersama HKTI, mari wujudkan pangan yang aman, sehat, bergizi, dan berkelanjutan untuk seluruh masyarakat Papua. \"𝘗𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘮𝘢𝘯, 𝘔𝘢𝘴𝘺𝘢𝘳𝘢𝘬𝘢𝘵 𝘚𝘦𝘩𝘢𝘵, 𝘗𝘢𝘱𝘶𝘢 𝘔𝘢𝘫𝘶.\" 𝗬𝗔𝗡𝗡𝗜, 𝗦𝗛,. 𝗠𝗛,. 𝗠.𝗦𝗼𝘀. Ketua HKTI Papua #𝐻𝑎𝑟𝑖𝐾𝑒𝑎𝑚𝑎𝑛𝑎𝑛𝑃𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑆𝑒𝑑𝑢𝑛𝑖𝑎2026 #𝑊𝑜𝑟𝑙𝑑𝐹𝑜𝑜𝑑𝑆𝑎𝑓𝑒𝑡𝑦𝐷𝑎𝑦 #𝐻𝐾𝑇𝐼𝑃𝑎𝑝𝑢𝑎 #𝐷𝑃𝐷𝐻𝐾𝑇𝐼𝑃𝑎𝑝𝑢𝑎 #𝑌𝑎𝑛𝑛𝑖𝑃𝑎𝑝𝑢𝑎 #𝑃𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝐴𝑚𝑎𝑛 #𝐾𝑒𝑡𝑎ℎ𝑎𝑛𝑎𝑛𝑃𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 #𝑃𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑖𝑎𝑛𝑃𝑎𝑝𝑢𝑎 #𝑃𝑒𝑡𝑎𝑛𝑖𝑃𝑎𝑝𝑢𝑎 #𝑃𝑎𝑝𝑢𝑎𝑀𝑎𝑗𝑢 #𝑃𝑎𝑝𝑢𝑎𝑆𝑒ℎ𝑎𝑡 #𝑃𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘𝑆𝑒𝑚𝑢𝑎 #𝑃𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑖𝑎𝑛𝐼𝑛𝑑𝑜𝑛𝑒𝑠𝑖𝑎 #𝐾𝑒𝑡𝑎ℎ𝑎𝑛𝑎𝑛𝑃𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑁𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 #𝑃𝑎𝑝𝑢𝑎𝑆𝑒𝑗𝑎ℎ𝑡𝑒𝑟𝑎",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1780885689000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "kabarhr",
          "attributes": {
            "label": "kabarhr",
            "x": 211.8055721379649,
            "y": 289.412485648738,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 21.1299,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 1,
              "degree": 2
            },
            "_id": "7681204342875229461",
            "id": "kabarhr",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Kamu naik bus jemputan kantor seperti biasa, rute yang sudah kamu lewati ratusan kali. Tapi pagi itu, tiba-tiba bus dan kendaraan di depan dan belakangmu diberondong tembakan. Itu yang dialami karyawan PT Freeport Indonesia, Rabu pagi kemarin. Konvoi delapan kendaraan yang membawa pekerja dari kawasan highland Tembagapura menuju lowland Timika ditembak orang tidak dikenal saat melintasi Mile 60, Distrik Tembagapura, Papua Tengah, sekitar pukul 08.05 WIT. Tiga kendaraan kena tembak, dua bus pengangkut karyawan dan satu mobil boks kargo. Untungnya, ketiganya berhasil melanjutkan perjalanan dan tiba dengan selamat di Mile 58, sementara lima bus lain di belakang memilih putar balik ke Tembagapura demi keamanan. VP Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati, membenarkan insiden ini lewat keterangan resmi dan menegaskan tidak ada korban jiwa maupun luka. Sebagai langkah pengamanan, akses jalan utama menuju Tembagapura ditutup sementara. Aparat gabungan kini memperketat pengamanan dan menyelidiki pelaku di lokasi kejadian. Yang perlu digarisbawahi, ini bukan kejadian pertama. Penembakan serupa terhadap kendaraan Freeport sudah terjadi berulang sejak 2018, 2020, dan bahkan Maret 2026 lalu, seorang karyawan Freeport sempat tewas tertembak di area bekas tambang Grasberg yang tidak jauh dari lokasi ini. Ini gambaran nyata soal risiko yang dihadapi pekerja tambang di kawasan konflik seperti Tembagapura. Bukan cuma bahaya kerja teknis di lapangan, tapi juga ancaman keamanan di rute perjalanan sehari-hari menuju dan dari tempat kerja, sesuatu yang jarang dipikirkan pekerja kantoran biasa. Follow  buat pantau perkembangan kasus ini dan kondisi keamanan pekerja tambang di Papua. Share ke rekan kerja kamu yang bekerja di sektor pertambangan atau daerah rawan konflik. #KeselamatanKerja #Freeport #Tembagapura #Papua #kabarhr",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788419762000,
            "hashtags": [
              "#keselamatankerja",
              "#freeport",
              "#tembagapura",
              "#papua",
              "#kabarhr"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "ffunny012",
          "attributes": {
            "label": "ffunny012",
            "x": 46.894039149988465,
            "y": 8.395081853070474,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7666077620932726023",
            "id": "ffunny012",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "TPNPB KodaP III NDUGA KEMBALI BUKA MEDAN PERANG  Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) menyatakan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma kembali melanjutkan aktivitas perlawanan bersenjata setelah menyelesaikan persoalan internal yang muncul terkait pembebasan pilot asal Selandia Baru, Kapten Philips Mark Martens. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers resmi TPNPB yang diterbitkan pada Jumat, 24 Juli 2026. Dalam siaran pers tersebut dijelaskan bahwa Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Brigjen Egianus Kogeya bersama Kepala Staf Rumianus Wandikbo, didampingi pimpinan tiga Kowip dan 13 batalyon, telah menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB atas kesalahpahaman yang terjadi setelah pembebasan Kapten Philips Mark Martens. TPNPB menyebut kesalahpahaman itu membuat Kodap III Ndugama Derakma tidak menjalankan perannya dalam perjuangan bersenjata selama beberapa waktu terakhir. \"Kami seluruh pimpinan dan jajaran TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dengan ini meminta permohonan maaf kepada Jubir TPNPB, Sebby Sambom, serta seluruh pimpinan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dan kepada seluruh pejuang kemerdekaan bangsa Papua di dalam maupun luar negeri atas kesalahpahaman pembebasan Pilot asal Selandia Baru, Kapten Philips Mark Martens,\" demikian pernyataan Egianus Kogeya yang dikutip dalam siaran pers tersebut. Selain kepada pimpinan organisasi, permohonan maaf juga ditujukan kepada masyarakat Papua, khususnya masyarakat Nduga, jaringan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan (Kodap), para kurir dan intelijen organisasi, gereja-gereja, wartawan lokal, nasional, dan internasional, serta semua pihak yang selama ini mengikuti perjuangan mereka. Dalam pernyataan yang sama, pimpinan Kodap III juga menyampaikan permohonan maaf kepada leluhur Papua dan para pejuang yang telah gugur dalam konflik bersenjata. \"Kami atas nama pimpinan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma serta pimpinan tiga Kowip dan 13 komandan batalyon secara resmi meminta permohonan maaf kepada seluruh rakyat bangsa Papua Barat dari Sorong sampai Samarai, khususnya kepada rakyat Nduga,\" tulis TPNPB. Kemudian menurut Sebby Sambom, klarifikasi tersebut merupakan hasil koordinasi dan komunikasi yang berlangsung cukup lama. Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga mengaku telah menerima video pernyataan resmi dari Panglima Kodap III Ndugama Derakma pada Jumat, 24 Juli 2026. Atas dasar itu, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan menerima permohonan maaf tersebut dan kembali memberikan dukungan kepada Kodap III Ndugama Derakma. \"Atas kesalahpahaman dan permohonan maaf yang telah disampaikan oleh pimpinan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma bersama pasukan TPNPB, maka secara resmi Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mendukung kembali perang pembebasan nasional bangsa Papua yang dilakukan Brigjen Egianus Kogeya bersama pasukannya dari tiga Kowip dan 13 batalyon demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua,\" demikian bunyi siaran pers itu. TPNPB menyatakan, dengan berakhirnya persoalan internal tersebut, Kodap III Ndugama Derakma kembali membuka medan perang melawan aparat militer Indonesia sebagai bagian dari perjuangan politik organisasi tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, Nadi Papua belum memperoleh tanggapan dari TNI maupun aparat keamanan terkait pernyataan tersebut. #FreWstPapua #Nduga #PapuaNews #WestPapua #BreakingNews   semua orang pengikut  ⭐",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1784897793000,
            "hashtags": [
              "#frewstpapua",
              "#nduga",
              "#papuanews",
              "#westpapua",
              "#breakingnews"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "sorotan",
          "attributes": {
            "label": "sorotan",
            "x": 192.35761179198164,
            "y": 504.8104281503485,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7666077620932726023",
            "id": "sorotan",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "TPNPB KodaP III NDUGA KEMBALI BUKA MEDAN PERANG  Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) menyatakan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma kembali melanjutkan aktivitas perlawanan bersenjata setelah menyelesaikan persoalan internal yang muncul terkait pembebasan pilot asal Selandia Baru, Kapten Philips Mark Martens. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers resmi TPNPB yang diterbitkan pada Jumat, 24 Juli 2026. Dalam siaran pers tersebut dijelaskan bahwa Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Brigjen Egianus Kogeya bersama Kepala Staf Rumianus Wandikbo, didampingi pimpinan tiga Kowip dan 13 batalyon, telah menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB atas kesalahpahaman yang terjadi setelah pembebasan Kapten Philips Mark Martens. TPNPB menyebut kesalahpahaman itu membuat Kodap III Ndugama Derakma tidak menjalankan perannya dalam perjuangan bersenjata selama beberapa waktu terakhir. \"Kami seluruh pimpinan dan jajaran TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dengan ini meminta permohonan maaf kepada Jubir TPNPB, Sebby Sambom, serta seluruh pimpinan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dan kepada seluruh pejuang kemerdekaan bangsa Papua di dalam maupun luar negeri atas kesalahpahaman pembebasan Pilot asal Selandia Baru, Kapten Philips Mark Martens,\" demikian pernyataan Egianus Kogeya yang dikutip dalam siaran pers tersebut. Selain kepada pimpinan organisasi, permohonan maaf juga ditujukan kepada masyarakat Papua, khususnya masyarakat Nduga, jaringan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan (Kodap), para kurir dan intelijen organisasi, gereja-gereja, wartawan lokal, nasional, dan internasional, serta semua pihak yang selama ini mengikuti perjuangan mereka. Dalam pernyataan yang sama, pimpinan Kodap III juga menyampaikan permohonan maaf kepada leluhur Papua dan para pejuang yang telah gugur dalam konflik bersenjata. \"Kami atas nama pimpinan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma serta pimpinan tiga Kowip dan 13 komandan batalyon secara resmi meminta permohonan maaf kepada seluruh rakyat bangsa Papua Barat dari Sorong sampai Samarai, khususnya kepada rakyat Nduga,\" tulis TPNPB. Kemudian menurut Sebby Sambom, klarifikasi tersebut merupakan hasil koordinasi dan komunikasi yang berlangsung cukup lama. Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga mengaku telah menerima video pernyataan resmi dari Panglima Kodap III Ndugama Derakma pada Jumat, 24 Juli 2026. Atas dasar itu, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan menerima permohonan maaf tersebut dan kembali memberikan dukungan kepada Kodap III Ndugama Derakma. \"Atas kesalahpahaman dan permohonan maaf yang telah disampaikan oleh pimpinan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma bersama pasukan TPNPB, maka secara resmi Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mendukung kembali perang pembebasan nasional bangsa Papua yang dilakukan Brigjen Egianus Kogeya bersama pasukannya dari tiga Kowip dan 13 batalyon demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua,\" demikian bunyi siaran pers itu. TPNPB menyatakan, dengan berakhirnya persoalan internal tersebut, Kodap III Ndugama Derakma kembali membuka medan perang melawan aparat militer Indonesia sebagai bagian dari perjuangan politik organisasi tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, Nadi Papua belum memperoleh tanggapan dari TNI maupun aparat keamanan terkait pernyataan tersebut. #FreWstPapua #Nduga #PapuaNews #WestPapua #BreakingNews   semua orang pengikut  ⭐",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1784897793000,
            "hashtags": [
              "#frewstpapua",
              "#nduga",
              "#papuanews",
              "#westpapua",
              "#breakingnews"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "kabarunews",
          "attributes": {
            "label": "kabarunews",
            "x": 890.6284607498358,
            "y": 590.6407356556533,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7679596884951928084",
            "id": "kabarunews",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Kita tunggu 15 desember ini. buktikan kalo janjikan kalian kali ini bukan hoax lagi. #ruuperampasanaset #korupsi #prayforindonesia 15 tahun yang lalu. Sekarang gimana kabarnya pak? #ruuperampasanaset korupsi prayforindonesia Ini yang ngomong admin gerindra ya ruuperampasanaset korupsi prayforindonesia kita bantu rinci ya daerah mana aja yang terjadi bencana. Aceh: Banjir bandang, longsor, dan demonstrasi ricuh. Sumut: Tanah longsor dan kasus keracunan massal. Sumbar: Banjir lahar Marapi dan tanah longsor. Riau: Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kep. Riau: Bentrokan konflik agraria di Rempang. Lampung: Karhutla di TN Way Kambas dan kekeringan. DKI Jakarta: Demo besar di DPR. Jabar: Banjir luapan sungai dan keracunan massal. Jateng: Bencana kekeringan dan keracunan massal. Kalbar: Kebakaran hutan dan banjir luapan sungai. Kalsel: Karhutla parah di Kabupaten Banjar. Kaltim: Karhutla dan kasus keracunan massal. NTB: Kekeringan ekstrem dan krisis air bersih. NTT: Gempa bumi kuat dan krisis air bersih. Sulsel: Banjir bandang dan tanah longsor. Maluku Utara: Erupsi gunung api dan gelombang pasang. Sulut: Gelombang tinggi dan gempa Kep. Talaud. Papua: Keracunan massal dan konflik keamanan. Papua Tengah: Kerusuhan massa dan aksi KKB. Papua Pegunungan: Konflik bersenjata KKB di Nduga. Ini yang baru kami tahu. semoga semuanya bisa kembali kondusif dan dijauhkan dari bencana lagi. prayforindonesia 🎥",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788045499000,
            "hashtags": [
              "#ruuperampasanaset",
              "#korupsi",
              "#prayforindonesia",
              "#ruuperampasanaset"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "hecticholic",
          "attributes": {
            "label": "hecticholic",
            "x": 130.79604893091368,
            "y": 144.94359108817767,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7679596884951928084",
            "id": "hecticholic",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Kita tunggu 15 desember ini. buktikan kalo janjikan kalian kali ini bukan hoax lagi. #ruuperampasanaset #korupsi #prayforindonesia 15 tahun yang lalu. Sekarang gimana kabarnya pak? #ruuperampasanaset korupsi prayforindonesia Ini yang ngomong admin gerindra ya ruuperampasanaset korupsi prayforindonesia kita bantu rinci ya daerah mana aja yang terjadi bencana. Aceh: Banjir bandang, longsor, dan demonstrasi ricuh. Sumut: Tanah longsor dan kasus keracunan massal. Sumbar: Banjir lahar Marapi dan tanah longsor. Riau: Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kep. Riau: Bentrokan konflik agraria di Rempang. Lampung: Karhutla di TN Way Kambas dan kekeringan. DKI Jakarta: Demo besar di DPR. Jabar: Banjir luapan sungai dan keracunan massal. Jateng: Bencana kekeringan dan keracunan massal. Kalbar: Kebakaran hutan dan banjir luapan sungai. Kalsel: Karhutla parah di Kabupaten Banjar. Kaltim: Karhutla dan kasus keracunan massal. NTB: Kekeringan ekstrem dan krisis air bersih. NTT: Gempa bumi kuat dan krisis air bersih. Sulsel: Banjir bandang dan tanah longsor. Maluku Utara: Erupsi gunung api dan gelombang pasang. Sulut: Gelombang tinggi dan gempa Kep. Talaud. Papua: Keracunan massal dan konflik keamanan. Papua Tengah: Kerusuhan massa dan aksi KKB. Papua Pegunungan: Konflik bersenjata KKB di Nduga. Ini yang baru kami tahu. semoga semuanya bisa kembali kondusif dan dijauhkan dari bencana lagi. prayforindonesia 🎥",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788045499000,
            "hashtags": [
              "#ruuperampasanaset",
              "#korupsi",
              "#prayforindonesia",
              "#ruuperampasanaset"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "karyonowito",
          "attributes": {
            "label": "karyonowito",
            "x": 384.9363875107072,
            "y": 883.3646911854909,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7650626833125264647",
            "id": "karyonowito",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "AKBP Domingos De F. Ximenes, S.H., S.I.K., M.H. merayakan ulang tahunnya ke-43 pada 12 Juni 2026. Dilihat dari nomor induknya, 83061481, AKBP Domingos memang kelahira taun 1983 (43 tahun lalu). Ia menjabat Kapolres Puncak, Provinsi Papua Tengah, Jumat, 27 Maret 2026 AKBP Domingos menggantikan AKBP Mardi Marpaung yang pensiun. Domingos  De Fatima Ximenes nama lengkapnya merupakan alumni Akpol 2010. Namanya berada di urutan nomor 160 alumni Akpol 2010. Karir kepolisian beliau tercatat banyak bergerak di bidang reserse narkoba dan operasional kewilayahan, sebelum akhirnya mendapat promosi ke wilayah hukum Polda Papua. Saat menjabat sebagai Kapolsek Klojen di Malang, ia menginisiasi program distribusi pemenuhan gizi langsung dari pintu ke pintu untuk balita berisiko, yang membantu menurunkan prevalensi stunting di wilayah tersebut. Saat memimpin Polsek Sawahan di Polrestabes Surabaya, beliau mendapatkan apresiasi internal atas keberhasilannya menjaga stabilitas keamanan di area pusat kota yang padat penduduk serta respons cepat terhadap kejahatan jalanan. Ia juga dinilai sukses meredam potensi konflik horizontal pasca-aksi massa di Ilaga melalui metode pendekatan langsung (jabat tangan kemanusiaan) untuk mengembalikan stabilitas psikologis masyarakat. Riwayat Pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol) Lulus 2010 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK - PTIK) Lulus pada tahun 2018  Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) S1: Sarjana Hukum (S.H.) S2: Magister Hukum (M.H.) Cyber Security Training (Amerika Serikat):  Digital Forensics (Korea Selatan) 2022. Riwayat Jabatan Kapolsek Klojen (Polresta Malang Kota) 2021-2023 Kanit IV Subdit I Ditresnarkoba Polda Jawa Timur (2023) Kapolsek Sawahan Polrestabes Surabaya (Desember 2023 - Desember 2024) Analis Kebijakan Pertama Bidang Dalpers RO SDM Polda Jatim (Desember 2024) Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Papua Tengah (Awal 2026) Kapolres Puncak (Maret 2026 - Sekarang) #Polri #Akpol2010 #Kapolrespuncak Caption Foto: Domingos De F Ximenes, , Kapolres Puncak, Provinsi Papua Tengah. Merayakan ulang tahun  ke-43. Ia merupakan alumni Akpol 2010. (Foto: )",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1781300382000,
            "hashtags": [
              "#polri",
              "#akpol2010",
              "#kapolrespuncak"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "spripimpoldapapuatengah",
          "attributes": {
            "label": "spripimpoldapapuatengah",
            "x": 578.133282673319,
            "y": 408.4689497992602,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7650626833125264647",
            "id": "spripimpoldapapuatengah",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "AKBP Domingos De F. Ximenes, S.H., S.I.K., M.H. merayakan ulang tahunnya ke-43 pada 12 Juni 2026. Dilihat dari nomor induknya, 83061481, AKBP Domingos memang kelahira taun 1983 (43 tahun lalu). Ia menjabat Kapolres Puncak, Provinsi Papua Tengah, Jumat, 27 Maret 2026 AKBP Domingos menggantikan AKBP Mardi Marpaung yang pensiun. Domingos  De Fatima Ximenes nama lengkapnya merupakan alumni Akpol 2010. Namanya berada di urutan nomor 160 alumni Akpol 2010. Karir kepolisian beliau tercatat banyak bergerak di bidang reserse narkoba dan operasional kewilayahan, sebelum akhirnya mendapat promosi ke wilayah hukum Polda Papua. Saat menjabat sebagai Kapolsek Klojen di Malang, ia menginisiasi program distribusi pemenuhan gizi langsung dari pintu ke pintu untuk balita berisiko, yang membantu menurunkan prevalensi stunting di wilayah tersebut. Saat memimpin Polsek Sawahan di Polrestabes Surabaya, beliau mendapatkan apresiasi internal atas keberhasilannya menjaga stabilitas keamanan di area pusat kota yang padat penduduk serta respons cepat terhadap kejahatan jalanan. Ia juga dinilai sukses meredam potensi konflik horizontal pasca-aksi massa di Ilaga melalui metode pendekatan langsung (jabat tangan kemanusiaan) untuk mengembalikan stabilitas psikologis masyarakat. Riwayat Pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol) Lulus 2010 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK - PTIK) Lulus pada tahun 2018  Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) S1: Sarjana Hukum (S.H.) S2: Magister Hukum (M.H.) Cyber Security Training (Amerika Serikat):  Digital Forensics (Korea Selatan) 2022. Riwayat Jabatan Kapolsek Klojen (Polresta Malang Kota) 2021-2023 Kanit IV Subdit I Ditresnarkoba Polda Jawa Timur (2023) Kapolsek Sawahan Polrestabes Surabaya (Desember 2023 - Desember 2024) Analis Kebijakan Pertama Bidang Dalpers RO SDM Polda Jatim (Desember 2024) Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Papua Tengah (Awal 2026) Kapolres Puncak (Maret 2026 - Sekarang) #Polri #Akpol2010 #Kapolrespuncak Caption Foto: Domingos De F Ximenes, , Kapolres Puncak, Provinsi Papua Tengah. Merayakan ulang tahun  ke-43. Ia merupakan alumni Akpol 2010. (Foto: )",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1781300382000,
            "hashtags": [
              "#polri",
              "#akpol2010",
              "#kapolrespuncak"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "realpostertiktok",
          "attributes": {
            "label": "realpostertiktok",
            "x": 188.87410344315558,
            "y": 702.0021888159365,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 21.1299,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 1,
              "degree": 2
            },
            "_id": "7553330108665433400",
            "id": "realpostertiktok",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Isu Palestina kembali jadi sorotan dunia setelah Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan pemungutan suara terkait resolusi penting. Dalam sidang tersebut, sebanyak 142 negara memberikan dukungan, 12 negara abstain, dan 10 negara secara tegas menolak resolusi yang mendukung pembentukan negara Palestina merdeka. Keputusan ini langsung jadi perhatian publik global, karena perjuangan Palestina untuk diakui sebagai negara berdaulat sudah berlangsung puluhan tahun. Nah, siapa saja 10 negara yang menolak resolusi ini? Mari kita lihat daftarnya: 🌍 10 Negara yang Menolak Akui Palestina: Amerika Serikat 🇺🇸 Sekutu utama Israel ini sudah diprediksi akan menolak. Alasannya selalu berkaitan dengan keamanan Israel dan posisi strategis di Timur Tengah. Israel 🇮🇱 Penolakan jelas datang dari Israel yang berkonflik langsung dengan Palestina. Mereka menolak segala bentuk legitimasi internasional bagi Palestina. Hungaria 🇭🇺 Negara Eropa Timur ini memilih sejalan dengan kebijakan pro-Israel, meskipun sebagian besar negara Uni Eropa mendukung Palestina. Nauru 🇳🇷 Negara kecil di Pasifik ini punya hubungan erat dengan AS, sehingga keputusannya sering sejalan dengan Washington. Palau 🇵🇼 Sama seperti Nauru, Palau juga konsisten mengikuti langkah politik AS dan Israel. Paraguay 🇵🇾 Jadi salah satu negara di Amerika Latin yang menolak Palestina, berbeda dengan mayoritas negara tetangganya. Mikronesia 🇫🇲 Negara kecil lain di Pasifik yang sering mengikuti arah kebijakan luar negeri AS. Papua Nugini 🇵🇬 Meski jarang disorot, Papua Nugini masuk daftar penolak dengan alasan diplomatik tertentu. Tonga 🇹🇴 Kerajaan kecil di Pasifik ini juga berada di jalur penolak pengakuan Palestina. Argentina 🇦🇷 Keputusan mengejutkan datang dari Argentina. Meski sebelumnya sering mengambil posisi netral dalam isu Timur Tengah, kali ini mereka justru ikut dalam barisan penolak. 📌 Dari daftar ini terlihat jelas bahwa mayoritas penolak adalah sekutu dekat AS dan Israel, ditambah negara-negara kecil Pasifik, serta Argentina yang langkahnya kali ini jadi sorotan dunia. Meski begitu, suara dukungan 142 negara tetap menunjukkan mayoritas besar dunia mendukung Palestina. Hanya saja, penolakan negara-negara tertentu masih menjadi batu sandungan dalam perjalanan panjang Palestina menuju pengakuan penuh sebagai negara merdeka. 👉 Menurut kalian, apakah dukungan besar ini akan membuka jalan lebih luas bagi Palestina, atau justru semakin memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh politik negara-negara penolak? 📌 Cek konten menarik lainnya di  #PalestinaMerdeka #BeritaInternasional #KonflikPalestina #IsuGlobal #fyp",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1758646718000,
            "hashtags": [
              "#palestinamerdeka",
              "#beritainternasional",
              "#konflikpalestina",
              "#isuglobal",
              "#fyp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "penajournalis77",
          "attributes": {
            "label": "penajournalis77",
            "x": 223.8013895081833,
            "y": 151.65159684294449,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7684122196553321748",
            "id": "penajournalis77",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Skandal Rp58,5 Miliar! Kasubdit Bareskrim Polri Kombes Pol Fahrurozi Dilaporkan Diduga Tipu Investor Asal Malaysia Berkedok Tambang Emas   PT Pena Journalis Lintang Media JAKARTA — Dunia kepolisian kembali diguncang skandal besar. Seorang Perwira Menengah Polri berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Fahrurozi, S.I.K., M.M., M.H., yang kini menjabat sebagai Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi tambang emas senilai Rp58,5 miliar. Pelaporan dilakukan oleh Advokat Bagas Pangestu Pribadi, S.H., CTL., selaku kuasa hukum korban Syafeezan Bin Abu Hasan, warga negara asing (WNA) asal Malaysia.   Laporan resmi tercatat dengan Nomor LP/B/379/VIII/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 20 Agustus 2026, dengan pasal dugaan Pasal 492 dan/atau Pasal 486 KUHP (UU No. 1 Tahun 2023) tentang Penipuan dan Penggelapan.       Kronologi: Janji Tambang Emas, Izin & Keamanan — Modal Tak Pernah Kembali   Peristiwa bermula sekitar Mei 2025 di Jakarta, ketika korban diperkenalkan kepada Kombes Pol Fahrurozi oleh saksi Bayu Aji Hendiyanto untuk membahas peluang bisnis tambang emas di Sulawesi Utara. Terlapor diduga memanfaatkan jabatan dan pengaruhnya untuk meyakinkan korban dengan sejumlah janji:   -  Jaminan keamanan operasional lapangan -  Perizinan rampung dalam 2–3 bulan (paling lambat Agustus 2025) -  Keuntungan 0,8%–1% per kubikasi tanah, panen tiap 2 bulan -  Bagi hasil: 40% operasional, 60% dibagi korban–terlapor; 30% bagian terlapor ditahan sampai modal kembali   Tergiur, korban menyetor dana dalam tiga tahap:   1. USDT 1.593.021 (≈Rp26 miliar) — dikirim via Binance ke dompet Bayu Aji 2. Rp13 miliar — transfer ke rekening Mandiri No. 1260028087889 a.n. Fahrurozi 3. Rp19,5 miliar — transfer ke rekening pribadi terlapor untuk pembelian lahan \"Pit 6–50.000 kubik\"   Total: Rp58,5 miliar — namun tak ada satu butir emas pun, tak ada laporan produksi, tak ada izin yang rampung.       Somasi Diabaikan, Komunikasi Diputus   Korban telah melayangkan Somasi I dan II, namun terlapor tidak menunjukkan itikad baik — justru memutus seluruh akses komunikasi secara sepihak. Kerugian materiil korban mencapai Rp58.500.000.000.       Profil Terlapor: Karir Strategis, Termasuk Mantan Pejabat Baintelkam Bidang SDM   Kombes Pol Fahrurozi (NRP 78081585), alumni Akpol 2003, memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse dan intelijen:   - Kasat Reskrim di berbagai Polres Papua & Kalimantan Selatan - Kapolres Purworejo (2021) | Kapolres Blora (2022) - Wakaden A Ropaminal Divpropam Polri (2023) - Kasubdit Sumber Daya Mineral Baintelkam Polri (Maret 2025) — sangat ironis, karena dugaan penipuan tambang emas dimulai tepat periode ini - Kasubdit I Dittipidnarkoba Bareskrim Polri (sejak 15 Desember 2025)       Bukti Diserahkan ke Penyidik   Laporan diterima oleh Ipda Arif Mayudi Fadli (Piket Siaga Bareskrim) dan AKBP H. Erzyanto Yukama, S.T., M.M. (Kasubbagtrimlap). Bukti diserahkan:   - 1 bundel bukti transfer - 2 bundel surat somasi - 1 bundel rekaman percakapan (chatting) korban–terlapor       Ancaman & Desakan   Kasus ini dinilai sangat serius — oknum yang justru membidangi keamanan dan hukum diduga memakai jabatannya untuk menipu investor asing. Tak hanya merugikan korban, hal ini juga merusak citra Polri dan iklim investasi Indonesia. Kuasa hukum korban mendesak Bareskrim Polri menyidik kasus ini secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.   (TIM/Red/PPWI) Editor: Asep NS   #PenipuanInvestasi #KombesPolFahrurozi #BareskrimPolri #TambangEmasIlegal #PenggelapanUang   Lalengke",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789099127000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Wilson",
          "attributes": {
            "label": "Wilson",
            "x": 898.8055851183013,
            "y": 753.6368103553953,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7684122196553321748",
            "id": "Wilson",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Skandal Rp58,5 Miliar! Kasubdit Bareskrim Polri Kombes Pol Fahrurozi Dilaporkan Diduga Tipu Investor Asal Malaysia Berkedok Tambang Emas   PT Pena Journalis Lintang Media JAKARTA — Dunia kepolisian kembali diguncang skandal besar. Seorang Perwira Menengah Polri berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Fahrurozi, S.I.K., M.M., M.H., yang kini menjabat sebagai Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi tambang emas senilai Rp58,5 miliar. Pelaporan dilakukan oleh Advokat Bagas Pangestu Pribadi, S.H., CTL., selaku kuasa hukum korban Syafeezan Bin Abu Hasan, warga negara asing (WNA) asal Malaysia.   Laporan resmi tercatat dengan Nomor LP/B/379/VIII/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 20 Agustus 2026, dengan pasal dugaan Pasal 492 dan/atau Pasal 486 KUHP (UU No. 1 Tahun 2023) tentang Penipuan dan Penggelapan.       Kronologi: Janji Tambang Emas, Izin & Keamanan — Modal Tak Pernah Kembali   Peristiwa bermula sekitar Mei 2025 di Jakarta, ketika korban diperkenalkan kepada Kombes Pol Fahrurozi oleh saksi Bayu Aji Hendiyanto untuk membahas peluang bisnis tambang emas di Sulawesi Utara. Terlapor diduga memanfaatkan jabatan dan pengaruhnya untuk meyakinkan korban dengan sejumlah janji:   -  Jaminan keamanan operasional lapangan -  Perizinan rampung dalam 2–3 bulan (paling lambat Agustus 2025) -  Keuntungan 0,8%–1% per kubikasi tanah, panen tiap 2 bulan -  Bagi hasil: 40% operasional, 60% dibagi korban–terlapor; 30% bagian terlapor ditahan sampai modal kembali   Tergiur, korban menyetor dana dalam tiga tahap:   1. USDT 1.593.021 (≈Rp26 miliar) — dikirim via Binance ke dompet Bayu Aji 2. Rp13 miliar — transfer ke rekening Mandiri No. 1260028087889 a.n. Fahrurozi 3. Rp19,5 miliar — transfer ke rekening pribadi terlapor untuk pembelian lahan \"Pit 6–50.000 kubik\"   Total: Rp58,5 miliar — namun tak ada satu butir emas pun, tak ada laporan produksi, tak ada izin yang rampung.       Somasi Diabaikan, Komunikasi Diputus   Korban telah melayangkan Somasi I dan II, namun terlapor tidak menunjukkan itikad baik — justru memutus seluruh akses komunikasi secara sepihak. Kerugian materiil korban mencapai Rp58.500.000.000.       Profil Terlapor: Karir Strategis, Termasuk Mantan Pejabat Baintelkam Bidang SDM   Kombes Pol Fahrurozi (NRP 78081585), alumni Akpol 2003, memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse dan intelijen:   - Kasat Reskrim di berbagai Polres Papua & Kalimantan Selatan - Kapolres Purworejo (2021) | Kapolres Blora (2022) - Wakaden A Ropaminal Divpropam Polri (2023) - Kasubdit Sumber Daya Mineral Baintelkam Polri (Maret 2025) — sangat ironis, karena dugaan penipuan tambang emas dimulai tepat periode ini - Kasubdit I Dittipidnarkoba Bareskrim Polri (sejak 15 Desember 2025)       Bukti Diserahkan ke Penyidik   Laporan diterima oleh Ipda Arif Mayudi Fadli (Piket Siaga Bareskrim) dan AKBP H. Erzyanto Yukama, S.T., M.M. (Kasubbagtrimlap). Bukti diserahkan:   - 1 bundel bukti transfer - 2 bundel surat somasi - 1 bundel rekaman percakapan (chatting) korban–terlapor       Ancaman & Desakan   Kasus ini dinilai sangat serius — oknum yang justru membidangi keamanan dan hukum diduga memakai jabatannya untuk menipu investor asing. Tak hanya merugikan korban, hal ini juga merusak citra Polri dan iklim investasi Indonesia. Kuasa hukum korban mendesak Bareskrim Polri menyidik kasus ini secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.   (TIM/Red/PPWI) Editor: Asep NS   #PenipuanInvestasi #KombesPolFahrurozi #BareskrimPolri #TambangEmasIlegal #PenggelapanUang   Lalengke",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789099127000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "jspnews4",
          "attributes": {
            "label": "jspnews4",
            "x": 840.4814444684683,
            "y": 212.46407757238973,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7683531699397283092",
            "id": "jspnews4",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Merauke, Jurnal Selatan Papua – BPJS Kesehatan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui program Customer eXcellence 126 (CX126). Program tersebut dirancang untuk mengukur penerapan customer excellence di 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan sekaligus mengidentifikasi berbagai praktik terbaik yang dapat diterapkan secara lebih luas. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujo Waskito, mengatakan pengalaman peserta menjadi salah satu faktor penting dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik terhadap layanan JKN. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan BPJS Kesehatan di Surabaya, Jumat (4/9/2026). Menurut Pujo, perkembangan ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik menuntut BPJS Kesehatan untuk terus beradaptasi dan memberikan pelayanan yang mudah diakses, informasi yang jelas, serta solusi yang cepat dan konsisten. Ia menyebutkan, pelayanan tersebut diberikan baik melalui Kantor Cabang maupun berbagai kanal layanan, seperti Care Center 165, Mobile JKN, PANDAWA, dan kanal digital lainnya. Melalui CX126, BPJS Kesehatan menerapkan standar pelayanan yang berorientasi pada prinsip Mudah, Cepat, Setara, dan Solutif. Penilaian tidak hanya bertujuan mencari Kantor Cabang dengan kinerja terbaik, tetapi juga mengidentifikasi faktor yang membuat pelayanan tersebut unggul sehingga dapat diterapkan di Kantor Cabang lainnya. Penilaian CX126 dilakukan melalui delapan pilar, yakni Customer Experience, Operational Performance, Digital Maturity, Governance, Risk Management, Stakeholder Engagement, People Excellence, dan Organizational Culture. Pengalaman peserta melalui Voice of Customer juga menjadi bagian dari pengukuran. Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, mengatakan kualitas pelayanan merupakan bentuk nyata kehadiran Program JKN yang langsung dirasakan masyarakat. Menurutnya, kemudahan akses, kejelasan informasi, keamanan proses, dan kepastian solusi menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman serta kepercayaan peserta terhadap Program JKN. Stevanus menegaskan, hasil asesmen CX126 tidak semata-mata untuk memberikan penghargaan, tetapi harus menjadi dasar bagi BPJS Kesehatan untuk melakukan perbaikan pelayanan secara konkret dan berkelanjutan. Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengatakan keunggulan pelayanan tidak ditentukan oleh besar kecilnya Kantor Cabang, lokasi, maupun tingkat tantangan yang dihadapi. Menurutnya, pelayanan yang unggul dapat diwujudkan ketika kepemimpinan, proses kerja, teknologi, sumber daya manusia, dan budaya pelayanan bergerak dalam satu arah. Melalui CX126, BPJS Kesehatan berharap praktik pelayanan terbaik dari masing-masing Kantor Cabang dapat direplikasi sehingga standar pelayanan yang mudah, cepat, setara, dan solutif dapat dirasakan secara konsisten oleh seluruh peserta JKN. (Tya) #bpjskesehatan #cx126 #merauke #fyp #viral  Kesehatan Cabang Merauke",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788961637000,
            "hashtags": [
              "#bpjskesehatan",
              "#cx126",
              "#merauke",
              "#fyp",
              "#viral"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "BPJS",
          "attributes": {
            "label": "BPJS",
            "x": 754.5910753379469,
            "y": 41.278144408252174,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7683531699397283092",
            "id": "BPJS",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Merauke, Jurnal Selatan Papua – BPJS Kesehatan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui program Customer eXcellence 126 (CX126). Program tersebut dirancang untuk mengukur penerapan customer excellence di 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan sekaligus mengidentifikasi berbagai praktik terbaik yang dapat diterapkan secara lebih luas. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujo Waskito, mengatakan pengalaman peserta menjadi salah satu faktor penting dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik terhadap layanan JKN. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan BPJS Kesehatan di Surabaya, Jumat (4/9/2026). Menurut Pujo, perkembangan ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik menuntut BPJS Kesehatan untuk terus beradaptasi dan memberikan pelayanan yang mudah diakses, informasi yang jelas, serta solusi yang cepat dan konsisten. Ia menyebutkan, pelayanan tersebut diberikan baik melalui Kantor Cabang maupun berbagai kanal layanan, seperti Care Center 165, Mobile JKN, PANDAWA, dan kanal digital lainnya. Melalui CX126, BPJS Kesehatan menerapkan standar pelayanan yang berorientasi pada prinsip Mudah, Cepat, Setara, dan Solutif. Penilaian tidak hanya bertujuan mencari Kantor Cabang dengan kinerja terbaik, tetapi juga mengidentifikasi faktor yang membuat pelayanan tersebut unggul sehingga dapat diterapkan di Kantor Cabang lainnya. Penilaian CX126 dilakukan melalui delapan pilar, yakni Customer Experience, Operational Performance, Digital Maturity, Governance, Risk Management, Stakeholder Engagement, People Excellence, dan Organizational Culture. Pengalaman peserta melalui Voice of Customer juga menjadi bagian dari pengukuran. Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, mengatakan kualitas pelayanan merupakan bentuk nyata kehadiran Program JKN yang langsung dirasakan masyarakat. Menurutnya, kemudahan akses, kejelasan informasi, keamanan proses, dan kepastian solusi menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman serta kepercayaan peserta terhadap Program JKN. Stevanus menegaskan, hasil asesmen CX126 tidak semata-mata untuk memberikan penghargaan, tetapi harus menjadi dasar bagi BPJS Kesehatan untuk melakukan perbaikan pelayanan secara konkret dan berkelanjutan. Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengatakan keunggulan pelayanan tidak ditentukan oleh besar kecilnya Kantor Cabang, lokasi, maupun tingkat tantangan yang dihadapi. Menurutnya, pelayanan yang unggul dapat diwujudkan ketika kepemimpinan, proses kerja, teknologi, sumber daya manusia, dan budaya pelayanan bergerak dalam satu arah. Melalui CX126, BPJS Kesehatan berharap praktik pelayanan terbaik dari masing-masing Kantor Cabang dapat direplikasi sehingga standar pelayanan yang mudah, cepat, setara, dan solutif dapat dirasakan secara konsisten oleh seluruh peserta JKN. (Tya) #bpjskesehatan #cx126 #merauke #fyp #viral  Kesehatan Cabang Merauke",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788961637000,
            "hashtags": [
              "#bpjskesehatan",
              "#cx126",
              "#merauke",
              "#fyp",
              "#viral"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "senator.idn",
          "attributes": {
            "label": "senator.idn",
            "x": 29.729232064032107,
            "y": 72.46150157139752,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 2,
              "degree": 2
            },
            "_id": "7575449707439262984",
            "id": "senator.idn",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "JAKARTA - Perkara dugaan perbuatan melawan hukum yang diajukan mantan sekretaris DPD Partai Gerindra di Papua, Arny Ternatani Syahrul terhadap Ir. Iwan Sumule dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk hingga saat ini masih dalam tahap mediasi. Gugatan yang didaftarkan pada 20 Januari 2025 dengan nomor registrasi perkara 45/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst baru digelar satu kali sidang di Pengadilan Jakarta Pusat. Belum diketahui dan diputuskan pengadilan siapa yang bersalah dalam kasus ini. Dalam gugatannya, Arny menuduh Iwan Sumule melakukan penarikan dana tanpa sepengetahuannya dari rekening bersama bernomor 160-00-0120428-8. Wanita ini menyebutkan adanya keterlibatan dari Iwan Sumule atas permintaan Mensesneg Prasetyo Hadi. \"Seingat dan sepengetahuan saya, uang itu diberikan Ketum Gerindra untuk operasional saksi, dan Iwan Sumule diminta untuk dilibatkan oleh Prastyo Hadi yang kini jadi Mensesneg,\" kata Arny kepada wartawan. Uang senilai 4.9 miliar selanjutnya ditarik Iwan Sumule dari Bank Mandiri tanpa sepergetahuannya itu dalam dua kali. Penarikan pertama dengan jumlah Rp 2,6 miliar pada 23 April 2014 dan terakhir sejumlah  Rp 2,399 miliar pada 28 April 2014. Arny mengklaim bahwa tindakan ini menimbulkan kerugian finansial, karena saat pembukaan rekening disebutkan bahwa penarikan dana hanya bisa dilakukan setelah ada kesepakatan kedua belah pihak. Selain Iwan Sumule, Arny juga menggugat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Ia menilai bank telah memproses transaksi tanpa pemberitahuan kepadanya sebagai salah satu pemegang rekening. Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dalam transaksi perbankan, terutama untuk rekening bersama.   Berdasarkan kasus ini, Bank Mandiri diduga melanggar prinsip perbankan yang diatur dalam undang-undang yang terdiri dari; 1. Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 3/10/PBI/2001 tentang Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer/KYC):     Pasal 2 ayat (1): Bank wajib menerapkan prinsip mengenal nasabah.     Pasal 4 ayat (1): Bank harus memverifikasi identitas nasabah sebelum melakukan transaksi.     Pasal 4 ayat (5): Jika diperlukan, bank wajib melakukan wawancara langsung dengan nasabah. 2. Pasal 49 Ayat (1) Huruf a & b UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan:     Bank dilarang melakukan pencatatan palsu atau menyembunyikan informasi transaksi. 3. UU No. 23 Tahun 1999 & UU No. 3 Tahun 2004 tentang Bank Indonesia:     Bank wajib menjaga keamanan sistem perbankan bagi publik. 4. UU No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK):     OJK bertanggung jawab melindungi konsumen jasa keuangan dari praktik yang merugikan. Dalam hukum perdata, tindakan ini dapat dikategorikan sebagai Perbuatan Melawan Hukum (PMH) sesuai dengan:  Pasal 1365 KUHPerdata: \"Tiap perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian pada orang lain, mewajibkan pihak yang bersalah untuk mengganti kerugian.\" dan  Pasal 1313 KUHPerdata: Bank memiliki kewajiban hukum untuk menjaga kepentingan kedua belah pihak dalam rekening bersama, bukan hanya salah satu pihak. Sidang kasus gugatan yang menyeret nama Iwan Sumule, Prasetyo Hadi dan Bank Mandiri, perdana telah dilaksanakan pada awal Februari 2025, dan setelah kehadiran Bank Mandiri pada sidang berikutnya, kasus ini diarahkan majelis hakim untuk menempuh proses mediasi. Hingga berita ini diturunkan, kasus ini masih berjalan dan belum diketahui siapa yang bersalah.  #bankmandiri #iwansumule #ArnyTernatani #gerindra  #papua",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1763796838000,
            "hashtags": [
              "#bankmandiri",
              "#iwansumule",
              "#arnyternatani",
              "#gerindra",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "bankmandiri",
          "attributes": {
            "label": "bankmandiri",
            "x": 666.4460678149762,
            "y": 246.89003176904023,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.5166,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7575449707439262984",
            "id": "bankmandiri",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "JAKARTA - Perkara dugaan perbuatan melawan hukum yang diajukan mantan sekretaris DPD Partai Gerindra di Papua, Arny Ternatani Syahrul terhadap Ir. Iwan Sumule dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk hingga saat ini masih dalam tahap mediasi. Gugatan yang didaftarkan pada 20 Januari 2025 dengan nomor registrasi perkara 45/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst baru digelar satu kali sidang di Pengadilan Jakarta Pusat. Belum diketahui dan diputuskan pengadilan siapa yang bersalah dalam kasus ini. Dalam gugatannya, Arny menuduh Iwan Sumule melakukan penarikan dana tanpa sepengetahuannya dari rekening bersama bernomor 160-00-0120428-8. Wanita ini menyebutkan adanya keterlibatan dari Iwan Sumule atas permintaan Mensesneg Prasetyo Hadi. \"Seingat dan sepengetahuan saya, uang itu diberikan Ketum Gerindra untuk operasional saksi, dan Iwan Sumule diminta untuk dilibatkan oleh Prastyo Hadi yang kini jadi Mensesneg,\" kata Arny kepada wartawan. Uang senilai 4.9 miliar selanjutnya ditarik Iwan Sumule dari Bank Mandiri tanpa sepergetahuannya itu dalam dua kali. Penarikan pertama dengan jumlah Rp 2,6 miliar pada 23 April 2014 dan terakhir sejumlah  Rp 2,399 miliar pada 28 April 2014. Arny mengklaim bahwa tindakan ini menimbulkan kerugian finansial, karena saat pembukaan rekening disebutkan bahwa penarikan dana hanya bisa dilakukan setelah ada kesepakatan kedua belah pihak. Selain Iwan Sumule, Arny juga menggugat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Ia menilai bank telah memproses transaksi tanpa pemberitahuan kepadanya sebagai salah satu pemegang rekening. Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dalam transaksi perbankan, terutama untuk rekening bersama.   Berdasarkan kasus ini, Bank Mandiri diduga melanggar prinsip perbankan yang diatur dalam undang-undang yang terdiri dari; 1. Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 3/10/PBI/2001 tentang Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer/KYC):     Pasal 2 ayat (1): Bank wajib menerapkan prinsip mengenal nasabah.     Pasal 4 ayat (1): Bank harus memverifikasi identitas nasabah sebelum melakukan transaksi.     Pasal 4 ayat (5): Jika diperlukan, bank wajib melakukan wawancara langsung dengan nasabah. 2. Pasal 49 Ayat (1) Huruf a & b UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan:     Bank dilarang melakukan pencatatan palsu atau menyembunyikan informasi transaksi. 3. UU No. 23 Tahun 1999 & UU No. 3 Tahun 2004 tentang Bank Indonesia:     Bank wajib menjaga keamanan sistem perbankan bagi publik. 4. UU No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK):     OJK bertanggung jawab melindungi konsumen jasa keuangan dari praktik yang merugikan. Dalam hukum perdata, tindakan ini dapat dikategorikan sebagai Perbuatan Melawan Hukum (PMH) sesuai dengan:  Pasal 1365 KUHPerdata: \"Tiap perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian pada orang lain, mewajibkan pihak yang bersalah untuk mengganti kerugian.\" dan  Pasal 1313 KUHPerdata: Bank memiliki kewajiban hukum untuk menjaga kepentingan kedua belah pihak dalam rekening bersama, bukan hanya salah satu pihak. Sidang kasus gugatan yang menyeret nama Iwan Sumule, Prasetyo Hadi dan Bank Mandiri, perdana telah dilaksanakan pada awal Februari 2025, dan setelah kehadiran Bank Mandiri pada sidang berikutnya, kasus ini diarahkan majelis hakim untuk menempuh proses mediasi. Hingga berita ini diturunkan, kasus ini masih berjalan dan belum diketahui siapa yang bersalah.  #bankmandiri #iwansumule #ArnyTernatani #gerindra  #papua",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1763796838000,
            "hashtags": [
              "#bankmandiri",
              "#iwansumule",
              "#arnyternatani",
              "#gerindra",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "partaigerindra",
          "attributes": {
            "label": "partaigerindra",
            "x": 588.4243362566544,
            "y": 536.9881598831613,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.5166,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7575449707439262984",
            "id": "partaigerindra",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "JAKARTA - Perkara dugaan perbuatan melawan hukum yang diajukan mantan sekretaris DPD Partai Gerindra di Papua, Arny Ternatani Syahrul terhadap Ir. Iwan Sumule dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk hingga saat ini masih dalam tahap mediasi. Gugatan yang didaftarkan pada 20 Januari 2025 dengan nomor registrasi perkara 45/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst baru digelar satu kali sidang di Pengadilan Jakarta Pusat. Belum diketahui dan diputuskan pengadilan siapa yang bersalah dalam kasus ini. Dalam gugatannya, Arny menuduh Iwan Sumule melakukan penarikan dana tanpa sepengetahuannya dari rekening bersama bernomor 160-00-0120428-8. Wanita ini menyebutkan adanya keterlibatan dari Iwan Sumule atas permintaan Mensesneg Prasetyo Hadi. \"Seingat dan sepengetahuan saya, uang itu diberikan Ketum Gerindra untuk operasional saksi, dan Iwan Sumule diminta untuk dilibatkan oleh Prastyo Hadi yang kini jadi Mensesneg,\" kata Arny kepada wartawan. Uang senilai 4.9 miliar selanjutnya ditarik Iwan Sumule dari Bank Mandiri tanpa sepergetahuannya itu dalam dua kali. Penarikan pertama dengan jumlah Rp 2,6 miliar pada 23 April 2014 dan terakhir sejumlah  Rp 2,399 miliar pada 28 April 2014. Arny mengklaim bahwa tindakan ini menimbulkan kerugian finansial, karena saat pembukaan rekening disebutkan bahwa penarikan dana hanya bisa dilakukan setelah ada kesepakatan kedua belah pihak. Selain Iwan Sumule, Arny juga menggugat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Ia menilai bank telah memproses transaksi tanpa pemberitahuan kepadanya sebagai salah satu pemegang rekening. Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dalam transaksi perbankan, terutama untuk rekening bersama.   Berdasarkan kasus ini, Bank Mandiri diduga melanggar prinsip perbankan yang diatur dalam undang-undang yang terdiri dari; 1. Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 3/10/PBI/2001 tentang Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer/KYC):     Pasal 2 ayat (1): Bank wajib menerapkan prinsip mengenal nasabah.     Pasal 4 ayat (1): Bank harus memverifikasi identitas nasabah sebelum melakukan transaksi.     Pasal 4 ayat (5): Jika diperlukan, bank wajib melakukan wawancara langsung dengan nasabah. 2. Pasal 49 Ayat (1) Huruf a & b UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan:     Bank dilarang melakukan pencatatan palsu atau menyembunyikan informasi transaksi. 3. UU No. 23 Tahun 1999 & UU No. 3 Tahun 2004 tentang Bank Indonesia:     Bank wajib menjaga keamanan sistem perbankan bagi publik. 4. UU No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK):     OJK bertanggung jawab melindungi konsumen jasa keuangan dari praktik yang merugikan. Dalam hukum perdata, tindakan ini dapat dikategorikan sebagai Perbuatan Melawan Hukum (PMH) sesuai dengan:  Pasal 1365 KUHPerdata: \"Tiap perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian pada orang lain, mewajibkan pihak yang bersalah untuk mengganti kerugian.\" dan  Pasal 1313 KUHPerdata: Bank memiliki kewajiban hukum untuk menjaga kepentingan kedua belah pihak dalam rekening bersama, bukan hanya salah satu pihak. Sidang kasus gugatan yang menyeret nama Iwan Sumule, Prasetyo Hadi dan Bank Mandiri, perdana telah dilaksanakan pada awal Februari 2025, dan setelah kehadiran Bank Mandiri pada sidang berikutnya, kasus ini diarahkan majelis hakim untuk menempuh proses mediasi. Hingga berita ini diturunkan, kasus ini masih berjalan dan belum diketahui siapa yang bersalah.  #bankmandiri #iwansumule #ArnyTernatani #gerindra  #papua",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1763796838000,
            "hashtags": [
              "#bankmandiri",
              "#iwansumule",
              "#arnyternatani",
              "#gerindra",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "attributes": {
            "label": "JubiNews",
            "x": 394.49175804213496,
            "y": 391.7835362104999,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "facebook-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 24,
              "degree": 24
            },
            "_id": "140278566024059_1828289195571560",
            "id": "JubiNews",
            "source": "facebook-000001",
            "content": "Massa aksi Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua yang digalang Komite Nasional Papua Barat (KNPN) dalam rangka memperingati 64 tahun Perjanjian New York diadang aparat keamanan saat hendak menuju Kantor Bupari Jayapura, Sabtu (15/8/2026).\n\n#Papua #Indonesia #WestPapua #PapuanLivesMatter #PapuaBukanTanahKosong\n\nHomepage: https://jubi.id/\nFacebook: JubiNews\nInstagram: newsjubi\nX: \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaMVnQiGE56kaStIsV3n\nTikTok: \nYoutube:",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786774534000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter",
              "#papuabukantanahkosong"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "News_jubi",
          "attributes": {
            "label": "News_jubi",
            "x": 481.5806333301621,
            "y": 683.8256316677397,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "facebook-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2818,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 8,
              "out_degree": 0,
              "degree": 8
            },
            "_id": "140278566024059_1828289195571560",
            "id": "News_jubi",
            "source": "facebook-000001",
            "content": "Massa aksi Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua yang digalang Komite Nasional Papua Barat (KNPN) dalam rangka memperingati 64 tahun Perjanjian New York diadang aparat keamanan saat hendak menuju Kantor Bupari Jayapura, Sabtu (15/8/2026).\n\n#Papua #Indonesia #WestPapua #PapuanLivesMatter #PapuaBukanTanahKosong\n\nHomepage: https://jubi.id/\nFacebook: JubiNews\nInstagram: newsjubi\nX: \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaMVnQiGE56kaStIsV3n\nTikTok: \nYoutube:",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786774534000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter",
              "#papuabukantanahkosong"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "jubinews",
          "attributes": {
            "label": "jubinews",
            "x": 834.3569854364217,
            "y": 617.3157794025745,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "facebook-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.2818,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 16,
              "out_degree": 0,
              "degree": 16
            },
            "_id": "140278566024059_1828289195571560",
            "id": "jubinews",
            "source": "facebook-000001",
            "content": "Massa aksi Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua yang digalang Komite Nasional Papua Barat (KNPN) dalam rangka memperingati 64 tahun Perjanjian New York diadang aparat keamanan saat hendak menuju Kantor Bupari Jayapura, Sabtu (15/8/2026).\n\n#Papua #Indonesia #WestPapua #PapuanLivesMatter #PapuaBukanTanahKosong\n\nHomepage: https://jubi.id/\nFacebook: JubiNews\nInstagram: newsjubi\nX: \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaMVnQiGE56kaStIsV3n\nTikTok: \nYoutube:",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786774534000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter",
              "#papuabukantanahkosong"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "TNIAngkatanLaut.Official",
          "attributes": {
            "label": "TNIAngkatanLaut.Official",
            "x": 85.35903347539298,
            "y": 312.94651649238193,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "facebook-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "115983136983560_1360088069628078",
            "id": "TNIAngkatanLaut.Official",
            "source": "facebook-000001",
            "content": "Jalesveva Jayamahe,\nSorong, 14 Agustus 2026,---TNI AL melalui Tim Gabungan Pengamanan Pelabuhan Pelni Kodaeral XIV yang terdiri dari Denintel dan Pomal Kodaeral XIV bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya Bidang KSDA Wilayah I Sorong berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satwa dilindungi tanpa dokumen resmi di KM Dobonsolo, yang akan berlayar dengan tujuan Bau-Bau, Makassar dan Surabaya, bertempat di Pelabuhan Umum Pelindo Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (14/8).\n\nDalam pemeriksaan yang dilaksanakan mulai pukul 06.30 hingga 10.10 WIT, tim gabungan menemukan sejumlah satwa yang diduga merupakan satwa dilindungi, terdiri dari satu ekor burung Kakatua Koki, satu ekor ular Sanca Hijau, satu ekor Tupai Terbang Papua dan lima ekor burung Pergam atau Merpati Hutan. Hingga pemeriksaan selesai, pemilik satwa tersebut belum ditemukan.\n\nSeluruh barang bukti selanjutnya diamankan dan dibawa ke Kantor Bidang KSDA Wilayah I Sorong untuk dilakukan pemeriksaan, pendataan dan pengelompokan jenis satwa. Nilai barang bukti tidak dapat ditaksir dengan uang karena merupakan satwa yang dilindungi.\n\nPenggagalan penyelundupan tersebut merupakan bentuk sinergi TNI AL bersama instansi terkait dalam menjaga kelestarian sumber daya alam dan keanekaragaman hayati, sekaligus mendukung penegakan hukum terhadap perdagangan dan peredaran satwa liar yang dilindungi.\n\nUpaya tersebut sejalan dengan arahan Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk meningkatkan kehadiran dan peran aktif TNI AL dalam menjaga keamanan wilayah laut dan mendukung upaya perlindungan sumber daya alam serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.\n\nFollow & Mention Twitter kami:\n ✅\nLike & Follow Facebook:\nDispen AL / Fanspage TNI ANGKATAN LAUT ✅\nFollow IG:\ntni_angkatan_laut ✅\n\n#jalesvevajayamahe #tnial #indonesiannavy\n#kasallaksamanatnimuhammadali #kasalmuhammadali #laksamanamuhammadali",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786698408000,
            "hashtags": [
              "#jalesvevajayamahe",
              "#tnial",
              "#indonesiannavy",
              "#kasallaksamanatnimuhammadali",
              "#kasalmuhammadali",
              "#laksamanamuhammadali"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "TNIAL",
          "attributes": {
            "label": "TNIAL",
            "x": 170.49898870569413,
            "y": 183.46572210211954,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "facebook-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "115983136983560_1360088069628078",
            "id": "TNIAL",
            "source": "facebook-000001",
            "content": "Jalesveva Jayamahe,\nSorong, 14 Agustus 2026,---TNI AL melalui Tim Gabungan Pengamanan Pelabuhan Pelni Kodaeral XIV yang terdiri dari Denintel dan Pomal Kodaeral XIV bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya Bidang KSDA Wilayah I Sorong berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satwa dilindungi tanpa dokumen resmi di KM Dobonsolo, yang akan berlayar dengan tujuan Bau-Bau, Makassar dan Surabaya, bertempat di Pelabuhan Umum Pelindo Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (14/8).\n\nDalam pemeriksaan yang dilaksanakan mulai pukul 06.30 hingga 10.10 WIT, tim gabungan menemukan sejumlah satwa yang diduga merupakan satwa dilindungi, terdiri dari satu ekor burung Kakatua Koki, satu ekor ular Sanca Hijau, satu ekor Tupai Terbang Papua dan lima ekor burung Pergam atau Merpati Hutan. Hingga pemeriksaan selesai, pemilik satwa tersebut belum ditemukan.\n\nSeluruh barang bukti selanjutnya diamankan dan dibawa ke Kantor Bidang KSDA Wilayah I Sorong untuk dilakukan pemeriksaan, pendataan dan pengelompokan jenis satwa. Nilai barang bukti tidak dapat ditaksir dengan uang karena merupakan satwa yang dilindungi.\n\nPenggagalan penyelundupan tersebut merupakan bentuk sinergi TNI AL bersama instansi terkait dalam menjaga kelestarian sumber daya alam dan keanekaragaman hayati, sekaligus mendukung penegakan hukum terhadap perdagangan dan peredaran satwa liar yang dilindungi.\n\nUpaya tersebut sejalan dengan arahan Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk meningkatkan kehadiran dan peran aktif TNI AL dalam menjaga keamanan wilayah laut dan mendukung upaya perlindungan sumber daya alam serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.\n\nFollow & Mention Twitter kami:\n ✅\nLike & Follow Facebook:\nDispen AL / Fanspage TNI ANGKATAN LAUT ✅\nFollow IG:\ntni_angkatan_laut ✅\n\n#jalesvevajayamahe #tnial #indonesiannavy\n#kasallaksamanatnimuhammadali #kasalmuhammadali #laksamanamuhammadali",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786698408000,
            "hashtags": [
              "#jalesvevajayamahe",
              "#tnial",
              "#indonesiannavy",
              "#kasallaksamanatnimuhammadali",
              "#kasalmuhammadali",
              "#laksamanamuhammadali"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@tribunpekanbaruofficial",
          "attributes": {
            "label": "@tribunpekanbaruofficial",
            "x": 803.8457269152896,
            "y": 48.242996960406344,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 4,
              "degree": 4
            },
            "_id": "0zYRPXotZGE",
            "id": "@tribunpekanbaruofficial",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Usai Eksekusi 3 PNS, OPM Nyatakan Perang Terbuka dengan TNI dan Polri di Wamena\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\n\nSituasi keamanan di Kota Wamena dan sejumlah wilayah di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, kembali memanas. \n\n\nKelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama Derakma menyatakan tidak akan meninggalkan wilayah tersebut dan mengeluarkan ancaman untuk membuka medan konflik bersenjata hingga ke pusat Kota Wamena.\n\n\nPernyataan itu disampaikan setelah kelompok tersebut mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama pada Rabu (9/9/2026) sore.\n\n\nDalam siaran pers yang beredar pada Rabu malam, TPNPB Kodap III Ndugama Derakma menyatakan akan tetap bertahan di wilayah Jayawijaya dan siap buka medan perang di Kota Wamena.\n\n\nSelain ancaman membuka medan konflik di kawasan perkotaan, kelompok tersebut juga mengeluarkan sejumlah ultimatum yang membatasi aktivitas masyarakat di beberapa jalur transportasi utama Papua Pegunungan.\n\n\nJalur Wamena–Tiom, Wamena–Yalimo, hingga Wamena–Jayapura disebut dalam ultimatum tersebut. \n\n\nPadahal, ruas-ruas jalan itu memiliki peran penting bagi pergerakan warga, distribusi bahan pokok, mobilitas pelayanan publik, dan konektivitas antardaerah di Papua Pegunungan.\n\n\nTPNPB juga menyerukan penghentian aktivitas perkantoran pemerintahan di Kota Wamena pada waktu tertentu. \n\n\nJuru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut aktivitas pemerintahan diminta dihentikan mulai pukul 07.00 hingga 15.00, dengan pengecualian terhadap rumah sakit, sekolah, serta aktivitas yang menurut kelompok tersebut dijamin hukum humaniter internasional.\n\n\nAncaman terhadap jalur transportasi menjadi perhatian serius karena gangguan keamanan di ruas-ruas tersebut berpotensi memengaruhi distribusi logistik, kebutuhan pokok masyarakat, aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat.\n\n\nDi tengah meningkatnya ketegangan, masyarakat diminta tidak mengambil tindakan sendiri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. \n\n\nWarga juga diimbau mengikuti arahan resmi pemerintah daerah dan aparat keamanan terkait kondisi di lapangan.\n\n\nSebelumnya, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, mengecam penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.\n\n\nMenurut Faizal, para korban merupakan aparatur sipil yang tengah menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. \n\n\n“Untuk itu kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Faizal.\n\n\nSumber Video \n\nFacebook/Lombok Post Online\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789054089000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tribunpekanbaruofficial",
          "attributes": {
            "label": "tribunpekanbaruofficial",
            "x": 738.5665619524458,
            "y": 91.54315672284852,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.843,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 3,
              "out_degree": 0,
              "degree": 3
            },
            "_id": "0zYRPXotZGE",
            "id": "tribunpekanbaruofficial",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Usai Eksekusi 3 PNS, OPM Nyatakan Perang Terbuka dengan TNI dan Polri di Wamena\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\n\nSituasi keamanan di Kota Wamena dan sejumlah wilayah di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, kembali memanas. \n\n\nKelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama Derakma menyatakan tidak akan meninggalkan wilayah tersebut dan mengeluarkan ancaman untuk membuka medan konflik bersenjata hingga ke pusat Kota Wamena.\n\n\nPernyataan itu disampaikan setelah kelompok tersebut mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama pada Rabu (9/9/2026) sore.\n\n\nDalam siaran pers yang beredar pada Rabu malam, TPNPB Kodap III Ndugama Derakma menyatakan akan tetap bertahan di wilayah Jayawijaya dan siap buka medan perang di Kota Wamena.\n\n\nSelain ancaman membuka medan konflik di kawasan perkotaan, kelompok tersebut juga mengeluarkan sejumlah ultimatum yang membatasi aktivitas masyarakat di beberapa jalur transportasi utama Papua Pegunungan.\n\n\nJalur Wamena–Tiom, Wamena–Yalimo, hingga Wamena–Jayapura disebut dalam ultimatum tersebut. \n\n\nPadahal, ruas-ruas jalan itu memiliki peran penting bagi pergerakan warga, distribusi bahan pokok, mobilitas pelayanan publik, dan konektivitas antardaerah di Papua Pegunungan.\n\n\nTPNPB juga menyerukan penghentian aktivitas perkantoran pemerintahan di Kota Wamena pada waktu tertentu. \n\n\nJuru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut aktivitas pemerintahan diminta dihentikan mulai pukul 07.00 hingga 15.00, dengan pengecualian terhadap rumah sakit, sekolah, serta aktivitas yang menurut kelompok tersebut dijamin hukum humaniter internasional.\n\n\nAncaman terhadap jalur transportasi menjadi perhatian serius karena gangguan keamanan di ruas-ruas tersebut berpotensi memengaruhi distribusi logistik, kebutuhan pokok masyarakat, aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat.\n\n\nDi tengah meningkatnya ketegangan, masyarakat diminta tidak mengambil tindakan sendiri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. \n\n\nWarga juga diimbau mengikuti arahan resmi pemerintah daerah dan aparat keamanan terkait kondisi di lapangan.\n\n\nSebelumnya, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, mengecam penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.\n\n\nMenurut Faizal, para korban merupakan aparatur sipil yang tengah menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. \n\n\n“Untuk itu kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Faizal.\n\n\nSumber Video \n\nFacebook/Lombok Post Online\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789054089000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tribunpekanbaru",
          "attributes": {
            "label": "tribunpekanbaru",
            "x": 857.225553989879,
            "y": 208.07708304002105,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.843,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "0zYRPXotZGE",
            "id": "tribunpekanbaru",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Usai Eksekusi 3 PNS, OPM Nyatakan Perang Terbuka dengan TNI dan Polri di Wamena\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\n\nSituasi keamanan di Kota Wamena dan sejumlah wilayah di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, kembali memanas. \n\n\nKelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama Derakma menyatakan tidak akan meninggalkan wilayah tersebut dan mengeluarkan ancaman untuk membuka medan konflik bersenjata hingga ke pusat Kota Wamena.\n\n\nPernyataan itu disampaikan setelah kelompok tersebut mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama pada Rabu (9/9/2026) sore.\n\n\nDalam siaran pers yang beredar pada Rabu malam, TPNPB Kodap III Ndugama Derakma menyatakan akan tetap bertahan di wilayah Jayawijaya dan siap buka medan perang di Kota Wamena.\n\n\nSelain ancaman membuka medan konflik di kawasan perkotaan, kelompok tersebut juga mengeluarkan sejumlah ultimatum yang membatasi aktivitas masyarakat di beberapa jalur transportasi utama Papua Pegunungan.\n\n\nJalur Wamena–Tiom, Wamena–Yalimo, hingga Wamena–Jayapura disebut dalam ultimatum tersebut. \n\n\nPadahal, ruas-ruas jalan itu memiliki peran penting bagi pergerakan warga, distribusi bahan pokok, mobilitas pelayanan publik, dan konektivitas antardaerah di Papua Pegunungan.\n\n\nTPNPB juga menyerukan penghentian aktivitas perkantoran pemerintahan di Kota Wamena pada waktu tertentu. \n\n\nJuru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut aktivitas pemerintahan diminta dihentikan mulai pukul 07.00 hingga 15.00, dengan pengecualian terhadap rumah sakit, sekolah, serta aktivitas yang menurut kelompok tersebut dijamin hukum humaniter internasional.\n\n\nAncaman terhadap jalur transportasi menjadi perhatian serius karena gangguan keamanan di ruas-ruas tersebut berpotensi memengaruhi distribusi logistik, kebutuhan pokok masyarakat, aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat.\n\n\nDi tengah meningkatnya ketegangan, masyarakat diminta tidak mengambil tindakan sendiri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. \n\n\nWarga juga diimbau mengikuti arahan resmi pemerintah daerah dan aparat keamanan terkait kondisi di lapangan.\n\n\nSebelumnya, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, mengecam penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.\n\n\nMenurut Faizal, para korban merupakan aparatur sipil yang tengah menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. \n\n\n“Untuk itu kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Faizal.\n\n\nSumber Video \n\nFacebook/Lombok Post Online\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789054089000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@lampungpostupdate",
          "attributes": {
            "label": "@lampungpostupdate",
            "x": 21.69917248198372,
            "y": 595.0298074352207,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 2,
              "degree": 2
            },
            "_id": "HUQ1bpukjhc",
            "id": "@lampungpostupdate",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Tragedi Penembakan di Jayawijaya\n\nTragedi Penembakan di Jayawijaya\n\n#PenembakanMuliama #Jayawijaya #PapuaPegunungan \n\nTiga orang pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dilaporkan menjadi korban penembakan saat tengah menjalankan tugas kemanusiaan mengantarkan bantuan di wilayah pedalaman.\n\n insiden penyerangan tersebut terjadi di Distrik Muliama ketika rombongan dinas pertanian mengantar bantuan pangan untuk masyarakat setempat. Aparat keamanan gabungan TNI dan Polri langsung bergerak cepat melakukan proses evakuasi korban ke RSUD Wamena serta mengintensifkan penyelidikan untuk memburu pelaku di balik aksi kekerasan bersenjata tersebut.\n\nLampung Post Update - Channel berita terkini dan breaking news seputar politik Indonesia, pemerintahan, korupsi, dan fenomena viral nasional. Dapatkan update terbaru tentang Prabowo, Gibran Rakabuming, Purbaya, dan tokoh politik lainnya. Kami hadirkan talkshow politik, podcast berita, analisis mendalam, dan liputan eksklusif dari Lampung hingga nasional. Subscribe untuk berita viral dan trending topic setiap hari. \n\nURL Channel\n   /   \n\nLampung Post Update\nhttps://s.id/lampungpostupdate\n\nLampost.co\nhttps://www.lampost.co/\n\nHarian Umum Lampung Post\n  / lampost.co  \n\nTwitter Lampost.co\n  / lampostco",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789012821000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "lampungpostupdate",
          "attributes": {
            "label": "lampungpostupdate",
            "x": 903.3099296904737,
            "y": 556.9634022191359,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.5166,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "HUQ1bpukjhc",
            "id": "lampungpostupdate",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Tragedi Penembakan di Jayawijaya\n\nTragedi Penembakan di Jayawijaya\n\n#PenembakanMuliama #Jayawijaya #PapuaPegunungan \n\nTiga orang pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dilaporkan menjadi korban penembakan saat tengah menjalankan tugas kemanusiaan mengantarkan bantuan di wilayah pedalaman.\n\n insiden penyerangan tersebut terjadi di Distrik Muliama ketika rombongan dinas pertanian mengantar bantuan pangan untuk masyarakat setempat. Aparat keamanan gabungan TNI dan Polri langsung bergerak cepat melakukan proses evakuasi korban ke RSUD Wamena serta mengintensifkan penyelidikan untuk memburu pelaku di balik aksi kekerasan bersenjata tersebut.\n\nLampung Post Update - Channel berita terkini dan breaking news seputar politik Indonesia, pemerintahan, korupsi, dan fenomena viral nasional. Dapatkan update terbaru tentang Prabowo, Gibran Rakabuming, Purbaya, dan tokoh politik lainnya. Kami hadirkan talkshow politik, podcast berita, analisis mendalam, dan liputan eksklusif dari Lampung hingga nasional. Subscribe untuk berita viral dan trending topic setiap hari. \n\nURL Channel\n   /   \n\nLampung Post Update\nhttps://s.id/lampungpostupdate\n\nLampost.co\nhttps://www.lampost.co/\n\nHarian Umum Lampung Post\n  / lampost.co  \n\nTwitter Lampost.co\n  / lampostco",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789012821000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@TribunnewsSurya",
          "attributes": {
            "label": "@TribunnewsSurya",
            "x": 730.4234195625992,
            "y": 515.6774061332428,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "5y722YydmeE",
            "id": "@TribunnewsSurya",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Jenazah Wili Mbuik Tiba di Kupang, Keluarga Desak Pelaku Penembakan Ditangkap\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nSURYA.CO.ID - Jenazah CPNS Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Wili Mbuik, tiba di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (11/9/2026).\n\nJenazah Wili diterbangkan dari Papua dan disambut langsung oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma di Bandara El Tari Kupang.\n\nJohni memimpin penghormatan terhadap jenazah Wili yang tiba di area kargo bandara.\n\nSuasana haru terlihat saat keluarga menjemput jenazah perempuan berusia 24 tahun tersebut. Peti jenazah Wili dibalut bendera Merah Putih.\n\nSetelah dari Bandara El Tari, jenazah Wili dibawa menuju Pelabuhan Tenau Kupang untuk melanjutkan perjalanan melalui jalur laut menuju Busalangga Barat, Kabupaten Rote Ndao.\n\nPaman Wili, Yohanes Baba, mendesak aparat keamanan segera menangkap pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.\n\nIa berharap para terduga pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.\n\nSebelumnya, Wili Mbuik dilaporkan tewas dalam insiden penembakan bersama dua aparatur sipil negara (ASN) lainnya, yakni Aprida Rafi (49) dan Alfonsius Albinus Mehan (35).\n\nAprida diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.\n\nPeristiwa tersebut bermula ketika rombongan yang berjumlah 11 orang dalam perjalanan kembali menuju Wamena setelah meninjau pelaksanaan program cetak sawah.\n\nRombongan kemudian dilaporkan diadang oleh kelompok bersenjata di Distrik Muliama.\n\nSebanyak delapan orang dilaporkan selamat setelah berlindung di Puskesmas Muliama.\n\nSementara itu, Wili sempat dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.\n\nBerdasarkan hasil penyelidikan yang disampaikan sebelumnya, polisi menduga kelompok bersenjata dari wilayah Nduga terlibat dalam penembakan tersebut.\n\nKasus ini masih dalam penanganan aparat keamanan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.\n\n\n(TribunVideo.com/Fransisca Krisdianutami Mawaski)\n\n\n\nArtikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Keluarga Peluk Peti Jenazah Wili Mbuik Saat Tiba di Kupang , https://kupang.tribunnews.com/provins....\nPenulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru\n\n\nVP : \nReporter: \n\nBaca Selengkapnya: \n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789101825000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tribunnewssurya",
          "attributes": {
            "label": "tribunnewssurya",
            "x": 852.5063270302285,
            "y": 477.2031555389357,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "5y722YydmeE",
            "id": "tribunnewssurya",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Jenazah Wili Mbuik Tiba di Kupang, Keluarga Desak Pelaku Penembakan Ditangkap\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nSURYA.CO.ID - Jenazah CPNS Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Wili Mbuik, tiba di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (11/9/2026).\n\nJenazah Wili diterbangkan dari Papua dan disambut langsung oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma di Bandara El Tari Kupang.\n\nJohni memimpin penghormatan terhadap jenazah Wili yang tiba di area kargo bandara.\n\nSuasana haru terlihat saat keluarga menjemput jenazah perempuan berusia 24 tahun tersebut. Peti jenazah Wili dibalut bendera Merah Putih.\n\nSetelah dari Bandara El Tari, jenazah Wili dibawa menuju Pelabuhan Tenau Kupang untuk melanjutkan perjalanan melalui jalur laut menuju Busalangga Barat, Kabupaten Rote Ndao.\n\nPaman Wili, Yohanes Baba, mendesak aparat keamanan segera menangkap pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.\n\nIa berharap para terduga pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.\n\nSebelumnya, Wili Mbuik dilaporkan tewas dalam insiden penembakan bersama dua aparatur sipil negara (ASN) lainnya, yakni Aprida Rafi (49) dan Alfonsius Albinus Mehan (35).\n\nAprida diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.\n\nPeristiwa tersebut bermula ketika rombongan yang berjumlah 11 orang dalam perjalanan kembali menuju Wamena setelah meninjau pelaksanaan program cetak sawah.\n\nRombongan kemudian dilaporkan diadang oleh kelompok bersenjata di Distrik Muliama.\n\nSebanyak delapan orang dilaporkan selamat setelah berlindung di Puskesmas Muliama.\n\nSementara itu, Wili sempat dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.\n\nBerdasarkan hasil penyelidikan yang disampaikan sebelumnya, polisi menduga kelompok bersenjata dari wilayah Nduga terlibat dalam penembakan tersebut.\n\nKasus ini masih dalam penanganan aparat keamanan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.\n\n\n(TribunVideo.com/Fransisca Krisdianutami Mawaski)\n\n\n\nArtikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Keluarga Peluk Peti Jenazah Wili Mbuik Saat Tiba di Kupang , https://kupang.tribunnews.com/provins....\nPenulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru\n\n\nVP : \nReporter: \n\nBaca Selengkapnya: \n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789101825000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@seputarpapuaCOM",
          "attributes": {
            "label": "@seputarpapuaCOM",
            "x": 752.5340844082511,
            "y": 951.4442059710781,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 3,
              "degree": 3
            },
            "_id": "smyNRX6gDR8",
            "id": "@seputarpapuaCOM",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Kwamki Narama Terus 'Memanas,  DPRK dan Forkopimda Bentuk Tim Terpadu, Hukum Positif Ditegakkan\n\nPemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika mempertegas komitmennya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.\n\nHal tersebut disampaikan Bupati Mimika, Johannes Rettob, usai menghadiri rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di ruang rapat Kantor DPRK Mimika, Rabu (2/8/2026).\n\nBACA SELENGKAPNYA : \nhttps://bitly.cx/D3fe\n\n#Mimika #papuatengah #BeritaPapua\n\nYuk, berikan apresiasi sukarela kamu untuk mendukung jurnalisme independen dan tepercaya di Seputar Papua.\nKlik link di sini untuk memberi dukungan:\nhttps://www.seputarpapua.com/apresiasi\n\nGabung Member Untuk Akses Khusus\n   /   \n\nPACE MACE , jangan lupa subscribe channel youtube Seputar Papua . Aktifkan juga loncengnya supaya dapat notifikasi video terbaru dari Seputar Papua.\n\nJangan lewatkan berita terbaru seputar papua lainya di\nhttps://seputarpapua.com\n\nIKUTI KAMI\n  / seputarpapuacom  \n  / seputarpapuacom  \n  / seputarpapuacom  \n  / seputarpapuacom",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788418293000,
            "hashtags": [
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#beritapapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "seputarpapuacom",
          "attributes": {
            "label": "seputarpapuacom",
            "x": 723.6398085981078,
            "y": 636.7438505500849,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0675,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 3,
              "out_degree": 0,
              "degree": 3
            },
            "_id": "smyNRX6gDR8",
            "id": "seputarpapuacom",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Kwamki Narama Terus 'Memanas,  DPRK dan Forkopimda Bentuk Tim Terpadu, Hukum Positif Ditegakkan\n\nPemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika mempertegas komitmennya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.\n\nHal tersebut disampaikan Bupati Mimika, Johannes Rettob, usai menghadiri rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di ruang rapat Kantor DPRK Mimika, Rabu (2/8/2026).\n\nBACA SELENGKAPNYA : \nhttps://bitly.cx/D3fe\n\n#Mimika #papuatengah #BeritaPapua\n\nYuk, berikan apresiasi sukarela kamu untuk mendukung jurnalisme independen dan tepercaya di Seputar Papua.\nKlik link di sini untuk memberi dukungan:\nhttps://www.seputarpapua.com/apresiasi\n\nGabung Member Untuk Akses Khusus\n   /   \n\nPACE MACE , jangan lupa subscribe channel youtube Seputar Papua . Aktifkan juga loncengnya supaya dapat notifikasi video terbaru dari Seputar Papua.\n\nJangan lewatkan berita terbaru seputar papua lainya di\nhttps://seputarpapua.com\n\nIKUTI KAMI\n  / seputarpapuacom  \n  / seputarpapuacom  \n  / seputarpapuacom  \n  / seputarpapuacom",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788418293000,
            "hashtags": [
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#beritapapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@garudatv.official",
          "attributes": {
            "label": "@garudatv.official",
            "x": 224.53355355916204,
            "y": 95.35453088962875,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 3,
              "degree": 3
            },
            "_id": "-9N10Z5uZPk",
            "id": "@garudatv.official",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Kasus Penembakan 3 ASN di Jayawijaya: Satgas Damai Cartenz Identifikasi 2 DPO Anggota KKB\n\nGaruda Tv - Satgas Operasi Damai Cartenz mengidentifikasi dua anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) berinisial PN dan KT yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian. Keduanya diduga terlibat dalam kasus penembakan tiga aparatur sipil negara (ASN) di Jayawijaya serta penyanderaan pilot Susi Air di Nduga pada 2023.\n\nIdentifikasi dilakukan berdasarkan cuplikan video call yang beredar di media sosial. Kepolisian menyandingkan rekaman tersebut dengan data dan ciri-ciri DPO KKB Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya.\n\nKasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan hasil pencocokan memastikan dua sosok dalam video tersebut merupakan PN dan KT yang telah masuk dalam DPO kepolisian.\n\nMenindaklanjuti perkembangan kasus tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan penebalan personel di Wamena. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus memburu kedua DPO.\n\nPolisi menegaskan akan mengambil tindakan tegas dan terukur apabila mendapat perlawanan saat melakukan penindakan di lapangan.\n\nMasyarakat Jayawijaya juga diimbau tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Aparat kedinasan diminta berkoordinasi dengan pihak keamanan sebelum menjalankan tugas di lapangan.\n\nSementara itu, tiga jenazah ASN yang menjadi korban penembakan telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#Jayawijaya #Papua #PapuaTengah #OperasiDamaiCartenz #KKB #DPO #PenembakanASN #KeamananPapua #hukum #Wamena #Nduga #garudatv #laporan8\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n\n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n\n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n\n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789198433000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "garudatv.official",
          "attributes": {
            "label": "garudatv.official",
            "x": 76.56973495457432,
            "y": 726.2146205060508,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0675,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 3,
              "out_degree": 0,
              "degree": 3
            },
            "_id": "-9N10Z5uZPk",
            "id": "garudatv.official",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Kasus Penembakan 3 ASN di Jayawijaya: Satgas Damai Cartenz Identifikasi 2 DPO Anggota KKB\n\nGaruda Tv - Satgas Operasi Damai Cartenz mengidentifikasi dua anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) berinisial PN dan KT yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian. Keduanya diduga terlibat dalam kasus penembakan tiga aparatur sipil negara (ASN) di Jayawijaya serta penyanderaan pilot Susi Air di Nduga pada 2023.\n\nIdentifikasi dilakukan berdasarkan cuplikan video call yang beredar di media sosial. Kepolisian menyandingkan rekaman tersebut dengan data dan ciri-ciri DPO KKB Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya.\n\nKasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan hasil pencocokan memastikan dua sosok dalam video tersebut merupakan PN dan KT yang telah masuk dalam DPO kepolisian.\n\nMenindaklanjuti perkembangan kasus tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan penebalan personel di Wamena. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus memburu kedua DPO.\n\nPolisi menegaskan akan mengambil tindakan tegas dan terukur apabila mendapat perlawanan saat melakukan penindakan di lapangan.\n\nMasyarakat Jayawijaya juga diimbau tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Aparat kedinasan diminta berkoordinasi dengan pihak keamanan sebelum menjalankan tugas di lapangan.\n\nSementara itu, tiga jenazah ASN yang menjadi korban penembakan telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#Jayawijaya #Papua #PapuaTengah #OperasiDamaiCartenz #KKB #DPO #PenembakanASN #KeamananPapua #hukum #Wamena #Nduga #garudatv #laporan8\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n\n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n\n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n\n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789198433000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@OfficialSINDOnews",
          "attributes": {
            "label": "@OfficialSINDOnews",
            "x": 363.0431079318559,
            "y": 881.3390613811946,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 6,
              "degree": 6
            },
            "_id": "0l3CEW33c4A",
            "id": "@OfficialSINDOnews",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "TEROR KKB! Keluarga Willy Melawan Usai Jadi Sasaran Aksi KKB di Papua | Sindo Siang | 13/09\n\nSituasi keamanan di Papua kembali memanas setelah keluarga seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengalami teror memilukan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Para pelaku diduga secara paksa merampas ponsel milik Willy, memicu kemarahan mendalam serta tuntutan keras dari pihak keluarga agar aparat segera bertindak tegas. Simak laporan eksklusif perlawanan dan jerit hati keluarga korban di tengah teror bersenjata ini!\n\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 13 September 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Riki\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #TerorKKB #ASN1Papua #Willy #PapuaMencekam #KeamananPapua #BreakingNews #SindoTrending",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789278305000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "officialsindonews",
          "attributes": {
            "label": "officialsindonews",
            "x": 792.3635964742665,
            "y": 137.97624757086325,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.6185,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "0l3CEW33c4A",
            "id": "officialsindonews",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "TEROR KKB! Keluarga Willy Melawan Usai Jadi Sasaran Aksi KKB di Papua | Sindo Siang | 13/09\n\nSituasi keamanan di Papua kembali memanas setelah keluarga seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengalami teror memilukan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Para pelaku diduga secara paksa merampas ponsel milik Willy, memicu kemarahan mendalam serta tuntutan keras dari pihak keluarga agar aparat segera bertindak tegas. Simak laporan eksklusif perlawanan dan jerit hati keluarga korban di tengah teror bersenjata ini!\n\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 13 September 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Riki\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #TerorKKB #ASN1Papua #Willy #PapuaMencekam #KeamananPapua #BreakingNews #SindoTrending",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789278305000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "sindopodcast",
          "attributes": {
            "label": "sindopodcast",
            "x": 933.0955070386367,
            "y": 328.75362248193227,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.6185,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "0l3CEW33c4A",
            "id": "sindopodcast",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "TEROR KKB! Keluarga Willy Melawan Usai Jadi Sasaran Aksi KKB di Papua | Sindo Siang | 13/09\n\nSituasi keamanan di Papua kembali memanas setelah keluarga seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengalami teror memilukan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Para pelaku diduga secara paksa merampas ponsel milik Willy, memicu kemarahan mendalam serta tuntutan keras dari pihak keluarga agar aparat segera bertindak tegas. Simak laporan eksklusif perlawanan dan jerit hati keluarga korban di tengah teror bersenjata ini!\n\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 13 September 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Riki\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #TerorKKB #ASN1Papua #Willy #PapuaMencekam #KeamananPapua #BreakingNews #SindoTrending",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789278305000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "sindokalam",
          "attributes": {
            "label": "sindokalam",
            "x": 740.6822563247504,
            "y": 811.100163389894,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.6185,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "0l3CEW33c4A",
            "id": "sindokalam",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "TEROR KKB! Keluarga Willy Melawan Usai Jadi Sasaran Aksi KKB di Papua | Sindo Siang | 13/09\n\nSituasi keamanan di Papua kembali memanas setelah keluarga seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengalami teror memilukan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Para pelaku diduga secara paksa merampas ponsel milik Willy, memicu kemarahan mendalam serta tuntutan keras dari pihak keluarga agar aparat segera bertindak tegas. Simak laporan eksklusif perlawanan dan jerit hati keluarga korban di tengah teror bersenjata ini!\n\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 13 September 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Riki\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #TerorKKB #ASN1Papua #Willy #PapuaMencekam #KeamananPapua #BreakingNews #SindoTrending",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789278305000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@tribunpapuatengah",
          "attributes": {
            "label": "@tribunpapuatengah",
            "x": 447.39733037766916,
            "y": 741.2540080011707,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 4,
              "degree": 4
            },
            "_id": "AFTEO87walA",
            "id": "@tribunpapuatengah",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Kecam Penembakan 3 ASN di Kabupaten Jayawijaya, BMP RI: KKB Pengecut!\n\nTiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya, termasuk Kabid Peternakan, tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat bertugas di Distrik Muliama pada Rabu (9/9/2026). \nAksi keji ini mengecewakan publik dan memicu kecaman keras dari BMP RI yang menyebut pelaku sebagai pengecut. \nAparat TNI, Polri, dan Satgas Damai Cartenz kini memburu para pelaku untuk memulihkan keamanan di Papua Pegunungan.\n\n\nBACA SELENGKAPNYA DI : https://papuatengah.tribunnews.com/pa...\n\nPenulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah\n\n...\nFollow us on Social Media :\nInstagram : \nTikTok : \nfacebook : tribunpapuatengah\nyoutube : tribunpapuatengah\n\n....\n#tribunpapuatengah #papuatengah #nabire #sorotan #sorotansemuaorang #sorotanpublik🔥 \n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nBaca Selengkapnya di :\n\nTRIBUN-VIDEO.COM -\n\nVP : Jhon Nanlohy",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789121781000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@OfficialiNews",
          "attributes": {
            "label": "@OfficialiNews",
            "x": 574.3218137435349,
            "y": 672.1630839015723,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 3,
              "degree": 3
            },
            "_id": "87PQuhYeV-0",
            "id": "@OfficialiNews",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "3 ASN Pemkab Jayawijaya Jadi Korban, Bupati Kecam Aksi KKB | iNews Sore 11/9\n\nTiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menjadi korban dalam aksi penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan. Peristiwa ini mendapat perhatian luas setelah Bupati Jayawijaya mengecam keras aksi kekerasan tersebut.\n\nAparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan mengamankan situasi di wilayah kejadian. Pemerintah daerah juga menyampaikan duka serta memastikan penanganan terhadap korban dan keluarga terus dilakukan.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya #Jayawijaya #KKB #PapuaPegunungan #ASNJadiKorban #PenembakanPapua #PapuaTerkini #KeamananPapua",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789129195000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "officialinews",
          "attributes": {
            "label": "officialinews",
            "x": 110.85975475445609,
            "y": 576.895379504622,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0675,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 3,
              "out_degree": 0,
              "degree": 3
            },
            "_id": "87PQuhYeV-0",
            "id": "officialinews",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "3 ASN Pemkab Jayawijaya Jadi Korban, Bupati Kecam Aksi KKB | iNews Sore 11/9\n\nTiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menjadi korban dalam aksi penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan. Peristiwa ini mendapat perhatian luas setelah Bupati Jayawijaya mengecam keras aksi kekerasan tersebut.\n\nAparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan mengamankan situasi di wilayah kejadian. Pemerintah daerah juga menyampaikan duka serta memastikan penanganan terhadap korban dan keluarga terus dilakukan.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya #Jayawijaya #KKB #PapuaPegunungan #ASNJadiKorban #PenembakanPapua #PapuaTerkini #KeamananPapua",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789129195000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@tribunjakarta",
          "attributes": {
            "label": "@tribunjakarta",
            "x": 308.7021924932202,
            "y": 973.4980555792689,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 8,
              "degree": 8
            },
            "_id": "bxjAGf7iY20",
            "id": "@tribunjakarta",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "KSAD Jenderal Maruli Sebut OPM Makin Resah dan Sasar Korban Acak seusai Penembakan ASN di Jayawijaya\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak memberikan respons tegas menyusul tragedi penembakan keji yang merenggut nyawa tiga aparatur sipil negara Dinas Pertanian oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua Pegunungan.\n\nSebagaimana dilansir dari laporan Kompas.com pada Jumat (11/9/2026), Jenderal Maruli menegaskan bahwa jajaran TNI Angkatan Darat akan langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan warga sipil serta pola penempatan pasukan di wilayah rawan. Ia menilai aksi brutal yang berulang ini menunjukkan bahwa kelompok bersenjata mulai berada dalam posisi terdesak dan resah sehingga nekat menyasar masyarakat sipil secara sembarangan.\n\nJenderal Maruli menjelaskan bahwa perkuatan pengamanan ke depan akan difokuskan pada optimalisasi jajaran teritorial melalui sinergi Kodim, Korem, hingga Kodam di daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan perlindungan maksimal bagi para abdi negara yang bertugas di lapangan, sekaligus mengantisipasi pergerakan kelompok separatis.\n\nSebelumnya, insiden penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, pada Rabu (9/9/2026) lalu menewaskan tiga ASN Dinas Pertanian yakni WB (24), AR (49) selaku Kabid Peternakan, dan AAM (35). Pihak kelompok bersenjata sempat melontarkan tuduhan sepihak bahwa para korban merupakan mata-mata aparat, sebuah klaim yang langsung dimentahkan oleh fakta bahwa para korban murni sedang menjalankan tugas pelayanan publik kepada masyarakat.\n\nKomitmen aparat keamanan dalam memburu pelaku dan memperketat lini pertahanan wilayah terus digencarkan. \n\n\nSumber: https://nasional.kompas.com/read/2026...\n\n\nEditor Video: Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: Winda Rahmawati \n\n#MaruliSimanjuntak, #KSAD, #TNIAD, #KKB, #OPM, #PapuaPegunungan, #Jayawijaya, #Muliama, #Wamena, #BreakingNews, #InfoNasional, #BeritaViral, #TrendingTopic, #HotNews, #BelaNegara\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789207308000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tribunjakarta",
          "attributes": {
            "label": "tribunjakarta",
            "x": 878.1679071806234,
            "y": 699.2883940803765,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.5063,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 4,
              "out_degree": 0,
              "degree": 4
            },
            "_id": "bxjAGf7iY20",
            "id": "tribunjakarta",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "KSAD Jenderal Maruli Sebut OPM Makin Resah dan Sasar Korban Acak seusai Penembakan ASN di Jayawijaya\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak memberikan respons tegas menyusul tragedi penembakan keji yang merenggut nyawa tiga aparatur sipil negara Dinas Pertanian oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua Pegunungan.\n\nSebagaimana dilansir dari laporan Kompas.com pada Jumat (11/9/2026), Jenderal Maruli menegaskan bahwa jajaran TNI Angkatan Darat akan langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan warga sipil serta pola penempatan pasukan di wilayah rawan. Ia menilai aksi brutal yang berulang ini menunjukkan bahwa kelompok bersenjata mulai berada dalam posisi terdesak dan resah sehingga nekat menyasar masyarakat sipil secara sembarangan.\n\nJenderal Maruli menjelaskan bahwa perkuatan pengamanan ke depan akan difokuskan pada optimalisasi jajaran teritorial melalui sinergi Kodim, Korem, hingga Kodam di daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan perlindungan maksimal bagi para abdi negara yang bertugas di lapangan, sekaligus mengantisipasi pergerakan kelompok separatis.\n\nSebelumnya, insiden penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, pada Rabu (9/9/2026) lalu menewaskan tiga ASN Dinas Pertanian yakni WB (24), AR (49) selaku Kabid Peternakan, dan AAM (35). Pihak kelompok bersenjata sempat melontarkan tuduhan sepihak bahwa para korban merupakan mata-mata aparat, sebuah klaim yang langsung dimentahkan oleh fakta bahwa para korban murni sedang menjalankan tugas pelayanan publik kepada masyarakat.\n\nKomitmen aparat keamanan dalam memburu pelaku dan memperketat lini pertahanan wilayah terus digencarkan. \n\n\nSumber: https://nasional.kompas.com/read/2026...\n\n\nEditor Video: Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: Winda Rahmawati \n\n#MaruliSimanjuntak, #KSAD, #TNIAD, #KKB, #OPM, #PapuaPegunungan, #Jayawijaya, #Muliama, #Wamena, #BreakingNews, #InfoNasional, #BeritaViral, #TrendingTopic, #HotNews, #BelaNegara\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789207308000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tribun.jakart...",
          "attributes": {
            "label": "tribun.jakart...",
            "x": 34.53893540112385,
            "y": 650.9381634905145,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.5063,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 4,
              "out_degree": 0,
              "degree": 4
            },
            "_id": "bxjAGf7iY20",
            "id": "tribun.jakart...",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "KSAD Jenderal Maruli Sebut OPM Makin Resah dan Sasar Korban Acak seusai Penembakan ASN di Jayawijaya\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak memberikan respons tegas menyusul tragedi penembakan keji yang merenggut nyawa tiga aparatur sipil negara Dinas Pertanian oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua Pegunungan.\n\nSebagaimana dilansir dari laporan Kompas.com pada Jumat (11/9/2026), Jenderal Maruli menegaskan bahwa jajaran TNI Angkatan Darat akan langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan warga sipil serta pola penempatan pasukan di wilayah rawan. Ia menilai aksi brutal yang berulang ini menunjukkan bahwa kelompok bersenjata mulai berada dalam posisi terdesak dan resah sehingga nekat menyasar masyarakat sipil secara sembarangan.\n\nJenderal Maruli menjelaskan bahwa perkuatan pengamanan ke depan akan difokuskan pada optimalisasi jajaran teritorial melalui sinergi Kodim, Korem, hingga Kodam di daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan perlindungan maksimal bagi para abdi negara yang bertugas di lapangan, sekaligus mengantisipasi pergerakan kelompok separatis.\n\nSebelumnya, insiden penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, pada Rabu (9/9/2026) lalu menewaskan tiga ASN Dinas Pertanian yakni WB (24), AR (49) selaku Kabid Peternakan, dan AAM (35). Pihak kelompok bersenjata sempat melontarkan tuduhan sepihak bahwa para korban merupakan mata-mata aparat, sebuah klaim yang langsung dimentahkan oleh fakta bahwa para korban murni sedang menjalankan tugas pelayanan publik kepada masyarakat.\n\nKomitmen aparat keamanan dalam memburu pelaku dan memperketat lini pertahanan wilayah terus digencarkan. \n\n\nSumber: https://nasional.kompas.com/read/2026...\n\n\nEditor Video: Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: Winda Rahmawati \n\n#MaruliSimanjuntak, #KSAD, #TNIAD, #KKB, #OPM, #PapuaPegunungan, #Jayawijaya, #Muliama, #Wamena, #BreakingNews, #InfoNasional, #BeritaViral, #TrendingTopic, #HotNews, #BelaNegara\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789207308000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@StatelineMediaTV",
          "attributes": {
            "label": "@StatelineMediaTV",
            "x": 523.219381553547,
            "y": 436.9521400716717,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 2,
              "degree": 2
            },
            "_id": "N7OAaK0jRYA",
            "id": "@StatelineMediaTV",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "3 ASN Dinas Pertanian Ditembak di Puncak Jaya, OPM Mengaku!\n\nTragedi berdarah di Papua Tengah! 3 ASN Dinas Pertanian gugur ditembak di Puncak Jaya. TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab penuh dan menegaskan aturan zona merah mereka. Bagaimana jaminan keamanan bagi pelayan publik di sana? Subscribe  untuk update berita terkini. Sumber:  via X.\n\n#Shorts #YouTubeShorts #PuncakJaya #OPM #BeritaPapua",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789045730000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "stateline.mediaid",
          "attributes": {
            "label": "stateline.mediaid",
            "x": 956.4723898881748,
            "y": 594.1295880828127,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.5166,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "N7OAaK0jRYA",
            "id": "stateline.mediaid",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "3 ASN Dinas Pertanian Ditembak di Puncak Jaya, OPM Mengaku!\n\nTragedi berdarah di Papua Tengah! 3 ASN Dinas Pertanian gugur ditembak di Puncak Jaya. TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab penuh dan menegaskan aturan zona merah mereka. Bagaimana jaminan keamanan bagi pelayan publik di sana? Subscribe  untuk update berita terkini. Sumber:  via X.\n\n#Shorts #YouTubeShorts #PuncakJaya #OPM #BeritaPapua",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789045730000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Spt_Nusantara",
          "attributes": {
            "label": "Spt_Nusantara",
            "x": 572.0758545490733,
            "y": 77.10053039387066,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.5166,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "N7OAaK0jRYA",
            "id": "Spt_Nusantara",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "3 ASN Dinas Pertanian Ditembak di Puncak Jaya, OPM Mengaku!\n\nTragedi berdarah di Papua Tengah! 3 ASN Dinas Pertanian gugur ditembak di Puncak Jaya. TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab penuh dan menegaskan aturan zona merah mereka. Bagaimana jaminan keamanan bagi pelayan publik di sana? Subscribe  untuk update berita terkini. Sumber:  via X.\n\n#Shorts #YouTubeShorts #PuncakJaya #OPM #BeritaPapua",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789045730000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@SecretStoryPodcast",
          "attributes": {
            "label": "@SecretStoryPodcast",
            "x": 214.65262725955824,
            "y": 386.1939862505701,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "abuJFUPJ1Go",
            "id": "@SecretStoryPodcast",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "MANDALA TRIKORA: MENJAGA PAPUA, MERAWAT INDONESIA\n\nPerbatasan Indonesia-Papua Nugini bukan sekadar garis yang memisahkan dua negara. Di sana ada masyarakat, aktivitas ekonomi, budaya yang melintasi batas, sekaligus kepentingan strategis negara.\n\nHari ini pemerintah sedang mendorong pembangunan besar-besaran di Papua. Infrastruktur dibangun, konektivitas diperkuat, kawasan ekonomi dikembangkan, dan perbatasan mulai didorong menjadi beranda depan Indonesia.\n\nTetapi ada satu pertanyaan penting yaitu ketika pembangunan bergerak semakin cepat menuju perbatasan, apakah sistem pertahanan dan keamanan kita juga bergerak dengan kecepatan yang sama? Simak sampai akhir!\n\nNarasumber episode kali ini:\n\n1.⁠ ⁠Mayjen TNI Frits Willem Rizard Pelamonia (Panglima Kodam XXIV/Mandala Trikora)\n\nJangan lupa untuk subscribe channel YouTube kita! \n\nDan follow Social Media Secret Story juga, ya!\n\nInstagram: https://www.instagram.com/secretstory...\n\nTikTok: https://www.tiktok.com/ \n\n.\n.\nEnjoy!",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788408010000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "secretstorypo...",
          "attributes": {
            "label": "secretstorypo...",
            "x": 883.5503677520445,
            "y": 694.2275204252746,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "abuJFUPJ1Go",
            "id": "secretstorypo...",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "MANDALA TRIKORA: MENJAGA PAPUA, MERAWAT INDONESIA\n\nPerbatasan Indonesia-Papua Nugini bukan sekadar garis yang memisahkan dua negara. Di sana ada masyarakat, aktivitas ekonomi, budaya yang melintasi batas, sekaligus kepentingan strategis negara.\n\nHari ini pemerintah sedang mendorong pembangunan besar-besaran di Papua. Infrastruktur dibangun, konektivitas diperkuat, kawasan ekonomi dikembangkan, dan perbatasan mulai didorong menjadi beranda depan Indonesia.\n\nTetapi ada satu pertanyaan penting yaitu ketika pembangunan bergerak semakin cepat menuju perbatasan, apakah sistem pertahanan dan keamanan kita juga bergerak dengan kecepatan yang sama? Simak sampai akhir!\n\nNarasumber episode kali ini:\n\n1.⁠ ⁠Mayjen TNI Frits Willem Rizard Pelamonia (Panglima Kodam XXIV/Mandala Trikora)\n\nJangan lupa untuk subscribe channel YouTube kita! \n\nDan follow Social Media Secret Story juga, ya!\n\nInstagram: https://www.instagram.com/secretstory...\n\nTikTok: https://www.tiktok.com/ \n\n.\n.\nEnjoy!",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788408010000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@Resimen1Paspelopor",
          "attributes": {
            "label": "@Resimen1Paspelopor",
            "x": 360.6349493848999,
            "y": 606.6247300248983,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 3,
              "degree": 3
            },
            "_id": "X1fUhltRawY",
            "id": "@Resimen1Paspelopor",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "SATGAS OPERASI DAMAI CARTENZ TANGKAP DPO PENEMBAKAN ANTONIUS PADANG\n\nSATGAS OPERASI DAMAI CARTENZ TANGKAP DPO PENEMBAKAN ANTONIUS PADANG\n\nSatgas Operasi Damai Cartenz-2026 berhasil menangkap seorang pria berinisial JT alias W, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus penembakan terhadap Antonius Padang di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.\n\nJT alias W yang diduga terlibat dalam kelompok kriminal bersenjata (KKB) diamankan di salah satu honai di Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, pada Kamis, 3 September 2026 sekitar pukul 07.27 WIT.\n\nDalam penangkapan tersebut, turut diamankan seorang wanita berinisial EW alias KW. Kegiatan penindakan dipimpin oleh Iptu Edi Supianto, S.H.\n\nPenangkapan ini merupakan bagian dari upaya Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dalam penegakan hukum serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua.\n\n©️ Pid Resimen I Pasukan Pelopor\n\nMERAIH SUKSES MELALUI KEBERSAMAAN\n\nBELAJAR, BERLATIH, BERDOA\n\nBRIMOB UNTUK NUSA DAN BANGSA...!!!\n\n\n\n\n#jiwaragakudemikemanusiaan",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788576089000,
            "hashtags": [
              "#jiwaragakudemikemanusiaan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "divisihumaspolri",
          "attributes": {
            "label": "divisihumaspolri",
            "x": 144.49837013366917,
            "y": 651.1942436364245,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0675,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "X1fUhltRawY",
            "id": "divisihumaspolri",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "SATGAS OPERASI DAMAI CARTENZ TANGKAP DPO PENEMBAKAN ANTONIUS PADANG\n\nSATGAS OPERASI DAMAI CARTENZ TANGKAP DPO PENEMBAKAN ANTONIUS PADANG\n\nSatgas Operasi Damai Cartenz-2026 berhasil menangkap seorang pria berinisial JT alias W, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus penembakan terhadap Antonius Padang di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.\n\nJT alias W yang diduga terlibat dalam kelompok kriminal bersenjata (KKB) diamankan di salah satu honai di Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, pada Kamis, 3 September 2026 sekitar pukul 07.27 WIT.\n\nDalam penangkapan tersebut, turut diamankan seorang wanita berinisial EW alias KW. Kegiatan penindakan dipimpin oleh Iptu Edi Supianto, S.H.\n\nPenangkapan ini merupakan bagian dari upaya Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dalam penegakan hukum serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua.\n\n©️ Pid Resimen I Pasukan Pelopor\n\nMERAIH SUKSES MELALUI KEBERSAMAAN\n\nBELAJAR, BERLATIH, BERDOA\n\nBRIMOB UNTUK NUSA DAN BANGSA...!!!\n\n\n\n\n#jiwaragakudemikemanusiaan",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788576089000,
            "hashtags": [
              "#jiwaragakudemikemanusiaan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "humaskorpsbrimob",
          "attributes": {
            "label": "humaskorpsbrimob",
            "x": 827.1302620509031,
            "y": 513.6033024208332,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0675,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "X1fUhltRawY",
            "id": "humaskorpsbrimob",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "SATGAS OPERASI DAMAI CARTENZ TANGKAP DPO PENEMBAKAN ANTONIUS PADANG\n\nSATGAS OPERASI DAMAI CARTENZ TANGKAP DPO PENEMBAKAN ANTONIUS PADANG\n\nSatgas Operasi Damai Cartenz-2026 berhasil menangkap seorang pria berinisial JT alias W, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus penembakan terhadap Antonius Padang di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.\n\nJT alias W yang diduga terlibat dalam kelompok kriminal bersenjata (KKB) diamankan di salah satu honai di Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, pada Kamis, 3 September 2026 sekitar pukul 07.27 WIT.\n\nDalam penangkapan tersebut, turut diamankan seorang wanita berinisial EW alias KW. Kegiatan penindakan dipimpin oleh Iptu Edi Supianto, S.H.\n\nPenangkapan ini merupakan bagian dari upaya Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dalam penegakan hukum serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua.\n\n©️ Pid Resimen I Pasukan Pelopor\n\nMERAIH SUKSES MELALUI KEBERSAMAAN\n\nBELAJAR, BERLATIH, BERDOA\n\nBRIMOB UNTUK NUSA DAN BANGSA...!!!\n\n\n\n\n#jiwaragakudemikemanusiaan",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788576089000,
            "hashtags": [
              "#jiwaragakudemikemanusiaan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "paspelopor_id",
          "attributes": {
            "label": "paspelopor_id",
            "x": 685.8194358331945,
            "y": 677.1889246085555,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0675,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "X1fUhltRawY",
            "id": "paspelopor_id",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "SATGAS OPERASI DAMAI CARTENZ TANGKAP DPO PENEMBAKAN ANTONIUS PADANG\n\nSATGAS OPERASI DAMAI CARTENZ TANGKAP DPO PENEMBAKAN ANTONIUS PADANG\n\nSatgas Operasi Damai Cartenz-2026 berhasil menangkap seorang pria berinisial JT alias W, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus penembakan terhadap Antonius Padang di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.\n\nJT alias W yang diduga terlibat dalam kelompok kriminal bersenjata (KKB) diamankan di salah satu honai di Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, pada Kamis, 3 September 2026 sekitar pukul 07.27 WIT.\n\nDalam penangkapan tersebut, turut diamankan seorang wanita berinisial EW alias KW. Kegiatan penindakan dipimpin oleh Iptu Edi Supianto, S.H.\n\nPenangkapan ini merupakan bagian dari upaya Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dalam penegakan hukum serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua.\n\n©️ Pid Resimen I Pasukan Pelopor\n\nMERAIH SUKSES MELALUI KEBERSAMAAN\n\nBELAJAR, BERLATIH, BERDOA\n\nBRIMOB UNTUK NUSA DAN BANGSA...!!!\n\n\n\n\n#jiwaragakudemikemanusiaan",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788576089000,
            "hashtags": [
              "#jiwaragakudemikemanusiaan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@aspirasirakyatjelatachannel",
          "attributes": {
            "label": "@aspirasirakyatjelatachannel",
            "x": 845.1730675575965,
            "y": 87.11368888126091,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "Co73j-1dUOs",
            "id": "@aspirasirakyatjelatachannel",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "‼️Klarifikasi Resmi Komnas TPNPB Atas Persoalan Jila | Seruan Komando Nasional Jubir Sebby Sambom‼️\n\nVideo ini menyajikan dokumentasi dan pembahasan mengenai pernyataan Komnas TPNPB tertanggal delapan September dua ribu dua puluh enam serta perkembangan informasi mengenai peristiwa di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. \n\nMateri dalam video mencakup pernyataan dari Komnas TPNPB, informasi yang disampaikan keluarga sembilan perempuan, serta informasi mengenai upaya pencarian oleh aparat keamanan. \n\nPernyataan mengenai status sembilan perempuan, dugaan keterlibatan pihak tertentu, dan peristiwa kekerasan yang disebutkan dalam materi merupakan keterangan atau klaim dari pihak-pihak yang dikutip. Pernyataan tersebut tidak secara otomatis dianggap sebagai fakta yang telah diverifikasi secara independen oleh pembuat video. \n\nVideo ini bertujuan memberikan informasi, dokumentasi, dan konteks mengenai isu yang menjadi perhatian publik. \n\nPembahasan mengenai konflik dan kekerasan ditempatkan dalam konteks dokumentasi, pemberitaan, dan kepentingan publik, dengan berupaya menyajikan perbedaan keterangan dari pihak-pihak yang terkait. \n\nPenonton disarankan membedakan antara fakta yang telah terverifikasi, pernyataan resmi, keterangan keluarga, informasi aparat, dan klaim masing-masing pihak. \n\n------ \n\nVideo Klarifikasi Resmi Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat per 8 September 2026 tentang Dugaan Penyanderaan 9 Wanita Muda dan juga Penembakan Seorang Ibu di Jila. \n\nTPNPB juga keluarkan dari Markas Pusat Komnas TPNPB agar Semua wilayah Operasi TPNPB yang belum bergabung ke Komando Nasional. Semua komando Wilayah segera mengajukan traf Komando wilayah supaya perjuangan tetap dalam satu Komando dan bertanggung jawab jelas atas semua operasi gerilya. \n\nKarena ini perang Pembebasan Nasional Papua Barat maka operasi gerilya harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab sesuai tujuan revolusi untuk Kemerdekaan Papua Barat. \n\nDemikian Klarifikasi dan Seruan Markas Pusat Komnas TPNPB, dan terima kasih atas kerja sama yang baik. \n\n#freewestpapua #hancurkankapitalisme #hapuskankolonialisme #lawanmiliterisme #freedomfighter #hiduptpnpb #sorotanpublik #hidupkomnastpnpb\n\nYouTube: ‪‬",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788894361000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "aspirasirakyatjelatachannel",
          "attributes": {
            "label": "aspirasirakyatjelatachannel",
            "x": 992.6094696321998,
            "y": 269.4088217891536,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "Co73j-1dUOs",
            "id": "aspirasirakyatjelatachannel",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "‼️Klarifikasi Resmi Komnas TPNPB Atas Persoalan Jila | Seruan Komando Nasional Jubir Sebby Sambom‼️\n\nVideo ini menyajikan dokumentasi dan pembahasan mengenai pernyataan Komnas TPNPB tertanggal delapan September dua ribu dua puluh enam serta perkembangan informasi mengenai peristiwa di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. \n\nMateri dalam video mencakup pernyataan dari Komnas TPNPB, informasi yang disampaikan keluarga sembilan perempuan, serta informasi mengenai upaya pencarian oleh aparat keamanan. \n\nPernyataan mengenai status sembilan perempuan, dugaan keterlibatan pihak tertentu, dan peristiwa kekerasan yang disebutkan dalam materi merupakan keterangan atau klaim dari pihak-pihak yang dikutip. Pernyataan tersebut tidak secara otomatis dianggap sebagai fakta yang telah diverifikasi secara independen oleh pembuat video. \n\nVideo ini bertujuan memberikan informasi, dokumentasi, dan konteks mengenai isu yang menjadi perhatian publik. \n\nPembahasan mengenai konflik dan kekerasan ditempatkan dalam konteks dokumentasi, pemberitaan, dan kepentingan publik, dengan berupaya menyajikan perbedaan keterangan dari pihak-pihak yang terkait. \n\nPenonton disarankan membedakan antara fakta yang telah terverifikasi, pernyataan resmi, keterangan keluarga, informasi aparat, dan klaim masing-masing pihak. \n\n------ \n\nVideo Klarifikasi Resmi Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat per 8 September 2026 tentang Dugaan Penyanderaan 9 Wanita Muda dan juga Penembakan Seorang Ibu di Jila. \n\nTPNPB juga keluarkan dari Markas Pusat Komnas TPNPB agar Semua wilayah Operasi TPNPB yang belum bergabung ke Komando Nasional. Semua komando Wilayah segera mengajukan traf Komando wilayah supaya perjuangan tetap dalam satu Komando dan bertanggung jawab jelas atas semua operasi gerilya. \n\nKarena ini perang Pembebasan Nasional Papua Barat maka operasi gerilya harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab sesuai tujuan revolusi untuk Kemerdekaan Papua Barat. \n\nDemikian Klarifikasi dan Seruan Markas Pusat Komnas TPNPB, dan terima kasih atas kerja sama yang baik. \n\n#freewestpapua #hancurkankapitalisme #hapuskankolonialisme #lawanmiliterisme #freedomfighter #hiduptpnpb #sorotanpublik #hidupkomnastpnpb\n\nYouTube: ‪‬",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788894361000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@sinpotv",
          "attributes": {
            "label": "@sinpotv",
            "x": 123.60758372603964,
            "y": 399.010377393634,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 4,
              "degree": 4
            },
            "_id": "ggW7_NijpsU",
            "id": "@sinpotv",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "43,2 Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan, MPR Publikasikan Naskah PPHN | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi 31 Agustus 2026\n\n1. Warga Bantaran Rel Senen Kini Punya Hunian Layak\n2. Kodam XXII/TB Optimalkan Penanganan Karhutla\n3. JIF Summit 2026 Tawarkan 37 Proyek Strategis Senilai Rp115 Triliun\n4. Jembatan Gantung Garuda OKU Buka Akses Warga\n5. Kopdes Merah Putih Cakung Timur Ramai Pembeli\n6. Begal Sadis di Kota Metro, Lampung, Ditangkap Polisi\n7. Dua Anak Tewas Terjebak dalam Kebakaran Rumah\n8. Hasil Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Timor-Leste\n9. Merdeka Run 2026 Diikuti 10 Ribu Pelari\n10. Merdeka Run 2026, Penyandang Disabilitas Serukan Solidaritas\n11. MPR Publikasikan Naskah PPHN pada 29 Agustus\n12. MPR Sampaikan Pesan Prabowo terhadap PPHN\n13. TNI-Polri Gelar Patroli Terpadu Jaga Keamanan Jakarta\n14. TNI AD dan US Army Tuntaskan Latihan Bersama\n15. Gerindra Respons Pernyataan Prabowo soal Ultimatum kepada Para Menteri\n16. Seminar Nasional Institut STIAMI 2026\n17. Presiden Buka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang\n18. Menteri PPPA dan Kak Seto Hibur Anak-Anak Terdampak Gempa NTT\n19. Imigrasi Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa NTT\n20. Kemendikdasmen Salurkan Ribuan Buku Pascagempa\n21. Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Puskesmas Darurat Borong\n22. Pimpinan DPR Ajak Masyarakat Kawal RUU Perampasan Aset\n23. RUU Perampasan Aset Akan Disahkan 15 Desember 2026\n24. Sentra Kemensos Jadi Pusat Layanan Rehabilitasi Unggulan\n25. Imigrasi Amankan WN Rusia usai Rekam Demonstrasi di Wamena\n26. Kementerian PU Suplai Air untuk Tangani Kebakaran Lahan di Kalteng\n27. Satgas Karhutla Lanud Iskandar Padamkan Kebakaran Lahan\n28. Apel Keberangkatan Personel untuk Edukasi Pencegahan Karhutla\n29. Polisi Ungkap Peredaran Narkotika Sintetis dan Sabu\n30. Diduga Sekap Ibu Kandung, Pemuda Ditangkap Polisi\n31. Ibu dan Anak Copet Pengunjung Pasar Tanah Abang\n32. Terekam CCTV, Pembobol Kios Senilai Rp60 Juta Ditangkap\n33. 43,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Surabaya Dimusnahkan\n34. Akad Massal 62.710 KPR Subsidi, Pemerintah Perluas Hunian Layak\n35. Danantara Housing Expo Resmi Dibuka\n36. Wamendagri Kunjungi Ayah Lulusan Terbaik IPDN\n37. Empat Pesan Wamendagri kepada Mahasiswa untuk Percepat Penuntasan TB\n38. Menteri LH Dorong Aksi Transformatif dalam Pengelolaan Danau\n39. Banjir Lumpur dari Nepal Terjang Tiongkok, Tiga Tewas\n40. Israel Kuasai Pusat Pelatihan UNRWA di Qalandia\n41. Infrastruktur Sipil Donetsk Rusak Digempur Serangan\n42. Bom Seberat 100 Kilogram Ditemukan di Berlin\n43. Bandara Pereira Kembali Beroperasi Pascagempa\n44. Robot Humanoid Pecahkan Rekor Lari 100 Meter\n45. Robot Humanoid Pukau Beijing dengan Tarian\n46. World Nomad Games 2026: Tradisi Nomaden Mendunia\n47. Luca Marini Resmi Gabung KTM Tech3 untuk MotoGP 2027\n48. Tinggalkan Gresini, Fermín Aldeguer Gabung VR46\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaPagi #BeritaTerkini #BeritaIndonesia\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788134406000,
            "hashtags": [
              "#sinpotv",
              "#sinpotvnews",
              "#menyapaindonesiapagi",
              "#beritaterkini",
              "#beritaindonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "sinpotv",
          "attributes": {
            "label": "sinpotv",
            "x": 601.3410056457752,
            "y": 497.32282699431454,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.843,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 4,
              "out_degree": 0,
              "degree": 4
            },
            "_id": "ggW7_NijpsU",
            "id": "sinpotv",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "43,2 Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan, MPR Publikasikan Naskah PPHN | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi 31 Agustus 2026\n\n1. Warga Bantaran Rel Senen Kini Punya Hunian Layak\n2. Kodam XXII/TB Optimalkan Penanganan Karhutla\n3. JIF Summit 2026 Tawarkan 37 Proyek Strategis Senilai Rp115 Triliun\n4. Jembatan Gantung Garuda OKU Buka Akses Warga\n5. Kopdes Merah Putih Cakung Timur Ramai Pembeli\n6. Begal Sadis di Kota Metro, Lampung, Ditangkap Polisi\n7. Dua Anak Tewas Terjebak dalam Kebakaran Rumah\n8. Hasil Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Timor-Leste\n9. Merdeka Run 2026 Diikuti 10 Ribu Pelari\n10. Merdeka Run 2026, Penyandang Disabilitas Serukan Solidaritas\n11. MPR Publikasikan Naskah PPHN pada 29 Agustus\n12. MPR Sampaikan Pesan Prabowo terhadap PPHN\n13. TNI-Polri Gelar Patroli Terpadu Jaga Keamanan Jakarta\n14. TNI AD dan US Army Tuntaskan Latihan Bersama\n15. Gerindra Respons Pernyataan Prabowo soal Ultimatum kepada Para Menteri\n16. Seminar Nasional Institut STIAMI 2026\n17. Presiden Buka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang\n18. Menteri PPPA dan Kak Seto Hibur Anak-Anak Terdampak Gempa NTT\n19. Imigrasi Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa NTT\n20. Kemendikdasmen Salurkan Ribuan Buku Pascagempa\n21. Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Puskesmas Darurat Borong\n22. Pimpinan DPR Ajak Masyarakat Kawal RUU Perampasan Aset\n23. RUU Perampasan Aset Akan Disahkan 15 Desember 2026\n24. Sentra Kemensos Jadi Pusat Layanan Rehabilitasi Unggulan\n25. Imigrasi Amankan WN Rusia usai Rekam Demonstrasi di Wamena\n26. Kementerian PU Suplai Air untuk Tangani Kebakaran Lahan di Kalteng\n27. Satgas Karhutla Lanud Iskandar Padamkan Kebakaran Lahan\n28. Apel Keberangkatan Personel untuk Edukasi Pencegahan Karhutla\n29. Polisi Ungkap Peredaran Narkotika Sintetis dan Sabu\n30. Diduga Sekap Ibu Kandung, Pemuda Ditangkap Polisi\n31. Ibu dan Anak Copet Pengunjung Pasar Tanah Abang\n32. Terekam CCTV, Pembobol Kios Senilai Rp60 Juta Ditangkap\n33. 43,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Surabaya Dimusnahkan\n34. Akad Massal 62.710 KPR Subsidi, Pemerintah Perluas Hunian Layak\n35. Danantara Housing Expo Resmi Dibuka\n36. Wamendagri Kunjungi Ayah Lulusan Terbaik IPDN\n37. Empat Pesan Wamendagri kepada Mahasiswa untuk Percepat Penuntasan TB\n38. Menteri LH Dorong Aksi Transformatif dalam Pengelolaan Danau\n39. Banjir Lumpur dari Nepal Terjang Tiongkok, Tiga Tewas\n40. Israel Kuasai Pusat Pelatihan UNRWA di Qalandia\n41. Infrastruktur Sipil Donetsk Rusak Digempur Serangan\n42. Bom Seberat 100 Kilogram Ditemukan di Berlin\n43. Bandara Pereira Kembali Beroperasi Pascagempa\n44. Robot Humanoid Pecahkan Rekor Lari 100 Meter\n45. Robot Humanoid Pukau Beijing dengan Tarian\n46. World Nomad Games 2026: Tradisi Nomaden Mendunia\n47. Luca Marini Resmi Gabung KTM Tech3 untuk MotoGP 2027\n48. Tinggalkan Gresini, Fermín Aldeguer Gabung VR46\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaPagi #BeritaTerkini #BeritaIndonesia\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788134406000,
            "hashtags": [
              "#sinpotv",
              "#sinpotvnews",
              "#menyapaindonesiapagi",
              "#beritaterkini",
              "#beritaindonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@bligungyudha",
          "attributes": {
            "label": "@bligungyudha",
            "x": 414.3505532889452,
            "y": 781.626503989335,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 2,
              "degree": 2
            },
            "_id": "COc_E64KQtM",
            "id": "@bligungyudha",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Makan Bergizi Gratis dan Kasus Keracunan di Indonesia\n\nProgram Makan Bergizi Gratis atau MBG jadi sorotan besar publik Indonesia sepanjang 2025 sampai 2026 ini. Program yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini menyasar puluhan juta anak sekolah, balita, hingga ibu hamil dan menyusui di seluruh Indonesia, dengan tujuan menekan angka stunting dan memperbaiki gizi generasi muda. Tapi di balik niat baiknya, program MBG juga diwarnai berbagai masalah serius yang bikin publik geram, mulai dari kasus keracunan massal sampai kasus hilang ingatan yang bikin heboh media sosial belakangan ini.\n\nBerdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Mei 2026 tercatat lebih dari 37 ribu korban dugaan keracunan MBG yang tersebar di 210 kabupaten dan kota di 36 provinsi Indonesia. Bahkan menurut laporan Wikipedia dan berbagai media, angka ini terus bertambah dan per awal September 2026 sudah menembus lebih dari 50 ribu kasus keracunan di seluruh provinsi. Salah satu kasus terbesar terjadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dengan lebih dari 800 korban dalam satu kejadian. Kasus lain juga terjadi di Sidoarjo, Rembang, Bantul, Yogyakarta, sampai Papua, dengan gejala mulai dari mual, muntah, diare, pusing, sampai harus dirawat inap di rumah sakit. Penyebabnya beragam, mulai dari bakteri E. coli sampai bahan makanan yang sudah tidak layak konsumsi.\n\nYang paling bikin heboh dan viral belakangan ini adalah kasus seorang siswi SMK di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, bernama Febiola yang mengalami hilang ingatan atau amnesia parah setelah diduga keracunan menu MBG pada Agustus 2026. Menurut keterangan keluarganya, sang anak sampai tidak mengenali guru, teman sekelas, bahkan keluarganya sendiri. Kondisinya sempat disebut kehilangan ingatan hingga 70 persen. Selain amnesia, korban juga dilaporkan mengalami gangguan ginjal dan jantung. Menurut penjelasan dokter spesialis saraf, kasus amnesia akibat keracunan makanan memang sangat jarang terjadi, tapi secara medis bisa dijelaskan lewat mekanisme ensefalopati toksik, yaitu kondisi di mana racun atau infeksi memengaruhi fungsi otak dan sistem saraf pusat. Kasus ini bahkan sampai membuat organisasi hak asasi manusia mendesak agar program MBG dievaluasi total demi keamanan anak-anak Indonesia.\n\nSelain dua masalah besar ini, MBG juga menuai kritik dari berbagai sisi lain, mulai dari isu korupsi dalam pengelolaan dana, kualitas gizi makanan yang tidak sesuai standar, tata kelola dapur SPPG yang masih berantakan, sampah makanan yang terbuang sia-sia karena distribusi tidak merata, dan sentralisasi program yang bikin pengawasan di lapangan jadi lemah. Karena maraknya kasus keracunan ini, publik bahkan sempat memelesetkan MBG jadi Makan Beracun Gratis, sebuah sindiran tajam yang menggambarkan kekecewaan masyarakat terhadap pelaksanaan program ini di lapangan.\n\nKalau kita bandingkan dengan negara lain yang lebih dulu punya program serupa, ada pelajaran penting yang bisa diambil. Brasil misalnya, punya program PNAE yang sudah berjalan sejak tahun 1955 dan sampai sekarang jadi salah satu program makan gratis sekolah paling matang di dunia. Kuncinya ada di sistem pengadaan bahan pangan yang diwajibkan berasal dari petani lokal, dengan pengawasan mutu yang ketat dan terstandar di setiap daerah. Finlandia bahkan sudah menjalankan program makan gratis sejak 1948 tanpa insiden keracunan massal yang signifikan, karena standar keamanan pangan dan pengawasan kualitas dijaga sangat ketat sejak awal, bukan cuma soal jumlah porsi yang dibagikan tapi soal kualitas dan keamanannya.\n\nPemerintah Indonesia sendiri lewat Badan Gizi Nasional mengklaim angka keracunan MBG masih relatif kecil dibanding total porsi yang sudah didistribusikan, yang sudah mencapai miliaran piring sejak program ini dimulai. Tapi bagi keluarga korban, satu kasus keracunan atau hilang ingatan saja sudah cukup jadi tragedi yang mengubah hidup anak mereka selamanya. Ini jadi pengingat penting bahwa program sebesar dan semulia apapun tujuannya, tetap butuh sistem pengawasan keamanan pangan yang ketat, transparansi anggaran, dan evaluasi berkelanjutan supaya kejadian serupa tidak terus berulang di berbagai daerah.\n\nMenurut kalian, apakah program MBG perlu dievaluasi total atau cukup diperbaiki sistem pengawasannya saja? Apakah pemerintah sudah cukup serius menangani kasus keracunan dan dampak kesehatan jangka panjang seperti yang dialami korban di Karo? Tulis pendapat kalian di kolom komentar, dan share video ini biar makin banyak orang tua yang waspada dan pemerintah semakin terdorong memperbaiki program ini demi keselamatan anak-anak Indonesia.\n\n_______________________________\n\n  / bligungyudha  \n   / dreadteambali  \n   /   \n   /",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789027629000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "saradacademy",
          "attributes": {
            "label": "saradacademy",
            "x": 591.3642548733675,
            "y": 932.8730375867883,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.5166,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "COc_E64KQtM",
            "id": "saradacademy",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Makan Bergizi Gratis dan Kasus Keracunan di Indonesia\n\nProgram Makan Bergizi Gratis atau MBG jadi sorotan besar publik Indonesia sepanjang 2025 sampai 2026 ini. Program yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini menyasar puluhan juta anak sekolah, balita, hingga ibu hamil dan menyusui di seluruh Indonesia, dengan tujuan menekan angka stunting dan memperbaiki gizi generasi muda. Tapi di balik niat baiknya, program MBG juga diwarnai berbagai masalah serius yang bikin publik geram, mulai dari kasus keracunan massal sampai kasus hilang ingatan yang bikin heboh media sosial belakangan ini.\n\nBerdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Mei 2026 tercatat lebih dari 37 ribu korban dugaan keracunan MBG yang tersebar di 210 kabupaten dan kota di 36 provinsi Indonesia. Bahkan menurut laporan Wikipedia dan berbagai media, angka ini terus bertambah dan per awal September 2026 sudah menembus lebih dari 50 ribu kasus keracunan di seluruh provinsi. Salah satu kasus terbesar terjadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dengan lebih dari 800 korban dalam satu kejadian. Kasus lain juga terjadi di Sidoarjo, Rembang, Bantul, Yogyakarta, sampai Papua, dengan gejala mulai dari mual, muntah, diare, pusing, sampai harus dirawat inap di rumah sakit. Penyebabnya beragam, mulai dari bakteri E. coli sampai bahan makanan yang sudah tidak layak konsumsi.\n\nYang paling bikin heboh dan viral belakangan ini adalah kasus seorang siswi SMK di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, bernama Febiola yang mengalami hilang ingatan atau amnesia parah setelah diduga keracunan menu MBG pada Agustus 2026. Menurut keterangan keluarganya, sang anak sampai tidak mengenali guru, teman sekelas, bahkan keluarganya sendiri. Kondisinya sempat disebut kehilangan ingatan hingga 70 persen. Selain amnesia, korban juga dilaporkan mengalami gangguan ginjal dan jantung. Menurut penjelasan dokter spesialis saraf, kasus amnesia akibat keracunan makanan memang sangat jarang terjadi, tapi secara medis bisa dijelaskan lewat mekanisme ensefalopati toksik, yaitu kondisi di mana racun atau infeksi memengaruhi fungsi otak dan sistem saraf pusat. Kasus ini bahkan sampai membuat organisasi hak asasi manusia mendesak agar program MBG dievaluasi total demi keamanan anak-anak Indonesia.\n\nSelain dua masalah besar ini, MBG juga menuai kritik dari berbagai sisi lain, mulai dari isu korupsi dalam pengelolaan dana, kualitas gizi makanan yang tidak sesuai standar, tata kelola dapur SPPG yang masih berantakan, sampah makanan yang terbuang sia-sia karena distribusi tidak merata, dan sentralisasi program yang bikin pengawasan di lapangan jadi lemah. Karena maraknya kasus keracunan ini, publik bahkan sempat memelesetkan MBG jadi Makan Beracun Gratis, sebuah sindiran tajam yang menggambarkan kekecewaan masyarakat terhadap pelaksanaan program ini di lapangan.\n\nKalau kita bandingkan dengan negara lain yang lebih dulu punya program serupa, ada pelajaran penting yang bisa diambil. Brasil misalnya, punya program PNAE yang sudah berjalan sejak tahun 1955 dan sampai sekarang jadi salah satu program makan gratis sekolah paling matang di dunia. Kuncinya ada di sistem pengadaan bahan pangan yang diwajibkan berasal dari petani lokal, dengan pengawasan mutu yang ketat dan terstandar di setiap daerah. Finlandia bahkan sudah menjalankan program makan gratis sejak 1948 tanpa insiden keracunan massal yang signifikan, karena standar keamanan pangan dan pengawasan kualitas dijaga sangat ketat sejak awal, bukan cuma soal jumlah porsi yang dibagikan tapi soal kualitas dan keamanannya.\n\nPemerintah Indonesia sendiri lewat Badan Gizi Nasional mengklaim angka keracunan MBG masih relatif kecil dibanding total porsi yang sudah didistribusikan, yang sudah mencapai miliaran piring sejak program ini dimulai. Tapi bagi keluarga korban, satu kasus keracunan atau hilang ingatan saja sudah cukup jadi tragedi yang mengubah hidup anak mereka selamanya. Ini jadi pengingat penting bahwa program sebesar dan semulia apapun tujuannya, tetap butuh sistem pengawasan keamanan pangan yang ketat, transparansi anggaran, dan evaluasi berkelanjutan supaya kejadian serupa tidak terus berulang di berbagai daerah.\n\nMenurut kalian, apakah program MBG perlu dievaluasi total atau cukup diperbaiki sistem pengawasannya saja? Apakah pemerintah sudah cukup serius menangani kasus keracunan dan dampak kesehatan jangka panjang seperti yang dialami korban di Karo? Tulis pendapat kalian di kolom komentar, dan share video ini biar makin banyak orang tua yang waspada dan pemerintah semakin terdorong memperbaiki program ini demi keselamatan anak-anak Indonesia.\n\n_______________________________\n\n  / bligungyudha  \n   / dreadteambali  \n   /   \n   /",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789027629000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "filmsarad",
          "attributes": {
            "label": "filmsarad",
            "x": 611.8297465863479,
            "y": 364.5476095414839,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.5166,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "COc_E64KQtM",
            "id": "filmsarad",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Makan Bergizi Gratis dan Kasus Keracunan di Indonesia\n\nProgram Makan Bergizi Gratis atau MBG jadi sorotan besar publik Indonesia sepanjang 2025 sampai 2026 ini. Program yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini menyasar puluhan juta anak sekolah, balita, hingga ibu hamil dan menyusui di seluruh Indonesia, dengan tujuan menekan angka stunting dan memperbaiki gizi generasi muda. Tapi di balik niat baiknya, program MBG juga diwarnai berbagai masalah serius yang bikin publik geram, mulai dari kasus keracunan massal sampai kasus hilang ingatan yang bikin heboh media sosial belakangan ini.\n\nBerdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Mei 2026 tercatat lebih dari 37 ribu korban dugaan keracunan MBG yang tersebar di 210 kabupaten dan kota di 36 provinsi Indonesia. Bahkan menurut laporan Wikipedia dan berbagai media, angka ini terus bertambah dan per awal September 2026 sudah menembus lebih dari 50 ribu kasus keracunan di seluruh provinsi. Salah satu kasus terbesar terjadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dengan lebih dari 800 korban dalam satu kejadian. Kasus lain juga terjadi di Sidoarjo, Rembang, Bantul, Yogyakarta, sampai Papua, dengan gejala mulai dari mual, muntah, diare, pusing, sampai harus dirawat inap di rumah sakit. Penyebabnya beragam, mulai dari bakteri E. coli sampai bahan makanan yang sudah tidak layak konsumsi.\n\nYang paling bikin heboh dan viral belakangan ini adalah kasus seorang siswi SMK di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, bernama Febiola yang mengalami hilang ingatan atau amnesia parah setelah diduga keracunan menu MBG pada Agustus 2026. Menurut keterangan keluarganya, sang anak sampai tidak mengenali guru, teman sekelas, bahkan keluarganya sendiri. Kondisinya sempat disebut kehilangan ingatan hingga 70 persen. Selain amnesia, korban juga dilaporkan mengalami gangguan ginjal dan jantung. Menurut penjelasan dokter spesialis saraf, kasus amnesia akibat keracunan makanan memang sangat jarang terjadi, tapi secara medis bisa dijelaskan lewat mekanisme ensefalopati toksik, yaitu kondisi di mana racun atau infeksi memengaruhi fungsi otak dan sistem saraf pusat. Kasus ini bahkan sampai membuat organisasi hak asasi manusia mendesak agar program MBG dievaluasi total demi keamanan anak-anak Indonesia.\n\nSelain dua masalah besar ini, MBG juga menuai kritik dari berbagai sisi lain, mulai dari isu korupsi dalam pengelolaan dana, kualitas gizi makanan yang tidak sesuai standar, tata kelola dapur SPPG yang masih berantakan, sampah makanan yang terbuang sia-sia karena distribusi tidak merata, dan sentralisasi program yang bikin pengawasan di lapangan jadi lemah. Karena maraknya kasus keracunan ini, publik bahkan sempat memelesetkan MBG jadi Makan Beracun Gratis, sebuah sindiran tajam yang menggambarkan kekecewaan masyarakat terhadap pelaksanaan program ini di lapangan.\n\nKalau kita bandingkan dengan negara lain yang lebih dulu punya program serupa, ada pelajaran penting yang bisa diambil. Brasil misalnya, punya program PNAE yang sudah berjalan sejak tahun 1955 dan sampai sekarang jadi salah satu program makan gratis sekolah paling matang di dunia. Kuncinya ada di sistem pengadaan bahan pangan yang diwajibkan berasal dari petani lokal, dengan pengawasan mutu yang ketat dan terstandar di setiap daerah. Finlandia bahkan sudah menjalankan program makan gratis sejak 1948 tanpa insiden keracunan massal yang signifikan, karena standar keamanan pangan dan pengawasan kualitas dijaga sangat ketat sejak awal, bukan cuma soal jumlah porsi yang dibagikan tapi soal kualitas dan keamanannya.\n\nPemerintah Indonesia sendiri lewat Badan Gizi Nasional mengklaim angka keracunan MBG masih relatif kecil dibanding total porsi yang sudah didistribusikan, yang sudah mencapai miliaran piring sejak program ini dimulai. Tapi bagi keluarga korban, satu kasus keracunan atau hilang ingatan saja sudah cukup jadi tragedi yang mengubah hidup anak mereka selamanya. Ini jadi pengingat penting bahwa program sebesar dan semulia apapun tujuannya, tetap butuh sistem pengawasan keamanan pangan yang ketat, transparansi anggaran, dan evaluasi berkelanjutan supaya kejadian serupa tidak terus berulang di berbagai daerah.\n\nMenurut kalian, apakah program MBG perlu dievaluasi total atau cukup diperbaiki sistem pengawasannya saja? Apakah pemerintah sudah cukup serius menangani kasus keracunan dan dampak kesehatan jangka panjang seperti yang dialami korban di Karo? Tulis pendapat kalian di kolom komentar, dan share video ini biar makin banyak orang tua yang waspada dan pemerintah semakin terdorong memperbaiki program ini demi keselamatan anak-anak Indonesia.\n\n_______________________________\n\n  / bligungyudha  \n   / dreadteambali  \n   /   \n   /",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1789027629000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@sautsitumorangkpk",
          "attributes": {
            "label": "@sautsitumorangkpk",
            "x": 176.3249545879998,
            "y": 183.5862352384342,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 12,
              "degree": 12
            },
            "_id": "uQ9kwEAJLzU",
            "id": "@sautsitumorangkpk",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Lagi Lagi MBG....\n\nFix ! IPK NKRI sekelas NEPAL/Siera Leon ;  tahun 2026 : 34 ( setahun Prabowo berkuasa malah anjlok 3  point , dari tahun sebelumnya 37  )\n\nMengapa Korupsi Merajalela di Indonesia  dengan Indeks Persepsi Korupsi 34 ( Setahun Prabowo Memerintah IPK malah jatuh dari 37 ke 34)  ? Saut Situmorang ( Pimpinan KPK 2015-2019)  SEBAGAIMANA Biasanya  Menjelaskan  kompleksitas salah satunya  sebagaimana  di video ini. Ini Sebagai gambaran bagian dari mengapa negara ini Amburadul Terutama 10 Tahun terakhir  rusaknya  9 Nilai ( Value) Anti Korupsi  :  Jujur, Peduli, Mandiri, Disiplin, TanggungJawab,  Kerja Keras,  Sederhana,  Berani dan Adil ,  Didalam menjalankan Strategi IPOLEKSOSBUDHANKAM ( Ideologi Politik Ekonomi Sosial Budaya Pertahanan dan Keamanan) sebagai Negara yg Ber Pancasila. Sehingga Memberantas Korupsi lebih banyak RISIKO Ancaman  Gangguan  Hambatan dan Tantangan ( AGHT)  Daripada Strong dan Oppotunity nya .\n\nKompleksitas prilaku KORUPS PIMPINAN NEGARA  DAN RAKYATNYA pada Pilpres 2024 Sangat Merusak Nilai Nilai Demokrasi ,Potensi yang sama Terjadi pada Pilkada SERENTAK 2024  tanggal 27 NOVEMBER  2024  , SEJUMLAH POTENSI KONPLIK DUGAAN  MEMENANGKAN SALAH SATU KONTESTAN OLEH KELOMPOK YG DISEBUT PARTAI COKLAT DIINGATKAN  BANYAK PIHAK  Menambah Rumitnya Isyu TRANSAKSI DAN KONFLIK KEPENTINGAN DI NEGERI INI . Ini Kelanjutan Pertengahan 2019 terjungkalnya   Independensi KPK Penguasa   yang diamini oleh  Mayaritas Anggota Parlemen - Yang Sadar Belakangan ! . \n\nDAmpak ikutanya :  Rejim Oligarchi Merajalela, MENIMBULKAN  In Efisiensi Ekonomi, KKN , Politik Pecah Belah, Penegak Hukum Jadi Alat Penekan Lawan Politik, Beda Pikiran Dianggap Musuh Ideologi Pancasila, Penebalan Polarisasi Masyarakat , Mulai dari Baby  Boomers sampai Gen Z , Alpah bla bla  Rusak Orientasi - Fix ! IPK NKRI sekelas NEPAL tahun 2026 : 34 ( setahun Prabowo berkuasa malah anjlok 3  point )\n\n\nDampak lainya dari KERUSAKAN 10 Tahun KEBELAKANG : Negara Kehilangan Identitas, Bank Sentral BI Tidak Independen, Dinasti Politik dan Oligarchi Politik dianggap Biasa , Pelemahan Institusi Demokrasi,TNI Kembali ke Ranah Sipil, Konflik Papua Semakin Menghawatirkan, Runtuhnya Sistem  Pendidikan Kurikulum Pendidikan dasar sampai Universitas, Watak Patron-Klien di Kepolisian, Politisasi Kejaksaan, Kegagalan Menangani Pelanggaran HAM  Berat, Carut Marut Mengelola APBN Uang Negara.Terus saja bergulir tanpa akhir  sampai  saat ini  ( 26 September 2025) masih dapat  dominan  dampaknya !.\n\nKompleksitas Lain  Datang Dari Politisasi Latar belakang Pimpinan Lembaga Auditor milik Negara BPK ,  Banyak pertanyaan besar yang   sama  terjadi di lembaga  Auditor milik  Pemerintah Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah milik BPKP,  prilaku PNS/Pegawai Negeri dan Honorer nya terutama Para Guru dan DOSEN  bahkan Rektor  yang menunjukan kondisis semakin tidak jadi contoh .\n\nDi sisi Keuangan ,  Independensi Bank Sentral BI,Ketergantungan Pada Utang China/RRT, Pemaksaan Ibukota Baru Nusantara, Pengembalian Dewan Pertimbangan Agung, Mahkamah Agung Diminta sekelompok Orang Untuk Dibekukan , Gimik Diplomasi Hubungan Luar Nageri  oleh KEMLU dan Jajaran lain ,Kerusakan Lingkungan Hidup, Konflik Pertanahan/Agraria, Kriminalisasi atas Nama Proyek Strategis Nasional/ PSN,Kebebasan Sipil Yang Semakin Menyempit   ). Dan Seabrek persoalan lainya !.  Remuk !.\n\nPada sisi Lain DPR MPR DPD Selalu Saja Datang dengan sejumlah Pembenaran mereka tidak dalam Posisi  Mendorong atau  Menerapkan Impeachment  bagi  Pelaku  KKN  Alih Alih Mendorong  Mengadilinya ke depan Meja  Hakim Justru Bagian Dari  Legitimasi KKN . Mimpi Negara Maju ibarat EMAS , BERPOTENSI HANYA Benar Benar  Tinggal Mimpi ! .\n\n#PolitikIndonesia\n#OpiniRakyat\n#DiskusiPublik\n#AnalisisIsu\n#BeritaHariIni\n#KajianPolitik\n#SuaraMasyarakat\n#Rakyatbersuara\n#reformasidikorupsi\n#kejarsampaikeantartica\n\nOLeh sebab itu : Lawan Korupsi Sekarang juga  atau Tenggelam !!!.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788409436000,
            "hashtags": [
              "#politikindonesia",
              "#opinirakyat",
              "#diskusipublik",
              "#analisisisu",
              "#beritahariini",
              "#kajianpolitik",
              "#suaramasyarakat",
              "#rakyatbersuara",
              "#reformasidikorupsi",
              "#kejarsampaikeantartica"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "sautsitumorangkpk.",
          "attributes": {
            "label": "sautsitumorangkpk.",
            "x": 415.53442236229785,
            "y": 373.4201286586697,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.394,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 12,
              "out_degree": 0,
              "degree": 12
            },
            "_id": "uQ9kwEAJLzU",
            "id": "sautsitumorangkpk.",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Lagi Lagi MBG....\n\nFix ! IPK NKRI sekelas NEPAL/Siera Leon ;  tahun 2026 : 34 ( setahun Prabowo berkuasa malah anjlok 3  point , dari tahun sebelumnya 37  )\n\nMengapa Korupsi Merajalela di Indonesia  dengan Indeks Persepsi Korupsi 34 ( Setahun Prabowo Memerintah IPK malah jatuh dari 37 ke 34)  ? Saut Situmorang ( Pimpinan KPK 2015-2019)  SEBAGAIMANA Biasanya  Menjelaskan  kompleksitas salah satunya  sebagaimana  di video ini. Ini Sebagai gambaran bagian dari mengapa negara ini Amburadul Terutama 10 Tahun terakhir  rusaknya  9 Nilai ( Value) Anti Korupsi  :  Jujur, Peduli, Mandiri, Disiplin, TanggungJawab,  Kerja Keras,  Sederhana,  Berani dan Adil ,  Didalam menjalankan Strategi IPOLEKSOSBUDHANKAM ( Ideologi Politik Ekonomi Sosial Budaya Pertahanan dan Keamanan) sebagai Negara yg Ber Pancasila. Sehingga Memberantas Korupsi lebih banyak RISIKO Ancaman  Gangguan  Hambatan dan Tantangan ( AGHT)  Daripada Strong dan Oppotunity nya .\n\nKompleksitas prilaku KORUPS PIMPINAN NEGARA  DAN RAKYATNYA pada Pilpres 2024 Sangat Merusak Nilai Nilai Demokrasi ,Potensi yang sama Terjadi pada Pilkada SERENTAK 2024  tanggal 27 NOVEMBER  2024  , SEJUMLAH POTENSI KONPLIK DUGAAN  MEMENANGKAN SALAH SATU KONTESTAN OLEH KELOMPOK YG DISEBUT PARTAI COKLAT DIINGATKAN  BANYAK PIHAK  Menambah Rumitnya Isyu TRANSAKSI DAN KONFLIK KEPENTINGAN DI NEGERI INI . Ini Kelanjutan Pertengahan 2019 terjungkalnya   Independensi KPK Penguasa   yang diamini oleh  Mayaritas Anggota Parlemen - Yang Sadar Belakangan ! . \n\nDAmpak ikutanya :  Rejim Oligarchi Merajalela, MENIMBULKAN  In Efisiensi Ekonomi, KKN , Politik Pecah Belah, Penegak Hukum Jadi Alat Penekan Lawan Politik, Beda Pikiran Dianggap Musuh Ideologi Pancasila, Penebalan Polarisasi Masyarakat , Mulai dari Baby  Boomers sampai Gen Z , Alpah bla bla  Rusak Orientasi - Fix ! IPK NKRI sekelas NEPAL tahun 2026 : 34 ( setahun Prabowo berkuasa malah anjlok 3  point )\n\n\nDampak lainya dari KERUSAKAN 10 Tahun KEBELAKANG : Negara Kehilangan Identitas, Bank Sentral BI Tidak Independen, Dinasti Politik dan Oligarchi Politik dianggap Biasa , Pelemahan Institusi Demokrasi,TNI Kembali ke Ranah Sipil, Konflik Papua Semakin Menghawatirkan, Runtuhnya Sistem  Pendidikan Kurikulum Pendidikan dasar sampai Universitas, Watak Patron-Klien di Kepolisian, Politisasi Kejaksaan, Kegagalan Menangani Pelanggaran HAM  Berat, Carut Marut Mengelola APBN Uang Negara.Terus saja bergulir tanpa akhir  sampai  saat ini  ( 26 September 2025) masih dapat  dominan  dampaknya !.\n\nKompleksitas Lain  Datang Dari Politisasi Latar belakang Pimpinan Lembaga Auditor milik Negara BPK ,  Banyak pertanyaan besar yang   sama  terjadi di lembaga  Auditor milik  Pemerintah Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah milik BPKP,  prilaku PNS/Pegawai Negeri dan Honorer nya terutama Para Guru dan DOSEN  bahkan Rektor  yang menunjukan kondisis semakin tidak jadi contoh .\n\nDi sisi Keuangan ,  Independensi Bank Sentral BI,Ketergantungan Pada Utang China/RRT, Pemaksaan Ibukota Baru Nusantara, Pengembalian Dewan Pertimbangan Agung, Mahkamah Agung Diminta sekelompok Orang Untuk Dibekukan , Gimik Diplomasi Hubungan Luar Nageri  oleh KEMLU dan Jajaran lain ,Kerusakan Lingkungan Hidup, Konflik Pertanahan/Agraria, Kriminalisasi atas Nama Proyek Strategis Nasional/ PSN,Kebebasan Sipil Yang Semakin Menyempit   ). Dan Seabrek persoalan lainya !.  Remuk !.\n\nPada sisi Lain DPR MPR DPD Selalu Saja Datang dengan sejumlah Pembenaran mereka tidak dalam Posisi  Mendorong atau  Menerapkan Impeachment  bagi  Pelaku  KKN  Alih Alih Mendorong  Mengadilinya ke depan Meja  Hakim Justru Bagian Dari  Legitimasi KKN . Mimpi Negara Maju ibarat EMAS , BERPOTENSI HANYA Benar Benar  Tinggal Mimpi ! .\n\n#PolitikIndonesia\n#OpiniRakyat\n#DiskusiPublik\n#AnalisisIsu\n#BeritaHariIni\n#KajianPolitik\n#SuaraMasyarakat\n#Rakyatbersuara\n#reformasidikorupsi\n#kejarsampaikeantartica\n\nOLeh sebab itu : Lawan Korupsi Sekarang juga  atau Tenggelam !!!.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788409436000,
            "hashtags": [
              "#politikindonesia",
              "#opinirakyat",
              "#diskusipublik",
              "#analisisisu",
              "#beritahariini",
              "#kajianpolitik",
              "#suaramasyarakat",
              "#rakyatbersuara",
              "#reformasidikorupsi",
              "#kejarsampaikeantartica"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@kantahkabhulusungaiutara7388",
          "attributes": {
            "label": "@kantahkabhulusungaiutara7388",
            "x": 326.3316406293005,
            "y": 588.3090793007666,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "pQl74ee8-28",
            "id": "@kantahkabhulusungaiutara7388",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Sri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan yang Mampu Baca Peta Sekaligus Memahami Manusia\n\nSri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan Pertanahan yang Mampu Baca Peta Sekaligus Memahami Manusia\n\nSleman - Gubernur D.I. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menilai Indonesia membutuhkan insan pertanahan yang tidak hanya cakap membaca peta dan menguasai teknologi, namun juga mampu memahami manusia, sejarah, serta kebudayaan yang hidup di balik setiap bidang tanah. Pesan tersebut disampaikan kepada para wisudawan dan wisudawati Politeknik Agraria STPN agar ilmu pertanahan yang mereka miliki dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.\n\n“Indonesia membutuhkan insan pertanahan yang mampu membaca peta sekaligus memahami manusia di dalam peta. Saudara perlu cakap menguasai teknologi, tetapi tetap bijak dalam menimbang rasa keadilan. Saudara perlu teguh menjalankan regulasi tetapi tetap arif membaca sejarah dan kebudayaan masyarakat,” pesan Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, saat wisuda Politeknik Agraria STPN, Sabtu (05/09/2026).\n\nMenurutnya, tanah bagi Indonesia bukan sekadar hamparan fisik, melainkan bagian dari jati diri, jejak perjuangan, dan fondasi pemerintahan. Di atas tanah, manusia membangun rumah, memproduksi pangan, membentuk komunitas, serta menautkan masa lalu dengan masa depan. Tanah pun kerap dikenal sebagai Ibu Pertiwi yang mengandung kehidupan, memberi penghidupan, dan menjaga keberlanjutan peradaban.\n\nOleh karena itu, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengingatkan bahwa pengelolaan tanah tidak dapat dilepaskan dari nilai dan kebudayaan masyarakat yang hidup di dalamnya. Dalam filosofi Jawa, ada prinsip Hamemayu Hayuning Bawana, yakni ikhtiar manusia untuk menjaga keselamatan, ketenteraman, dan keindahan dunia. Prinsip tersebut mengajarkan bahwa setiap campur tangan manusia dalam mengelola tanah harus membawa kehidupan menuju keadaan yang lebih adil dan manusiawi.\n\nPandangan bahwa tanah merupakan amanah kolektif juga hidup di penjuru Nusantara. Di Minangkabau dikenal prinsip Harta Pusaka Tinggi yang berkaitan dengan tanah ulayat kaum dan tanggung jawab lintas generasi. Di Bali, sistem subak mempertahankan keterkaitan tanah, air, pertanian, dan spiritualitas melalui filosofi Tri Hita Karana, yang menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. \n\nSementara itu, di berbagai wilayah Indonesia Timur, termasuk Papua dan Maluku, sistem hak ulayat memperlihatkan bahwa tanah kerap dipahami sebagai ruang hidup bersama yang melekat pada tanggung jawab sosial suatu marga atau kelompok adat.\n\n“Keragaman ini adalah kekayaan tata kelola pemerintahan Indonesia. Regulasi perlu membacanya dengan jernih, kebijakan perlu menghormatinya dengan arif, teknologi perlu mengakomodasinya dengan presisi dan kepekaan,” tutur Sri Sultan Hamengkubuwono X.\n\nSri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, berbagai pandangan tersebut menunjukkan bahwa ilmu pertanahan tidak hanya berhubungan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut manusia dan kehidupan yang berada di balik sebuah bidang tanah. Penguatan keamanan tenurial berkaitan erat dengan kesejahteraan manusia dan keberlanjutan lingkungan.\n\nKepastian hak atas tanah membutuhkan perangkat kelembagaan dan tata kelola yang mampu menerjemahkan kebijakan menjadi kemanfaatan nyata bagi masyarakat. “Di sinilah ilmu pertanahan memperoleh kedudukan strategis. Ilmu pertanahan bekerja di antara ukuran dan makna, antara peta dan manusia, antara sertipikat dan juga martabat,” ungkap Sri Sultan Hamengkubuwono X.\n\nKepada para wisudawan dan wisudawati, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengingatkan bahwa kelak mereka akan berhadapan dengan berbagai berkas pertanahan yang tampak rutin. Namun, di balik setiap berkas tersebut terdapat kehidupan manusia yang menaruh harapan kepada mereka. Karena itu, ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan perlu diwujudkan dalam pelayanan yang memberikan kepastian sekaligus mempertimbangkan keadilan dan kondisi sosial masyarakat.\n\nSri Sultan Hamengkubuwono X berpesan agar para lulusan membawa ilmu mereka ke tengah masyarakat dengan sikap rendah hati. Setiap pengukuran diharapkan menjadi jalan menuju kepastian, setiap pemetaan menjadi jalan menuju keteraturan, dan setiap pelayanan pertanahan menjadi jalan menuju ketentraman sosial. “Dengan visi seperti itulah kita menaruh harapan besar kepada para wisudawan-wisudawati yang akan mengaplikasikan ilmunya di dunia kerja,” pungkasnya. (LS/JR/FA)\n\n#KementerianATRBPN\n#MelayaniProfesionalTerpercaya\n#MajuDanModern\n#MenujuPelayananKelasDunia\n\nBiro Hubungan Masyarakat dan Protokol\nKementerian Agraria dan Tata Ruang/\nBadan Pertanahan Nasional\n\nX: x.com/kem_atrbpn\nInstagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/\nFanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN\nYoutube:    / kementerianatrbpn  \nTikTok: tiktok.com/\nSitus: atrbpn.go.id\nPPID: ppid.atrbpn.go.id\nWhatsApp Pengaduan: 0811-1068-0000",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788794534000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "kementerian.atrbpn",
          "attributes": {
            "label": "kementerian.atrbpn",
            "x": 322.7395453979005,
            "y": 521.5066460658944,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "pQl74ee8-28",
            "id": "kementerian.atrbpn",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Sri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan yang Mampu Baca Peta Sekaligus Memahami Manusia\n\nSri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan Pertanahan yang Mampu Baca Peta Sekaligus Memahami Manusia\n\nSleman - Gubernur D.I. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menilai Indonesia membutuhkan insan pertanahan yang tidak hanya cakap membaca peta dan menguasai teknologi, namun juga mampu memahami manusia, sejarah, serta kebudayaan yang hidup di balik setiap bidang tanah. Pesan tersebut disampaikan kepada para wisudawan dan wisudawati Politeknik Agraria STPN agar ilmu pertanahan yang mereka miliki dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.\n\n“Indonesia membutuhkan insan pertanahan yang mampu membaca peta sekaligus memahami manusia di dalam peta. Saudara perlu cakap menguasai teknologi, tetapi tetap bijak dalam menimbang rasa keadilan. Saudara perlu teguh menjalankan regulasi tetapi tetap arif membaca sejarah dan kebudayaan masyarakat,” pesan Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, saat wisuda Politeknik Agraria STPN, Sabtu (05/09/2026).\n\nMenurutnya, tanah bagi Indonesia bukan sekadar hamparan fisik, melainkan bagian dari jati diri, jejak perjuangan, dan fondasi pemerintahan. Di atas tanah, manusia membangun rumah, memproduksi pangan, membentuk komunitas, serta menautkan masa lalu dengan masa depan. Tanah pun kerap dikenal sebagai Ibu Pertiwi yang mengandung kehidupan, memberi penghidupan, dan menjaga keberlanjutan peradaban.\n\nOleh karena itu, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengingatkan bahwa pengelolaan tanah tidak dapat dilepaskan dari nilai dan kebudayaan masyarakat yang hidup di dalamnya. Dalam filosofi Jawa, ada prinsip Hamemayu Hayuning Bawana, yakni ikhtiar manusia untuk menjaga keselamatan, ketenteraman, dan keindahan dunia. Prinsip tersebut mengajarkan bahwa setiap campur tangan manusia dalam mengelola tanah harus membawa kehidupan menuju keadaan yang lebih adil dan manusiawi.\n\nPandangan bahwa tanah merupakan amanah kolektif juga hidup di penjuru Nusantara. Di Minangkabau dikenal prinsip Harta Pusaka Tinggi yang berkaitan dengan tanah ulayat kaum dan tanggung jawab lintas generasi. Di Bali, sistem subak mempertahankan keterkaitan tanah, air, pertanian, dan spiritualitas melalui filosofi Tri Hita Karana, yang menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. \n\nSementara itu, di berbagai wilayah Indonesia Timur, termasuk Papua dan Maluku, sistem hak ulayat memperlihatkan bahwa tanah kerap dipahami sebagai ruang hidup bersama yang melekat pada tanggung jawab sosial suatu marga atau kelompok adat.\n\n“Keragaman ini adalah kekayaan tata kelola pemerintahan Indonesia. Regulasi perlu membacanya dengan jernih, kebijakan perlu menghormatinya dengan arif, teknologi perlu mengakomodasinya dengan presisi dan kepekaan,” tutur Sri Sultan Hamengkubuwono X.\n\nSri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, berbagai pandangan tersebut menunjukkan bahwa ilmu pertanahan tidak hanya berhubungan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut manusia dan kehidupan yang berada di balik sebuah bidang tanah. Penguatan keamanan tenurial berkaitan erat dengan kesejahteraan manusia dan keberlanjutan lingkungan.\n\nKepastian hak atas tanah membutuhkan perangkat kelembagaan dan tata kelola yang mampu menerjemahkan kebijakan menjadi kemanfaatan nyata bagi masyarakat. “Di sinilah ilmu pertanahan memperoleh kedudukan strategis. Ilmu pertanahan bekerja di antara ukuran dan makna, antara peta dan manusia, antara sertipikat dan juga martabat,” ungkap Sri Sultan Hamengkubuwono X.\n\nKepada para wisudawan dan wisudawati, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengingatkan bahwa kelak mereka akan berhadapan dengan berbagai berkas pertanahan yang tampak rutin. Namun, di balik setiap berkas tersebut terdapat kehidupan manusia yang menaruh harapan kepada mereka. Karena itu, ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan perlu diwujudkan dalam pelayanan yang memberikan kepastian sekaligus mempertimbangkan keadilan dan kondisi sosial masyarakat.\n\nSri Sultan Hamengkubuwono X berpesan agar para lulusan membawa ilmu mereka ke tengah masyarakat dengan sikap rendah hati. Setiap pengukuran diharapkan menjadi jalan menuju kepastian, setiap pemetaan menjadi jalan menuju keteraturan, dan setiap pelayanan pertanahan menjadi jalan menuju ketentraman sosial. “Dengan visi seperti itulah kita menaruh harapan besar kepada para wisudawan-wisudawati yang akan mengaplikasikan ilmunya di dunia kerja,” pungkasnya. (LS/JR/FA)\n\n#KementerianATRBPN\n#MelayaniProfesionalTerpercaya\n#MajuDanModern\n#MenujuPelayananKelasDunia\n\nBiro Hubungan Masyarakat dan Protokol\nKementerian Agraria dan Tata Ruang/\nBadan Pertanahan Nasional\n\nX: x.com/kem_atrbpn\nInstagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/\nFanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN\nYoutube:    / kementerianatrbpn  \nTikTok: tiktok.com/\nSitus: atrbpn.go.id\nPPID: ppid.atrbpn.go.id\nWhatsApp Pengaduan: 0811-1068-0000",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1788794534000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@officialokezone",
          "attributes": {
            "label": "@officialokezone",
            "x": 521.2838439469999,
            "y": 212.7999840106597,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2htLRjYkCe4",
            "id": "@officialokezone",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "TNI Tembus Distrik Terisolasi Papua, Gelar Upacara Bendera Setelah 15 Tahun\n\nKoops TNI Habema berhasil menjangkau Distrik Ugimba, Papua Pegunungan, setelah wilayah tersebut bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses dan kondisi keamanan.\n\nDi tengah medan terjal, cuaca ekstrem, dan suhu hingga 5 derajat Celsius, prajurit melaksanakan pengamanan sekaligus memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat.\n\nBaca selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.okezone.com/\n\nYuk Subscribe:    /   \nWa Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va5J...\nFacebook  :   / okezonecom  \nInstagram :   / okezonecom  \nTwitter :   / okezonenews",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786956063000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "officialokezone",
          "attributes": {
            "label": "officialokezone",
            "x": 785.9656887647192,
            "y": 793.7742613077194,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2htLRjYkCe4",
            "id": "officialokezone",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "TNI Tembus Distrik Terisolasi Papua, Gelar Upacara Bendera Setelah 15 Tahun\n\nKoops TNI Habema berhasil menjangkau Distrik Ugimba, Papua Pegunungan, setelah wilayah tersebut bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses dan kondisi keamanan.\n\nDi tengah medan terjal, cuaca ekstrem, dan suhu hingga 5 derajat Celsius, prajurit melaksanakan pengamanan sekaligus memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat.\n\nBaca selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.okezone.com/\n\nYuk Subscribe:    /   \nWa Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va5J...\nFacebook  :   / okezonecom  \nInstagram :   / okezonecom  \nTwitter :   / okezonenews",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1786956063000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@tribunnewsbogorvideo",
          "attributes": {
            "label": "@tribunnewsbogorvideo",
            "x": 681.4652134452572,
            "y": 541.9207928470681,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 4,
              "degree": 4
            },
            "_id": "1gj8e9xun3o",
            "id": "@tribunnewsbogorvideo",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "🔴LIVE: Kelompok Bersenjata Papua Diduga Sandera 9 Wanita di Jila Mimika, Ada Ibu Hamil dan Anak-anak\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Kelompok bersenjata yang disebut Organisasi Papua Merdeka atau OPM diduga menyandera sembilan perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (18/8/2026).\n\nSembilan korban tersebut di antaranya ibu hamil, remaja, hingga anak-anak.\n\nInformasi penyanderaan ini dibenarkan Kapolres Mimika, AKBP Alredo Rumbiak.\n\nPihak kepolisian juga telah memperoleh identitas para korban dari keluarga masing-masing.\n\nSebelum penyanderaan, kelompok bersenjata tersebut diduga menyerang dua orang ibu yang menolak anak-anak mereka dibawa secara paksa.\n\nSatu orang ibu dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak, sementara satu korban lainnya mengalami patah kaki setelah dibuang ke jurang.\n\nJenazah korban kemudian dievakuasi bersama masyarakat Distrik Jila untuk menjalani prosesi adat pembakaran atau kremasi.\n\nKapolres Mimika menyebut, aksi penyanderaan diduga dilakukan sekitar 15 anggota OPM.\n\nKelompok tersebut diduga merupakan kelompok yang sama dengan pelaku penembakan tiga personel TNI di Distrik Jila pada Senin (17/8/2026).\n\nDalam peristiwa tersebut, satu anggota TNI gugur setelah mengalami luka tembak di bagian kepala.\n\nSedangkan dua personel TNI lainnya mengalami luka-luka.\n\nMenyusul rangkaian kekerasan tersebut, Polres Mimika akan melakukan olah tempat kejadian perkara dan memperkuat pengamanan di Distrik Jila.\n\nPolisi juga meminta bantuan satu peleton personel dari Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Papua Tengah untuk memperkuat pengamanan di wilayah tersebut.\n\nSementara itu, buntut situasi keamanan yang belum kondusif, seluruh tenaga kesehatan, guru, hingga kepala distrik di Jila terpaksa dievakuasi ke Kota Timika.\n\nBupati Mimika Johannes Rettob membenarkan evakuasi tersebut.\n\nMenurutnya, penarikan seluruh pelayan publik dilakukan demi keselamatan jiwa, sambil menunggu kondisi keamanan di Distrik Jila kembali kondusif.\n\n(Tribun-Video.com)\n\nEditor Video: Lulu AF\nUploader:\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunnewsBogor.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewsbogor  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGz...\nTikTok:   / tribunbogor  \n​Instagram:",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787208415000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tribunnewsbogorvideo",
          "attributes": {
            "label": "tribunnewsbogorvideo",
            "x": 108.80557397301338,
            "y": 858.0910902958486,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.843,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "1gj8e9xun3o",
            "id": "tribunnewsbogorvideo",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "🔴LIVE: Kelompok Bersenjata Papua Diduga Sandera 9 Wanita di Jila Mimika, Ada Ibu Hamil dan Anak-anak\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Kelompok bersenjata yang disebut Organisasi Papua Merdeka atau OPM diduga menyandera sembilan perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (18/8/2026).\n\nSembilan korban tersebut di antaranya ibu hamil, remaja, hingga anak-anak.\n\nInformasi penyanderaan ini dibenarkan Kapolres Mimika, AKBP Alredo Rumbiak.\n\nPihak kepolisian juga telah memperoleh identitas para korban dari keluarga masing-masing.\n\nSebelum penyanderaan, kelompok bersenjata tersebut diduga menyerang dua orang ibu yang menolak anak-anak mereka dibawa secara paksa.\n\nSatu orang ibu dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak, sementara satu korban lainnya mengalami patah kaki setelah dibuang ke jurang.\n\nJenazah korban kemudian dievakuasi bersama masyarakat Distrik Jila untuk menjalani prosesi adat pembakaran atau kremasi.\n\nKapolres Mimika menyebut, aksi penyanderaan diduga dilakukan sekitar 15 anggota OPM.\n\nKelompok tersebut diduga merupakan kelompok yang sama dengan pelaku penembakan tiga personel TNI di Distrik Jila pada Senin (17/8/2026).\n\nDalam peristiwa tersebut, satu anggota TNI gugur setelah mengalami luka tembak di bagian kepala.\n\nSedangkan dua personel TNI lainnya mengalami luka-luka.\n\nMenyusul rangkaian kekerasan tersebut, Polres Mimika akan melakukan olah tempat kejadian perkara dan memperkuat pengamanan di Distrik Jila.\n\nPolisi juga meminta bantuan satu peleton personel dari Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Papua Tengah untuk memperkuat pengamanan di wilayah tersebut.\n\nSementara itu, buntut situasi keamanan yang belum kondusif, seluruh tenaga kesehatan, guru, hingga kepala distrik di Jila terpaksa dievakuasi ke Kota Timika.\n\nBupati Mimika Johannes Rettob membenarkan evakuasi tersebut.\n\nMenurutnya, penarikan seluruh pelayan publik dilakukan demi keselamatan jiwa, sambil menunggu kondisi keamanan di Distrik Jila kembali kondusif.\n\n(Tribun-Video.com)\n\nEditor Video: Lulu AF\nUploader:\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunnewsBogor.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewsbogor  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGz...\nTikTok:   / tribunbogor  \n​Instagram:",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787208415000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tribunbogor",
          "attributes": {
            "label": "tribunbogor",
            "x": 605.3263126177759,
            "y": 912.31519716572,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.843,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "1gj8e9xun3o",
            "id": "tribunbogor",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "🔴LIVE: Kelompok Bersenjata Papua Diduga Sandera 9 Wanita di Jila Mimika, Ada Ibu Hamil dan Anak-anak\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Kelompok bersenjata yang disebut Organisasi Papua Merdeka atau OPM diduga menyandera sembilan perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (18/8/2026).\n\nSembilan korban tersebut di antaranya ibu hamil, remaja, hingga anak-anak.\n\nInformasi penyanderaan ini dibenarkan Kapolres Mimika, AKBP Alredo Rumbiak.\n\nPihak kepolisian juga telah memperoleh identitas para korban dari keluarga masing-masing.\n\nSebelum penyanderaan, kelompok bersenjata tersebut diduga menyerang dua orang ibu yang menolak anak-anak mereka dibawa secara paksa.\n\nSatu orang ibu dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak, sementara satu korban lainnya mengalami patah kaki setelah dibuang ke jurang.\n\nJenazah korban kemudian dievakuasi bersama masyarakat Distrik Jila untuk menjalani prosesi adat pembakaran atau kremasi.\n\nKapolres Mimika menyebut, aksi penyanderaan diduga dilakukan sekitar 15 anggota OPM.\n\nKelompok tersebut diduga merupakan kelompok yang sama dengan pelaku penembakan tiga personel TNI di Distrik Jila pada Senin (17/8/2026).\n\nDalam peristiwa tersebut, satu anggota TNI gugur setelah mengalami luka tembak di bagian kepala.\n\nSedangkan dua personel TNI lainnya mengalami luka-luka.\n\nMenyusul rangkaian kekerasan tersebut, Polres Mimika akan melakukan olah tempat kejadian perkara dan memperkuat pengamanan di Distrik Jila.\n\nPolisi juga meminta bantuan satu peleton personel dari Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Papua Tengah untuk memperkuat pengamanan di wilayah tersebut.\n\nSementara itu, buntut situasi keamanan yang belum kondusif, seluruh tenaga kesehatan, guru, hingga kepala distrik di Jila terpaksa dievakuasi ke Kota Timika.\n\nBupati Mimika Johannes Rettob membenarkan evakuasi tersebut.\n\nMenurutnya, penarikan seluruh pelayan publik dilakukan demi keselamatan jiwa, sambil menunggu kondisi keamanan di Distrik Jila kembali kondusif.\n\n(Tribun-Video.com)\n\nEditor Video: Lulu AF\nUploader:\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunnewsBogor.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewsbogor  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGz...\nTikTok:   / tribunbogor  \n​Instagram:",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787208415000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@TribunnewsSultraOfficial",
          "attributes": {
            "label": "@TribunnewsSultraOfficial",
            "x": 175.43785347676732,
            "y": 547.0767275702788,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 4,
              "degree": 4
            },
            "_id": "_0pQsLQJgCo",
            "id": "@TribunnewsSultraOfficial",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "🔴LIVE: Kelompok Bersenjata Papua Diduga Sandera 9 Wanita di Jila Mimika, Ada Ibu Hamil dan Anak-anak\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Kelompok bersenjata yang disebut Organisasi Papua Merdeka atau OPM diduga menyandera sembilan perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (18/8/2026).\n\nSembilan korban tersebut di antaranya ibu hamil, remaja, hingga anak-anak.\n\nInformasi penyanderaan ini dibenarkan Kapolres Mimika, AKBP Alredo Rumbiak.\n\nPihak kepolisian juga telah memperoleh identitas para korban dari keluarga masing-masing.\n\nSebelum penyanderaan, kelompok bersenjata tersebut diduga menyerang dua orang ibu yang menolak anak-anak mereka dibawa secara paksa.\n\nSatu orang ibu dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak, sementara satu korban lainnya mengalami patah kaki setelah dibuang ke jurang.\n\nJenazah korban kemudian dievakuasi bersama masyarakat Distrik Jila untuk menjalani prosesi adat pembakaran atau kremasi.\n\nKapolres Mimika menyebut, aksi penyanderaan diduga dilakukan sekitar 15 anggota OPM.\n\nKelompok tersebut diduga merupakan kelompok yang sama dengan pelaku penembakan tiga personel TNI di Distrik Jila pada Senin (17/8/2026).\n\nDalam peristiwa tersebut, satu anggota TNI gugur setelah mengalami luka tembak di bagian kepala.\n\nSedangkan dua personel TNI lainnya mengalami luka-luka.\n\nMenyusul rangkaian kekerasan tersebut, Polres Mimika akan melakukan olah tempat kejadian perkara dan memperkuat pengamanan di Distrik Jila.\n\nPolisi juga meminta bantuan satu peleton personel dari Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Papua Tengah untuk memperkuat pengamanan di wilayah tersebut.\n\nSementara itu, buntut situasi keamanan yang belum kondusif, seluruh tenaga kesehatan, guru, hingga kepala distrik di Jila terpaksa dievakuasi ke Kota Timika.\n\nBupati Mimika Johannes Rettob membenarkan evakuasi tersebut.\n\nMenurutnya, penarikan seluruh pelayan publik dilakukan demi keselamatan jiwa, sambil menunggu kondisi keamanan di Distrik Jila kembali kondusif.\n\n(Tribun-Video.com)\n\n\nArtikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul 9 Perempuan Disandera OPM: Pelaku Berjumlah 15 Orang, 1 Pleton Brimob Dikirim ke Distrik Jila\n\nhttps://papua.tribunnews.com/news/128...\n\nProgram: Live Tribunnews Update\nHost: Rima Anggi\nEditor Video: Aditya Wisnu Wardana\n\n\n\n\n#BreakingNews #OPM #Mimika #Brimob #EvakuasiNakes #Papua #InfoPapua #HukumDanKriminal #BeritaTerkini #BeritaViral\n\n\nFollow akun Instagram \nFollow akun Twitter \nFollow dan like fanpage Facebook Tribunnews Sultra\nYouTube business inquiries: tribunnewsultra",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787207723000,
            "hashtags": [
              "#breakingnews",
              "#opm",
              "#mimika",
              "#brimob",
              "#evakuasinakes",
              "#papua",
              "#infopapua",
              "#hukumdankriminal",
              "#beritaterkini",
              "#beritaviral"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunnewssultradotcom",
          "attributes": {
            "label": "tribunnewssultradotcom",
            "x": 598.4312898775665,
            "y": 107.99905593471438,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.843,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "_0pQsLQJgCo",
            "id": "tribunnewssultradotcom",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "🔴LIVE: Kelompok Bersenjata Papua Diduga Sandera 9 Wanita di Jila Mimika, Ada Ibu Hamil dan Anak-anak\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Kelompok bersenjata yang disebut Organisasi Papua Merdeka atau OPM diduga menyandera sembilan perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (18/8/2026).\n\nSembilan korban tersebut di antaranya ibu hamil, remaja, hingga anak-anak.\n\nInformasi penyanderaan ini dibenarkan Kapolres Mimika, AKBP Alredo Rumbiak.\n\nPihak kepolisian juga telah memperoleh identitas para korban dari keluarga masing-masing.\n\nSebelum penyanderaan, kelompok bersenjata tersebut diduga menyerang dua orang ibu yang menolak anak-anak mereka dibawa secara paksa.\n\nSatu orang ibu dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak, sementara satu korban lainnya mengalami patah kaki setelah dibuang ke jurang.\n\nJenazah korban kemudian dievakuasi bersama masyarakat Distrik Jila untuk menjalani prosesi adat pembakaran atau kremasi.\n\nKapolres Mimika menyebut, aksi penyanderaan diduga dilakukan sekitar 15 anggota OPM.\n\nKelompok tersebut diduga merupakan kelompok yang sama dengan pelaku penembakan tiga personel TNI di Distrik Jila pada Senin (17/8/2026).\n\nDalam peristiwa tersebut, satu anggota TNI gugur setelah mengalami luka tembak di bagian kepala.\n\nSedangkan dua personel TNI lainnya mengalami luka-luka.\n\nMenyusul rangkaian kekerasan tersebut, Polres Mimika akan melakukan olah tempat kejadian perkara dan memperkuat pengamanan di Distrik Jila.\n\nPolisi juga meminta bantuan satu peleton personel dari Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Papua Tengah untuk memperkuat pengamanan di wilayah tersebut.\n\nSementara itu, buntut situasi keamanan yang belum kondusif, seluruh tenaga kesehatan, guru, hingga kepala distrik di Jila terpaksa dievakuasi ke Kota Timika.\n\nBupati Mimika Johannes Rettob membenarkan evakuasi tersebut.\n\nMenurutnya, penarikan seluruh pelayan publik dilakukan demi keselamatan jiwa, sambil menunggu kondisi keamanan di Distrik Jila kembali kondusif.\n\n(Tribun-Video.com)\n\n\nArtikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul 9 Perempuan Disandera OPM: Pelaku Berjumlah 15 Orang, 1 Pleton Brimob Dikirim ke Distrik Jila\n\nhttps://papua.tribunnews.com/news/128...\n\nProgram: Live Tribunnews Update\nHost: Rima Anggi\nEditor Video: Aditya Wisnu Wardana\n\n\n\n\n#BreakingNews #OPM #Mimika #Brimob #EvakuasiNakes #Papua #InfoPapua #HukumDanKriminal #BeritaTerkini #BeritaViral\n\n\nFollow akun Instagram \nFollow akun Twitter \nFollow dan like fanpage Facebook Tribunnews Sultra\nYouTube business inquiries: tribunnewsultra",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787207723000,
            "hashtags": [
              "#breakingnews",
              "#opm",
              "#mimika",
              "#brimob",
              "#evakuasinakes",
              "#papua",
              "#infopapua",
              "#hukumdankriminal",
              "#beritaterkini",
              "#beritaviral"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunsultra",
          "attributes": {
            "label": "tribunsultra",
            "x": 358.170512160768,
            "y": 610.7179841388297,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.843,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "_0pQsLQJgCo",
            "id": "tribunsultra",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "🔴LIVE: Kelompok Bersenjata Papua Diduga Sandera 9 Wanita di Jila Mimika, Ada Ibu Hamil dan Anak-anak\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Kelompok bersenjata yang disebut Organisasi Papua Merdeka atau OPM diduga menyandera sembilan perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (18/8/2026).\n\nSembilan korban tersebut di antaranya ibu hamil, remaja, hingga anak-anak.\n\nInformasi penyanderaan ini dibenarkan Kapolres Mimika, AKBP Alredo Rumbiak.\n\nPihak kepolisian juga telah memperoleh identitas para korban dari keluarga masing-masing.\n\nSebelum penyanderaan, kelompok bersenjata tersebut diduga menyerang dua orang ibu yang menolak anak-anak mereka dibawa secara paksa.\n\nSatu orang ibu dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak, sementara satu korban lainnya mengalami patah kaki setelah dibuang ke jurang.\n\nJenazah korban kemudian dievakuasi bersama masyarakat Distrik Jila untuk menjalani prosesi adat pembakaran atau kremasi.\n\nKapolres Mimika menyebut, aksi penyanderaan diduga dilakukan sekitar 15 anggota OPM.\n\nKelompok tersebut diduga merupakan kelompok yang sama dengan pelaku penembakan tiga personel TNI di Distrik Jila pada Senin (17/8/2026).\n\nDalam peristiwa tersebut, satu anggota TNI gugur setelah mengalami luka tembak di bagian kepala.\n\nSedangkan dua personel TNI lainnya mengalami luka-luka.\n\nMenyusul rangkaian kekerasan tersebut, Polres Mimika akan melakukan olah tempat kejadian perkara dan memperkuat pengamanan di Distrik Jila.\n\nPolisi juga meminta bantuan satu peleton personel dari Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Papua Tengah untuk memperkuat pengamanan di wilayah tersebut.\n\nSementara itu, buntut situasi keamanan yang belum kondusif, seluruh tenaga kesehatan, guru, hingga kepala distrik di Jila terpaksa dievakuasi ke Kota Timika.\n\nBupati Mimika Johannes Rettob membenarkan evakuasi tersebut.\n\nMenurutnya, penarikan seluruh pelayan publik dilakukan demi keselamatan jiwa, sambil menunggu kondisi keamanan di Distrik Jila kembali kondusif.\n\n(Tribun-Video.com)\n\n\nArtikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul 9 Perempuan Disandera OPM: Pelaku Berjumlah 15 Orang, 1 Pleton Brimob Dikirim ke Distrik Jila\n\nhttps://papua.tribunnews.com/news/128...\n\nProgram: Live Tribunnews Update\nHost: Rima Anggi\nEditor Video: Aditya Wisnu Wardana\n\n\n\n\n#BreakingNews #OPM #Mimika #Brimob #EvakuasiNakes #Papua #InfoPapua #HukumDanKriminal #BeritaTerkini #BeritaViral\n\n\nFollow akun Instagram \nFollow akun Twitter \nFollow dan like fanpage Facebook Tribunnews Sultra\nYouTube business inquiries: tribunnewsultra",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787207723000,
            "hashtags": [
              "#breakingnews",
              "#opm",
              "#mimika",
              "#brimob",
              "#evakuasinakes",
              "#papua",
              "#infopapua",
              "#hukumdankriminal",
              "#beritaterkini",
              "#beritaviral"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@SripokuTV",
          "attributes": {
            "label": "@SripokuTV",
            "x": 700.2014712168847,
            "y": 179.5475262608711,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "mqv0JaB9rus",
            "id": "@SripokuTV",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "🔴OPM Sandera 9 Perempuan di Mimika, 1 Ibu Tewas Ditembak dan 1 Lainnya Dibuang ke Jurang\n\nKelompok bersenjata yang diduga merupakan bagian dari OPM menyandera sembilan perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa (18/8/2026). Para korban terdiri dari remaja hingga anak-anak, termasuk Namerina Wamang (17) yang disebut tengah hamil muda.\n\nKapolres Mimika AKBP Alfredo Rumbiak membenarkan adanya insiden tersebut. Sebelum penyanderaan, kelompok bersenjata itu diduga menyerang dua ibu yang berusaha mempertahankan anak mereka. Satu korban dilaporkan tewas ditembak, sementara korban lainnya mengalami patah kaki setelah dibuang ke jurang.\n\nAparat menduga kelompok yang melakukan penyanderaan merupakan kelompok yang sama dengan pelaku penembakan tiga personel TNI di Jila sehari sebelumnya. Dalam insiden tersebut, satu prajurit TNI gugur dan dua lainnya terluka.\n\nPolisi dan TNI masih melakukan pendalaman untuk menangani situasi serta mengupayakan keselamatan para korban. Pasukan tambahan Brimob juga diminta untuk memperkuat pengamanan. Sementara itu, guru, tenaga kesehatan, dan sejumlah pelayan publik di Distrik Jila telah dievakuasi ke Timika karena kondisi keamanan belum kondusif.\n\n#OPM #Papua #Mimika #Jila #Penyanderaan #SanderaOPM #PapuaTengah #KelompokBersenjata #Brimob #TNI #Polri #BeritaPapua #KabarTerkini #BeritaIndonesia\n\n\n\n\nUntuk berita terbaru, kunjungi:\nhttps://palembang.tribunnews.com\n\nFollow Sriwijaya Post on social media:\n\n► Facebook   / sripoku  \n\n► Instagram   / sriwijayapost  \n\n► Threads https://www.threads.com/\n\n► TikTok   / sripoku.com  \n\nPenulis: \nEditor: reecha \nProgram:\nHost: \nEditor Video:  \nUploader:",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787219605000,
            "hashtags": [
              "#opm",
              "#papua",
              "#mimika",
              "#jila",
              "#penyanderaan",
              "#sanderaopm",
              "#papuatengah",
              "#kelompokbersenjata",
              "#brimob",
              "#tni",
              "#polri",
              "#beritapapua",
              "#kabarterkini",
              "#beritaindonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "sriwijayapost",
          "attributes": {
            "label": "sriwijayapost",
            "x": 358.85382331753766,
            "y": 236.6750091801737,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "mqv0JaB9rus",
            "id": "sriwijayapost",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "🔴OPM Sandera 9 Perempuan di Mimika, 1 Ibu Tewas Ditembak dan 1 Lainnya Dibuang ke Jurang\n\nKelompok bersenjata yang diduga merupakan bagian dari OPM menyandera sembilan perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa (18/8/2026). Para korban terdiri dari remaja hingga anak-anak, termasuk Namerina Wamang (17) yang disebut tengah hamil muda.\n\nKapolres Mimika AKBP Alfredo Rumbiak membenarkan adanya insiden tersebut. Sebelum penyanderaan, kelompok bersenjata itu diduga menyerang dua ibu yang berusaha mempertahankan anak mereka. Satu korban dilaporkan tewas ditembak, sementara korban lainnya mengalami patah kaki setelah dibuang ke jurang.\n\nAparat menduga kelompok yang melakukan penyanderaan merupakan kelompok yang sama dengan pelaku penembakan tiga personel TNI di Jila sehari sebelumnya. Dalam insiden tersebut, satu prajurit TNI gugur dan dua lainnya terluka.\n\nPolisi dan TNI masih melakukan pendalaman untuk menangani situasi serta mengupayakan keselamatan para korban. Pasukan tambahan Brimob juga diminta untuk memperkuat pengamanan. Sementara itu, guru, tenaga kesehatan, dan sejumlah pelayan publik di Distrik Jila telah dievakuasi ke Timika karena kondisi keamanan belum kondusif.\n\n#OPM #Papua #Mimika #Jila #Penyanderaan #SanderaOPM #PapuaTengah #KelompokBersenjata #Brimob #TNI #Polri #BeritaPapua #KabarTerkini #BeritaIndonesia\n\n\n\n\nUntuk berita terbaru, kunjungi:\nhttps://palembang.tribunnews.com\n\nFollow Sriwijaya Post on social media:\n\n► Facebook   / sripoku  \n\n► Instagram   / sriwijayapost  \n\n► Threads https://www.threads.com/\n\n► TikTok   / sripoku.com  \n\nPenulis: \nEditor: reecha \nProgram:\nHost: \nEditor Video:  \nUploader:",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787219605000,
            "hashtags": [
              "#opm",
              "#papua",
              "#mimika",
              "#jila",
              "#penyanderaan",
              "#sanderaopm",
              "#papuatengah",
              "#kelompokbersenjata",
              "#brimob",
              "#tni",
              "#polri",
              "#beritapapua",
              "#kabarterkini",
              "#beritaindonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@TribunMedanTV",
          "attributes": {
            "label": "@TribunMedanTV",
            "x": 88.55705105389755,
            "y": 790.3488008110387,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 3,
              "degree": 3
            },
            "_id": "dyfFDc6ztww",
            "id": "@TribunMedanTV",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "TNI GERAK CEPAT AMANKAN WARGA, NASIB KORBAN PENCULIKAN KKB Papua Belum Diketahui, Penerbangan Distop\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Sembilan perempuan dan anak-anak di bawah umur di Mimika, Papua Tengah, disandera oleh kelompok kriminal bersenjata setelah kelompok tersebut menyerang aparat keamanan saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.\n\nHingga kini, nasib dan keberadaan para korban yang diculik belum diketahui. Aparat keamanan telah dikerahkan untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku sekaligus mencari para korban.\n\nDandim 1710 Mimika Letkol Infanteri Jozanda mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan masyarakat setempat dan mendapat laporan adanya korban lain.\n\nSeorang mama Papua dilaporkan ditembak hingga meninggal dunia, sementara satu orang lainnya terluka akibat jatuh ke jurang saat hendak menyelamatkan anak yang dibawa paksa oleh kelompok bersenjata.\n\nEditor Video : chandra\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#kkb #prabowo #tni #tniad #papua #TribunMedan",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787324853000,
            "hashtags": [
              "#kkb",
              "#prabowo",
              "#tni",
              "#tniad",
              "#papua",
              "#tribunmedan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunmedantv",
          "attributes": {
            "label": "tribunmedantv",
            "x": 421.36599862584734,
            "y": 364.9651840710111,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.0675,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 3,
              "out_degree": 0,
              "degree": 3
            },
            "_id": "dyfFDc6ztww",
            "id": "tribunmedantv",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "TNI GERAK CEPAT AMANKAN WARGA, NASIB KORBAN PENCULIKAN KKB Papua Belum Diketahui, Penerbangan Distop\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Sembilan perempuan dan anak-anak di bawah umur di Mimika, Papua Tengah, disandera oleh kelompok kriminal bersenjata setelah kelompok tersebut menyerang aparat keamanan saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.\n\nHingga kini, nasib dan keberadaan para korban yang diculik belum diketahui. Aparat keamanan telah dikerahkan untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku sekaligus mencari para korban.\n\nDandim 1710 Mimika Letkol Infanteri Jozanda mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan masyarakat setempat dan mendapat laporan adanya korban lain.\n\nSeorang mama Papua dilaporkan ditembak hingga meninggal dunia, sementara satu orang lainnya terluka akibat jatuh ke jurang saat hendak menyelamatkan anak yang dibawa paksa oleh kelompok bersenjata.\n\nEditor Video : chandra\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#kkb #prabowo #tni #tniad #papua #TribunMedan",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787324853000,
            "hashtags": [
              "#kkb",
              "#prabowo",
              "#tni",
              "#tniad",
              "#papua",
              "#tribunmedan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@cenderawasihpostv",
          "attributes": {
            "label": "@cenderawasihpostv",
            "x": 508.28562948972734,
            "y": 397.8712502008049,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 8,
              "degree": 8
            },
            "_id": "FWqCOjgZ2a4",
            "id": "@cenderawasihpostv",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "CEPOS MENYAPA Berita Edisi 20 Agustus 2026 | 9 Perempuan Dilaporkan Disandera KKB di Papua Tengah\n\n🎥 CEPOS MENYAPA – BERITA PAPUA TERKINI\n\nEmpat kabar utama hari ini dari Papua:\n\n1️⃣ 9 Perempuan Dilaporkan Disandera Kelompok Bersenjata di Mimika\nSembilan perempuan dilaporkan disandera kelompok bersenjata di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Selasa (18/8/2026). Aparat keamanan masih melakukan verifikasi untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.\n\n2️⃣ Foto Burung Cenderawasih Diduga Ditembak Viral di Media Sosial\nUnggahan foto sejumlah burung Cenderawasih yang diduga mati ditembak mendadak viral di media sosial dan memicu kecaman publik. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua kini menelusuri pemilik akun yang mengunggah foto tersebut.\n\n3️⃣ Wawali Jayapura Sidak SD Inpres 1 Koya Barat\nWakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, melakukan inspeksi mendadak ke SD Inpres 1 Koya Barat, Distrik Muara Tami, Rabu (19/8/2026). Sidak dilakukan untuk memastikan kebijakan Pemerintah Kota Jayapura di bidang pendidikan benar-benar diterapkan di sekolah.\n\n4️⃣ Pemprov Papua Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025\nPemerintah Provinsi Papua menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Kedelapan DPR Papua, Rabu (19/8/2026). Penyampaian ini menjadi bagian dari proses evaluasi dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah.\n\n🌐 Selengkapnya di: www.ceposonline.com / www.cenderawasihpos.jawapos.com\n\n📱 Ikuti kami di sosial media:\nInstagram:  | \nFacebook: \nTikTok: \n\n#CeposMenyapa #BeritaPapua #Mimika #Cenderawasih #Jayapura #PendidikanPapua #APBDPapua #DPRPapua",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787201643000,
            "hashtags": [
              "#ceposmenyapa",
              "#papuanews",
              "#mimika",
              "#cenderawasih",
              "#jayapura",
              "#papuaeducation",
              "#papuaapbd",
              "#papuadprpua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@johanneshutabaratofficial626",
          "attributes": {
            "label": "@johanneshutabaratofficial626",
            "x": 325.8555804926915,
            "y": 252.55095965654328,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2mWBfYMR6K4",
            "id": "@johanneshutabaratofficial626",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "HUT RI Ke -81, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema Gelar Perlombaan Bersama Masyarakat\n\nKeerom - Dalam rangka memperingati Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Tanggal 17 Agustus 2026, Satgas Pamtas RI-PNG Statis Yonif 643/Wns menyelenggarakan berbagai perlombaan rakyat secara serentak di seluruh Pos Jajaran bersama masyarakat setempat dan anak-anak perbatasan.\n\n​Seluruh pos-pos TNI di sepanjang garis batas tampak dipenuhi hiasan Merah Putih dan dekorasi khas kemerdekaan yang menunjukkan sebagai bentuk rasa cinta tanah air.\n\nBerbagai perlombaan tradisional digelar dan kecabangan olah raga lainnya. Terlihat jelas antusiasme anak-anak perbatasan menyambut perayaan ini dengan sukacita luar biasa, membaur tanpa sekat bersama para prajurit yang bertugas.\n\n​Dansatgas Yonif 643/Wns, Letkol Inf Adhi Sumarno dalam keterangannya menyampaikan rasa haru sekaligus bangga melihat tingginya antusiasme masyarakat dan anak-anak perbatasan Papua dalam merayakan hari lahir bangsa Indonesia.\n\n​\"Kegiatan serentak ini kami hadirkan bukan hanya untuk memeriahkan HUT Ke-81 RI semata, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat di batas negeri. Senyum dan tawa anak-anak di perbatasan adalah bukti nyata bahwa semangat nasionalisme berkibar kuat di mana pun Merah Putih ditegakkan,\" tuturnya.\n\n​\"Bahwa kehadiran Satgas Yonif 643/Wns di tanah Papua tidak semata-mata untuk menjaga keamanan kedaulatan wilayah, melainkan juga untuk merawat nilai-nilai persaudaraan serta memberi dorongan semangat bagi generasi muda di pelosok negeri. Melalui momen perayaan Kemerdekaan Ke-81 RI ini, diharapkan rasa cinta tanah air masyarakat di garis batas Indonesia semakin mengakar kuat, memperkokoh persatuan dan kesatuan di bawah naungan NKRI,\" tambahnya.\n\n‪‬",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787153429000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "yonif643wns6",
          "attributes": {
            "label": "yonif643wns6",
            "x": 524.2105819617717,
            "y": 209.86321048031397,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 5.8636,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2mWBfYMR6K4",
            "id": "yonif643wns6",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "HUT RI Ke -81, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema Gelar Perlombaan Bersama Masyarakat\n\nKeerom - Dalam rangka memperingati Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Tanggal 17 Agustus 2026, Satgas Pamtas RI-PNG Statis Yonif 643/Wns menyelenggarakan berbagai perlombaan rakyat secara serentak di seluruh Pos Jajaran bersama masyarakat setempat dan anak-anak perbatasan.\n\n​Seluruh pos-pos TNI di sepanjang garis batas tampak dipenuhi hiasan Merah Putih dan dekorasi khas kemerdekaan yang menunjukkan sebagai bentuk rasa cinta tanah air.\n\nBerbagai perlombaan tradisional digelar dan kecabangan olah raga lainnya. Terlihat jelas antusiasme anak-anak perbatasan menyambut perayaan ini dengan sukacita luar biasa, membaur tanpa sekat bersama para prajurit yang bertugas.\n\n​Dansatgas Yonif 643/Wns, Letkol Inf Adhi Sumarno dalam keterangannya menyampaikan rasa haru sekaligus bangga melihat tingginya antusiasme masyarakat dan anak-anak perbatasan Papua dalam merayakan hari lahir bangsa Indonesia.\n\n​\"Kegiatan serentak ini kami hadirkan bukan hanya untuk memeriahkan HUT Ke-81 RI semata, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat di batas negeri. Senyum dan tawa anak-anak di perbatasan adalah bukti nyata bahwa semangat nasionalisme berkibar kuat di mana pun Merah Putih ditegakkan,\" tuturnya.\n\n​\"Bahwa kehadiran Satgas Yonif 643/Wns di tanah Papua tidak semata-mata untuk menjaga keamanan kedaulatan wilayah, melainkan juga untuk merawat nilai-nilai persaudaraan serta memberi dorongan semangat bagi generasi muda di pelosok negeri. Melalui momen perayaan Kemerdekaan Ke-81 RI ini, diharapkan rasa cinta tanah air masyarakat di garis batas Indonesia semakin mengakar kuat, memperkokoh persatuan dan kesatuan di bawah naungan NKRI,\" tambahnya.\n\n‪‬",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787153429000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@KodimMerauke-lr8bc",
          "attributes": {
            "label": "@KodimMerauke-lr8bc",
            "x": 133.77220984362194,
            "y": 882.6915907537411,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 2,
              "degree": 2
            },
            "_id": "OPNLxTGpxvU",
            "id": "@KodimMerauke-lr8bc",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "BABINSA MERAUKE MENGIKUTI PEMBINAAN LINGKUNGAN HIDUP 2026\n\nMENJAGA ALAM DEMI KESELAMATAN BERSAMA, BABINSA MERAUKE PERKUAT KAPASITAS PEMBINAAN LINGKUNGAN\n\nMerauke - Puluhan Babinsa Kodim 1707/Merauke mengikuti pembekalan Pembinaan Lingkungan Hidup yang diselenggarakan Kodam XXIV/Mandala Trikora bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Selatan bertempat di Ruang Trikora Makodam XXIV/Mandala Trikora, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Aster Kasdam XXIV/Mandala Trikora Kolonel Kav Agung Nur Cahyono, S.I.P., M.Tr. (Han).\n\nPembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas Babinsa sebagai aparat teritorial yang selalu hadir di tengah masyarakat. Selain menjaga keamanan wilayah, Babinsa juga memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya bencana alam.\n\nDalam kegiatan tersebut, peserta menerima berbagai materi tentang pengelolaan lingkungan yang baik, pelestarian sumber daya alam, serta langkah-langkah pencegahan bencana melalui peningkatan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus adalah penanganan sampah nonorganik, terutama sampah plastik yang berpotensi menyumbat saluran air dan menjadi penyebab banjir apabila tidak dikelola dengan benar.\n\nSuasana pembekalan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dengan para Babinsa. Beragam pengalaman di lapangan dibahas bersama untuk menemukan solusi terbaik sesuai karakteristik wilayah binaan masing-masing. Hal ini menjadi bekal penting agar setiap Babinsa mampu mengedukasi sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan.\n\nMelalui pembekalan ini, Babinsa Kodim 1707/Merauke diharapkan semakin siap menjadi pelopor pelestarian lingkungan sekaligus penggerak masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tangguh terhadap bencana. Semangat \"Babinsa Peduli Lingkungan, Bersama Menjaga Alam, Mencegah Bencana, dan Mewujudkan Indonesia yang Lestari\" menjadi wujud nyata pengabdian TNI AD dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.\n\n#tni\n#tniad\n#kodammandalatrikora\n#pen_korem174_atw\n#infopapuaselatan\n#info_kejadian_merauke\n#babinsa\n#lingkunganhidup\n#bencanaalam \n\n‪-lr8bc‬",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1782777802000,
            "hashtags": [
              "#tni",
              "#tniad",
              "#kodammandalatrikora",
              "#pen_korem174_atw",
              "#infopapuaselatan",
              "#info_kejadian_merauke",
              "#babinsa",
              "#lingkunganhidup",
              "#bencanaalam"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "KodimMerauke",
          "attributes": {
            "label": "KodimMerauke",
            "x": 960.3245279381231,
            "y": 467.2514749091537,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.5166,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "OPNLxTGpxvU",
            "id": "KodimMerauke",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "BABINSA MERAUKE MENGIKUTI PEMBINAAN LINGKUNGAN HIDUP 2026\n\nMENJAGA ALAM DEMI KESELAMATAN BERSAMA, BABINSA MERAUKE PERKUAT KAPASITAS PEMBINAAN LINGKUNGAN\n\nMerauke - Puluhan Babinsa Kodim 1707/Merauke mengikuti pembekalan Pembinaan Lingkungan Hidup yang diselenggarakan Kodam XXIV/Mandala Trikora bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Selatan bertempat di Ruang Trikora Makodam XXIV/Mandala Trikora, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Aster Kasdam XXIV/Mandala Trikora Kolonel Kav Agung Nur Cahyono, S.I.P., M.Tr. (Han).\n\nPembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas Babinsa sebagai aparat teritorial yang selalu hadir di tengah masyarakat. Selain menjaga keamanan wilayah, Babinsa juga memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya bencana alam.\n\nDalam kegiatan tersebut, peserta menerima berbagai materi tentang pengelolaan lingkungan yang baik, pelestarian sumber daya alam, serta langkah-langkah pencegahan bencana melalui peningkatan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus adalah penanganan sampah nonorganik, terutama sampah plastik yang berpotensi menyumbat saluran air dan menjadi penyebab banjir apabila tidak dikelola dengan benar.\n\nSuasana pembekalan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dengan para Babinsa. Beragam pengalaman di lapangan dibahas bersama untuk menemukan solusi terbaik sesuai karakteristik wilayah binaan masing-masing. Hal ini menjadi bekal penting agar setiap Babinsa mampu mengedukasi sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan.\n\nMelalui pembekalan ini, Babinsa Kodim 1707/Merauke diharapkan semakin siap menjadi pelopor pelestarian lingkungan sekaligus penggerak masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tangguh terhadap bencana. Semangat \"Babinsa Peduli Lingkungan, Bersama Menjaga Alam, Mencegah Bencana, dan Mewujudkan Indonesia yang Lestari\" menjadi wujud nyata pengabdian TNI AD dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.\n\n#tni\n#tniad\n#kodammandalatrikora\n#pen_korem174_atw\n#infopapuaselatan\n#info_kejadian_merauke\n#babinsa\n#lingkunganhidup\n#bencanaalam \n\n‪-lr8bc‬",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1782777802000,
            "hashtags": [
              "#tni",
              "#tniad",
              "#kodammandalatrikora",
              "#pen_korem174_atw",
              "#infopapuaselatan",
              "#info_kejadian_merauke",
              "#babinsa",
              "#lingkunganhidup",
              "#bencanaalam"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@bssparking",
          "attributes": {
            "label": "@bssparking",
            "x": 982.7152281980262,
            "y": 108.78663485711392,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 3.1695,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 2,
              "degree": 2
            },
            "_id": "4enHI5Kq880",
            "id": "@bssparking",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Pemasangan Sistem Vlowx LPR di Perumahan Griya Permata Lestari, Kota Makassar, Sulawesi Selatan\n\n#portal #trending #viral\nPemasangan Sistem Vlowx LPR di Perumahan Griya Permata Lestari, Kota Makassar, Sulawesi Selatan\n    \nVideo ini merupakan hasil pemasangan sistem License Plate Recognition (LPR) untuk mendukung proses akses kendaraan secara otomatis. Sistem Vlowx LPR bekerja dengan mengenali nomor plat kendaraan yang terdaftar saat kendaraan mendekati area akses. Setelah plat nomor teridentifikasi dan sesuai dengan data yang telah terdaftar, sistem akan memberikan perintah untuk membuka palang secara otomatis. Sistem ini membantu meningkatkan keamanan, efisiensi, dan kemudahan dalam proses keluar-masuk kendaraan di area perumahan.\n    \nPengerjaan palang otomatis sistem manual gate access dikerjakan oleh tim IT Support dari Bahana Security Sistem.\n\n================================    \n\nPT Bahana Security Sistem (BSS Parking) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengelola jasa parkir dan pengadaan parkir seperti di RS, mall, perkantoran, pasar, terminal, bandara, hotel dan tempat wisata, serta BSS Parking hadir menjadi Solusi Parkir pada lahan parkir Anda.    \n\n================================   \n \nUntuk info lebih lanjut mengenai pemasangan palang otomatis dapat menghubungi    \n📞 Sulawesi, Maluku, Papua: +62 822 9218 0729 (Anna)    \n📞 Jawa, Bali, Nusa Tenggara: +62 821 4405 7125 (Syahrani)    \n📞 Kalimantan, Sumatera: +62 813 4161 5165 (Monica)    \n\n================================\n\nWebsite : https://bssparking.com/    \nFacebook :   / fvbxnv.  .\nInstagram : https://www.instagram.com/bssparking?...\nWhatsApp : http://bit.ly/Tanya-Harga-Palang-Otom...    \nTelegram :     \nTiktok :    \n\n==========================\n\nOffice BSS Parking     \n Makassar     \n     Jl. Batara Bira 6 No 8, Makassar, Sulawesi Selatan 90243.     \nJakarta     \n      Jl. Kesehatan No.8 Lt. 4, RT.3/RW.6, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160.        \nDenpasar      \n     Jl. Gunung Semeru No. 20 A Pemecutan, Denpasar Barat Denpasar.     \nManado    \n     Pasar Bersehati Manado Lt. 2, Jl. Nusantara No.17, Kota Manado, Sulawesi Utara.    \nSurabaya      \n      Apartemen Puri Mas Jl. I Gusti Ngurah Rai No.44, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur.      \nSalatiga    \n     Jl. Jambewangi No. 1/5, Kota Salatiga, Jawa Tengah.    \n    \n#palangotomatis  #portal  #BarrierGate #palangparkir #viral #trending #portalperumahan #akseswisata #Portalotomatis #palangparkir #aksesotomatis",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787559691000,
            "hashtags": [
              "#portal",
              "#trending",
              "#viral",
              "#palangotomatis",
              "#portal",
              "#barriergate",
              "#palangparkir",
              "#viral",
              "#trending",
              "#portalperumahan",
              "#akseswisata",
              "#portalotomatis",
              "#palangparkir",
              "#aksesotomatis"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "bssparking",
          "attributes": {
            "label": "bssparking",
            "x": 406.5684244502265,
            "y": 854.7848050851845,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 4.5166,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "4enHI5Kq880",
            "id": "bssparking",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "Pemasangan Sistem Vlowx LPR di Perumahan Griya Permata Lestari, Kota Makassar, Sulawesi Selatan\n\n#portal #trending #viral\nPemasangan Sistem Vlowx LPR di Perumahan Griya Permata Lestari, Kota Makassar, Sulawesi Selatan\n    \nVideo ini merupakan hasil pemasangan sistem License Plate Recognition (LPR) untuk mendukung proses akses kendaraan secara otomatis. Sistem Vlowx LPR bekerja dengan mengenali nomor plat kendaraan yang terdaftar saat kendaraan mendekati area akses. Setelah plat nomor teridentifikasi dan sesuai dengan data yang telah terdaftar, sistem akan memberikan perintah untuk membuka palang secara otomatis. Sistem ini membantu meningkatkan keamanan, efisiensi, dan kemudahan dalam proses keluar-masuk kendaraan di area perumahan.\n    \nPengerjaan palang otomatis sistem manual gate access dikerjakan oleh tim IT Support dari Bahana Security Sistem.\n\n================================    \n\nPT Bahana Security Sistem (BSS Parking) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengelola jasa parkir dan pengadaan parkir seperti di RS, mall, perkantoran, pasar, terminal, bandara, hotel dan tempat wisata, serta BSS Parking hadir menjadi Solusi Parkir pada lahan parkir Anda.    \n\n================================   \n \nUntuk info lebih lanjut mengenai pemasangan palang otomatis dapat menghubungi    \n📞 Sulawesi, Maluku, Papua: +62 822 9218 0729 (Anna)    \n📞 Jawa, Bali, Nusa Tenggara: +62 821 4405 7125 (Syahrani)    \n📞 Kalimantan, Sumatera: +62 813 4161 5165 (Monica)    \n\n================================\n\nWebsite : https://bssparking.com/    \nFacebook :   / fvbxnv.  .\nInstagram : https://www.instagram.com/bssparking?...\nWhatsApp : http://bit.ly/Tanya-Harga-Palang-Otom...    \nTelegram :     \nTiktok :    \n\n==========================\n\nOffice BSS Parking     \n Makassar     \n     Jl. Batara Bira 6 No 8, Makassar, Sulawesi Selatan 90243.     \nJakarta     \n      Jl. Kesehatan No.8 Lt. 4, RT.3/RW.6, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160.        \nDenpasar      \n     Jl. Gunung Semeru No. 20 A Pemecutan, Denpasar Barat Denpasar.     \nManado    \n     Pasar Bersehati Manado Lt. 2, Jl. Nusantara No.17, Kota Manado, Sulawesi Utara.    \nSurabaya      \n      Apartemen Puri Mas Jl. I Gusti Ngurah Rai No.44, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur.      \nSalatiga    \n     Jl. Jambewangi No. 1/5, Kota Salatiga, Jawa Tengah.    \n    \n#palangotomatis  #portal  #BarrierGate #palangparkir #viral #trending #portalperumahan #akseswisata #Portalotomatis #palangparkir #aksesotomatis",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1787559691000,
            "hashtags": [
              "#portal",
              "#trending",
              "#viral",
              "#palangotomatis",
              "#portal",
              "#barriergate",
              "#palangparkir",
              "#viral",
              "#trending",
              "#portalperumahan",
              "#akseswisata",
              "#portalotomatis",
              "#palangparkir",
              "#aksesotomatis"
            ]
          }
        }
      ],
      "edges": [
        {
          "key": "Tuhasani",
          "source": "Tuhasani",
          "target": "ch_chotimah2",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1789194281000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Tuhasani",
          "source": "Tuhasani",
          "target": "prabowo",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1789194281000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Tuhasani",
          "source": "Tuhasani",
          "target": "Gerindra",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1789194281000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "adamgpwr",
          "source": "adamgpwr",
          "target": "damaicartenz_",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1788328716000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "buzerbosabasi77",
          "source": "buzerbosabasi77",
          "target": "ArnoldBelau",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1789064133000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "budionocovv",
          "source": "budionocovv",
          "target": "KangManto123",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1789284355000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "budionocovv",
          "source": "budionocovv",
          "target": "gibran_tweet",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1789284355000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "_cenk90E",
          "source": "_cenk90E",
          "target": "_riverheaven",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1789226543000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "_cenk90E",
          "source": "_cenk90E",
          "target": "Penyair_Berdiri",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1789141892000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "PanglimaAnom2",
          "source": "PanglimaAnom2",
          "target": "creeping5ilence",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1789012042000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "carolinede49544",
          "source": "carolinede49544",
          "target": "mambo3125",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1788786923000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Tuhasani",
          "source": "Tuhasani",
          "target": "mulanbilqis",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1788155357000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Devaryo_arfail",
          "source": "Devaryo_arfail",
          "target": "enjelgratu34881",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1789218325000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "CKumplang",
          "source": "CKumplang",
          "target": "_riverheaven",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1789284691000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "mambo3125",
          "source": "mambo3125",
          "target": "YohanesLeoqjlv",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1788960848000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "YosiasWaromi",
          "source": "YosiasWaromi",
          "target": "laarusenembe",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1788959058000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Tuhasani",
          "source": "Tuhasani",
          "target": "FirzaHusain",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1789191650000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "YukiKogoya",
          "source": "YukiKogoya",
          "target": "mambo3125",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 0,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "mambo3125",
          "source": "mambo3125",
          "target": "enjelgratu34881",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1788959372000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "Tuhasani",
          "source": "Tuhasani",
          "target": "DS_yantie",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1789213861000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "YukiKogoya",
          "source": "YukiKogoya",
          "target": "enjelgratu34881",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1789217646000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "KwanBak56614",
          "source": "KwanBak56614",
          "target": "Smash1014314",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 0,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "YosiasWaromi",
          "source": "YosiasWaromi",
          "target": "tenusmuribl145",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1788959480000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tifatul_azmi",
          "source": "tifatul_azmi",
          "target": "KodamKasuari",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1787051389000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "AD1T_RG",
          "source": "AD1T_RG",
          "target": "Aceh",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1786780220000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "AD1T_RG",
          "source": "AD1T_RG",
          "target": "AJEnglish",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1786780220000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "AD1T_RG",
          "source": "AD1T_RG",
          "target": "CNNIndonesia",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1786780220000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "AD1T_RG",
          "source": "AD1T_RG",
          "target": "ASEAN",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1786780220000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "AD1T_RG",
          "source": "AD1T_RG",
          "target": "prabowo",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1786780220000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "AD1T_RG",
          "source": "AD1T_RG",
          "target": "kemendagri",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1786780220000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "AD1T_RG",
          "source": "AD1T_RG",
          "target": "humasaceh",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1786780220000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "p4lest1ndones1a",
          "source": "p4lest1ndones1a",
          "target": "BEMUI_Official",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1787486943000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "AD1T_RG",
          "source": "AD1T_RG",
          "target": "LambeSahamjja",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1786780554000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "hariankompas",
          "source": "hariankompas",
          "target": "nasrunkhatinka",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789018734000,
            "hashtags": [
              "#adadikompas",
              "#jayawijaya",
              "#penembakan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "hariankompas",
          "source": "hariankompas",
          "target": "hariankompas.",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789018734000,
            "hashtags": [
              "#adadikompas",
              "#jayawijaya",
              "#penembakan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapuaofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789022280000,
            "hashtags": [
              "#penembakandijayawijaya",
              "#kkb",
              "#asn",
              "#dinaspertaniankabupatenjayawijaya"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapua",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789022280000,
            "hashtags": [
              "#penembakandijayawijaya",
              "#kkb",
              "#asn",
              "#dinaspertaniankabupatenjayawijaya"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "makassarhighlight",
          "source": "makassarhighlight",
          "target": "bknkanreg14",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789059302000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "CeposTV",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789355968000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#jayawijaya",
              "#tnihabema"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789355968000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#jayawijaya",
              "#tnihabema"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihpos",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789355968000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#jayawijaya",
              "#tnihabema"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789355968000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#jayawijaya",
              "#tnihabema"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "IDNTimes",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "IDNTimes.Korea",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "IDNTimes.Community",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "IDNTimes.Hype",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "Duniaku_com",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "Popbela_com",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "Popbela.Beauty",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "Popmama_com",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "Yummy.idn",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789102055000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#kupang",
              "#teror"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapuaofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1788236729000,
            "hashtags": [
              "#telukbintuni",
              "#tpnpb"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapua",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1788236729000,
            "hashtags": [
              "#telukbintuni",
              "#tpnpb"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapuaofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789347573000,
            "hashtags": [
              "#polresmimika",
              "#mimika",
              "#razia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapua",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789347573000,
            "hashtags": [
              "#polresmimika",
              "#mimika",
              "#razia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "lokersemar.id",
          "source": "lokersemar.id",
          "target": "lokersemar.id",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789174986000,
            "hashtags": [
              "#lokersemarang",
              "#lowongankerjasemarang",
              "#lowkersemarang",
              "#lokersmg",
              "#lokerjateng"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "lokersemar.id",
          "source": "lokersemar.id",
          "target": "lokersemar.id",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789027416000,
            "hashtags": [
              "#lokersemarang",
              "#lowongankerjasemarang",
              "#lowkersemarang",
              "#lokersmg",
              "#lokerjateng"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapuaofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1788336085000,
            "hashtags": [
              "#ptfreeportindonesia",
              "#papuatengah",
              "#kabupatenmimika",
              "#penembakan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapua",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1788336085000,
            "hashtags": [
              "#ptfreeportindonesia",
              "#papuatengah",
              "#kabupatenmimika",
              "#penembakan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "lokerbandung.id",
          "source": "lokerbandung.id",
          "target": "lokerbandung.id",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789017606000,
            "hashtags": [
              "#lokerbandung",
              "#lowongankerjabandung",
              "#lowkerbandung",
              "#lokerbdg",
              "#lokerjabar"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "lokerbandung.id",
          "source": "lokerbandung.id",
          "target": "lokerbandung.id",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789176066000,
            "hashtags": [
              "#lokerbandung",
              "#lowongankerjabandung",
              "#lowkerbandung",
              "#lokerbdg",
              "#lokerjabar"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "CeposTV",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789033809000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#papuatengah",
              "#penembakan",
              "#freeport"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789033809000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#papuatengah",
              "#penembakan",
              "#freeport"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihpos",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789033809000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#papuatengah",
              "#penembakan",
              "#freeport"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1789033809000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#papuatengah",
              "#penembakan",
              "#freeport"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "CeposTV",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1788342519000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#papuatengah",
              "#ptfi",
              "#penembakan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1788342519000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#papuatengah",
              "#ptfi",
              "#penembakan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihpos",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1788342519000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#papuatengah",
              "#ptfi",
              "#penembakan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1788342519000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#papuatengah",
              "#ptfi",
              "#penembakan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "CeposTV",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786731366000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#tpnpbopm",
              "#wamena",
              "#papuapegunungan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786731366000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#tpnpbopm",
              "#wamena",
              "#papuapegunungan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihpos",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786731366000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#tpnpbopm",
              "#wamena",
              "#papuapegunungan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786731366000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#tpnpbopm",
              "#wamena",
              "#papuapegunungan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapuaofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1787809749000,
            "hashtags": [
              "#sensusekonomi2026",
              "#kabupatenjayawijaya",
              "#infowamena"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapua",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1787809749000,
            "hashtags": [
              "#sensusekonomi2026",
              "#kabupatenjayawijaya",
              "#infowamena"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "info_sentani",
          "source": "info_sentani",
          "target": "info_sentani",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786756582000,
            "hashtags": [
              "#infosentani",
              "#infojayapura",
              "#infopapuaraya",
              "#infoindonesia",
              "#infodunia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "info_sentani",
          "source": "info_sentani",
          "target": "info_sentani",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786758507000,
            "hashtags": [
              "#infosentani",
              "#infojayapura",
              "#infopapuaraya",
              "#infoindonesia",
              "#infodunia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "info_sentani",
          "source": "info_sentani",
          "target": "info_sentani",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786762784000,
            "hashtags": [
              "#infosentani",
              "#infojayapura",
              "#infopapuaraya",
              "#infoindonesia",
              "#infodunia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "info_sentani",
          "source": "info_sentani",
          "target": "info_sentani",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786763660000,
            "hashtags": [
              "#infosentani",
              "#infojayapura",
              "#infopapuaraya",
              "#infoindonesia",
              "#infodunia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "info_sentani",
          "source": "info_sentani",
          "target": "info_sentani",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786755566000,
            "hashtags": [
              "#infosentani",
              "#infojayapura",
              "#infopapuaraya",
              "#infoindonesia",
              "#infodunia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "info_sentani",
          "source": "info_sentani",
          "target": "info_sentani",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786776391000,
            "hashtags": [
              "#infosentani",
              "#infojayapura",
              "#infopapuaraya",
              "#infoindonesia",
              "#infodunia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapuaofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1787104407000,
            "hashtags": [
              "#opm",
              "#ttpnpb",
              "#kabupatenmimika"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapua",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1787104407000,
            "hashtags": [
              "#opm",
              "#ttpnpb",
              "#kabupatenmimika"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "IDNTimes",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786968904000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#hutri",
              "#cartenz",
              "#yahukimo"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "IDNTimes.Korea",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786968904000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#hutri",
              "#cartenz",
              "#yahukimo"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "IDNTimes.Community",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786968904000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#hutri",
              "#cartenz",
              "#yahukimo"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "IDNTimes.Hype",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786968904000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#hutri",
              "#cartenz",
              "#yahukimo"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "Duniaku_com",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786968904000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#hutri",
              "#cartenz",
              "#yahukimo"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "Popbela_com",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786968904000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#hutri",
              "#cartenz",
              "#yahukimo"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "Popbela.Beauty",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786968904000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#hutri",
              "#cartenz",
              "#yahukimo"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "Popmama_com",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786968904000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#hutri",
              "#cartenz",
              "#yahukimo"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "idntimes.video",
          "source": "idntimes.video",
          "target": "Yummy.idn",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786968904000,
            "hashtags": [
              "#idntimes",
              "#suaramillenial",
              "#genzmemilih",
              "#hutri",
              "#cartenz",
              "#yahukimo"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapuaofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1787032718000,
            "hashtags": [
              "#kabupatenmaybrat",
              "#penembakan",
              "#papuadaruratmiliter",
              "#operasimiliter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapua",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1787032718000,
            "hashtags": [
              "#kabupatenmaybrat",
              "#penembakan",
              "#papuadaruratmiliter",
              "#operasimiliter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "CeposTV",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1787034522000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#tolikara",
              "#papuapegunungan",
              "#benderamerahputih"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1787034522000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#tolikara",
              "#papuapegunungan",
              "#benderamerahputih"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihpos",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1787034522000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#tolikara",
              "#papuapegunungan",
              "#benderamerahputih"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1787034522000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#tolikara",
              "#papuapegunungan",
              "#benderamerahputih"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "folkjawabarat_",
          "source": "folkjawabarat_",
          "target": "folkjawabarat_",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786866594000,
            "hashtags": [
              "#folkjawabarat",
              "#viralindonesia",
              "#indonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapuaofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1787551617000,
            "hashtags": [
              "#pembunuhankekas",
              "#nabire"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapua",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1787551617000,
            "hashtags": [
              "#pembunuhankekas",
              "#nabire"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "CeposTV",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786747582000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#knpb",
              "#demo",
              "#kotajayapura"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786747582000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#knpb",
              "#demo",
              "#kotajayapura"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihpos",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786747582000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#knpb",
              "#demo",
              "#kotajayapura"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihposreal",
          "source": "cenderawasihposreal",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1786747582000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#knpb",
              "#demo",
              "#kotajayapura"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapuaofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1787191731000,
            "hashtags": [
              "#polresfakfak",
              "#fakfak",
              "#kabupatenfakfak",
              "#bupatifakfak"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuaofficial",
          "source": "tribunpapuaofficial",
          "target": "tribunpapua",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1787191731000,
            "hashtags": [
              "#polresfakfak",
              "#fakfak",
              "#kabupatenfakfak",
              "#bupatifakfak"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "sumbarkita.id",
          "source": "sumbarkita.id",
          "target": "sumbarkita.id",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1787045148000,
            "hashtags": [
              "#sumbarkita",
              "#kabarminang",
              "#sumbar",
              "#pessel",
              "#sumaterabarat"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "hariankompas",
          "source": "hariankompas",
          "target": "ddjoher",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1787730747000,
            "hashtags": [
              "#hariankompas",
              "#kompasid",
              "#opinikompas"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapua",
          "source": "tribunpapua",
          "target": "tribunpapuaofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1766813889000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapua",
          "source": "tribunpapua",
          "target": "tribunpapua",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1766813889000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "humaspoldapbd",
          "source": "humaspoldapbd",
          "target": "Humas",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787381015000,
            "hashtags": [
              "#humaspolripresisi",
              "#poldapapuabaratdaya",
              "#foryoupage",
              "#sorongpapuabaratdaya",
              "#polripresisi"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "humaspoldapbd",
          "source": "humaspoldapbd",
          "target": "Kepala",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787381015000,
            "hashtags": [
              "#humaspolripresisi",
              "#poldapapuabaratdaya",
              "#foryoupage",
              "#sorongpapuabaratdaya",
              "#polripresisi"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua_talk",
          "source": "papua_talk",
          "target": "Pecinta",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787730560000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#viraltiktok",
              "#semuaorang",
              "#indonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua_talk",
          "source": "papua_talk",
          "target": "papuany__",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787730560000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#viraltiktok",
              "#semuaorang",
              "#indonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua_talk",
          "source": "papua_talk",
          "target": "timur_punya18",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787730560000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#viraltiktok",
              "#semuaorang",
              "#indonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua_talk",
          "source": "papua_talk",
          "target": "comedy_616",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787730560000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#viraltiktok",
              "#semuaorang",
              "#indonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua_talk",
          "source": "papua_talk",
          "target": "cnn6886",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787730560000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#viraltiktok",
              "#semuaorang",
              "#indonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua_talk",
          "source": "papua_talk",
          "target": "nuria",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787730560000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#viraltiktok",
              "#semuaorang",
              "#indonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua_talk",
          "source": "papua_talk",
          "target": "pakbehriaband01",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787730560000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#viraltiktok",
              "#semuaorang",
              "#indonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "opsdamaicartenzpolri",
          "source": "opsdamaicartenzpolri",
          "target": "Humas",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1777938197000,
            "hashtags": [
              "#tongbakujaga",
              "#opsdamaicartenz2026",
              "#opsodcpolri"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "johnrettob",
          "source": "johnrettob",
          "target": "Jermias",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787009936000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "opsdamaicartenzpolri",
          "source": "opsdamaicartenzpolri",
          "target": "Humas",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787614558000,
            "hashtags": [
              "#tongbakujaga",
              "#opsdamaicartenz2026",
              "#opsodcpolri"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "opsdamaicartenzpolri",
          "source": "opsdamaicartenzpolri",
          "target": "PASUKAN",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787614558000,
            "hashtags": [
              "#tongbakujaga",
              "#opsdamaicartenz2026",
              "#opsodcpolri"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "gerindra_papuabaratdaya",
          "source": "gerindra_papuabaratdaya",
          "target": "Oktasari",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1782460823000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "gerindra_papuabaratdaya",
          "source": "gerindra_papuabaratdaya",
          "target": "Prabowo",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1782460823000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "gerindra_papuabaratdaya",
          "source": "gerindra_papuabaratdaya",
          "target": "Sufmi",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1782460823000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "gerindra_papuabaratdaya",
          "source": "gerindra_papuabaratdaya",
          "target": "H.",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1782460823000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "gerindra_papuabaratdaya",
          "source": "gerindra_papuabaratdaya",
          "target": "Prasetyo",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1782460823000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "gerindra_papuabaratdaya",
          "source": "gerindra_papuabaratdaya",
          "target": "Fadli",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1782460823000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "gerindra_papuabaratdaya",
          "source": "gerindra_papuabaratdaya",
          "target": "gerindra",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1782460823000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "gerindra_papuabaratdaya",
          "source": "gerindra_papuabaratdaya",
          "target": "fraksipartaigerindra",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1782460823000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuatengah",
          "source": "tribunpapuatengah",
          "target": "tribunpapuatengahofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1786797935000,
            "hashtags": [
              "#tribunpapuatengah",
              "#papuatengah",
              "#timika",
              "#mimika",
              "#timikapapua",
              "#sorotan",
              "#sorotantiktokfyp",
              "#sorotanpublik"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapuatengah",
          "source": "tribunpapuatengah",
          "target": "tribunpapuatengah",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1786797935000,
            "hashtags": [
              "#tribunpapuatengah",
              "#papuatengah",
              "#timika",
              "#mimika",
              "#timikapapua",
              "#sorotan",
              "#sorotantiktokfyp",
              "#sorotanpublik"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapua",
          "source": "tribunpapua",
          "target": "teropongmakassar.",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1785741519000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapua",
          "source": "tribunpapua",
          "target": "tribunpapuaofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1785741519000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tribunpapua",
          "source": "tribunpapua",
          "target": "tribunpapua",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1785741519000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "fraksipandprri",
          "source": "fraksipandprri",
          "target": "ayo_ahmadyohan",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1762330188000,
            "hashtags": [
              "#fraksipan",
              "#fraksipandprri",
              "#fyppppppppppppppppppppppp",
              "#lewatberanda",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "baldyclip",
          "source": "baldyclip",
          "target": "Ferly",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1786796058000,
            "hashtags": [
              "#coachferlyworldrecord",
              "#hutri81",
              "#17agustus2026",
              "#kemerdekaan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "antar_papua",
          "source": "antar_papua",
          "target": "Mathius",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787281302000,
            "hashtags": [
              "#klarifikasi"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "antar_papua",
          "source": "antar_papua",
          "target": "IkemalMimika",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787281302000,
            "hashtags": [
              "#klarifikasi"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "PRABOWO",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Sekretariat",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Teddy",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Pusat",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "agussubiyanto",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "91agussubiyanto",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Kementerian",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Kementerian",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "KOARMADA",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Koarmada",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Dudung",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Badan",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "gerindra",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "TNI",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "TNI",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "SATSIBER",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "divhubinterpolriofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Pak",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Dardardar",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "sudaryono",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Habema",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Kementerian",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Kementerian",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Kementerian",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "KEMENTERIAN",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Kementerian",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119728000,
            "hashtags": [
              "#tragedimimika",
              "#jila",
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihpos_cepos",
          "source": "cenderawasihpos_cepos",
          "target": "CeposTV",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1786747685000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#knpb",
              "#demo",
              "#kotajayapura",
              "#viraltiktok"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihpos_cepos",
          "source": "cenderawasihpos_cepos",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1786747685000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#knpb",
              "#demo",
              "#kotajayapura",
              "#viraltiktok"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihpos_cepos",
          "source": "cenderawasihpos_cepos",
          "target": "Cenderawasihpos",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1786747685000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#knpb",
              "#demo",
              "#kotajayapura",
              "#viraltiktok"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihpos_cepos",
          "source": "cenderawasihpos_cepos",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1786747685000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#knpb",
              "#demo",
              "#kotajayapura",
              "#viraltiktok"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "alhaddar18_",
          "source": "alhaddar18_",
          "target": "puspenirafblx",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1782224622000,
            "hashtags": [
              "#foryoupage",
              "#robloxfyp",
              "#irafnewera",
              "#robloxroleplay",
              "#fyp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "alhaddar18_",
          "source": "alhaddar18_",
          "target": "dr.cynaaamk",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1782224622000,
            "hashtags": [
              "#foryoupage",
              "#robloxfyp",
              "#irafnewera",
              "#robloxroleplay",
              "#fyp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "alhaddar18_",
          "source": "alhaddar18_",
          "target": "IRAF",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1782224622000,
            "hashtags": [
              "#foryoupage",
              "#robloxfyp",
              "#irafnewera",
              "#robloxroleplay",
              "#fyp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua_talk",
          "source": "papua_talk",
          "target": "papua267",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119935000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok",
              "#unfrezzmyaccount"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua_talk",
          "source": "papua_talk",
          "target": "papua.academy",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119935000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok",
              "#unfrezzmyaccount"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua_talk",
          "source": "papua_talk",
          "target": "infopapua",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119935000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok",
              "#unfrezzmyaccount"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua_talk",
          "source": "papua_talk",
          "target": "papua777",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787119935000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok",
              "#unfrezzmyaccount"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua_talk",
          "source": "papua_talk",
          "target": "papua.tempo.dulu",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787361176000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua_talk",
          "source": "papua_talk",
          "target": "VILMEI",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787361176000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua_talk",
          "source": "papua_talk",
          "target": "yasminezkaa",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787361176000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papua_talk",
          "source": "papua_talk",
          "target": "Agus",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787361176000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "megomodbangmail.come",
          "source": "megomodbangmail.come",
          "target": "papua267",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787149081000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok",
              "#unfrezzmyaccount"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "megomodbangmail.come",
          "source": "megomodbangmail.come",
          "target": "papua.academy",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787149081000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok",
              "#unfrezzmyaccount"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "megomodbangmail.come",
          "source": "megomodbangmail.come",
          "target": "infopapua",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787149081000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok",
              "#unfrezzmyaccount"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "megomodbangmail.come",
          "source": "megomodbangmail.come",
          "target": "papua777",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787149081000,
            "hashtags": [
              "#semuaorang",
              "#semua",
              "#semuabisaditiktok",
              "#unfrezzmyaccount"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "papedanews",
          "source": "papedanews",
          "target": "gerindra",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1783436346000,
            "hashtags": [
              "#masyarakat",
              "#sorotan",
              "#nabire_tiktok_comunity",
              "#fyppppppppppppppppppppppp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihpos_cepos",
          "source": "cenderawasihpos_cepos",
          "target": "CeposTV",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1786731253000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#tpnpbopm",
              "#wamena",
              "#papuapegunungan",
              "#viraltiktok"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihpos_cepos",
          "source": "cenderawasihpos_cepos",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1786731253000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#tpnpbopm",
              "#wamena",
              "#papuapegunungan",
              "#viraltiktok"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihpos_cepos",
          "source": "cenderawasihpos_cepos",
          "target": "Cenderawasihpos",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1786731253000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#tpnpbopm",
              "#wamena",
              "#papuapegunungan",
              "#viraltiktok"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cenderawasihpos_cepos",
          "source": "cenderawasihpos_cepos",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1786731253000,
            "hashtags": [
              "#cepos",
              "#tpnpbopm",
              "#wamena",
              "#papuapegunungan",
              "#viraltiktok"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "PRABOWO",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Prabowo",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Pusat",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "SATSIBER",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Badan",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Teddy",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "TNI",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "TNI",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "agussubiyanto",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "91agussubiyanto",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Bahlil",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Pak",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "sudaryono",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Dardardar",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Dudung",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "KOARMADA",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Koarmada",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787504229000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#papuaindonesia",
              "#tanahpapua",
              "#keamananpapua",
              "#konflikpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "kabarpolisi.com",
          "source": "kabarpolisi.com",
          "target": "humaspoldapapuabarat",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788181875000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "kabarpolisi.com",
          "source": "kabarpolisi.com",
          "target": "POLRI",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788181875000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "kabarpolisi.com",
          "source": "kabarpolisi.com",
          "target": "Listyo",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788181875000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "kabarpolisi.com",
          "source": "kabarpolisi.com",
          "target": "Humas",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788181875000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tintahukuminvstigasi.com",
          "source": "tintahukuminvstigasi.com",
          "target": "tintahukuminvestigasi.com",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1784823058000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#yahukimo",
              "#tpnpb",
              "#opm",
              "#breakingnews"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "ruang.kesadaran65",
          "source": "ruang.kesadaran65",
          "target": "budiman.tanuredjo",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1789086630000,
            "hashtags": [
              "#backtobdm",
              "#ruangtamubacktobdm",
              "#papua",
              "#kwi",
              "#notapastoral"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "bengkalis_one",
          "source": "bengkalis_one",
          "target": "PRESIDEN",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1789017390000,
            "hashtags": [
              "#bapanas",
              "#indonesia",
              "#papua",
              "#beritaviral",
              "#fyp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "bengkalis_one",
          "source": "bengkalis_one",
          "target": "Jalan",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1789017390000,
            "hashtags": [
              "#bapanas",
              "#indonesia",
              "#papua",
              "#beritaviral",
              "#fyp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "bengkalis_one",
          "source": "bengkalis_one",
          "target": "Andi.Amran.Sulaiman",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1789017390000,
            "hashtags": [
              "#bapanas",
              "#indonesia",
              "#papua",
              "#beritaviral",
              "#fyp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "pemasyarakatanpapua",
          "source": "pemasyarakatanpapua",
          "target": "firrarlh",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1787232329000,
            "hashtags": [
              "#kanwilditjenpaspapua",
              "#pemasyarakatan",
              "#fypp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "PRABOWO",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788953862000,
            "hashtags": [
              "#papuadamai",
              "#papuasehat",
              "#papuatanpanarkoba",
              "#stopnarkoba",
              "#berantasnarkoba"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Prabowo",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788953862000,
            "hashtags": [
              "#papuadamai",
              "#papuasehat",
              "#papuatanpanarkoba",
              "#stopnarkoba",
              "#berantasnarkoba"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "TNI",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788953862000,
            "hashtags": [
              "#papuadamai",
              "#papuasehat",
              "#papuatanpanarkoba",
              "#stopnarkoba",
              "#berantasnarkoba"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Teddy",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788953862000,
            "hashtags": [
              "#papuadamai",
              "#papuasehat",
              "#papuatanpanarkoba",
              "#stopnarkoba",
              "#berantasnarkoba"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Sekretariat",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788953862000,
            "hashtags": [
              "#papuadamai",
              "#papuasehat",
              "#papuatanpanarkoba",
              "#stopnarkoba",
              "#berantasnarkoba"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Pusat",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788953862000,
            "hashtags": [
              "#papuadamai",
              "#papuasehat",
              "#papuatanpanarkoba",
              "#stopnarkoba",
              "#berantasnarkoba"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Badan",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788953862000,
            "hashtags": [
              "#papuadamai",
              "#papuasehat",
              "#papuatanpanarkoba",
              "#stopnarkoba",
              "#berantasnarkoba"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "agussubiyanto",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788953862000,
            "hashtags": [
              "#papuadamai",
              "#papuasehat",
              "#papuatanpanarkoba",
              "#stopnarkoba",
              "#berantasnarkoba"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "91agussubiyanto",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788953862000,
            "hashtags": [
              "#papuadamai",
              "#papuasehat",
              "#papuatanpanarkoba",
              "#stopnarkoba",
              "#berantasnarkoba"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Dudung",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788953862000,
            "hashtags": [
              "#papuadamai",
              "#papuasehat",
              "#papuatanpanarkoba",
              "#stopnarkoba",
              "#berantasnarkoba"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "indonesian.nationa",
          "source": "indonesian.nationa",
          "target": "Kemhan",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788953862000,
            "hashtags": [
              "#papuadamai",
              "#papuasehat",
              "#papuatanpanarkoba",
              "#stopnarkoba",
              "#berantasnarkoba"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "dpd.hkti.papua",
          "source": "dpd.hkti.papua",
          "target": "yanni_gerindrapapua",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1780885689000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "kabarhr",
          "source": "kabarhr",
          "target": "kabarhr",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788419762000,
            "hashtags": [
              "#keselamatankerja",
              "#freeport",
              "#tembagapura",
              "#papua",
              "#kabarhr"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "ffunny012",
          "source": "ffunny012",
          "target": "sorotan",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1784897793000,
            "hashtags": [
              "#frewstpapua",
              "#nduga",
              "#papuanews",
              "#westpapua",
              "#breakingnews"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "kabarunews",
          "source": "kabarunews",
          "target": "hecticholic",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788045499000,
            "hashtags": [
              "#ruuperampasanaset",
              "#korupsi",
              "#prayforindonesia",
              "#ruuperampasanaset"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "karyonowito",
          "source": "karyonowito",
          "target": "spripimpoldapapuatengah",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1781300382000,
            "hashtags": [
              "#polri",
              "#akpol2010",
              "#kapolrespuncak"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "realpostertiktok",
          "source": "realpostertiktok",
          "target": "realpostertiktok",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1758646718000,
            "hashtags": [
              "#palestinamerdeka",
              "#beritainternasional",
              "#konflikpalestina",
              "#isuglobal",
              "#fyp"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "penajournalis77",
          "source": "penajournalis77",
          "target": "Wilson",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1789099127000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "jspnews4",
          "source": "jspnews4",
          "target": "BPJS",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1788961637000,
            "hashtags": [
              "#bpjskesehatan",
              "#cx126",
              "#merauke",
              "#fyp",
              "#viral"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "senator.idn",
          "source": "senator.idn",
          "target": "bankmandiri",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1763796838000,
            "hashtags": [
              "#bankmandiri",
              "#iwansumule",
              "#arnyternatani",
              "#gerindra",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "senator.idn",
          "source": "senator.idn",
          "target": "partaigerindra",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1763796838000,
            "hashtags": [
              "#bankmandiri",
              "#iwansumule",
              "#arnyternatani",
              "#gerindra",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "News_jubi",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1786774534000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter",
              "#papuabukantanahkosong"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "jubinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1786774534000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter",
              "#papuabukantanahkosong"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "jubinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1786774534000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter",
              "#papuabukantanahkosong"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "News_jubi",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787270401000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "jubinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787270401000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "jubinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787270401000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "News_jubi",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787558398000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "jubinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787558398000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "jubinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787558398000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "News_jubi",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787366932000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter",
              "#papuabukantanahkosong"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "jubinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787366932000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter",
              "#papuabukantanahkosong"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "jubinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787366932000,
            "hashtags": [
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter",
              "#papuabukantanahkosong"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "News_jubi",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787868000000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "jubinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787868000000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "jubinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787868000000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "TNIAngkatanLaut.Official",
          "source": "TNIAngkatanLaut.Official",
          "target": "TNIAL",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1786698408000,
            "hashtags": [
              "#jalesvevajayamahe",
              "#tnial",
              "#indonesiannavy",
              "#kasallaksamanatnimuhammadali",
              "#kasalmuhammadali",
              "#laksamanamuhammadali"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "News_jubi",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1786752011000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "jubinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1786752011000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "jubinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1786752011000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "News_jubi",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787126410000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "jubinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787126410000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "jubinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787126410000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "News_jubi",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787291998000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "jubinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787291998000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "JubiNews",
          "source": "JubiNews",
          "target": "jubinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1787291998000,
            "hashtags": [
              "#pengungsiinternalpapua",
              "#idpspapua",
              "#papua",
              "#indonesia",
              "#westpapua",
              "#papuanlivesmatter"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@tribunpekanbaruofficial",
          "source": "@tribunpekanbaruofficial",
          "target": "tribunpekanbaruofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789054089000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@tribunpekanbaruofficial",
          "source": "@tribunpekanbaruofficial",
          "target": "tribunpekanbaru",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789054089000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@tribunpekanbaruofficial",
          "source": "@tribunpekanbaruofficial",
          "target": "tribunpekanbaruofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789047292000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@lampungpostupdate",
          "source": "@lampungpostupdate",
          "target": "lampungpostupdate",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789012821000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@TribunnewsSurya",
          "source": "@TribunnewsSurya",
          "target": "tribunnewssurya",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789101825000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@seputarpapuaCOM",
          "source": "@seputarpapuaCOM",
          "target": "seputarpapuacom",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788418293000,
            "hashtags": [
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#beritapapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@garudatv.official",
          "source": "@garudatv.official",
          "target": "garudatv.official",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789198433000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@lampungpostupdate",
          "source": "@lampungpostupdate",
          "target": "lampungpostupdate",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789182035000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@OfficialSINDOnews",
          "source": "@OfficialSINDOnews",
          "target": "officialsindonews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789278305000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@OfficialSINDOnews",
          "source": "@OfficialSINDOnews",
          "target": "sindopodcast",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789278305000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@OfficialSINDOnews",
          "source": "@OfficialSINDOnews",
          "target": "sindokalam",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789278305000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@tribunpapuatengah",
          "source": "@tribunpapuatengah",
          "target": "tribunpapuatengahofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789121781000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@tribunpapuatengah",
          "source": "@tribunpapuatengah",
          "target": "tribunpapuatengah",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789121781000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@OfficialiNews",
          "source": "@OfficialiNews",
          "target": "officialinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789129195000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@tribunjakarta",
          "source": "@tribunjakarta",
          "target": "tribunjakarta",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789207308000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@tribunjakarta",
          "source": "@tribunjakarta",
          "target": "tribun.jakart...",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789207308000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@StatelineMediaTV",
          "source": "@StatelineMediaTV",
          "target": "stateline.mediaid",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789045730000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@StatelineMediaTV",
          "source": "@StatelineMediaTV",
          "target": "Spt_Nusantara",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789045730000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@SecretStoryPodcast",
          "source": "@SecretStoryPodcast",
          "target": "secretstorypo...",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788408010000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@Resimen1Paspelopor",
          "source": "@Resimen1Paspelopor",
          "target": "divisihumaspolri",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788576089000,
            "hashtags": [
              "#jiwaragakudemikemanusiaan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@Resimen1Paspelopor",
          "source": "@Resimen1Paspelopor",
          "target": "humaskorpsbrimob",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788576089000,
            "hashtags": [
              "#jiwaragakudemikemanusiaan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@Resimen1Paspelopor",
          "source": "@Resimen1Paspelopor",
          "target": "paspelopor_id",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788576089000,
            "hashtags": [
              "#jiwaragakudemikemanusiaan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@aspirasirakyatjelatachannel",
          "source": "@aspirasirakyatjelatachannel",
          "target": "aspirasirakyatjelatachannel",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788894361000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@OfficialSINDOnews",
          "source": "@OfficialSINDOnews",
          "target": "officialsindonews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788403044000,
            "hashtags": [
              "#sindonews",
              "#viral",
              "#beritaterkini",
              "#satgascartenz",
              "#kkbpapua",
              "#kontaktembak",
              "#operasidamaicartenz",
              "#beritapapua",
              "#breakingnews",
              "#sindotrending"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@OfficialSINDOnews",
          "source": "@OfficialSINDOnews",
          "target": "sindopodcast",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788403044000,
            "hashtags": [
              "#sindonews",
              "#viral",
              "#beritaterkini",
              "#satgascartenz",
              "#kkbpapua",
              "#kontaktembak",
              "#operasidamaicartenz",
              "#beritapapua",
              "#breakingnews",
              "#sindotrending"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@OfficialSINDOnews",
          "source": "@OfficialSINDOnews",
          "target": "sindokalam",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788403044000,
            "hashtags": [
              "#sindonews",
              "#viral",
              "#beritaterkini",
              "#satgascartenz",
              "#kkbpapua",
              "#kontaktembak",
              "#operasidamaicartenz",
              "#beritapapua",
              "#breakingnews",
              "#sindotrending"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@tribunpapuatengah",
          "source": "@tribunpapuatengah",
          "target": "tribunpapuatengahofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789126451465,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@tribunpapuatengah",
          "source": "@tribunpapuatengah",
          "target": "tribunpapuatengah",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789126451465,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@OfficialiNews",
          "source": "@OfficialiNews",
          "target": "officialinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788406261000,
            "hashtags": [
              "#satgascartenz",
              "#kkbpapua",
              "#papua",
              "#operasidamaicartenz",
              "#kontaktembak",
              "#keamananpapua",
              "#beritaterkini",
              "#indonesiahariini",
              "#inews",
              "#inews",
              "#beritaterkini",
              "#breakingnews",
              "#beritahariini",
              "#beritanasional",
              "#beritaindonesia",
              "#beritadunia",
              "#terlengkaptercepatterpercaya"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@tribunpekanbaruofficial",
          "source": "@tribunpekanbaruofficial",
          "target": "tribunpekanbaruofficial",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788367720000,
            "hashtags": [
              "#jefri"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@OfficialiNews",
          "source": "@OfficialiNews",
          "target": "officialinews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789337734000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@sinpotv",
          "source": "@sinpotv",
          "target": "sinpotv",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788134406000,
            "hashtags": [
              "#sinpotv",
              "#sinpotvnews",
              "#menyapaindonesiapagi",
              "#beritaterkini",
              "#beritaindonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@sinpotv",
          "source": "@sinpotv",
          "target": "sinpotv",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788134406000,
            "hashtags": [
              "#sinpotv",
              "#sinpotvnews",
              "#menyapaindonesiapagi",
              "#beritaterkini",
              "#beritaindonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@bligungyudha",
          "source": "@bligungyudha",
          "target": "saradacademy",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789027629000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@bligungyudha",
          "source": "@bligungyudha",
          "target": "filmsarad",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789027629000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@sautsitumorangkpk",
          "source": "@sautsitumorangkpk",
          "target": "sautsitumorangkpk.",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788409436000,
            "hashtags": [
              "#politikindonesia",
              "#opinirakyat",
              "#diskusipublik",
              "#analisisisu",
              "#beritahariini",
              "#kajianpolitik",
              "#suaramasyarakat",
              "#rakyatbersuara",
              "#reformasidikorupsi",
              "#kejarsampaikeantartica"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@sautsitumorangkpk",
          "source": "@sautsitumorangkpk",
          "target": "sautsitumorangkpk.",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788257733000,
            "hashtags": [
              "#politikindonesia",
              "#opinirakyat",
              "#diskusipublik",
              "#analisisisu",
              "#beritahariini",
              "#kajianpolitik",
              "#suaramasyarakat",
              "#rakyatbersuara",
              "#reformasidikorupsi",
              "#kejarsampaikeantartica"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@sinpotv",
          "source": "@sinpotv",
          "target": "sinpotv",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788530406000,
            "hashtags": [
              "#sinpotv",
              "#sinpotvnews",
              "#menyapaindonesiamalam",
              "#beritaindonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@sinpotv",
          "source": "@sinpotv",
          "target": "sinpotv",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788530406000,
            "hashtags": [
              "#sinpotv",
              "#sinpotvnews",
              "#menyapaindonesiamalam",
              "#beritaindonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@sautsitumorangkpk",
          "source": "@sautsitumorangkpk",
          "target": "sautsitumorangkpk.",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788746652000,
            "hashtags": [
              "#politikindonesia",
              "#opinirakyat",
              "#diskusipublik",
              "#analisisisu",
              "#beritahariini",
              "#kajianpolitik",
              "#suaramasyarakat",
              "#rakyatbersuara",
              "#reformasidikorupsi",
              "#kejarsampaikeantartica"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@sautsitumorangkpk",
          "source": "@sautsitumorangkpk",
          "target": "sautsitumorangkpk.",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788752907000,
            "hashtags": [
              "#politikindonesia",
              "#opinirakyat",
              "#diskusipublik",
              "#analisisisu",
              "#beritahariini",
              "#kajianpolitik",
              "#suaramasyarakat",
              "#rakyatbersuara",
              "#reformasidikorupsi",
              "#kejarsampaikeantartica"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@sautsitumorangkpk",
          "source": "@sautsitumorangkpk",
          "target": "sautsitumorangkpk.",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789008284000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@sautsitumorangkpk",
          "source": "@sautsitumorangkpk",
          "target": "sautsitumorangkpk.",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1789002973000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@sautsitumorangkpk",
          "source": "@sautsitumorangkpk",
          "target": "sautsitumorangkpk.",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788610468000,
            "hashtags": [
              "#politikindonesia",
              "#opinirakyat",
              "#diskusipublik",
              "#analisisisu",
              "#beritahariini",
              "#kajianpolitik",
              "#suaramasyarakat",
              "#rakyatbersuara",
              "#reformasidikorupsi",
              "#kejarsampaikeantartica"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@sautsitumorangkpk",
          "source": "@sautsitumorangkpk",
          "target": "sautsitumorangkpk.",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788798088000,
            "hashtags": [
              "#politikindonesia",
              "#opinirakyat",
              "#diskusipublik",
              "#analisisisu",
              "#beritahariini",
              "#kajianpolitik",
              "#suaramasyarakat",
              "#rakyatbersuara",
              "#reformasidikorupsi",
              "#kejarsampaikeantartica"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@sautsitumorangkpk",
          "source": "@sautsitumorangkpk",
          "target": "sautsitumorangkpk.",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788776146000,
            "hashtags": [
              "#politikindonesia",
              "#opinirakyat",
              "#diskusipublik",
              "#analisisisu",
              "#beritahariini",
              "#kajianpolitik",
              "#suaramasyarakat",
              "#rakyatbersuara",
              "#reformasidikorupsi",
              "#kejarsampaikeantartica"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@sautsitumorangkpk",
          "source": "@sautsitumorangkpk",
          "target": "sautsitumorangkpk.",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788589153000,
            "hashtags": [
              "#politikindonesia",
              "#opinirakyat",
              "#diskusipublik",
              "#analisisisu",
              "#beritahariini",
              "#kajianpolitik",
              "#suaramasyarakat",
              "#rakyatbersuara",
              "#reformasidikorupsi",
              "#kejarsampaikeantartica"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@kantahkabhulusungaiutara7388",
          "source": "@kantahkabhulusungaiutara7388",
          "target": "kementerian.atrbpn",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1788794534000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@officialokezone",
          "source": "@officialokezone",
          "target": "officialokezone",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1786956063000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@tribunnewsbogorvideo",
          "source": "@tribunnewsbogorvideo",
          "target": "tribunnewsbogorvideo",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787208415000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@tribunnewsbogorvideo",
          "source": "@tribunnewsbogorvideo",
          "target": "tribunbogor",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787208415000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@seputarpapuaCOM",
          "source": "@seputarpapuaCOM",
          "target": "seputarpapuacom",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787226749000,
            "hashtags": [
              "#mimika",
              "#papuatengah",
              "#jila"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@TribunnewsSultraOfficial",
          "source": "@TribunnewsSultraOfficial",
          "target": "tribunnewssultradotcom",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787207723000,
            "hashtags": [
              "#breakingnews",
              "#opm",
              "#mimika",
              "#brimob",
              "#evakuasinakes",
              "#papua",
              "#infopapua",
              "#hukumdankriminal",
              "#beritaterkini",
              "#beritaviral"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@TribunnewsSultraOfficial",
          "source": "@TribunnewsSultraOfficial",
          "target": "tribunsultra",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787207723000,
            "hashtags": [
              "#breakingnews",
              "#opm",
              "#mimika",
              "#brimob",
              "#evakuasinakes",
              "#papua",
              "#infopapua",
              "#hukumdankriminal",
              "#beritaterkini",
              "#beritaviral"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@tribunjakarta",
          "source": "@tribunjakarta",
          "target": "tribunjakarta",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1786874365000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@tribunjakarta",
          "source": "@tribunjakarta",
          "target": "tribun.jakart...",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1786874365000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@TribunnewsSultraOfficial",
          "source": "@TribunnewsSultraOfficial",
          "target": "tribunnewssultradotcom",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1786887279000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@TribunnewsSultraOfficial",
          "source": "@TribunnewsSultraOfficial",
          "target": "tribunsultra",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1786887279000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@tribunnewsbogorvideo",
          "source": "@tribunnewsbogorvideo",
          "target": "tribunnewsbogorvideo",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1786870025000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@tribunnewsbogorvideo",
          "source": "@tribunnewsbogorvideo",
          "target": "tribunbogor",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1786870025000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@SripokuTV",
          "source": "@SripokuTV",
          "target": "sriwijayapost",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787219605000,
            "hashtags": [
              "#opm",
              "#papua",
              "#mimika",
              "#jila",
              "#penyanderaan",
              "#sanderaopm",
              "#papuatengah",
              "#kelompokbersenjata",
              "#brimob",
              "#tni",
              "#polri",
              "#beritapapua",
              "#kabarterkini",
              "#beritaindonesia"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@TribunMedanTV",
          "source": "@TribunMedanTV",
          "target": "tribunmedantv",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787324853000,
            "hashtags": [
              "#kkb",
              "#prabowo",
              "#tni",
              "#tniad",
              "#papua",
              "#tribunmedan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@TribunMedanTV",
          "source": "@TribunMedanTV",
          "target": "tribunmedantv",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787323035000,
            "hashtags": [
              "#kkb",
              "#prabowo",
              "#tni",
              "#tniad",
              "#papua",
              "#tribunmedan"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@seputarpapuaCOM",
          "source": "@seputarpapuaCOM",
          "target": "seputarpapuacom",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787564436000,
            "hashtags": [
              "#amar",
              "#papuatengah",
              "#beritapapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@cenderawasihpostv",
          "source": "@cenderawasihpostv",
          "target": "CeposTV",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787201643000,
            "hashtags": [
              "#ceposmenyapa",
              "#papuanews",
              "#mimika",
              "#cenderawasih",
              "#jayapura",
              "#papuaeducation",
              "#papuaapbd",
              "#papuadprpua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@cenderawasihpostv",
          "source": "@cenderawasihpostv",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787201643000,
            "hashtags": [
              "#ceposmenyapa",
              "#papuanews",
              "#mimika",
              "#cenderawasih",
              "#jayapura",
              "#papuaeducation",
              "#papuaapbd",
              "#papuadprpua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@cenderawasihpostv",
          "source": "@cenderawasihpostv",
          "target": "Cenderawasihpos",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787201643000,
            "hashtags": [
              "#ceposmenyapa",
              "#papuanews",
              "#mimika",
              "#cenderawasih",
              "#jayapura",
              "#papuaeducation",
              "#papuaapbd",
              "#papuadprpua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@cenderawasihpostv",
          "source": "@cenderawasihpostv",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787201643000,
            "hashtags": [
              "#ceposmenyapa",
              "#papuanews",
              "#mimika",
              "#cenderawasih",
              "#jayapura",
              "#papuaeducation",
              "#papuaapbd",
              "#papuadprpua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@cenderawasihpostv",
          "source": "@cenderawasihpostv",
          "target": "CeposTV",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787044110000,
            "hashtags": [
              "#ceposmenyapa",
              "#papuanews",
              "#hutri81",
              "#centralpapua",
              "#southpapua",
              "#mountainpapua",
              "#merauke",
              "#mimika",
              "#centralmamberamo"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@cenderawasihpostv",
          "source": "@cenderawasihpostv",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787044110000,
            "hashtags": [
              "#ceposmenyapa",
              "#papuanews",
              "#hutri81",
              "#centralpapua",
              "#southpapua",
              "#mountainpapua",
              "#merauke",
              "#mimika",
              "#centralmamberamo"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@cenderawasihpostv",
          "source": "@cenderawasihpostv",
          "target": "Cenderawasihpos",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787044110000,
            "hashtags": [
              "#ceposmenyapa",
              "#papuanews",
              "#hutri81",
              "#centralpapua",
              "#southpapua",
              "#mountainpapua",
              "#merauke",
              "#mimika",
              "#centralmamberamo"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@cenderawasihpostv",
          "source": "@cenderawasihpostv",
          "target": "Cenderawasihposreal",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787044110000,
            "hashtags": [
              "#ceposmenyapa",
              "#papuanews",
              "#hutri81",
              "#centralpapua",
              "#southpapua",
              "#mountainpapua",
              "#merauke",
              "#mimika",
              "#centralmamberamo"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@tribunjakarta",
          "source": "@tribunjakarta",
          "target": "tribunjakarta",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787221355000,
            "hashtags": [
              "#opmhostage",
              "#jiladistrict",
              "#mimika",
              "#centralpapua",
              "#securityapparatus",
              "#centralpapuaregionalpolice",
              "#mimikaregionalpolice",
              "#humanrightsviolations",
              "#breakingnews",
              "#nationalinfo",
              "#viralnews",
              "#trendingtopic",
              "#hotnews",
              "#latestnews",
              "#kawalpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@tribunjakarta",
          "source": "@tribunjakarta",
          "target": "tribun.jakart...",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787221355000,
            "hashtags": [
              "#opmhostage",
              "#jiladistrict",
              "#mimika",
              "#centralpapua",
              "#securityapparatus",
              "#centralpapuaregionalpolice",
              "#mimikaregionalpolice",
              "#humanrightsviolations",
              "#breakingnews",
              "#nationalinfo",
              "#viralnews",
              "#trendingtopic",
              "#hotnews",
              "#latestnews",
              "#kawalpapua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@TribunMedanTV",
          "source": "@TribunMedanTV",
          "target": "tribunmedantv",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787040013000,
            "hashtags": [
              "#tribunmedan",
              "#terisolasi",
              "#tni",
              "#bendera",
              "#merahputih",
              "#gunungcartenz",
              "#papua"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@johanneshutabaratofficial626",
          "source": "@johanneshutabaratofficial626",
          "target": "yonif643wns6",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787153429000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@garudatv.official",
          "source": "@garudatv.official",
          "target": "garudatv.official",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787138627000,
            "hashtags": [
              "#penyelundupanganja",
              "#bandarasentani",
              "#jayapura",
              "#papua",
              "#narkoba",
              "#polresjayapura",
              "#garudatv",
              "#laporan8"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@garudatv.official",
          "source": "@garudatv.official",
          "target": "garudatv.official",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787111772000,
            "hashtags": [
              "#latestnews",
              "#tni",
              "#kogabwilhaniii",
              "#papuatengah",
              "#puncak",
              "#papuasecurity",
              "#law",
              "#events",
              "#garudatv",
              "#report8"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@KodimMerauke-lr8bc",
          "source": "@KodimMerauke-lr8bc",
          "target": "KodimMerauke",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1782777802000,
            "hashtags": [
              "#tni",
              "#tniad",
              "#kodammandalatrikora",
              "#pen_korem174_atw",
              "#infopapuaselatan",
              "#info_kejadian_merauke",
              "#babinsa",
              "#lingkunganhidup",
              "#bencanaalam"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@KodimMerauke-lr8bc",
          "source": "@KodimMerauke-lr8bc",
          "target": "KodimMerauke",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787614487000,
            "hashtags": [
              "#tni",
              "#tniad",
              "#kodammandalatrikora",
              "#pen_korem174_atw",
              "#infopapuaselatan",
              "#info_kejadian_merauka",
              "#ideologipancasila",
              "#pancasila",
              "#babinsa"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@bssparking",
          "source": "@bssparking",
          "target": "bssparking",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787559691000,
            "hashtags": [
              "#portal",
              "#trending",
              "#viral",
              "#palangotomatis",
              "#portal",
              "#barriergate",
              "#palangparkir",
              "#viral",
              "#trending",
              "#portalperumahan",
              "#akseswisata",
              "#portalotomatis",
              "#palangparkir",
              "#aksesotomatis"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@bssparking",
          "source": "@bssparking",
          "target": "bssparking",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787559691000,
            "hashtags": [
              "#portal",
              "#trending",
              "#viral",
              "#palangotomatis",
              "#portal",
              "#barriergate",
              "#palangparkir",
              "#viral",
              "#trending",
              "#portalperumahan",
              "#akseswisata",
              "#portalotomatis",
              "#palangparkir",
              "#aksesotomatis"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@sautsitumorangkpk",
          "source": "@sautsitumorangkpk",
          "target": "sautsitumorangkpk.",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787992489000,
            "hashtags": [
              "#politikindonesia",
              "#opinirakyat",
              "#diskusipublik",
              "#analisisisu",
              "#beritahariini",
              "#kajianpolitik",
              "#suaramasyarakat",
              "#rakyatbersuara",
              "#reformasidikorupsi",
              "#kejarsampaikeantartica"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@sautsitumorangkpk",
          "source": "@sautsitumorangkpk",
          "target": "sautsitumorangkpk.",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1787807111000,
            "hashtags": [
              "#politikindonesia",
              "#opinirakyat",
              "#diskusipublik",
              "#analisisisu",
              "#beritahariini",
              "#kajianpolitik",
              "#suaramasyarakat",
              "#rakyatbersuara",
              "#reformasidikorupsi",
              "#kejarsampaikeantartica"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@tribunjakarta",
          "source": "@tribunjakarta",
          "target": "tribunjakarta",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1786846559000,
            "hashtags": [
              "#nttearthquake",
              "#bmkg",
              "#bnpb",
              "#bencanamitigation",
              "#earthquake",
              "#activefault",
              "#daryono",
              "#iabi",
              "#megathrust",
              "#naturaldisaster",
              "#indonesia",
              "#breakingnews",
              "#latestnews",
              "#indonesiaearthquake",
              "#flores"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@tribunjakarta",
          "source": "@tribunjakarta",
          "target": "tribun.jakart...",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1786846559000,
            "hashtags": [
              "#nttearthquake",
              "#bmkg",
              "#bnpb",
              "#bencanamitigation",
              "#earthquake",
              "#activefault",
              "#daryono",
              "#iabi",
              "#megathrust",
              "#naturaldisaster",
              "#indonesia",
              "#breakingnews",
              "#latestnews",
              "#indonesiaearthquake",
              "#flores"
            ]
          }
        }
      ]
    }
  }
}